Kesaksian Rohani Kristen, Renungan, Kesaksian, Inspirasi, Saat Teduh, Firman Tuhan, Bahan Kotbah, Humor, dll.
Jumat, 07 Agustus 2015
Apakah Dalil itu Sesungguhnya ?
"Mana Dalilnya ?"
Sering sekali muslim mengatakan seperti itu, padahal yang sedang kita jelaskan adalah sebuah Ayat.
Lantas Dalil apalagikah ini ?
Dalil dalam Dalil, Ayat dalam Ayat ?
Kalau begitu bagaimanakah Ustad atau Pendeta bisa berkutbah, jika semua yang dia ucapkan adalah ayat demi ayat? Tentu tidak bisa bukan..!!
Jadi bukan begitu, marilah kita cerdas sedikit.
Dalil itu tidak melulu hanya Ayat. Tapi juga 'Fakta Sejarah', 'Tradisi & Culture', 'Bukti & Saksi', 'Logika & Tafsir', Itu semua adalah Dalil.
Lalu semua disusun, di Rekonstruksi berdasarkan semua fakta-fakta itu, lalu lahirlah Hipotesa atau Cerita.
Karena itulah Allah swt menyuruh Muhammad & Islam, untuk datang bertanya pada Ahli Kitab (Kristen), sebab merekalah yang akan meluruskan Kebenaran itu. (QS 10 Yunus 94, QS 5 Al Maa'idah 44 )
Baca juga => Ketika Islam berkata "Jangan ambil ayat sepotong-sepotong"
Ketika Islam Berkata "Jangan Ambil Ayat Sepotong-sepotong"
Sering kali dalam dialog, Islam selalu menantang "Mana Dalilnya?".
Tapi jika sudah diberikan dalilnya, pasti membantah "kamu mengutip ayat sepotong-sepotong, coba baca beberapa ayat sebelumnya, lalu baca ayat setelahnya".
Saudara, biasakanlah Berkaca, bukan Membantah. Biasakan Merenungkan ayat-ayat yang diberikan teman, agar Ilmu & Pengertian anda semakin bertambah. Bukan sekedar Iqro & Hapal, tapi kemana itu di aplikasikan anda tidak tau.
Ketika satu dalil diberikan, itu namanya bukan sepotong-sepotong, tapi sudah pas sesuai porsinya.
Bedakan antara mengutip ayat sepotong-sepotong, dengan memberikan ayat secara Kontekstual. Yang CLICK TO THE POINT.
Sebab masing-masing ayat itu beragam jenisnya:
1. Ada yang satu ayat itu, tembakannya kesatu point secara Full.
2. Ada yang satu ayat itu, isinya mengandung Dua atau Tiga point sekaligus.
3. Ada yang satu ayat itu, isinya Satu Point, tapi ditambah dengan keterangan-keterangan yang lain. Dalam hal ini berlaku yang namanya Garis Besar atau Point Utama.
Yang penting adalah KEBENARAN yang terkandung didalam sepatah kata itu. Ibarat sepotong coklat, tidak peduli apakah coklat itu utuh atau hanya sepotong, rasanya tetap sama lezatnya.
Jika anda tarik dari beberapa ayat sebelumnya, lalu anda tambah keayat berikutnya, itu namanya anda sedang mengaburkan sebuah Kebenaran yg sedang di ZOOM besar-besar, lalu anda buat menjadi Bias.
Baca juga: Apakah Dalil itu Sesungguhnya ?
Tapi jika sudah diberikan dalilnya, pasti membantah "kamu mengutip ayat sepotong-sepotong, coba baca beberapa ayat sebelumnya, lalu baca ayat setelahnya".
Saudara, biasakanlah Berkaca, bukan Membantah. Biasakan Merenungkan ayat-ayat yang diberikan teman, agar Ilmu & Pengertian anda semakin bertambah. Bukan sekedar Iqro & Hapal, tapi kemana itu di aplikasikan anda tidak tau.
Ketika satu dalil diberikan, itu namanya bukan sepotong-sepotong, tapi sudah pas sesuai porsinya.
Bedakan antara mengutip ayat sepotong-sepotong, dengan memberikan ayat secara Kontekstual. Yang CLICK TO THE POINT.
Sebab masing-masing ayat itu beragam jenisnya:
1. Ada yang satu ayat itu, tembakannya kesatu point secara Full.
2. Ada yang satu ayat itu, isinya mengandung Dua atau Tiga point sekaligus.
3. Ada yang satu ayat itu, isinya Satu Point, tapi ditambah dengan keterangan-keterangan yang lain. Dalam hal ini berlaku yang namanya Garis Besar atau Point Utama.
Yang penting adalah KEBENARAN yang terkandung didalam sepatah kata itu. Ibarat sepotong coklat, tidak peduli apakah coklat itu utuh atau hanya sepotong, rasanya tetap sama lezatnya.
Jika anda tarik dari beberapa ayat sebelumnya, lalu anda tambah keayat berikutnya, itu namanya anda sedang mengaburkan sebuah Kebenaran yg sedang di ZOOM besar-besar, lalu anda buat menjadi Bias.
Baca juga: Apakah Dalil itu Sesungguhnya ?
Kamis, 06 Agustus 2015
Kisah Rahasia Dibalik Bencana Tsunami Aceh
Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh. Dan Kisah ini disaksikan oleh 400 orang, yg menjadi saksi nyata dari kisah ini.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Jumat, 31 Juli 2015
Mengapa Agama Membutuhkan Mujizat
Agama adalah sebuah Kepercayaan terhadap Kehidupan roh yang akan datang. Yang mana Tubuh kita akan diubah menjadi Tubuh Kemuliaan. Dan karena Kehidupan itu diluar dari Nature atau Dimensi kita, maka kehidupan itu disebut sebagai Kehidupan Supranatural.
Karena Kehidupan, Pandangan, dan Paradigma kita Terbatas Ruang & Waktu, Nature & Habitat, maka Kehidupan yang akan datang itu menjadi sebuah Misteri bagi kita.
Karena itulah Manusia membutuhkan Tanda, atau dalam bahasa kitab disebut Mujizat, agar orang percaya terhadap sang Pemberita Kehidupan yang akan datang itu.
Yesus sendiri MEMBUKTIKAN (bukan mengklaim) bahwa dirinya adalah TUHAN Semesta Alam. Masalah mujizat yang dilakukan Yesus, saya kira tidak perlu saya ceritakan kita lagi, sebab kita semua sudah sama-sama tau, bagaimana Yesus Mengusir roh, Menyembuhkan Penyakit, Membangkitkan orang mati, Meredakan Alam, Bangkit dari Kematian, Naik ke Surga, dll. Semuanya itu adalah PEMBUKTIAN.
Karena Yesus telah Memberikan Semua Bukti tentang Kebenaran & Keilahiannya, karena itulah maka orang percaya pada Perkataannya, lalu mengikutinya.
Mengapa? Sebab dengan semua Pembuktian itu kita tidak perlu lagi ragu-ragu, tentang kemana tujuan kita, pada kehidupan yang akan datang itu. Karena itu Yesus berkata kepada Para Pengikutnya "Dimana Aku berada, disitu juga kamu akan berada". (Yohanes 14 : 3)
Semua orang tahu Dimana Yesus berada, Yups.. di Sorga. Sebab Dialah Tuhan Allah Pencipta & Pemilik Sorga itu. Jadi Dia berhak membagikan Sorga itu dengan siapapun yang di KehendakiNya. Bahkan orang yang menolak Ketuhanan Yesus pun, seperti Yahudi & Islam, percaya bahwa Yesus ada di Sorga.
Karena itu jelaslah sudah, bahwa Pengikut Yesus sudah pasti tempatnya di Sorga. Bukan hanya Alkitab yang memberikan kesaksian ini, bahkan Alquran sendiripun memberikan kesaksian ini, bahwa Pengikut Yesus tempatnya adalah di Sorga, dan yang Tidak mengikut Yesus tempatnya di Neraka. (QS 3 Ali Imran 55).
Lantas bagaimana dengan Muhammad ?
Alquran berkali-kali memberikan kesaksian, bahwa Muhammad tidak memiliki Bukti atau Tanda Mujizat itu. Semua hanyalah Klaim & klaim. Dan herannya, banyak orang yang mau Percaya & Mempertaruhkan Masa Depan mereka (Akhirat), kepada orang yang tidak memiliki bukti sama sekali.
Ketika pertama kali Muhammad mengaku sebagai Nabi, orang-orang langsung meminta Tanda Kenabian dari dia (Mujizat). Lalu karena dia tidak dapat melakukannya, orang-orang menertawakan dia. Padahal dia sangat terobsesi dengan Ketokohan Yesus/Isa yang setiap hari dia dengar dari orang-orang Kristen yang berada disekelilingnya & mengasuh dia.
- QS 6 Al An'aam 37
Orang-orang Kafir Quraish meminta Tanda Mujizat dari Muhammad jika dia adalah Nabi. Namun karena tidak sanggup memberikannya, merekapun mengolok-olok Muhammad. Sehingga membuat Muhammad merasa kesal, dan membuat jawaban pamungkas, 'dari dahulu Allah sudah melakukan mujizat ya.'
- QS 10 Yunus 20
Lagi-lagi orang Kafir meminta Tanda Mujizat Kenabian dari Muhammad, tapi Muhammad tetap tidak sanggup melakukannya. Kemudian Muhammadpun berkata "Oke, kita tunggu aja sama-sama. Lihat saja nanti, pasti Allah akan memberikan Tanda Mujizat itu kepadaku".
- QS 29 Al Ankabuut 50
Setelah sekian lama menunggu Tanda Mujizat kerasulan Muhammad itu tidak datang-datang, maka Muhammadpun menjawab "Ya sudahlah, Mujizat itu hanya milik Allah. Kalau mau Allah berikan, atau Tidak mau berikan padaku, terserah Allah sajalah."
Lalu Kemudian karena dia gagal meyakinkan orang untuk menjadi pengikutnya, padahal dia ingin menjadi seperti Yesus. Kemudian Muhammad pun membangun Misinya itu dengan jalan perang. Lalu dia mulai memaksa semua orang untuk mengikutinya & mengakuinya sebagai nabi, jika tidak mereka akan dibunuh.
Karena itulah Quran & Hadist menceritakan, 'Aku akan berjihad memerangi Kafir, sampai mereka berkata Laila ha Illalah, Muhammadarasullullah'.
QS 9 : 5, QS 2:193, dll. ada banyak sekali ayat Perintah untuk membunuh dalam Quran, apalagi dalam Hadist.
(1) Apakah arti "FITNAH" di QS 2:193?
Sudah jelas bahwa arti "FITNAH" di QS 2:193 adalah "SYIRIK" yang artinya menduakan Allâh SWT, atau tidak mengakui keesaan Allah SWT, atau menentang ke-tauhid-an Allah SWT. Syirik ini merupakan dosa terbesar dalam Islam.
(2) Siapakah kafir lalim yang dianggap Muhammad memerangi Islam?
Kafir yang dianggap memerangi Islam terlebih dahulu, dengan melakukan Syrik. Yaitu tidak mau mengucapkan Laa Ilaaha illallah.
Saya tau Islam akan berkata 'Orang Kafir yang terlebih dahulu memulai Perang, Islam hanya mempertahankan diri.' Faktanya tidaklah demikian.
QS 2:193 turun 2 bulan sebelum Muhammad hijrah ke Mekkah. Saat itu tak ada masyarakat Mekah yang mencoba membunuhnya atau menyerangnya. Buktinya tampak jelas di Al Sirat Al Nabawwiyah dari Ibn Hisyam.
Muslimlah yang terlebih dahulu suka mendzolimi & menghina tuhan-tuhan Kafir dan Muslimlah yang terlebih dulu MENGUCURKAN DARAH PERTAMA KALI (shed the FIRST BLOOD).
Sirat Rasul Allah. Hal. 118. dari Ibnu Ishaq
Sirat Nabawiyah. Hal. 219
Muhammad memerintahkan Muslim untuk membunuh siapapun yang berani menghina dirinya, tapi dia sendiri seenaknya saja menghina kaum kafir, tidak peduli sekalipun mereka adalah sukunya sendiri.
Selain itu, Nabi pun tak lupa mengancam bunuh masyarakat pagan Quraish:
Sirat Rasul Allah, oleh Ibn Ishaq:
Terjemahan Kotak nomor 1:
Sewaktu mereka (masyarakat pagan Quraish) tengah membicarakan dia (Muhammad), Rasul Allâh datang ke arah mereka dan mencium batu hitam, lalu melalui mereka dan berjalan mengelilingi Ka'bah. Sewaktu dia melewati mereka, mereka mengatakan hal yang menghina dia. Aku bisa melihat expresi wajahnya (Muhammad). Muhammad terus berjalan dan dia melewati mereka untuk kedua kalinya, dan mereka pun menghinanya lagi. Muhammad berhenti dan berkata:
"Dengarkan aku wahai orang² Quraish. Demi Dia yang tanganNya menggegam nyawaku, aku akan mendatangkan pembantaian bagimu."
Kaum pagan Mekah tidak pernah mengusir Muhammad dan umat Muslim. Paman Muhammad yang kafir Al-Abbas sekalipun menerangkan pada kaum Anshar bahwa Muhammad dilindungi sukunya:
BAB 85 - BAIAT AL-AQABAH KEDUA
Ia berkata, 'Hai orang-orang Al-Khazraj--orang-orang Arab menamakan perkampungan Anshar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aus--, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya. Jika kalian yakin bahwa kalian mampu memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian dan kalian melindunginya dari orang-orang yang menentangnya, kalian berhak melakukannya dan menanggungnya. Jika kalian yakin...
Jikalau begitu, apakah yang dimaksud dengan Berhenti Memusuhi Islam ?
Ternyata artinya adalah Tunduk dibawah Hukum Islam
Lantas apakah jika sudah Berdamai dengan Tunduk dibawah Syariah Islam sudah cukup?
Ternyata Tidak..! Muhammad membuat pilihan terhadap Kafir Pagan & Ahli Kitab
Kafir Pagan: (A) Masuk Islam (B) Diperangi sampai Mati
Ahli Kitab: (A) Masuk Islam (B) Bayar Jizyah (C) Diperangi Sampai Mati
Demikianlah cara Muhammad untuk mendapatkan PENGAKUAN Kerasulannya, untuk mendapatkan Pengikut. Memang saking sadisnya, seolah-olah tidak mungkin & menjadi seperti fitnah, karna di abad moderen ini kita tidak pernah menemukan ada manusia Sebengis itu. Tapi syukurlah dengan munculnya ISIS, Boko Haram, Al Qaedah, dll. Kita bisa melihat Muhammad secara Live, seperti apa Karakter Asli Muhammad sebenarnya, yang di klaim-klaim ahlaknya sangat sempurna.
Dan saat ini pertanyaan bagi kita, orang-orang yang masih bisa memilih dengan leluasa.
Manakah yang akan anda ikuti:
Orang yang selalu berkata benar, Memiliki semua Bukti, baik Nubuat mapun Tanda Mujizat, lalu Memberikan Jaminan Surga. Atau Orang yang Tidak Memiliki Bukti, dan memaksa orang mengakuinya sebagai Nabi, pun tetap Tidak Ada Jaminan Surga.
Gunakanlah Logika anda dengan baik & benar, sebab itu akan menentukan Kemana Tujuan Anda Kelak, ke Surga atau Neraka.
Jesus Love You.
Kamis, 30 Juli 2015
Menurut Alquran, Babi itu Halal
Fakta mengejutkan.! Ternyata Alquran membolehkan (Halal) Islam untuk:
1. Makan Babi
2. Kawin Beda Agama
QS 5 : 5 - "Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan..."
Kita semua tahu apa itu Makanan Khas orang Kristen, yaitu Daging Babi. Apalagi hal ini didukung juga oleh ayat 3, yg menyebutkan maksudnya (Jenis makanan itu) secara spesifik.
Mungkin sebagian orang bingung, mengapa di ayat 3, Babi itu Haram, lalu di ayat 5 jadi Halal ?
1. Alquran Kontradiksi
2. Alquran Tidak Kontradiksi. Dan saya percaya ini tidak Kontradiksi. Mengapa?
Karena Ayat ke 3, Hari Turun wahyunya tidak sama dengan ayat ke 5. Bisa beda 1 hari, 2 hari, 1 minggu, atau 1 bulan, atau lebih.
Sebab jelas sekali disana dikeluarkan atau di Proklamirkan sebuah Kebenaran baru, dengan mengawali kata Hari, perhatikan bunyinya yang begitu jelas ini "PADA HARI INI DIHALALKAN..".
Yupss...!! Jadi jelaslah sudah, ayat ini tidak datang pada hari yang sama. Pada ayat 3 Masih Haram, lalu pada ayat 5, dikeluarkan sebuah Dekrit yang baru "Pada Hari Ini Dihalalkan".
Saya tau dengan munculnya Bukti ini, akan membuat umat Islam bersorak Kegirangan. Sebab akhirnya mereka bisa juga menikmati kelezatan Babi Kecap, atau Babi Panggang Karo.
Ternyata Bukti Pendukung bahwa Islam boleh makan Babi, bukan hanya itu. Ternyata ada beberapa ayat yang lain juga. Misalnya adalah Qs 16 An Nahl 115.
Menurut ayat ini, ada 2 syarat bagi umat Islam, agar boleh Makan Daging Babi:
1. Harus di Doakan atas nama Allah
2. Jika sudah Terpaksa
Perhatikan bunyi ayatnya, begitu jelas dan mudah dicerna..
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih DENGAN MENYEBUT NAMA SELAIN ALLAH; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
- Jadi jika sudah di Doakan atas nama Allah, jadi Tidak Haram lagi (Halal).
- Lalu Kalau sudah Terpaksa. santap saja, Allah Maha Pengampun kok.
Nah kata Terpaksa ini, Maknanya sangat luas. Dan tidaklah seperti Tafsir-tafsir orang Islam "Kata Terpaksa disana maksudnya, jika misalnya tersesat dalam hutan, lalu gk ada makanan lagi, baru boleh".
Itu kan tafsiran anda. Tapi Quran kan tidak berkata begitu. Sebab kata Terpaksa ini sangat luas pemakaiannya.
Terlanjur Tergiur, itu juga adalah Terpaksa.
Terlanjur Sudah Dihidangkan didepan mata oleh Tamu, itu juga Terpaksa.
Terlanjur Ketagihan, itu juga Terpaksa.
Terlanjur Kelaparan, itu juga terpaksa
dll.
Jadi bagi anda umat Islam, tidak perlu ragu-ragu lagi. Sebab Alquran saja membolehkan kok.
Saya tau Iman Islam (doktrin) memang Menolak/Mengharamkan, tapi jika Quran membolehkan (Halal), manakah yang lebih tinggi ? Tentu Quran bukan.
Jadi tunggu apa lagi...??
Next => Babi Everywhere
Sponsor:
1. Makan Babi
2. Kawin Beda Agama
QS 5 : 5 - "Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan..."
Kita semua tahu apa itu Makanan Khas orang Kristen, yaitu Daging Babi. Apalagi hal ini didukung juga oleh ayat 3, yg menyebutkan maksudnya (Jenis makanan itu) secara spesifik.
Mungkin sebagian orang bingung, mengapa di ayat 3, Babi itu Haram, lalu di ayat 5 jadi Halal ?
1. Alquran Kontradiksi
2. Alquran Tidak Kontradiksi. Dan saya percaya ini tidak Kontradiksi. Mengapa?
Karena Ayat ke 3, Hari Turun wahyunya tidak sama dengan ayat ke 5. Bisa beda 1 hari, 2 hari, 1 minggu, atau 1 bulan, atau lebih.
Sebab jelas sekali disana dikeluarkan atau di Proklamirkan sebuah Kebenaran baru, dengan mengawali kata Hari, perhatikan bunyinya yang begitu jelas ini "PADA HARI INI DIHALALKAN..".
Yupss...!! Jadi jelaslah sudah, ayat ini tidak datang pada hari yang sama. Pada ayat 3 Masih Haram, lalu pada ayat 5, dikeluarkan sebuah Dekrit yang baru "Pada Hari Ini Dihalalkan".
Saya tau dengan munculnya Bukti ini, akan membuat umat Islam bersorak Kegirangan. Sebab akhirnya mereka bisa juga menikmati kelezatan Babi Kecap, atau Babi Panggang Karo.
![]() |
| Hehehe... |
Ternyata Bukti Pendukung bahwa Islam boleh makan Babi, bukan hanya itu. Ternyata ada beberapa ayat yang lain juga. Misalnya adalah Qs 16 An Nahl 115.
Menurut ayat ini, ada 2 syarat bagi umat Islam, agar boleh Makan Daging Babi:
1. Harus di Doakan atas nama Allah
2. Jika sudah Terpaksa
Perhatikan bunyi ayatnya, begitu jelas dan mudah dicerna..
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih DENGAN MENYEBUT NAMA SELAIN ALLAH; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
- Jadi jika sudah di Doakan atas nama Allah, jadi Tidak Haram lagi (Halal).
- Lalu Kalau sudah Terpaksa. santap saja, Allah Maha Pengampun kok.
Nah kata Terpaksa ini, Maknanya sangat luas. Dan tidaklah seperti Tafsir-tafsir orang Islam "Kata Terpaksa disana maksudnya, jika misalnya tersesat dalam hutan, lalu gk ada makanan lagi, baru boleh".
Itu kan tafsiran anda. Tapi Quran kan tidak berkata begitu. Sebab kata Terpaksa ini sangat luas pemakaiannya.
Terlanjur Tergiur, itu juga adalah Terpaksa.
Terlanjur Sudah Dihidangkan didepan mata oleh Tamu, itu juga Terpaksa.
Terlanjur Ketagihan, itu juga Terpaksa.
Terlanjur Kelaparan, itu juga terpaksa
dll.
![]() |
| Semua Jenis Obat, Mulai Pil, Kapsul, Vaksin, dll menggunakan lemak Babi |
![]() |
| Semua calon Jamaah Haji wajib di Vaksin dengan lemak Babi, biar kebal |
![]() |
| Minyak Babi yang telah Menyelamatkan Jamaah Haji |
![]() |
| Hmm... kelihatannya ada pilihan nih. tapi upss.... |
LOL :D
![]() |
| Dalam Darah mereka telah mengalir Lemak Babi |
![]() |
| Bahkan sejak anda kecil, minyak Babi telah mengalir dalam darah Anda. |
![]() |
| Babi Everywhere |
![]() |
| Semua Produk Bergantung Pada Unsur Babi |
![]() |
| Semua Jenis Kode Produk yang menggunakan Enzim Babi. Produk yang anda makan tidak akan selamat dari ini. :D |
![]() |
| Babi Everywhere |
![]() |
| FPI Menangis. TIDAKK.......!!! |
Jadi bagi anda umat Islam, tidak perlu ragu-ragu lagi. Sebab Alquran saja membolehkan kok.
Saya tau Iman Islam (doktrin) memang Menolak/Mengharamkan, tapi jika Quran membolehkan (Halal), manakah yang lebih tinggi ? Tentu Quran bukan.
Jadi tunggu apa lagi...??
Next => Babi Everywhere
Sponsor:
Astaga, laptop Acer One 10 Mengerikan Menyesal Beli
Selasa, 28 Juli 2015
Yesus Anak Allah, Bagaimana Mungkin Dia Allah itu sendiri?
Yesus berkata "Kamu tidak pernah melihat Bapa, sebab hanya Aku yang pernah melihat Bapa". Perkataan ini memang benar sekali. Sebab tidak akan ada satupun manusia yang bisa melihat Allah, sebab Allah itu adalah Roh, Allah itu tidak berbentuk, Allah itu Maha Besar, tidak ada ruang yang mampu memuat Dia.
Karena itu Dia menunjukkan dirinya dalam wujud Manusia, agar manusia bisa melihat Allah yang Penuh Kasih ini. Jika anda bertanya "Apa mungkin Dia menampilkan Dirinya dari yang tidak terbatas, menjadi terbatas?." Jawabannya Mengapa tidak mungkin? sebab Allah itu Maha Kuasa.
Karena itulah pada Yohanes 14: 8 - 11, Yesus merasa lucu ketika Filipus bertanya "Tunjukkanlah Bapa itu?". Maka Yesus menjawab 'Ya ampun Filipus, telah sekian lama Aku bersama kamu, namun kamu tidak mengenal Aku..?'
Saya tau Ahmad Deedat penah menafsirkan ucapan ini menjadi sesuatu yang lain. Dan akhirnya ucapannya itu dianut oleh lebih 1 Milyar umat Islam. Tapi daripada anda dipimpin sama-sama orang buta, hingga akhirnya masuk lubang, biarlah yang melihat ini memberitahukannya pada anda.
Perhatikan, Filipus bertanya "Bapa". Tapi Yesus menjawab apa?
Yap, benar....!! " AKU "
Filipus meminta agar ditunjukkan Bapa atau Tuhan Allah yang Maha Besar itu, tetapi Yesus malah menunjuk diriNya, dan berkata AKU.
Sebab ayat kelanjutannya lebih menjelaskan lagi ".. Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. bagaimana kamu masih bisa berkata Tunjukkanlah Bapa itu?"
Woww... Jelas sekali bukan...!!
Jika anda baca Matius 16:15-16, ketika Yesus bertanya 'Menurut kamu siapakah Aku ini?'. Kemudian Petrus menjawab, 'Engkau adalah Mesias, ANAK ALLAH yang hidup'.
Itu tidaklah seperti yang anda kira. Saya paham Paradigma anda terbentuk seperti itu karena Dewa arab yang bernama "Allah", punya anak 'Dewa Allata", Dewa 'Alluzza". Tidak bukan seperti itu.
Petrus adalah Yahudi. Orang Yahudi tidak mengenal Polytheisme, tapi Tuhan yang Esa. Ini adalah masalah Keterbatasan Terjemahan Bahasa Indonesia yang miskin.
Sebab sesungguhnya yang Petrus katakan adalah "MANUSIA ILAHI", atau "PENJELMAAN ALLAH".
Mesias artinya adalah Juruselamat. Dan hanya ada satu JURUSELAMAT, yaitu Allah (Yesaya 43:11)
Note:
Saya percaya Tuhan Yesus telah melihat semua Perdebatan Melelahkan & Kebingungan Hebat ini, apakah Dia Bapa atau hanya Anak. Karena itu akhirnya dengan tegas dia memperkenalkan dirinya "Akulah Yahweh". Dan saatnya kini anda percaya, demi Keselamatanmu. Tonton Videonya disini.
Wake Up the World ~ Pope Francis
�Religious life ought to promote growth in the Church by way of attraction. The Church must be attractive. Wake up the world! Be witnesses of a different way of doing things, of acting, of living! It is possible to live differently in this world,� Pope Francis said in conversation with the Union of Superiors General of Men 29 November 2014 in the Vatican. Italian Jesuit journal, La Civilt� Cattolica is publishing an article on the dialogue between the Catholic Church�s first Jesuit Pope and the Union of Superiors General of Men.
�It is possible to live differently in this world. We are speaking of an eschatological outlook, of the values of the Kingdom incarnated here, on this earth. It is a question of leaving everything to follow the Lord. No, I do not want to say �radical�. Evangelical radicality is not only for religious: it is demanded of all. But religious follow the Lord in a special way, in a prophetic way. It is this witness that I expect of you. Religious should be men and women who are able to wake the world up,� Pope Francis said. �Life is complicated,� Pope Francis recalled. �It consists of grace and sin.� �He who does not sin is not human. We all make mistakes and we need to recognise our weakness. A religious who recognises himself as weak and a sinner does not negate the witness that he is called to give, rather he reinforces it and this is good for everyone. What I expect of you therefore is to give witness. I want this special witness from religious.�
The 15-page article (available in English at the La Civilt� Cattolica website) documents the views of Pope Francis on religious life.
Langganan:
Postingan (Atom)
































