Tampilkan postingan dengan label SUPRANATURAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUPRANATURAL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2018

KESAKSIAN ROHANI Yohana - Berjalan Disorga Bersama Yesus

KESAKSIAN ROHANI Yohana - Berjalan Disorga Bersama Yesus  -  Begini Kesaksian Yohana tentang Perjumpaannya dengan Yesus.

Shalom,

Nama saya Yohana, saya berumur 19 tahun. Saya ingin menbagikan pengalaman saya ke sorga bersama Tuhan Yesus pada waktu saya berumur 7,5 tahun. Waktu itu saya lagi tidur di kamar. Waktu aku buka mata lagi, Tuhan Yesus sudah menggandeng aku dan aku merasa damai, damai sejahtera dan tidak merasa takut meskipun melihat kekanan dan kekiri itu kan gak ada tanahnya, gak ada lantainya. Akan tetapi aku tidak merasa takut. Aku melihat di tangan Tuhan Yesus itu berlubang.


KESAKSIAN ROHANI

Waktu sampai diujung aku sudah melihat pintu sorga. Disitu ada malaikat-malaikat yang lagi menjaga pintu. Ada juga malaikat yang menyambut aku bersama Tuhan Yesus. Dan pintu gerbang surga itu terbuat dari emas, besar banget. Terus pada waktu kita dateng itu pintu sorga tiba-tiba terbuka.

Ada banyak malaikat. Ada yang menyanyi lagu puji-pujian. Ada yang memainkan alat musik. Mereka memuji Bapa yang lagi diatas tahtaNya. Yang aku lihat adalah Bapa itu Dia tidak kelihatan wujudnya seperti apa, akan tetapi aku tahu itu Bapa karena ada rasa damai itu dan sinarnya itu terang banget. Dia seperti matahari akan tetapi cahayanya tidak bikin mata kita silau.

Yang aku lihat di sorga pada waktu itu adalah tanahnya, batu-batunya itu emas semuanya. Jadi yang kita injak di surga itu emas semuanya. Suasananya damai, langitnya cerah tapi gak ada matahari. Tapi langitnya cerah dan disitu ada rumah-rumah juga. Waktu itu aku lihat ada air terjun. Airnya jernih banget dan dia mengalir terus gak ada ujungnya dan ada bunga teratai di kolamnya.

Saya juga melihat banyak orang-orang yang sudah masuk ke surga. Mereka lagi berjalan-jalan, ada anak-anak yang lagi main-main juga. Waktu itu aku melihat opaku yang sudah dipanggil Tuhan Yesus. Dia lagi duduk-duduk di suatu tempat di taman begitu. Saya bisa tahu kalau itu adalah opa saya.

Yang paling berkesan pada waktu aku di surga adalah surga itu terasa sangat damai. Udaranya sejuk banget. Pada waktu itu sebenarnya aku masih pengen jalan-jalan tapi Tuhan Yesus panggil aku dan Dia bilang bahwa waktuku disini sudah cukup dulu, aku harus kembali lagi kedunia. Yah … aku balik gitu. Tetapi aku tahu memang aku harus balik kedunia dan belum waktunya buat aku menetap di surga itu.

Tuhan Yesus bilang kalau aku harus hormati orang tua, gak boleh nakal sama mama dan papa. Kemudian aku bangun dari tidur aku langsung manggil mamaku dan aku bilang bahwa aku barusan dibawa Tuhan Yesus ke surga. Setelah aku dibawa ke surga aku jadi mengerti kalau sebenarnya dunia ini suatu saat bakal ada habisnya. Apa yang kita cari di dunia itu tidak ada bandingannya sama surga dan surga itu terlalu indah sampai saya itu bingung untuk menjelaskan dengan kata-kata. Kalau kita mau terus setia sama Tuhan pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih indah di surga nanti.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:3).

Tetap semangat menjalani hidup ini semua sahabat facebook. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus. Hidup di dunia kita punya iman dan pengharapan untuk sesuatu yang lebih indah nantinya. Iman mengalahkan ketakutan dan iman akan mengalahkan dunia.

Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Kamis, 19 Oktober 2017

Yesus Menghentikan Badai Tornado di Filipina

Badai Tornado sangat berbahaya, sebab bukan hanya Manusia, bahkan Tornado mampu Menghancurkan Rumah, Mobil, dan segala sesuatu yang dilewatinya.

Ketika anak-anak Tuhan melihat Tornado Penghancur datang Meneror, merekapun Melawannya didalam nama Yesus. Dan hasilnya Amazing...!!

Silahkan Lihat sendiri Videonya berikut ini






Minggu, 05 April 2015

Penglihatan Surga dan Neraka oleh Park Young Gyu

Di tahun 1987, Pdt. Park telah meninggal karena tekanan darah tinggi. Tapi oleh anugrah Tuhan, hidupnya diperpanjang 20 tahun lagi. Tetapi, untuk 4 tahun pertama, dia tidak dapat berbicara karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Umurnya 50 tahun sewaktu dia kembali hidup. Selama dia meninggal, TUHAN memperlihatkan kepadanya Sorga dan Neraka.


Inilah penuturan Pendeta Park:
Saya ingin Anda tahu jika Anda sombong dan angkuh, Anda akan mendatangkan kutukan atas dirimu. Saya memiliki jemaat besar dengan 5000 anggota tapi Tuhan merendahkan saya karena kesombongan saya. Sekarang saya takut akan Allah. (Yakobus 4:6)

Saya memiliki harta kekayaan seharga 150 juta US$. Saya memiliki lima mobil mewah. Tapi setelah peristiwa kematian saya, saya memberikan semuanya. Tolonglah ingat, keselamatan tidak dapat diperoleh oleh banyaknya hartamu melainkan melalui iman. Sekarang saya memohon kepada para gembala, penatua, dan pemimpin lainnya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati.

Pada tanggal 19 Desember 1987, setelah saya selesai makan siang dan sementara saya sedang beristirahat, saya mulai merasakan sakit yang amat sangat. Hal itu sungguh tak tertahankan sehingga saya merasa bahwa saya akan mati. Kemudian saya kehilangan kesadaran saya. Saya terbangun empat bulan kemudian dalam kondisi yang setengah sadar, dan dokter saya mengatakan kepada saya bahwa saya sebetulnya akan mati. Seluruh bagian tubuh saya syarafnya robek sejak mengalami kelumpuhan. Dan keluarga saya belum pernah mengizinkan anggota Gereja untuk menengok saya karena kondisi saya yang mengerikan. Kemudian saya meninggal.

Ketika meninggal, saya melihat dua orang memasuki kamar saya. Tetapi orang-orang ini masuk ke kamar saya melalui dinding. Saya berteriak, “Siapa, siapa kalian?! Rumah saya akan hancur bila kalian begitu!!” Kemudian yang seorang berkata, “Kami adalah malaikat-malaikat yang turun dari Sorga. Kami datang dari Kerajaan Allah.” Sebuah cahaya yang terang bersinar melalui para malaikat itu.

Malaikat yang berada di sebelah kanan saya memperkenalkan dirinya, “Saya berkeliling bagi Yesus dalam Kerajaan-Nya. Yesus memanggilku dan memerintahkanku untuk turun ke bumi. Dia memerintahkanku untuk membawamu ke Sorga. Kamu sudah mati. Tapi karena keluargamu menangis dengan teramat sedih, DIA berkehendak untuk memberikanmu hidup lebih lama lagi. Tapi untuk sekarang, DIA ingin memperlihatkan kepadamu Sorga dan Neraka. DIA akan memperlihatkannya kepadamu dan kamu akan memberi kesaksian kepada orang-orang yang ada di bumi. Semoga jumlah orang yang berakhir di Neraka akan berkurang dan jumlah orang yang akan ke Sorga menjadi bertambah karena kesaksianmu. Ini akan menjadi tugasmu. Tuhan mengintruksikan kepada kami untuk menyampaikannya kepadamu supaya jangan menunda. Jika kamu menunda, kamu tidak akan sanggup untuk mengunjungi Sorga dan Neraka.”

Kemudian malaikat di sebelah kiri saya berkata, “Di saat kamu lahir dan sampai pada saat kamu meninggal, aku telah bersama-sama denganmu.” Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh malaikat itu. Sekarang saya tahu. Dia adalah malaikat penjaga saya. Jadi saya berkata, “Saya tidak dapat pergi! Saya tidak akan pergi! Saya seorang pendeta! Saya tidak dapat bertemu TUHAN dalam kondisi fisik seperti ini. Saya ingin melihat DIA dalam keadaan sehat. Saya mungkin akan menerima lebih banyak hukuman daripada pujian dari TUHAN. Saya angkuh dan sombong dan sekarang saya terkutuk dan sakit. Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke Sorga? Saya sangat takut. Saya mohon, kembalilah ke Sorga dan mintalah kepada TUHAN untuk menyembuhkan saya. Kemudian kembali dan bawa saya ke Sorga melalui mimpi saya. Saya mohon mintalah belas kasihan untuk saya.”

Tapi para malaikat tidak mendengarkan sanggahan saya. Mereka melepaskan pakaian saya dan berkata bahwa pakaian saya terlalu kotor untuk dikenakan di Sorga. Kemudian mereka memakaikan kepada saya pakaian putih bersih. (Zakharia 3:4)

Mereka memegang tangan saya dan kami terbang ke Sorga. Kami terbang melalui awan-awan dan saat saya melihat ke bawah, saya melihat bumi menjadi kecil. Mereka membawa saya mendekat pada Jalan Emas yang tak berujung. Saya melihat sebuah sinar yang terang, terlalu terang untuk ditatap secara langsung. Saya berkata, “Darimanakah cahaya ini berasal?” “Datangnya dari Sorga”, jawab malaikat.

Saya berpikir, “Wow! Besar sekali!” saya melihat sekelompok orang dalam pakaian putih terbang melaluinya. “Siapakah mereka?”, saya bertanya.

Malaikat menjawab, “Mereka adalah orang yang telah melayani Tuhan dengan setia dan percaya kepada Yesus dengan mematuhi dan mengikuti tuntunan Roh Kudus dengan segenap hati mereka. Tubuh mereka telah mati di bumi. Mereka sekarang adalah jiwa-jiwa yang menuju Sorga.”

Malaikat lain melanjutkan, “Ada 12 pintu gerbang di Sorga. Ketika satu jiwa datang ke Sorga, mereka harus masuk melalui salah satu gerbang itu.” Kami sedang berdiri di pintu Selatan tapi sudah tertutup. Sementara kami sedang menunggu, saya bertanya kepada malaikat, “Malaikat, kenapa gerbang ini tidak terbuka?”

Malaikat menjawab, “Hal itu karena kamu tidak bernyanyi lagu penyembahan Sorga.” (Mzm 100:4)
Saya bertanya, “Malaikat, saya sangatlah angkuh dan sombong dan sebagai hasilnya saya telah dikutuk dengan penyakit. Saya bukanlah seorang penyanyi lagu penyembahan bumi. Bagaimana saya sanggup bernyanyi lagu penyembahan Sorga ketika saya tidak pernah mendengar sebelumnya?”

Malaikat menjawab, “Kau benar. Tetapi kau tetap harus menyiapkan dirimu untuk menyembah. Kau adalah seorang yang angkuh tapi bersiaplah untuk bernyanyi.” Para malaikat mulai menyanyi. Saat mereka menyanyi, saya mulai turut bernyanyi bersama mereka. Hal itu kemudian menjadi sangat alamiah bagi saya, dan kami pun masuk.

Pemandangan di Sorga sungguh tak tergambarkan. Saya tidak dapat menggambarkan Sorga dengan bahasa bumi saya. Saya berkata, “Tuhan! Terima kasih banyak! Sekalipun, saya sangat angkuh dan sombong dan terkutuk dengan sebuah penyakit, Engkau tetap membawa saya ke Sorga untuk melihat-lihat.”

Saya kemudian mendengar suara Allah, “Pendeta Park Yong Gyu KU yang tercinta, AKU menyambutmu. Kau telah menempuh perjalanan panjang kemari.” Suara-NYA dipenuhi oleh kasih dan kelembutan.

Saya menjawab dengan menangis, “Tuhan...” Malaikat segera berkata, “Kamu telah menjadi pendeta selama 20 tahun. Tidakkah kamu baca Alkitabmu? Tidak ada airmata di Sorga. Jadi berhentilah!” Saya tidak dapat meneruskan tangis saya. (Wah 21:4).

Tuhan kemudian bertanya kepada saya lima pertanyaan.
1. Berapa banyak waktu yang kau luangkan untuk membaca Firman (Alkitab)?
2. Berapa banyak yang kau beri untuk persembahan?
3. Berapa kali kau menginjili orang?
4. Apakah kau telah memberi persepuluhan dengan benar?
5. Berapa banyak waktu yang kau habiskan di dalam doa?”

Saya tidak dapat menjawab kelima pertanyaan tersebut. Tuhan menghukum saya untuk kelima pertanyaan itu.

“Setelah kamu menjadi seorang pendeta yang besar, kamu telah menjadi malas untuk berdoa. Menjadi sibuk bukanlah alasan untuk-KU!” Saya harus bertobat untuk hal itu kemudian. “Malaikat akan memperlihatkan kepadamu banyak tempat di Sorga dan di Neraka. Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang kamu harapkan. Kamu akan pergi setelah menyaksikan banyak bagian berbeda dari Sorga dan Neraka.” Tetapi Tuhan tidak mengizinkan saya untuk melihat wajah-NYA.

Para malaikat pertama membawa saya ke tiga tempat berbeda di Sorga:

1. Saya melihat anak kecil tinggal bersama.
2. Saya melihat tempat tinggal orang dewasa.
3. Saya melihat jiwa-jiwa yang berhasil mencapai sorga, walaupun mereka berhasil masuk Sorga, tetapi mereka masuk dengan perasaan malu.

Banyak orang telah bertanya kepada saya berapakah usia anak kecil tersebut. Mereka terlihat seperti anak-anak TK. Mereka bukanlah anak laki-laki kecil atau perempuan seperti yang kita ketahui berdasarkan jenis kelamin. Setiap anak memiliki malaikat bayi pelindung masing-masing.

Di Sorga, kebanyakan dari jiwa-jiwa tersebut memiliki rumah mereka sendiri (Yoh 14:2). Bagaimanapun, ada beberapa yang tidak memiliki rumah. Saya akan menjelaskan ini kemudian. Lebih lanjut, anak-anak tidak memiliki rumah mereka sendiri. Saya bertanya, “Anak-anak juga adalah jiwa, mengapa mereka tidak memiliki rumah mereka sendiri?”

Malaikat menjawab, “Sama seperti manusia di bumi membutuhkan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, kami yang ada di Sorga pun membutuhkan bahan untuk membangun. Ketika seseorang melayani Gereja dan orang lain dengan setia seperti untuk Tuhan, maka perbuatan-perbuatan baik itu akan menjadi bahan bagi pembangunan rumah orang tersebut di Sorga.

Ketika bahan-bahan disediakan, para malaikat yang ditugaskan untuk membangun rumah orang-orang kudus akan pergi mengerjakannya. Anak-anak yang masih sangat muda usianya tidak memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menghasilkan imbalan/bahan. Inilah mengapa mereka tidak memiliki rumah.”

Saya melanjutkan dengan pertanyaan saya, “Apa yang harus saya lakukan di bumi untuk menyediakan bahan-bahan bagi rumah saya?”

Malaikat menjawab, “Ada tujuh hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:

1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.
2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
5. Persembahan seseorang kepada Allah.
6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.
7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

Inilah perbuatan atau pekerjaan karena ketaatan dimana seseorang mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Sorgawi mereka. Jika seseorang kurang dalam area ini, mereka tidak akan memiliki bahan untuk membangun rumah mereka.”



TEMPAT ANAK-ANAK

Ada banyak orang di Sorga yang tidak memiliki rumah. Bahkan yang tidak memiliki rumah ternyata adalah para pendeta, penatua, majelis, pemimpin, dsb. Saya bertanya lagi karena penasaran, “Dimanakah anak-anak tinggal kemudian?”
Malaikat menjawab, “Mereka tinggal disini.” Saat saya melihat ke sekeliling, mereka berkumpul di seluruh area taman bunga. Taman bunga sangat indah dan wanginya melebihi wewangian yang ada di dunia. Pemandangannya melebihi apa yang dapat saya gambarkan.


TEMPAT ORANG DEWASA

Tempat kedua adalah tempat bagi orang dewasa yang setia. Ada perbedaan antara Keselamatan dan Upah. Di tempat ini ada banyak rumah (Yoh 14:2). Rumah-rumah tersebut dibangun dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Beberapa rumah sangat tinggi setinggi gedung pencakar langit di bumi. Mereka yang dengan setia telah melayani Tuhan saat hidup di bumi telah membangun rumah mereka dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Di tempat ini, semua orang terlihat berumur 20-30 tahun. Di sini tidak ada perbedaan kelamin pria dan wanita. Tidak ada orang sakit, tua, atau orang cacat.

Saya dulu pernah mengenal seseorang yang sudah tua, oh, Im Myung. Dia telah meninggal di umur yang ke 65 tahun. Dia seorang yang bertubuh pendek, setinggi anak SD kelas 2. Dia telah menderita akibat penyakit langka. Tetapi, bila sudah menyangkut Alkitab, dia ibarat seorang lulusan PhD. Dia telah menulis banyak komentar. Saya bertemu dia di Sorga, dan di sana tubuhnya tinggi dan tampan. Dia tidak lagi sakit tetapi sehat. Sorga sungguh adalah tempat yang sangat menyenangkan! Saya penuh dengan pengharapan! Saya mohon percayalah dengan apa yang saya katakan saudara-saudari terkasih!

ORANG-ORANG YANG DISELAMATKAN DENGAN PERASAAN MALU

Tempat ketiga adalah bagi mereka yang telah diselamatkan dengan perasaan malu (1 Kor 3:15). Desa ini sangatlah besar ukurannya, beberapa kali lebih luas dari tempat yang kedua, dimana rumah-rumahnya terbuat dari permata/mutiara dan batu-batu langka. Saya tiba di tempat ini dalam kecepatan tinggi, mengendarai kereta emas. Terletak sangat jauh dari tempat indah lainnya yang saya lihat di Sorga.

Saya bertanya kepada para malaikat, “Saya melihat banyak tanah lapang dan hutan belantara. Mengapa saya tidak melihat adanya rumah?” Malaikat menjawab, “Yang kamu lihat adalah rumah.”

Saya melihat rumah flat yang besar, yang mengingatkan saya akan kandang ayam raksasa atau sejenis rumah gudang. Rumah-rumah ini tidaklah gemerlap, tetapi kumuh. Desa ini dan rumah-rumahnya adalah untuk jiwa-jiwa yang telah diselamatkan dengan perasaan malu. Ada begitu banyak rumah-rumah berukuran besar yang suram. Desa ini beberapa kali lebih besar dari tempat dimana jiwa-jiwa yang diberi upah tinggal.
Malaikat berkata, “Apakah kamu melihat dua buah rumah yang besar itu, satu di sebelah kananmu dan satu di sebelah kirimu?” Saya menjawab, “Ya, saya melihatnya.”

Malaikat berkata bahwa dia ingin memperlihatkan kepada saya kedua rumah tersebut secara khusus. Dia berkata, “Rumah di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pendeta di bumi. Rumah yang di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pemimpin di bumi.” Saat kami tiba di depan kedua rumah tersebut, saya menyadari bahwa rumah-rumah tersebut terlihat sama. Saya agak tercengang. Ketika kami membuka pintu dan masuk, kesan pertama saya adalah, “kandang ayam.” Dan bukannya 1000 ekor ayam tinggal di kandangnya, saya melihat jiwa-jiwa. Malaikat menyuruh saya untuk mengamati dengan teliti karena saya akan mengenali beberapa pendeta terkenal yang ada di dalam sejarah. Dan benar. Saya mengenali banyak pendeta yang ada di dalam sejarah. Saya secara khusus menyebut nama seorang pendeta dan bertanya kepada malaikat, “Saya kenal pendeta Korea itu! Saya tahu dia sangat terkenal dan banyak sekali pekerjaan yang telah dia lakukan untuk Tuhan. Mengapa dia ada disini? Saya tidak mengerti.”

Malaikat menjawab, “Dia tidak pernah menyediakan bahan-bahan untuk membangun rumahnya. Inilah mengapa dia tinggal di rumah susun.”

Saya bertanya kembali karena penasaran, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak memiliki bahan-bahan?” Malaikat menjawab, “Sementara dia bekerja sebagai pendeta melakukan tanggungjawabnya sebagai seorang pendeta, dia menikmati pujian dari manusia. Dia senang akan penghormatan. Dia senang dilayani. Tidak ada pengorbanan dan hati hamba dalam dirinya.” Pendeta ini sangatlah dihormati di Korea dan telah menjadi sebuah icon dalam sejarah Kekristenan Korea. Tetapi dia tidak mendapat upah!

Para pendeta di luar sana, saya mohon dengarkanlah! Anda harus menuntun orang bukan hanya pada pelayanan hari Minggu. Anda harus mengunjungi mereka di rumah mereka. Kau harus memelihara yang miskin, yang cacat dan yang tua. Para pendeta yang telah melayani tanpa mengorbankan hidup mereka dan senang dihormati tidak memiliki upah di Sorga (Mat 23:5-12).

Setelah saya menyaksikan pemandangan ini di Sorga dan setelah saya kembali ke bumi, saya segera memberikan semua harta milik saya termasuk lima mobil mewah saya. Hidup kita adalah untuk sementara. Dalam Alkitab, rata-rata hidup ini adalah 70-80 tahun. Tetapi hanya Tuhan yang tahu kapankah seseorang akan meninggal. Setiap orang bisa meninggal sebelum berumur 70 atau 80 tahun. Saya telah memutuskan untuk memberikan semuanya, termasuk pakaian saya. Orang-orang yang telah saya lihat menerima keselamatan dengan rasa malu adalah pendeta, majelis, gembala, dan umat percaya. Ada sejumlah besar majelis dan gembala dalam rumah yang suram ini. Tentu saja, ini lebih baik daripada di Neraka. Tetapi, kenapa ada seorang pun yang ingin masuk ke Sorga dalam cara yang demikian? Saya tidak akan berakhir di tempat yang memalukan itu. Pakaian mereka bahkan tampak suram.


Apakah persyaratan bagi orang Kristen untuk memiliki rumah yang indah di Sorga?

Pertama, kita harus menginjili orang sebanyak mungkin. Bagaimana caranya kita harus menginjili? Malaikat memberitahuku, “Misalkan ada seorang yang tidak mengenal Tuhan. Pada saat kau memutuskan untuk menginjili orang tersebut, bahan-bahan untuk membangun rumah mu telah disediakan. Saat kau secara tidak jemu-jemu berdoa untuk keselamatan mereka, lebih banyak lagi bahan bangunan yang disediakan. Kau harus secara menerus memeriksa keadaan mereka, mengunjungi mereka dan meneruskan penginjilanmu. Hal ini akan menambah jumlah bahan-bahan untuk membangun rumahmu. Jika seseorang berkata mereka tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke gereja, maka kau harus menyediakan bagi mereka. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki Alkitab, kau harus menyediakan satu baginya. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki kacamata untuk membaca, kau harus menyediakan bagi mereka. Kau harus menyediakan apapun juga yang kau mampu sehingga orang ini pun bisa dituntun untuk mengenal Tuhan. Mereka yang tinggal di rumah yang terbaik adalah mereka yang telah menginjili terbanyak.

Para malaikat kemudian membawa saya ke tempat dimana para orang kudus tinggal dalam rumah yang bagus. Disini adalah tempat dimana para orang kudus yang telah banyak menginjili tinggal. Rasanya seperti pusat kota Surga.
Dalam sejarah Kekristenan, ada empat orang yang memiliki rumah terbesar dan paling indah. Para malaikat memperlihatkanku rumah seorang penginjil Amerika D.L Moody, Pendeta Inggris John Wesley, seorang penginjil Italia, dan penginjil Korea Pendeta Choi Gun Nung. Keempat orang ini memiliki rumah paling besar di Sorga. Keempat orang ini telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menginjili orang-orang bahkan sampai pada hari kematian mereka.

Di antara umat percaya Korea, ada seorang yang memiliki rumah yang besar. Orang ini telah membangun banyak gedung Gereja dengan seluruh hartanya. Dia telah memberikan 3000 karung beras kepada orang miskin. Dia secara rahasia telah membantu keuangan para pendeta dan pemimpin. Dia membantu membayar iuran sekolah para ahli teologia. Dia juga telah membawa pulang seorang pendeta berumur 65 tahun ke rumahnya dan merawatnya, dimana Gerejanya sendiri telah mengusirnya keluar.

Saya mendengar seorang malaikat berteriak, “Bahannya telah datang!” Saya bertanya kepada malaikat yang berada di sebelah kanan saya mengenai bahan tersebut dan dia mengatakan kepada saya, “Bahan ini untuk penatua dari sebuah gereja kecil di suatu negara. Malah, dia menerima bahan-bahan setiap hari. Walaupun dia miskin, dia datang melayani di Gereja setiap pagi. Dia berdoa untuk 87 jemaat Gereja setiap hari. Dan setelah dia selesai berdoa, dia membersihkan gereja.”

Saya mendengar malaikat lain berteriak, “Kiriman spesial! Anak perempuan si penatua telah memberikan satu-satunya uang yang ia miliki kepada ibunya. Tetapi, si penatua tidak memakai uang itu untuk kepentingannya sendiri. Dia membeli 5 butir telur dan 2 pasang kaos untuk pendeta Gereja. Walaupun sepertinya halnya sebuah persembahan yang kecil, dia telah memberikan semua yang dia miliki. Ini menjadi bahan spesial untuk rumahnya di Sorga.”

Kedua, mereka yang memiliki rumah besar adalah mereka yang telah membangun gedung gereja atau gedung lain untuk Kerajaan Allah dengan harta dan penghasilan mereka.

Di Sorga, saya juga bertemu dengan seorang penatua bernama Choi. Di antara penatua dan gembala yang ada di Sorga, dia memiliki rumah yang paling indah. Rumahnya lebih tinggi daripada gedung yang paling tinggi di Korea. Choi telah membangun banyak gedung Gereja di Korea dengan kekayaannya.

Saya bertanya kepada malaikat, “Bagaimana dengan rumah saya? Apakah dalam proses pembangunan?” Malaikat menjawab, “Tepat sekali!” saya memohon untuk melihat rumah saya. Tapi mereka mengatakan kepada saya bahwa hal tersebut tidak diizinkan. Saya terus saja memohon dan setelah tak henti-hentinya memohon, malaikat mengatakan bahwa sekarang saya telah diizinkan oleh Tuhan untuk melihatnya.

Kami memasuki kereta dan menuju ke suatu tempat yang sangat jauh. Saya penuh dengan pengharapan. Saya bertanya, “Dimanakah rumah saya?” Malaikat menjawab, “Ada di sana!” Tapi yang terlihat hanyalah sebuah fondasi, hanya siap untuk pembangunan. Saya menangis, “Mengapa kau melakukan hal ini pada saya? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin rumah saya berada dalam area pembangunan? Setelah selamat dari perang Korea, saya menjual rumah saya untuk membangun gedung Gereja. Gereja ini bertumbuh hingga 5000 jemaat. Saya menulis banyak buku yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Salah satu buku menjadi best seller. Dari hasil penjualan buku, saya membangun sekolah Kristen. Sekolah telah melahirkan 240 pendeta. Saat masih menjadi Dekan, saya telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Saya telah membangun rumah bagi janda-janda untuk tinggal. Semuanya ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa rumah saya berada dalam area pembangunan saja? Saya sangat frustrasi!”

Malaikat menjawab, “Kamu tidak pantas untuk tinggal dalam rumah yang indah di Sorga karena kamu telah menerima penghormatan dari manusia berulang kali. Setiap kali telah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, kamu dipuji oleh manusia. Kamu bahkan menerima pujian dari koran setempat. Karena itu, semua pekerjaanmu menjadi sia-sia.” (Mat 6:1).

Saya melihat kepada rumah saya di area pembangunan. Lokasinya terletak di tengah-tengah tiga rumah lainnya. Hanya ada 3 lantai. Rumah tersebut memiliki banyak kamar kecil di dua lantai pertama. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa saya memiliki kamar-kamar kecil?” Malaikat menjawab, “Kamar-kamar ini diperuntukkan bagi putra dan putrimu.”

“Saya hanya mempunyai empat orang anak,” Saya menjawab. Malaikat merespon, “Bukan, kamar-kamar tersebut bukan untuk anak-anak duniawimu, tetapi untuk mereka yang telah kamu injili dan selamat.” Saya suka itu! Saya bertanya, “Dimanakah kamar tidur saya?” Malaikat berkata bahwa kamar saya berada di atas atap. Hal itu menganggu saya. Kamar saya bahkan belum selesai. Dengan nada marah saya berkata, “Ruangannya sangat kecil! Mengapa begitu sulit untuk diselesaikan?!” Malaikat menjawab, “Kamu bahkan belum meninggal. Kami tidak bisa menyelesaikan rumah atau kamarmu karena kami tidak tahu bila ada bahan-bahan yang akan ditambahkan kemudian. Apakah kamu mengerti?”

Ketika kami memasuki kamar saya, saya melihat dua sertifikat di dinding, kemudian saya membacanya. Sertifikat pertama menggambarkan saya saat berumur 18 tahun tinggal di rumah yatim piatu. Pada hari Natal saat saya dalam perjalanan pulang ke ibadah pagi, saya melihat seorang laki-laki tua tiduran di jalanan. Saya melepaskan jaket saya dan memberikannya kepadanya. Tindakan itu telah memberi saya upah di Sorga. Sertifikat yang kedua menggambarkan kejadian yang sama tetapi untuk membelikan makanan kecil bagi seorang pria tua. Bukan masalah seberapa banyak uangnya. Tindakan tersebut harus disertai dengan hati yang tulus.

Kami meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat semula. Dalam perjalanan, salah seorang dari malaikat bertanya, “Apakah kamu sedih? Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya untuk membangun rumah yang indah. Tuhan berkata saat kamu kembali ke bumi, kamu harus pergi memberitahukan orang-orang tentang Surga dan Neraka seperti yang telah kamu saksikan.

Kedua, Tuhan menginginkan kamu untuk membangun sebuah tempat bagi para pendeta tua wanita dan penginjil yang tidak memiliki tempat untuk bernaung. Jika kamu setia melakukan semuanya ini, kamu akan memiliki rumah yang indah.”



Neraka

Kedua malaikat tersebut mengawal saya ke Neraka. Mereka berkata, “Sekarang kamu akan mengunjungi Neraka.” Anda tidak bisa membayangkan betapa luasnya Neraka. Saya terus berteriak, “Sangat besar! Sangat besar!” Disini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang terkutuk dan menerima penghukuman kekal berada. Rasanya seperti Neraka 1000 kali lebih luas dari bumi. Setengah dari Neraka berwarna merah dan setengahnya lagi berwarna hitam gelap. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa bagian ini berwarna merah?”

Malaikat menjawab, “Tidakkah kamu tahu? Itu adalah bara sulfur. Setengahnya lagi adalah kegelapan. Ketika manusia berdosa dan berakhir disini, mereka akan disiksa dari kedua sisi..... Ada beragam jenis Gereja di Bumi dan banyak Gereja yang ibadahnya dihadiri banyak orang. Tetapi, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka hanyalah pengunjung. Gereja yang benar akan percaya adanya Sorga dan Neraka. Hidup banyak orang Kristen berada dalam bahaya karena mereka tidak percaya adanya Sorga dan Neraka. Ketika seorang jiwa masuk ke Sorga, 1000 jiwa terkutuk masuk ke Neraka. Perbandingan jumlah Surga dan Neraka adalah 1:1000.” (Mat 7:14).

Saya seorang pendeta Presbyterian dan seorang pembicara terkenal. Saya lulusan sekolah teologi terbesar di Korea. Saya tidak pernah percaya kisah Sorga dan Neraka. Tetapi sekarang, saya salah seorang yang menulis pengalaman serupa untuk bersaksi kepada yang lain. Walaupun Anda yakin telah menjadi seorang Kristen, jika Anda menjalani kehidupan Anda mengikuti kehendak setan, Anda akan berakhir di Neraka!

Tempat pertama yang saya lihat adalah bara sulfur. Anda bahkan tak bisa bayangkan betapa panasnya api Neraka itu. Tidak ada seorang pun yang dapat menahan panasnya itu.

Orang-orang di Neraka mengungkapkan tiga pernyataan:

1. Terlalu panas dan mereka merasa sekarat. (Luk 16:24)
2. Mereka merasa haus dan merasa sekarat.
3. Mereka minta air. (Zakh 9:11)

Sampai kekekalan! Banyak orang berkata kita bebas di dalam Kristus dan mereka menjalani hidup mereka seperti yang mereka inginkan. Saya bertanya kepada malaikat, “Mereka yang berada di sini, apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Grup pertama adalah orang-orang yang tidak percaya.” Mereka yang tidak menginjili anggota keluarganya harus bertobat!

Malaikat kemudian meneruskan, “Grup kedua adalah mereka yang percaya kepada Yesus, tetapi tidak bertobat dari dosa mereka.” Kita harus bertobat dari dosa kita dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Kita tidak boleh berdosa. Hanyalah ucapan mulut bukanlah sebuah pertobatan. Dengan hati yang hancur dan tulus, kita harus bertobat!


ORANG KRISTEN DI NERAKA

Saya kemudian melihat banyak pendeta, penatua, dan majelis di Neraka. Saya bertanya kepada malaikat, “Saya mengenal mereka. Mereka telah melayani Tuhan dengan setia saat di bumi. Mereka telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Kami semua telah berpikir bahwa mereka ada di Sorga bersama Tuhan. Tetapi sekarang, saya melihat mereka di Neraka dan mereka menangis kepanasan! Mengapa mereka ada disini?” Ada begitu banyak pendeta, penatua, majelis dan umat percaya.

Malaikat menjawab, “Pendeta Park Yong Gyu, seseorang bisa terlihat sebagai seorang pengikut Kristus yang sejati tetapi Tuhanlah yang tahu hati seseorang. Mereka di sini karena mereka tidak menjaga hari Minggu tetap kudus. Kenyataannya, mereka suka menghasilkan uang pada hari Minggu. (Yer 17:27). Banyak majelis dan penatua yang mengkritik khotbah pendeta mereka. (Mzm 105:5 ; Bil 12: 8-9). Mereka tidak memberi perpuluhan dengan benar. (Mal 3:9) Mereka tidak berdoa. Banyak dari para penatua dan majelis ini telah menyerang pendeta mereka dan melanggar otoritas mereka. Mereka telah mencampuri tugas dan urusan pendeta mereka. (Bil 16) Mereka tidak menginjili orang sama sekali.(Yeh 33:6). Saat mereka sedang sekarat, mereka pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang baik sehingga mereka tidak bertobat. Inilah mengapa mereka dilempar ke dalam api Neraka.”

Saya kemudian melihat seorang Raja dan seorang Pangeran yang pertama kali menganiaya orang-orang Kristen di Korea. Mereka ditempatkan di tengah, yang merupakan tempat terpanas. Saya juga melihat Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong, dan seorang pendeta terkenal dari Korea Utara bernama Pendeta Kang, dan seorang pahlawan Jepang yang terkenal, dan banyak lagi.

Kemudian kami tiba pada bagian yang paling gelap, terlalu gelap untuk melihat langkah-langkah kami sekalipun. Saya berteriak, “Malaikat! Malaikat! Sangatlah gelap! Bagaimana saya dapat melihat?” Malaikat menepuk pundak saya dan berkata, “Tunggulah sejenak.”

Dalam beberapa saat, saya dapat melihat sejumlah besar orang yang telanjang. Di seluruh tubuh mereka ada begitu banyak serangga yang merayap. Tak 1 inchi pun yang bebas karena serangga itu memenuhi tubuh mereka. Orang yang telanjang itu berusaha mengibaskan serangga-serangga hingga mengertakan gigi mereka. “Apa yang telah mereka lakukan saat mereka hidup di bumi?”

“Mereka adalah orang-orang yang telah mengkritik dan menggosipkan orang lain di belakang mereka. Mereka tidak berhati-hati dengan apa yang mereka ucapkan mengenai orang lain.” (Mat 5:22).

Saya melihat para setan menusuk dan menikam perut orang-orang dengan tombak. Teriakan mereka sungguh memilukan. Saya bertanya kepada pengawal saya, “Malaikat, apa yang telah orang ini lakukan selama mereka hidup di bumi?”

“Orang-orang ini memiliki pekerjaan, rumah, dan keluarga tetapi mereka tidak memberi kepada Tuhan. Mereka tidak membantu orang-orang miskin, Gereja mereka, atau tujuan ilahi lainnya. Mereka sangatlah pelit dan rakus. Walaupun mereka bertemu dengan orang miskin, mereka mengabaikan orang miskin tersebut dan tidak perduli. Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka berpakaian sangat bagus, berkecukupan dan memiliki kehidupan yang nyaman. Inilah mengapa perut mereka ditusuk karena perut mereka penuh dengan keserakahan.” (Ams 28:27).

Hal itu adalah pemandangan yang menakutkan. Setelah menyaksikan pemandangan demikian, ketika saya kembali ke bumi, saya memberikan semua uang dan harta kepada yang lain. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan uang atau harta, tetapi dengan iman. Neraka adalah tempat yang tidak tertahankan dan menyengsarakan. Hal itu adalah penyiksaan kekal!

Saya juga melihat orang yang kepalanya dipenggal dengan kapak yang sangat tajam. Saya bertanya kepada malaikat, “Apakah yang telah dilakukan orang-orang ini hingga mereka mendapat siksaan yang mengerikan?” Malaikat menjawab, “Otak mereka telah diberikan Tuhan untuk memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Tetapi orang-orang ini telah memikirkan hal-hal yang kotor. Mereka memikirkan hal-hal yang penuh nafsu.” (Mat 5:28).

Berikutnya saya melihat orang-orang ditikam dan dipotong hingga beberapa bagian. Pemandangan itu sangat mengerikan. Saya bertanya, “Bagaimana dengan orang-orang ini? Apakah yang telah mereka lakukan hingga mereka disiksa seperti demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah penatua dan majelis yang tidak melayani Gereja mereka. Bahkan, mereka tidak mau bekerja atau melayani! Satu-satunya hal yang mereka sukai adalah untuk menerima dan menerima dari para anggota jemaat.” (Zakh 11:17; Hos 6:5).

Saya melihat para penatua, majelis, dan juga umat percaya lainnya disiksa oleh para setan. Para setan membuat lubang di lidah tiap-tiap orang dan menaruh kawat panjang kemudian menarik mereka dengan kawat yang saling terhubung itu. Saya bertanya lagi, “Apa yang telah mereka lakukan di bumi?”

Malaikat menjawab, “Mereka telah melakukan empat jenis dosa yang berbeda:

1. Mereka telah mengkritik pendeta mereka. Mereka akan mengatakan hal-hal yang negatif mengenai pendeta mereka. Mereka bergosip dan menertawakan pendeta mereka.” (Yak 3:6 ; Mat 12:37).

Saya memohon kepada mereka yang telah melakukan dosa yang demikian, BERTOBAT! BERTOBAT!!

Malaikat melanjutkan,

2. Mereka menghina Gereja dengan ucapan mereka.

3. Mereka telah melukai orang-orang Kristen lainnya sampai pada titik bahkan mereka yang setia pun terluka dan mereka berhenti mengunjungi Gereja dan bahkan menyebabkan beberapa dari mereka berhenti percaya. Mereka melakukan semua hal yang mereka bisa untuk menghentikan orang-orang Kristen yang setia dari melakukan pekerjaan Allah. Orang-orang jahat ini menyebabkan banyak orang setia tersandung.

4. Mereka adalah suami istri yang minum alkohol dan bertindak kejam kepada anggota keluarga mereka.

Saya melihat para setan menusuk pria dan wanita di perut mereka dengan paku yang sangat tajam dan besar. Saya bertanya, “Apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa komitmen pernikahan. Mereka bersalah karena aborsi ketika mereka menjadi hamil. Mereka tidak pernah bertobat!”

Saya melihat grup orang lainnya. Para setan mengiris bibir mereka seperti mengiris tipis daging atau sayuran. Saya bertanya, “Mengapa orang-orang ini disiksa dengan cara demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah putra, putri, menantu pria dan menantu wanita yang telah membantah orangtua mereka. Apa yang seharusnya mereka lakukan hanyalah mengatakan “Saya minta maaf” bukannya membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Banyak dari mereka telah menggunakan kata-kata yang kasar. Mereka telah menyerang orangtua mereka dengan kata-kata yang keras. Mereka memberontak, itulah mengapa bibir mereka diiris.”

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Saya mohon, bersiap-siaplah! Menjadi siap untuk pergi ke Sorga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebanyak yang diperlukan. Bertobat dan bertobat dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari bila memang perlu.

Saudaraku yang terkasih, saya biasanya mengabaikan kesaksian yang demikian. Saya seorang pendeta Presbyterian kuno yang mengabaikan hal-hal yang demikian. Tetapi sekarang, saya harus menyaksikan dan bersaksi kepadamu apa yang telah saya lihat. Tolong janganlah ragu untuk hidup kudus. Tolong hindari siksaan dan penghakiman yang menyengsarakan ini. Jadilah selamat! Janganlah hidup secara duniawi tetapi serahkanlah dirimu bagi Kerajaan Allah. Tolong berdoalah bagi mereka yang belum mengenal Yesus. Menginjili dan berbuahlah. Tolong berdoalah di subuh hari dan jagalah hari Minggu tetap kudus. Tolong berilah kepada Tuhan persepuluhan dengan benar. Kumpulkan upahmu di Sorga dan bukan di bumi ini. Saya berdoa dan memberkatimu dalam nama Tuhan Yesus yang berkuasa!

Kamis, 20 Maret 2014

Kesaksian Rohani - Dibebaskan oleh Nama YESUS dari Iblis Pencabut nyawa


Kesaksian Rohani -  "Saat itu saya sedang mempersiapkan buku untuk pelajaran esok hari. Namun ketika saya sampai di meja belajar, saya malah tidak tahu apa yang harus saya perbuat.

Lalu tiba-tiba saya ambil buku, dan tanpa saya rencanakan sebelumnya tiba-tiba saja saya langsung menggambar wajah orang-orang yang seram tanpa dapat saya kendalikan.
Dan setelah 2 atau 3 gambar kemudian, ada sebuah kekuatan lain yang turun atas tubuh saya. Saya lemas dan kehilangan kekuatan, jantung saya berdebar dengan sangat cepat, ada aliran panas yang terasa di dada dan merangkak naik sampai ke tengkuk. 

Saya benar-benar tidak punya kekuatan sama sekali. Kemudian ada pikiran lain yang masuk ke otak saya dan berkata, ‘Sebentar lagi kamu akan mati! Sebentar lagi kamu akan mati!'," ujar Abraham membuka kesaksiannya.

Sumber suara itu memang tidak terdengar secara audibel kepada Abraham tapi suara itu sepertinya bicara langsung kepada Abraham. Sontak hal itu membuat Abraham ketakutan karena memang dia tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.

Sejak berusia 14 tahun, Abraham terkena sebuah penyakit yang aneh. Seakan roh kematian akan mencabut nyawanya. Dengan kondisinya yang lemah, Abraham berusaha mencari pertolongan. Abraham berlari ke omanya, dan ia hanya mampu bicara dengan nafas yang terputus-putus, "Oma, tolong saya! Saya sakit! Saya mau mati!".

Namun ternyata oma Abraham tidak tahu harus melakukan apa. Abraham pun dibawanya ke dukun. Sesampainya di sana, Abraham diberikan air yang telah dibacakan mantera sebelumnya. Sepulangnya dari dukun, bukannya menjadi lebih baik, keadaan Abraham menjadi semakin parah. Rasa panas di dadanya tidak mau hilang, jantung Abraham terus berdetak dengan sangat kencang dan ketakutan akan kematian begitu menghantui Abraham. Badannya juga menggigil kedinginan dan kekuatan sepertinya lenyap dari tubuhnya.

Sekalipun Abraham makan banyak sekali, ia tidak pernah merasa kenyang. Badannya pun tetap kurus dan sepertinya tidak punya tenaga. Parahnya lagi, Abraham merasakan otot di sekujur tubuhnya bergerak seperti detak jantung. Setiap saat selama 24 jam, Abraham merasakan ototnya terus bergerak, terkadang di pipi, badan, lalu berpindah ke kaki, terus saja berpindah-pindah.

Keadaan tubuhnya yang aneh benar-benar membuat Abraham ketakutan. Sekalipun Abraham berada di tengah-tengah orang banyak, ia tetap merasa ketakutan. 

"Saya benar-benar merasa ketakutan. Saya takut dengan dunia kematian yang begitu hebat. Dan sepertinya tidak ada yang bisa menolong saya," kisah Abraham.

Abraham pun menjadi depresi. Ia selalu teringat akan kata-kata bahwa sebentar lagi dirinya akan mati, ditambah lagi keadaan fisiknya yang terus saja terasa aneh. Abraham benar-benar tidak bisa berada di suatu tempat sendirian. Ia selalu saja mencari tempat dimana banyak orang sedang berkumpul sehingga ia bisa mendengar suara orang lain dan rasa takut yang dialaminya bisa sedikit ditahannya.

Ketika malam datang, hal itu menjadi masalah yang sangat besar bagi Abraham karena ia betul-betul takut untuk mati. Abraham benar-benar merasa belum siap untuk mati. Ketakutan Abraham tak terbendung lagi hingga Abraham akhirnya berhenti untuk sekolah. 

"Saya tidak bisa konsentrasi dengan pelajaran di sekolah. Setiap kali sedang belajar, alam pikiran saya hanya dibawa kepada ketakutan, kematian, dan tidak pernah terbersit untuk memikirkan hal yang lain. Sampai akhirnya saya putus sekolah. Saya tidak mau sekolah lagi," ujar Abraham menceritakan masa-masa terkelam dalam hidupnya.

Abraham terus mencari pertolongan dengan menemui kenalan pamannya untuk berdoa. Ketika didoakan oleh kenalan pamannya ini, Abraham merasakan dirinya kuat dan ada keberanian yang timbul di dalam dirinya. Tapi dalam perjalanan pulang, suara intimidasi akan kematian itu terus menekan pikiran Abraham dan pikirannya kembali dikuasai oleh ketakuan akan kematian itu. Dari hari ke hari, Abraham tidak melihat adanya perubahan pada dirinya.

"Suatu saat saya merasa tertekan karena saya tidak kunjung sembuh dan saya pun menangis menjerit, ‘TUHAN, kenapa penyakitku tidak sembuh-sembuh juga?!?!?!' karena ketika saya berdoa bersama hamba Tuhan itu, saya merasa nyaman, tenang, sepertinya sembuh. Tapi setelah itu saya tidak bisa merasakan hal itu lagi. Saya hanya terus berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa keluar dari keadaan ini, tapi saya tidak bisa," ujar Abraham mengenai pergumulannya saat itu. 

Dalam keadaan tertekan dan depresi, Abraham pergi ke tempat ayahnya yang telah lama berpisah dengannya. Namun tak pernah diduga oleh Abraham sebelumnya, sambutan sang ayah hanya membuatnya sedih.
"Ayah saya tidak peduli bahwa saya sedang sakit dan dia tidak percaya sama saya. Dia hanya berpikir kalau memang sakit itu artinya terbaring dan tidak bisa bangun. Yang dia mau hanyalah saya kembali sekolah," ucap Abraham dengan sedih.

Selama Abraham kembali ke bangku sekolah, perlakuan ayahnya kepada dirinya tetap saja kasar, selalu mengganggap dirinya sebagai anak yang tidak becus, berbeda dengan kakak-kakaknya yang lain. Abraham harus menerima makian demi makian dari ayahnya sendiri. Sebutan ‘anak sial', ‘tidak tahu diuntung' telah menjadi makanannya sehari-hari. Kata-kata kutukan senantiasa dilontarkan ayah Abraham kepada dirinya dan itu menimbulkan luka di hati Abraham.

Akhirnya Abraham menemukan seseorang yang dapat memberikan penghiburan kepada dirinya. Salah seorang teman sekolahnya senantiasa menghibur dan memberikan kata-kata penguatan bagi dirinya sampai akhirnya Abraham pun diajak ke sebuah pertemuan ibadah untuk anak-anak di sekolahnya. Itulah awal pertama Abraham tahu bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi dirinya. Untuk pertama kali pula Abraham mulai belajar percaya dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan Yesus.

"Ada perubahan yang saya rasakan dengan penyakit saya. Saya bisa menghadapi intimidasi dari iblis, saya bisa mengalahkan suara-suara kematian yang selalu bergema di pikiran saya, dan saya katakan, ‘Tuhan sudah menebus saya dan saya tidak akan mati tapi akan hidup!' Dan penyakit saya mulai berkurang, debaran jantung saya yang cepat itu hilang, kemudian panas tubuh saya yang tinggi itu hilang," kisah Abraham.

Namun roh kematian itu tak pernah berhenti mengejar Abraham. Iblis datang menyerang Abraham dengan cara yang berbeda. Sebuah suara seperti gelombang radio masuk ke dalam telinga Abraham dan memegang dirinya, dan rasanya seperti roh Abraham ditarik keluar. 

Hal itu biasanya terjadi ketika Abraham sedang tidur. Ketika hal itu sedang terjadi menimpanya, Abraham hanya bisa mencoba berteriak, "Tuhan Yesus sudah tebus saya. Kamu tidak punya hak lagi atas tubuh saya," dan roh Abraham pun kembali ke dalam tubuhnya.

"Semenjak saat itu, saya mulai menggunakan nama Tuhan Yesus dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Pada waktu yang lalu saya tidak pernah tahu akan kebenaran itu, saya tidak pernah tahu tentang nama Yesus yang sanggup mengalahkan apa pun. Tapi semenjak saya mulai mengenal Yesus di pertemuan-pertemuan ibadah itu, saya mulai kuat. Saya mulai berani dan mampu melawan kelemahan dan penyakit yang datang menyerang saya," ujar Abraham dengan muka berseri-seri.

Serangan yang biasa dialaminya mulai berkurang sampai akhirnya Abraham pun merasakan bahwa tubuhnya sudah benar-benar sehat. Ia pun bisa kembali hidup dengan normal dengan penyakit dan suara-suara intimidasi yang menghilang dari kehidupannya. 

"Sekarang saya sudah hidup dalam anugerah Tuhan, tidak hidup dalam kutuk lagi. Saya hidup dalam berkat dan kasih Tuhan. Dengan sakit penyakit itu, Tuhan mengantar saya untuk mengenal Tuhan, mengenal Juruselamat dengan baik, mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itu yang saya syukuri sampai hari ini," ujar Abraham menutup kesaksiannya dengan penuh sukacita.

Sumber Kesaksian:
Abraham Pellokila




13 Kali Dilawat Tuhan Yesus dan Roh Kudus

(Habakuk 2:2)Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, orang sambil lalu dapat membacanya.

Sebelumnya kami menganut kepercayaan lain. Karena kasih dan karunia dari Allah Bapa kami mengucap syukur telah dibukakan mata hati, mata Batin dan Pemahaman untuk melihat adanya Kebenaran. Dan kami bersyukur telah diangkat, dipulihkan dan diselamatkan oleh Hadirat-Nya dan karena kasih karunia-Nya pula telah
mengubahkan menjadi sukacita yang dari pada-Nya sejak kami memutuskan pada bulan Maret 2011 untuk menerima  Yesus  sebagai Tuhan dan Juru Selamat Kami. 

Puji Tuhan tanggal 1 Mei 2011  kami di Baptis. Tuhan Yesus begitu baik, Kasih Kristus begitu nyata dirasakan dan Dia telah berkenan menyatakan Kemuliaan-Nya ditengah-tengah keluarga kami sedikitnya13 kali (2 kali melalui mimpi dan sedikitnya 11 kali melalui penglihatan (berjumpa) saat sedang berdoa – Melihat Hadirat Tuhan Yesus dan dengan Penglihatan Spritual lainnya yang di izinkan-Nya).

(Yeremia 33:3) “Berserulah  kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami,  yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”

Syalom, Melalui penulisan kesaksian ini izinkanlah saya menceritakan sebagian besar kesaksian hidup Kami kiranya dapat memberkati saudara/i sekalian yang dikasihi  Tuhan Yesus Kristus dimanapun berada.

Tanggal 7 Mei 2011;
Berselang 1 minggu usai dibaptis, kami dikunjungi oleh seorang penginjil dan dinasehati untuk membangun mesbah dalam keluarga, melakukan doa malam sebelum tidur dan doa pagi bersama isteri dengan saling bergenggaman tangan. Dengan merendahkan diri, dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus kami sepakat dengan hati yang tulus dan bersuka cita dalam nama Yesus kami melakukannya setiap hari.

Tanggal 14 Mei 2011 (Sabtu);
Malam harinya melalui Istri diperlihatkannya melalui sebuah mimpi lawatan Tuhan Yesus ke rumah Kami. Yesus berdiri  di pintu Utama menghadap keruang tamu. Disana, Hadirat-Nya berjubah putih dan bercahaya, rambut-Nya bewarna keemasan, menakjubkan disertai timbulnya rasa damai, bahagia, dan penuh Suka Cita dihadapan-Nya. Tidak ada unsur rasa takut sedikitpun pada saat itu. Dia adalah sosok Penuh dengan Keagungan dan tatapan mata-Nya  penuh Kasih, penyayang  dan penuh damai.

Disana diperlihatkan juga sebuah aliran cahaya yang mengalir (kebawah) berwarna merah bagaikan mata air yang terus keluar mengalir dan warnanya bagai lahar emas yang bernyala-nyala. Jika diilustrasikan panjang dari aliran lahar emas ini dari atas yang mengalir turun kebawah diperlihatkan panjang berkisar 40-50 cm dan lebarnya sekitar 2 cm yang mengalir dan mengalir turun terus-menerus tanpa henti, terus mengalir dan berulang-ulang. Tidak ada kata-kata yang disampaikan-Nya, hanya kemuliaan yang menakjubkan dari apa yang dinyatakan-Nya.

(YOHANES 12 : 44-46), Yesus berseru kata-Nya: “Barang siapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barang siapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang kedalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal didalam kegelapan”.

 Tanggal 15 Mei 2011 (Minggu);
Pagi, Alarm saya belum berbunyi saya sudah dibangunkan Istri dan menceritakan mimpinya tersebut kepada saya. Biasanya dia bangun lebih awal untuk mempersiapkan keperluan dan bekal keperluan Putri kami yang masih berusia 16 bulan (pada waktu itu) sebelum berangkat ke Gereja (GBI).

Bagi saya hal ini adalah berita baik bagi Kami, meskipun kami belum mengetahui apa makna yang Tuhan Yesus ingin sampaikan. Tetapi, Kami yakini dengan iman dan percaya Tuhan Yesus adalah pribadi yang memberikan jaminan keselamatan dan Sang Pendatang Berkat dan Kebaikan bagi umatnya yang percaya kepada-Nya titik.

Sepulang dari Gereja jam 11:00 WIB, karena hari ini tidak ada rencana dan tujuan jalan-jalan, kami putuskan pulang kerumah dan sempat tidur siang. Kedua kalinya melalui mimpi dinyatakan; Istri berada diteras rumah dan menatap kelangit, Tuhan Yesus, berjubah merah biru tampak duduk seperti sedang mengerjakan sesuatu dengan kedua tangan-Nya dan seperti di meja batu. Dan juga ada satu hal yang agak aneh, di kening Kepala-Nya berlilitkan atau terikat kain putih.

Tanggal 18 & 19 Mei 2011;
Dimulai dari hari ini, Isteri memperoleh karunia penglihatan, khususnya diizinkan melihat sesuatu saat berdoa dalam keadaan mata terpejam, tentunya hanya yang ingin diperlihatkan-Nya saja yang dapat dilihat olehnya. Saya memimpin doa malam dan doa pagi di setiap harinya. Pada tanggal 19 Mei 2011, saya agak terkejut katanya sudah dua hari berturut-turut dari tanggal 18 dan 19 Mei 2011 dia bisa merasakan melalui penglihatannya melihat Yesus berjubah putih disaat sedang berdoa Ia berada ditangga sedang berdiri (rumah kediaman kami) dan tangan kanan-Nya tampak sedang memegang gagang tangga. Saya masih tidak yakin dan bilang “Aaah… masa sih ?” dan dia masih tetap mempertahankan apa yang dilihatnya “Bener … itu Wajah Yesus yang saya pernah lihat di mimpi pertama kali!!!” katanya.

Tanggal 20 & 21 Mei 2011;
Tanggal 20 Mei 2011, Penglihatan malam hari ini berbeda dengan Penglihatan 2 hari sebelumnya, Seusainya doa malam, dia menceritakan, katanya dia melihat Malaikat berjubah putih (dimensi penangkapan dalam penglihatannya kira-kira 1 jengkal orang dewasa dan berada di atas kepala kami).

Bahkan Istri saya tidak mempercayai penglihatannya sendiri ketika itu, disaat pejaman mata waktu berdoa itu, dia mencoba membuka pejaman matanya berharap dapat melihat kejadian tersebut dengan mata telanjang tetapi tidak bisa, karena hanya dapat dilihat dengan matanya yang tertutup. Tanggal 21 Mei (keesokan harinya), penglihatan yang serupa juga terjadi, yaitu melihat Malaikat yang sama dan berada di atas kepala.

Tanggal 29 Mei 2011;
Malam ini kami berdoa sampai 4 kali banyaknya, karena Istri saya menceritakan penglihatannya yang menakjubkan. Selesainya doa pertama kali, dia memperoleh penglihatan adanya Malaikat (seperti yang terlihat tgl 20 & 21 Mei 2011) berada diatas kami dan kali ini Ia menabur-naburkan kerlap-kerlipan bintang-bintang yang bercahaya. Hal ini seusainya diceritakan membuat kami terdiam, takjub dan kami dibuatnya terheran-heran dan dipenuhi tanda tanya kira-kira apa maknanya ya? Akan tetapi hal ini semakin menambah-nambahkan keyakinan, kepercayaa dan Iman kepada kami.

Setelah itu, Kami kembali berdoa mengucapkan syukur dan terimakasih serta sempat mempertanyakan apa arti semuanya ini. Seusainya kami berdoa, kembali dikatakannya ada sesuatu yang terjadi disaat sedang berdoa; dia melihat satu sosok iblis berjubah putih, posisi si iblis itu berada di dekat sisi kanan saya,  berambut panjang keriting berantakan dengan mata yang seperti bohlam lampu dan menyala. Iblis itu terlihat dipanah oleh Malaikat itu dan telah dikalahkannya, anak panahnya menancap disekitar bagian dada sang iblis tersebut dan kemudian tumbang terjatuh.

Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan saat itu, Saya kembali melipatkan tangan dan menunduk kepala dan berdoa, isi doa saya pribadi malam itu adalah mengucap syukur dan pengakuan dosa dan meminta pengampunan kesalahan dan dosa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Ternyata belum selesai, setelah saya berdoa selesai, kembali Isteri menceritakan penglihatan berikutnya (penglihatan yang terjadi disaat saya sedang berdoa); Tidak jauh disebelah sisi kiri depan saya ada 2 sosok iblis yang sama berbaju putih-putih dan bagian wajahnya tidak tampak jelas, tiba-tiba terkedua iblis tersebut seluruh tubuh dan jubahnya berubah menjadi hangus. Kemudian setelah iblis-iblis itu di kalahkan, selanjutnya terlihat muncul sorotan cahaya seperti senter yang datang dari atas langit dan tertuju kepada diri saya (pada saat itu saya sedang duduk berdoa). Penglihatan demi penglihatan yang diijinkan-Nya tersebut diatas dilihat dalam keadaan mata terpejam.

Iblis pertama terpanah dan dikalahkannya, kemudian hangusnya kedua iblis itu tidak terlihat adanya sumber api yang menghanguskannya, tapi tiba-tiba menjadi hangus, saya percaya hangus dengan sendirinya itu adalah karena besarnya kuasa doa (kekuatan kuasa doa) yang sanggup mengubahkan, memulihkan dan memerdekakan.

Kami sempat mempertanyakan, kira-kira roh-roh yang dikalahkan, dijatuhkan dan diruntuhkan tersebut darimana asalnya? Mungkin itu adalah roh jahat yang selalu hadir dalam diri manusia dan mengendalikan pribadi-pribadi yang jauh dari Tuhan, sehingga tingkah laku, perbuatan, sifat orang-orang tersebut menjadi tidak baik, cenderung mengandalkan kekuatan sendiri dan mudah dikendalikan oleh si jahat. Saya bersyukur apa bila itu adalah roh jahat yang ada pada diri saya, maka roh-roh tersebut berarti telah di runtuhkan/dipatahkan dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Terakhir, Kami kembali berdoa keempat kalinya, mensyukurinya dan berterima kasih kepada Allah Bapa di Surga, karena Kasih dan Karunia-Nya yang teramat besar serta perlindungan-Nya yang sempurna, sehingga Anda dan kami  dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib dan diberikan-Nya keselamatan dari pada-Nya atas Kita semua.

Suatu hal yang tidak masuk akal logika, karena memang yang saya kenal istri saya ini dia tidak suka berimajinasi yang macam-macam atau tidak ada semacam stimulasi yang merangsang fikirannya kearah imajinasi tersebut apakah disebabkan karena telah melihat film atau apapun dan kemudian mengarah kepada kerangka atau sistematis pemikiran atau hayalan yang timbul seperti apa yang diceritakan dalam penglihatan-penglihatannya tersebut.

Tanggal 1 Juni 2011;
Tanggal 2 Juni 2011 adalah Hari Kenaikan Yesus Kristus. Tanggal 1 Juni 2011 tengah malam Tuhan Yesus kembali menyatakan diri-Nya lagi dengan tubuh-Nya yang Sangat Besar di hadapan kami saat doa malam.

Pada malam ini, kami sangat bersuka cita sekali, karena telah di ijinkan melihat kemuliaan-Nya, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dengan sosok yang sangat-sangat besar sekali dan berjubah putih. Tubuh-Nya yang sangat Besar sekali dan tinggi itu, sampai-sampai kepala Isteri saya melihat dan menengadah keatas setinggi-tingginya, tetapi karena terlampau begitu besar dan tinggi, wajah-Nya tidak dapat terlihat.

Di Tangan-Nya tampak sedang menggendong kami (terlihat seperti menggendong bayi). Terlihat dengan jelas di gendongan tangan-Nya ada Saya, Isteri, Putri kami, Mama mertua dan Kakak perempuan saya. Bayangkan dalam gendongan-Nya kami sedang tertidur dengan sangat lelap dalam dekapan-Nya dan kami semua sedang berpakaian putih-putih.

Kemudian kami diteguhkan melalui firman Tuhan pada kitab Yesaya 46 : 4  tertulis : Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.  

Kebetulan sekali pada saat kami dibabtis tanggal 1 Mei 2011 kami hanya bertiga:  Saya, Isteri dan Mama mertua saja. Karena kuasanya yang besar Tuhan Yesus menyatakan kepada kami bahwa yang percaya kepada-Nya lah yang akan diberikan Keselamatan dari pada-Nya. Mengenai kakak perempuan saya yang ada dalam gendongan-Nya itu, Puji syukur sudah menerima Tuhan Yesus. Tetapi, yang tidak tampak dalam gendongan-Nya: Bapak mertua beserta anggota keluarga dan Orang tua saya  belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi mereka. 

Didalam doa, kami percaya dengan iman, dalam nama Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil, Tuhan Yesus akan menjamah dan membukakan mata hati, batin dan pemahaman mereka agar cahaya terang Yesus Kristus datang menyinari kegelapan kehidupan mereka. Keluarga kami dan kita semua akan diselamatkan oleh Tuhan Yesus, Amin.

Tanggal 6  Juni 2011;
Setiap doa kami selalu menaikkan doa untuk Orang Tua dan keluarga kami yang belum menerima Tuhan Yesus, dalam setiap doa Kami selalu meminta agar orang yang kami kasihi tersebut dilawat, dijamah oleh Tuhan Yesus dan dihujani pertobatan bagi mereka.
Pada malam ini juga memperoleh penglihatan yang mengagumkan pada saat berdoa malam, katanya penglihatan itu muncul ketika saya sedang mengucapkan doa minta Tuhan Yesus mengangkat dan menyelamatkan mereka (Orang tua dan keluarga) dari jalan kegelapan dalam ketersesatan mereka, dan memohon belas kasihan terang Yesus dapat menyinari kehidupan mereka.

Tepat saat dalam pengucapan doa permohonan itu juga, merasakan melihat Tuhan Yesus berjubah putih dengan tubuh-Nya yang bercahaya terang, memasuki seperti pintu menuju bawah tanah yang teramat gelap dan melangkahkan kaki-Nya turun kebawah. Bagian-bagian tempat yang dilalui menyerupai anak tangga kebawah tanah, dan dididing batu dan tanah yang telah dilalui-Nya berubah menjadi terang bercahaya kilau keemasan mengikuti-Nya disepanjang jalan Yesus melangkahkan kaki-Nya.

Allah Yang Setia
(Mazmur 139:7-10), Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki kelangit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku didunia orang mati, disitupun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman diujung laut, juga disana tangan-Mu akan menuntun aku. 

Tanggal 16 Oktober 2011, Kami baru saja pindahan rumah dari Jakarta Pusat ke salah satu perumahan di Jakarta Barat.  Sebelumnya kami sempat menyayangkan harus menjual rumah tersebut, rumah yang sudah pernah dilawat Tuhan dan harus pindah kerumah yang lain. Syukur Tuhan menyediakan rumah yang lebih baik dari sebelumnya dan lebih rendah harganya, pada rumah yang baru ini juga hingga hari ini sudah sebanyak 2 kali Yesus Tuhan menyatakan Hadirat-Nya kembali dan Kesetiaan-Nya sesuai  Janji-Nya kepada kita bahwa Tuhan Yesus tetap akan setia dimanapun kita berada dan penyertaan-Nya tetap berada disepanjang jalan Kita. Kami betapa sangat tersentuhnya dan begitu terharu luar biasa sekali, karena Tuhan begitu teramat baiknya dan melalui keperkenanan-Nya bersedia melawat keluarga kami.

(Matius 28:20), dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Tanggal 17 Oktober 2011;
(Lukas 3:21-22), Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Dimalam kedua dirumah baru, saat berdoa, kami diberi penglihatan begitu indahnya dan ajaib; yaitu penglihatan seekor Burung Merpati Putih sedang mengepak-ngepakkan sayap-Nya dan dari sayap-Nya ditabur-taburkannya semacam serbuk halus emas-emas yang berjatuhan dan bercahaya kerlap-kerlip nan indah diatas kepala tempat kami berdoa. Sementara itu, bayangkan Burung Merpati itu membawa sebuah Keranjang putih dan berikatkan semacam tali putih yang dijepitkan dimulut-Nya. Keranjang itu berisi sesuatu yang kami tidak tau apa itu, terlihat seperti (semacam) kapas putih bersih dan ranjang itu terisi penuh.


16 Januari 2012;
(Markus 11:22-23), Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Dokter kandungan memastikan bahwa 100% bayi yang sedang dikandung saat ini adalah berjenis kelamin Laki-laki setelah dilakukan USG dan telah berusia kira-kira 18 minggu. Maka penglihatan persislah 18 minggu yang lalu (terhitung sesuai dari hari diberinya penglihatan tersebut), bahwa didalam penglihatannya; menyoroti seorang bayi lucu yang baru saja dilahirkan dan dia berjenis kelamin laki-laki. Anak pertama kami adalah seorang putri, maka Tuhan telah melengkapi kebahagiaan kami dengan dikaruniakannya sepasang anak, Putra dan Putri.
Saya mengimani dan mempercayainya, dan kemudian kami beritakan kabar baik ini kepada keluarga, kerabat, teman dan rekan-rekan lainnya bahwa anak kedua kami adalah berjenis kelamin laki-laki (jauh sebelum dokter menyatakannya). Kami perkatakan didalam doa, bahwa Kita yang percaya, mengandalkan dan bersandar kepada Allah Bapa didalam nama Tuhan Yesus Kristus tidak akan sekali-kali dipermalukan oleh-Nya.
Puji Tuhan. Genaplah Penglihatan itu, Telah hadir dan terlahirkanlah ditengah-tengah kami dengan sehat dan sempurna bayi Laki-laki pada tanggal 14 Juni 2012 pukul 22:35 WIB. Terimakasih Tuhan Allahku!!!!

Dua-Tiga Orang Berkumpul, Mengundang  Hadirat-NYA.
Tanggal 26 November 2011 (Sabtu malam);
(Matius 18 : 20) tertulis “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Kami mengundang beberapa teman kantor untuk melakukan Syukuran dan Pemberkatan rumah tinggal baru, Persekutuan Doa dan Pujian penyembahan dimulai pukul 8 malam. Kami, berjumlah sebanyak 12 orang dan duduk dilantai membentuk lingkaran.
Ketika saat Pujian Penyembahan sedang berlangsung, Tuhan Yesus telah menyatakan kemuliaan diri-Nya ditengah-tengah kami, setengah tubuh (dari atas kepala hingga bagian dibawah pinggang) berjubah Putih. Terlihat kedua tangan-Nya dibentangkan kekanan dan kiri, dan wajah-Nya menatap kearah lingkaran yg kami bentuk (tempat dimana kami melaksanakan Pujian Penyembahan). Tidak hanya wajah-Nya yang menatap kearah pelaksanaan pujian penyembahan yang sedang kami lakukan, tetapi Wajah-Nya juga tampak kemudian menatap ke Atas Langit (dan Posisi bentangan tangan-Nya tidak berubah).
Tidak hanya itu, lagu pujian yang kami dinaikkan saat itu menjadi berubah/diubahkan dan Sangat begitu Indahnya terdengar ditelinga Isteri saya. Lagu pujian yang kami nyanyikan itu terdengar begitu “Bulat” dan dijadikannya sebegitu sempurna terdengar ditelinga seperti berada di dalam ruangan yang tanpa cela lubang sedikitpun, “bulat terdengar”. Suara nyanyian itu tidak dapat dilukiskan betapa begitu indahannya terdengar ditelinga.  Halleluya.
Tanggal 3 Februari 2012 ( Jum’at  malam );
Seperti biasanya kami melaksanakan KOMSEL/COOL disetiap minggu dan diadakan pada hari Jum’at sekitar jam 7:30 malam. Pada Cool malam hari ini Hadirat Kemuliaan-Nya sungguh-singguh dinyatakan-Nya (sesuai dengan firman Tuhan Matius 18:20) Hadirat Kemuliaan-Nya dinyatakan ditengah-tengah pujian penyembahan dan diizinkan terlihat kemuliaan-Nya dalam keadaan mata terpejam dan linangan aliran air mata.
Tampak setengah tubuh-Nya (dari bagian dada hingga ke atas) bercahaya dan mengenakan jubah putih diizinkan terlihat oleh mata batin di langit-langit ruangan disaat kami melakukan persekutuan. Puji Syukur Nama Yesus Tuhan Dipermuliakan. Haleluya…
Melalui Kesaksian ini dan diteguhkan oleh Firman Tuhan Matius 18:20, Kami mengajak kita semua didalam tubuh Kristus untuk secara UNITY melakukan Pujian dan Penyembahan bersama-sama. Bagi Saudara/i didalam kristus yang belum menggabungkan diri didalam komunitas Komsel/Cool, kami mengajak kehadirannya untuk bersatu menikmati hadirat-Nya dan agar berkat dan kuasanya lebih lagi dicurahkan atas kita dan Bangsa ini.

Yesus Berjalan Di Udara
Tanggal  (tidak tercatat);
Setiap hari bangun pagi saya selalu berdoa, bersyukur dan meminta perlindungan-Nya. Ada suatu hari Pada saat sedang berdoa saya dizinkan-Nya melihat IA berjubah putih (dari bagian pinggang sampai kaki) sedang berjalan diudara, kaki-Nya melangkah sejajar dengan wajah saya dari arah depan mendekat dan berdiri dihadapan saya.
Ketika itu, hati tetap damai terasa tidak ada unsur seperti terkejut sedikitpun, saya tetap melihat IA terus melangkah mendekat dan sementara itu saya tetap berada dalam doa hingga selesai.
Kemudian saya ceritakan kepada Isteri, dan dia tidak mempercayainya dan berfikir saya mengada-ngada dan hanya menakutinya saja. Ajaibnya, Penglihatan yang sama dialaminya dan terjadi pada dia keesokan harinya. Tetapi pada penglihatannya itu, IA tidak berjalan melangkahkan kaki-Nya dari arah depan, melainkan IA turun dari atas dan berhenti hingga kaki-Nya sejajar dengan wajah dia seperti yang saya alami.
Kesaksian ini dengan kerinduan hati kami persembahkan sebagai suratan terbuka bahwa Tuhan Yesus ingin menyampaikan bahwa IA HIDUP, IA NYATA, IA BENAR-BENAR ADA !!! IA ENDENGARKAN ANDA, IA MENGGENDONG KITA, IA AKAN MEMBERIKAN KEKUATAN, IA SETIA, BERHARAPLAH PADA-NYA, IA AKAN MEMBERKATIMU, SEMBAHLAH DIA……….., Kepada ALLAH BAPA, Dalam Nama PUTRA DAN ROH KUDUS.
Allah Yang Hidup
(Yeremia 10:10), Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena Murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.
“Tuhan Yesus engkau sungguh Allah yang hidup”. “Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu Segala Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Mu kekal sampai selamanya, Amin!”
Akhir kata, mari kita terus naikkan Puji dan Syukur bagi-Nya karena kita semua memiliki Tuhan dan Allah yang “Hidup”, saya rasa kita semua setuju dan sependapat bahwa Kebesaran dan Kuasa-Nya itu tidak dapat disetarakan dengan apapun bahkan tidak dapat diterjemahkan oleh kata-kata dalam bahasa apapun di atas bumi ini. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya, dan tidak ada yang sia-sia pada apa yang telah kita perbuat didalam nama-Nya. Dan mari selalu berusaha melayakkan diri dihadapan-Nya, agar perkenanan Tuhan selalu menyertai kita, Amin.

Jumat, 31 Januari 2014

Mimpi Tentang Gereja Yang Akan Tertinggal (Dr. Augusto Maquengo)

Shalom Saudara-saudara dalam Nama mulia dan Perkasa dari TUHAN dan JURUSELAMAT kita YESUS KRISTUS. Malam hari tanggal 19 Januari 2014 sekitar pkl 23:00 sampai tengah malam, saya mendapat mimpi dari TUHAN.

Ini adalah mimpi yang sangat serius di mana untuk pertama kalinya saya ditunjukkan Gereja yang akan tertinggal. Dalam mimpi ini, saya berbaring di tempat tidur pada siang hari dan segera saya keluar dari tubuh saya dan sementara saya berada di udara, saya melihat bahwa pengangkatan telah terjadi. Dari langit yang tinggi, saya melihat begitu banyak orang Kristen yang tertinggal dan berlarian ke mana-mana dengan penuh kepanikan serta kegilaan.


Kali ini, saya hanya diperlihatkan orang-orang Kristen saja. Saya melihat seluruh bumi dari titik tertinggi di udara dan saya juga melihat salah satu anggota keluarga saya yang saya kasihi ditinggalkan. Saya melihat begitu banyak orang Kristen yang saat itu tampak seperti hari Minggu, dan mereka baru saja dari Gereja tapi kebanyakan dari mereka tertinggal.

Sementara saya berada di udara, saya dibawa turun ke bumi menuju ke kelompok yang kedua dari orang-orang Kristen dalam mimpi. Dari orang-orang Kristen ini, beberapa ada yang membawa anak-anak dan beberapa berpakaian putih. Lalu tiba-tiba, anak-anak menghilang dari tangan mereka dan diangkat. Mereka semua begitu panik dan mulai mencari anak-anak mereka, tapi hanya mendapati pakaian mereka dan mulai memegang pakaian itu sambil menggoyang-goyangkannya tapi anak-anak sudah pergi.

Orang-orang Kristen ini berpikir bahwa akan ada kelompok kedua yang akan diangkat, mereka pikir Tuhan akan mengirim sesi kedua bagi mereka untuk diangkat, mereka pikir Tuhan akan datang lagi bagi mereka, tapi tidak terjadi apa-apa. Mereka mendongak dan menunggu untuk melihat apakah mereka juga bisa naik ke atas, tetapi tidak bisa. Mereka didapati tidak siap dan benar-benar terkejut di hari Minggu.


 Dalam mimpi itu, tampak seperti mereka baru saja pulang dari Gereja, tetapi mereka tertinggal karena saudara tidak dapat diangkat hanya dengan mengkuduskan diri satu hari saja. Tidak ada yang akan diangkat dengan kekudusan yang sementara, hanya untuk hari Minggu saja. Saya melihat begitu banyak orang Kristen dalam keadaan benar-benar terkejut, mereka berpikir akan ada kelompok lain yang akan naik tapi saya tahu ini adalah finalnya dan nyata, dalam sekejap mata semua pergi.

Lalu saya berlari untuk menemui Nabi TUHAN, Dr David Owuor, yang sekarang berada di bumi lagi setelah pengangkatan dan dia mengatakan kepada orang-orang di sekeliling-nya : Ini adalah apa yang telah saya katakan kepada kalian. Sekarang, pengangkatan baru saja terjadi dan perang Iran dengan Israel bisa terjadi setiap saat sekarang. Saya pergi dan berlutut di hadapan Nabi TUHAN dan menjelaskan tentang mimpi mengenai pengangkatan yang baru saja saya terima dan ia berkata: kau baik-baik saja sekarang dan kau boleh pergi karena kau sudah berhasil. 


Saya tidak ingin pergi begitu saja tanpa meminta Nabi TUHAN ini untuk berdoa bagi anggota keluarga saya yang tertinggal, lalu saya meminta hal itu dan saya mencium kaki-nya lalu berdiri untuk pergi. Saya juga khawatir tentang anggota keluarga saya. Pada titik ini, saya memiliki aspek lain dari mimpi yang tidak bisa saya katakan sekarang, kemudian saya bangun dan mimpi berakhir.

CARA ORANG BERPAKAIAN DI GEREJA MERUPAKAN PELANGGARAN DAN KEKEJIAN.

Saudara-saudara, saya baru saja melihat jutaan orang Kristen yang akan ditinggalkan. Mereka didapati tidak siap untuk pengangkatan. Begitu banyak orang yang tampaknya mengetahui bahwa pengangkatan akan terjadi tetapi mereka tidak siap untuk hal itu. Banyak mengkualifikasikan diri sebagai orang yang Kudus bagi TUHAN tetapi kehidupan mereka bahkan tidak mencapai standar sebagai Mempelai Kristus dengan karakter yang keras, menghina TUHAN dengan cara berpakaian yang tidak sopan(bagi perempuan); menafsirkan Alkitab dengan cara mereka sendiri dan menyesatkan orang-orang dengan ajaran mereka yang tidak kudus dan tidak menghormati Raja segala raja dan Tuan segala tuan. 


Jika TUHAN adalah Tuan-mu, di mana penghormatan saudara kepada-Nya melalui pakaian saudara? Maleakhi 1:6Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?" 

Mengapa wanita-wanita Kristen tidak menghormati Tuhan dalam tubuh mereka? Mengapa umat Muslim baik berpakaian lebih baik daripada orang-orang Kristen? Apakah ini Gereja yang TUHAN selamatkan di kayu Salib, penuh kecemaran dan kekejian?

Alkitab mengatakan juga : Matius 18:7Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 

Begitu banyak orang Kristen berdandan dengan celana ketat membawa pelanggaran dan kekejian bagi saudara-saudara mereka sendiri dan membuat mereka jatuh dalam dosa di hadapan TUHAN. Orang-orang Kristen yang mengaku siap pengangkatan ini tidak peduli jika saudara-saudara mereka nantinya akan melanggar tindakan asusila atau tidak dan karena itu mereka mengira tidak akan tertinggal. 


Mereka mengabaikan bahwa begitu banyak orang berdosa dengan dosa seksual, dengan godaan dan begitu banyak pemuda terjebak dengan pikiran seksual yang jahat yang disebabkan oleh seorang saudari yang katanya siap akan pengangkatan, yang berdandan dengan celana ketat yang menunjukkan lekukan bentuk tubuhnya. 

Bertobatlah saudari-saudari, ubah cara hidupmu, hormatilah Raja dan bersiaplah atau jika tidak, maka kalian akan terkejut seperti yang saya lihat!Matius 18:6"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. 

Jika cara berpakaian saudara menggoda perasaan orang lain, maka berubahlah dan jadilah Kudus. Kekudusan harus berada di luar dan dalam diri kalian. Berpakaianlah yang benar untuk Tuhan yang penuh kehormatan dan keindahan, dan jangan membawa malu dan aib bagi TUHAN yang kalian layani dan kalian sembah dengan segenap hatimu.


 Kalau memang dengan segenap hatimu, jika memang saudara tahu siapa Raja yang saudara layani, lalu mengapa saudari-saudari yang katanya siap akan pengangkatan ini mengabaikan tangisan hati-Nya? Ulangan 22:5"Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu. 

APA BEDANYA DENGAN DUNIA? Dunia ini tidak berbeda dari saudari dalam berpakaian dengan memperlihatkan bagian dada dan tubuh saudari. Dunia ini tidak berbeda dengan saudari yang juga memperlihatkan bagian tubuh saudari yang merupakan bait Roh Kudus kepada orang-orang dan mereka akan ditelan dalam kenajisan seksual. Mungkin dalam hati, saudari tidak melihat ada yang salah, tapi saudari mempermalukan TUHAN.


 Hal ini hanya menunjukkan bahwa orang-orang Kristen yang menganggap diri mereka siap pengangkatan adalah orang yang mencintai diri mereka sendiri, tamak, pembual, menyombongkan diri, bangga terhadap diri sendiri, mereka akan berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama dan mereka tidak benar-benar MENGASIHI TUHAN seperti yang mereka nyatakan. Bertobatlah dan berubahlah hari ini !

Saudara-saudara, Tuhan menyerukan kepada dunia dan Gereja untuk bangun, karena setiap saat pengangkatan akan terjadi. Persiapkan kedatangan TUHAN dalam Kekudusan dan kebenaran seutuhnya.

Kriteria Kristen Yang Masuk Neraka (Carmello Brenes)

Di tahun 1982, saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan saya meninggal. Sebagaimana kematian menghampiriku, saya merasakan sekeliling menjadi gelap. Saya menemukan diriku berjalan sepanjang terowongan, dan semacam makhluk mengambilku. Sementara kami berjalan dalam terowongan yang gelap dan dingin ini, saya mulai mendengar teriakan yang menyeramkan dan geraman, dan ketakutan yang mencekam tumbuh di dalam diriku. Saya tahu bahwa, walaupun tubuhku telah mati, saya sepertinya masih tetap hidup di tempat ini.
Saya melihat ular besar bergerak di sekeliling, dan semua orang sedang menanggis meminta air. Segera kami tiba di danau yang terbuka, yang memiliki banyak ruangan dan divisi, masing-masing mengandung orang-orang yang berbeda di dalamnya. Saya mulai menanggis dengan teror, memohon Tuhan untuk berbelas kasihan.

 “Tuhan, ingatlah hidupku! Berbelas kasihanlah!” Perasaan mencekam pelan-pelan merayap di jiwaku, dan seluruh hidupku terbayang kembali di pelupuk mata ku. Segera kami sampai pada suatu pintu, saya berteriak lagi, “berbelas kasihanlah kepadaku ya Tuhan; berbelas kasihanlah padaku! Saya mohon pada MU untuk menolongku! Tolong aku Tuhan!!”

Tiba-tiba ada sebuah keheningan, dan saya mendengar sebuah suara yang keras berkata, “Stop!” suara itu mengoncangkan seluruh Neraka, dan makhluk yang memegang tanganku, melepaskanku. “Aku bukanlah Allah para penzinah, Aku bukanlah Allah para pencabul, Aku bukanlah Allah para pembohong. Kenapa kau memanggilku Tuhan, bila Aku bukanlah Allah mereka yang sombong? (Lukas 6:46)

Saya merasa bahwa saya akan dihancurkan, tetapi sesaat kemudian, suara Allah menjadi lembut, “Mari dan Aku akan memperlihatkan kepadamu apa yang sedang terjadi dalam tempat ini yang sedang menunggu semua yang tidak bersedia mengikuti JalanKU dan yang telah berjalan menurut imajinasi hati mereka sendiri.”

Kami kemudian berjalan ke sebuah tempat dimana saya melihat seorang wanita yang duduk di kursi goyang. Masih ada geraman yang mengerikan keluar dari seluruh tempat itu. Pertama-tama, dia terlihat oke, tapi kemudian tubuhnya berubah menjadi seorang tukang sihir, dan dia berteriak dalam kesakitan, terbakar dalam api. Dia memohon untuk belas kasihan, tapi Tuhan berkata kepadaku, “Upah dosa adalah maut, dan mereka yang tiba di tempat ini tidak akan pernah keluar lagi.” (Roma 6:23)

Tuhan menunjukkan kepadaku banyak orang yang tidak taat, banyak yang merupakan bagian dari Gereja Kristen. Mereka menanggis dan memohon untuk belas kasihan, tapi tidak ada belas kasihan. Belas kasihan hanya dapat ditemukan saat seseorang masih hidup di bumi. Saat orang sudah meninggal, belas kasihan tidak dapat diraih lagi, sebagaimana ada tertulis, “sudah ditetapkan manusia mati untuk sekali, dan setelah itu penghakiman” (Ibrani 9:27)

Yesus juga memperlihatkan padaku sebuah tempat dengan minyak yang mendidih, dan ada banyak orang yang menderita di dalamnya, terbakar dalam api dan berusaha untuk keluar. Tapi setan akan melempar mereka masuk kembali.

Kami berjalan sampai kami tiba di suatu tempat dengan orang-orang yang mendengar Firman Tuhan, tapi tidak pernah mau bertobat.

Saya bahkan melihat pendeta, penginjil, umat percaya dan misionari. Mereka ada disana untuk alasan yang berbeda. Saya melihat seorang pendeta yang tidak percaya pada kuasa Roh Kudus, berbicara dalam bahasa lidah, penyembuhan atau pembaptisan dari Roh Kudus. (Markus 3:29). Dia memohon untuk belas kasihan, dan satu kesempatan lagi untuk memberitahu dunia bahwa berbahasa lidah itu benar, bahwa Roh Kudus adalah benar, dan bahwa ada kemerdekaan yang sesungguhnya dalam injil. Tetapi sudah terlambat bagi dia; dia tidak akan pernah bisa keluar, walaupun dia seorang pendeta. Kesempatannya untuk bertobat hanya dapat terjadi selama di bumi.

Saya juga melihat seorang misionari di Neraka. Dia ada disana karena dia meminta uang untuk memulai sebuah misi di Afrika, tapi dia menahan sebagian uang untuk dirinya. Sekarang dia memohon untuk belas kasihan dan untuk kesempatan lain untuk mengembalikan uang yang bukan miliknya. Ketika dia melihat bahwa Yesus tidak dapat menolongnya, dia mengutuki Yesus.

Saya melihat orang yang sebelumnya menyembah Tuhan di Gereja. Sekarang mereka hanya dapat menanggis memohon belas kasihan untuk dosa mereka karena tidak mau bertobat, mereka telah kehilangan kesempatan mereka untuk bertobat setelah mereka mati. Saya melihat pendeta disana merampok perpuluhan dan persembahan dari jemaat mereka. Mereka juga memohon untuk menghapus perbuatan mereka yang jahat, tapi tidak ada kesempatan lagi.

Mereka yang mati tanpa Yesus Kristus masuk Neraka, dan mereka yang mati dengan Yesus Kristus masuk ke surga. Banyak orang percaya bahwa kematian menghapus keberadaan mereka (annihilationism). Tapi saat kematian, kehidupan Anda yang sesungguhnya dimulai, dalam kemuliaan Tuhan atau dalam penghakiman kekal dan rasa malu. (Daniel 12:2). Anda sedang membuat keputusan itu saat ini. Kita semua harus secara hati-hati merenungkan dimanakah kita akan menghabiskan kekekalan. Apakah Anda ingin menghabiskan kekekalan di Neraka atau dalam Kemuliaan Tuhan? Itu adalah pilihan Anda.

Kami meneruskan perjalanan kami ke sebuah tempat lain yang mengerikan dimana para setan dari segala jenis dan bentuk; beberapa hanya memiliki sebuah lengan, satu mata dan satu kaki yang terpotong. Wajah mereka seperti separuh dari wajah manusia, tetapi selebihnya adalah kosong. Saya bertanya, “Tuhan, apakah ini?” Dan DIA berkata, “mereka adalah setan penghancur, didalam rumah mereka semua yang terhilang. Ini adalah setan yang akan menghancurkan dan menghancurkan tanpa istirahat, hari lepas hari.”
Siksaan di tempat itu sangatlah mengerikan; jiwa-jiwa selalu mengingat hal-hal yang mereka lakukan saat di bumi. Seperti dalam perumpamaan akan orang kaya dan Lazarus. (Lukas 16:19-31). Orang kaya bisa mengingat bahwa dia memiliki seorang ayah dan 5 orang saudara laki-laki. Anda akan mengingat semua hal yang Anda lakukan dalam hidupmu, baik atau buruk; Anda ingat pada seluruh relasi Anda, dan ini adalah bagian dari penyiksaan, karena Anda akan sangat tidak menginginkan mereka masuk ke Neraka pula.

Hari ini banyak orang yang menyampaikan Kabar Baik Injil, memperingatkan mereka yang ada dibumi untuk bertobat. Satu-satunya yang dapat menyelamatkan Anda adalah Yesus, yang berada di sebelah kanan Bapa, siap untuk menyelamatkan Anda. “Keselamatan tidak ada pada seorang pun, karena tidak ada nama lain dibawah langit ini yang daripadanya kita dapat selamat. (Kis 4:12). Percayalah hanya kepada Yesus.


ANAK-ANAK DI NERAKA

Saya menyaksikan seorang wanita dengan 2 orang anak yang sedang berteriak kepada ibu mereka: “Mengapa? Mengapa kau tidak membawa kami ke sekolah Minggu? Mengapa kau tidak mengizinkan kami pergi ke Gereja?”Mereka mengutuki dia karena dia tidak pernah mengizinkan mereka untuk mendengar Injil.

Bahkan kini, saya masih bisa merasakan sakit dan kengerian di dalam jiwa saya ketika saya mengingat bahwa ada anak kecil di Neraka. Saya melihat beberapa berumur 12 dan 14 tahun. Mereka juga menyesali banyak hal yang mereka lakukan di Bumi. Banyak orang Kristen mengabaikan kenyataan bahwa anak kecil bisa terhilang pula, karena mereka masih kecil. Tapi saya memberitahumu, jika seorang anak kecil bisa membedakan dari yang baik dan jahat, dan mereka tidak berjalan dalam jalannya Tuhan, mereka pun bisa masuk ke tempat penyiksaan itu(Ams 22 :6).

Ada tertulis di alkitab, “Saya melihat orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan tahta, dan dibukalah sebuah buku. Ada sebuah buku lain juga dibuka, yaitu Buku Kehidupan. Orang mati dihakimi berdasarkan apa yang telah mereka lakukan sesuai yang tercatat di buku.” (Why 20:12).
Semua orang yang bisa membedakan apa yang baik dan jahat akan berdiri di hadapan Tuhan; tidak ada yang tersembunyi di mata Tuhan.

Kami terus berjalan hingga kami tiba di sebuah tempat yang menyerupai stadium. Ada banyak setan disana menertawakan jiwa-jiwa yang terhilang. Para setan mengejek mereka, dan menyiksa mereka yang diciptakan dalam rupa Allah.

Para setan akan merobek bagian tubuh orang dan menyembunyikannya, membuat orang mencari-cari. Para setan mendapatkan kesenangan sadis dengan menghasilkan sakit. Seperti yang ada tertulis “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan...”(Yoh 10:10).

Orang-orang disana sangat haus akan air, tetapi tidak ada. Mereka bahkan menyesali hari mereka dilahirkan. Tetapi perasaan terburuk adalah untuk mereka yang mengenal Yesus, yang kemudian menjauh dari DIA. Jika Anda telah menjauh dari Yesus, jika Anda tidak lagi mengikuti jalan-jalanNya, hari ini adalah hari untuk datang kembali! Jangan malu akan apa yang dikatakan oleh temanmu atau orang lain.

Ingatlah apa yang pernah Yesus katakan tentang mereka yang malu mengakui DIA. “Barang siapa malu karena Aku dan perkataanKU, Anak Manusia pun akan malu akan orang tersebut saat DIA datang kemuliaanNya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.”(Luk 9:26).

Inilah waktu bagi Anda untuk lari kepada hadirat Allah; dan mencari keselamatan. Jangan mencari sebuah Gereja yang membuat Anda merasa baik; carilah sebuah Gereja dimana Roh Allah bekerja dan bertobatlah dari semua dosa-dosa Anda! Inilah waktu untuk pertobatan yang sungguh-sungguh; waktu untuk menanggis kepada Tuhan dan lari kepada Yesus. Jika Anda mempunyai dosa-dosa yang belum Anda hentikan, jiwa Anda berada dalam BAHAYA, karena Alkitab berkata bahwa Yesus akan datang seperti pencuri di malam hari, (1 Tes 5:2) Apakah Anda siap atau tidak?

Kami terus menyaksikan para setan menyiksa orang. Saya melihat mata seseorang dicongkel dan disembunyikan, dan orang tersebut harus menyeret diri mereka dalam kesakitan untuk menemukannya. Para setan mendapatkan kesenangan dari kekejaman mereka. Bagi yang lain, mereka dicopot lengan dan kaki. Tetapi bagi mereka yang telah mengenal Tuhan, kemudian mati dalam dosa-dosanya, hukuman mereka lebih buruk lagi. Mereka mendapatkan penghukuman double (Ibr 10: 26-27). Mereka yang tidak pernah mengenal Tuhan juga berada dalam penyiksaan, tetapi lebih menderita bagi mereka yang pernah mengenal Tuhan dan kemudian menjadi penggosip ( 2 Pet 2 : 21).

Ketika saya disana, saya merasakan kengerian di dalam jiwa saya, murni panik. Saya memiliki semacam belas kasihan bagi semua jiwa-jiwa yang menanggis untuk belas kasihan. Yesus berkata, “Aku akan memperlihatkan kepadamu berapa banyak lagi yang sedang menanti jiwa-jiwa yang hilang.”

Kami melewati tempat lain yang mempunyai banyak sel pembakaran yang berbeda. Di dalam sel itu adalah jiwa-jiwa, tetapi apa yang tersisa dari mereka hanyalah tulang abu-abu yang terbakar hangus. Tetapi mereka tetap dapat merasakan sakit, dan mereka berteriak kepada Yesus untuk berbelas kasihan saat Yesus lewat. Saya mengetahui bahwa orang-orang ini pernah berada di Gereja; beberapa bahkan menyampaikan Firman Tuhan saat mereka hidup, beberapa mengusir setan-setan dan berbicara dalam karunia lidah saat di Bumi. Tapi sekarang orang-orang Kristen berada di bawah sini, karena suatu hari mereka memutuskan untuk berpaling dari jalan-jalannya Tuhan.



JALAN MENUJU NERAKA


Tuhan berkata, “Lihatlah pada jalan yang lebar ini.” Saya melihat sebuah jalan dimana banyak umat percaya yang berjalan, dan mereka bahkan membawa alkitab. Saya melihat beberapa berdoa dan yang lainnya menyanyikan pujian. Saya melihat jalan yang sempit dari Tuhan membelok ke kanan, tapi orang-orang Kristen terus berjalan lurus menuju Neraka. Yesus menjelaskan, “Mereka mempunyai kehidupan ganda; mereka menjalani 2 kehidupan; satu di rumah doa KU, dan yang lain di rumah mereka sendiri.” Saya berkata, “Tapi Tuhan, orang-orang ini memuji namaMU!” Yesus menjawab, “Ya, dan bahkan saat mereka menanggis, berteriak, dan mengatakan hal-hal yang baik mengenai Aku dan kepada kepadaKU, hati mereka penuh dengan perzinahan, penuh dengan kejahatan, penuh dengan kebohongan, penuh dengan penipuan, penuh dengan kebencian, penuh dengan akar kepahitan, penuh dengan pikiran-pikiran buruk.” Kemudian, saya mengerti apa yang telah tertulis di Alkitab, “Bukan semua orang yang berkata kepadaKU, ‘Tuhan... Tuhan..’, akan memasuki Kerajaan Surga, tetapi hanya dia yang melakukan kehendak BapaKU yang di Surga.”(Mat 7 :21).

Banyak orang Kristen yang mempunyai kebencian atau kepahitan dalam hati mereka terhadap saudara mereka; dan tidak beribadah karena saudara tersebut. Tetapi saat pendeta bertanya kepada Gereja, “Berapa banyak dari saudara yang mengasihi Tuhan?” Mereka menjawab, “Amin!” tetapi Alkitab berkata bahwa mereka yang membenci saudaranya adalah seperti pembunuh, dan tidak pembunuh yang dapat masuk dalam Kerajaan Surga. Ada tertulis,“Barang siapa yang marah dengan saudaranya, akan dihakimi. Dan lagi, barang siapa yang berkata kepada saudaranya, ‘Raca’, harus menjawab para Sanhedrin. Tetapi barang siapa yang berkata, ‘Kamu bodoh!’ akan berada dalam bahaya api Neraka!” ( Mat 5 : 22 ). Saudara ini akan sangat menyesali hal itu saat Tuhan datang kembali.

Alkitab mengatakan kepada kita, “Janganlah membenci saudaramu dalam hatimu. Tegurlah tetanggamu secara terus terang sehingga kamu tidak berbagi dosanya. Janganlah mencari pembalasan atau menaruh dendam terhadap orang lain, tetapi kasihilah tetanggamu seperti dirimu sendiri. Akulah Tuhan.” ( Ima 19 : 17-18 ). Sangatlah menyedihkan saat mereka yang melayani Tuhan, tidak berhasil mencapai Surga. Anda perlu secara serius merenungkan hal ini dan bertanya, “Apakah saya siap untuk Tuhan? Apakah saya sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan? Apakah hidupku menyenangkan hati Tuhan?” Anda masih memiliki waktu untuk mengarahkan hatimu kepada Tuhan dan menghindari Neraka.

Beberapa orang tidak perduli mengenai kemanakah mereka akan pergi, mereka hanya ingin menikmati hidup ini. Tapi saya memberitahu Anda, meluangkan waktu bersama Yesus, bukan dengan wanita asing untuk menikmati hidup. Meluangkan waktu di rumahnya Tuhan, bukan di bar, adalah hidup. Kita perlu meminta Tuhan untuk berbelas kasihan bagi mereka yang masih berjalan di jalan kematian dan dosa.

Di Neraka, kami melihat banyak yang berpikir mereka menjalani kehidupan yang kudus selama di Bumi, tetapi sekarang mereka hanya memohon untuk belas kasihan dan kesempatan lain. Jiwaku sakit karena mereka. Kami melihat seorang wanita yang berpura-pura seolah-olah mereka membaca Firman Tuhan, dan berkhotbah mengenai Yoh 3 : 16. Dia berkata: “Karena Allah begitu mencintai dunia hingga DIA menganugrahkan putraNYa yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yesus berkata bahwa wanita tersebut ada disana “Karena dia tidak dapat mengampuni suaminya; dia tidak pernah mampu untuk mengampuni suaminya.” (Mat 6 : 14-15). Wanita ini telah mengembalakan sebuah Gereja Injili selama 35 tahun, tetapi sekarang berada di Neraka, dia memohon untuk satu kesempatan lagi untuk mengampuni suaminya.

Alkitab memperingatkan kita, “Segeralah berdamai dengan lawanmu yang membawamu ke pengadilan. Lakukan itu selama kamu masih bersama-sama dengan dia dalam perjalanan, atau dia akan menyerahkanmu kepada Hakim, dan sang Hakim akan menyerahkanmu kepada petugas, dan kamu akan dilempar ke dalam penjara.” ( Mat 5 : 25 )dan “diberkatilah mereka yang murah hati, karena mereka akan beroleh belas kasihan.” ( Mat 5 : 7 ).

Jika Anda adalah seseorang yang menangis di hadapan Tuhan, Anda masih berada di bawah anugrah dan belas kasihan. Tetapi jika Anda merasa tidak dapat menangis lagi, atau berdoa lagi, jika Anda telah menghentikan kehidupan doa Anda, maka Anda berada dalam bahaya besar.

Pengampunan adalah suatu hal yang spesial, dan wanita tersebut tidak pernah mengampuni. Setelah 35 tahun bekerja keras untuk Tuhan, dia kehilangan semua pada akhirnya. Renungkanlah hal ini, dan pastikan Anda telah mengampuni semua. Bagaimana caranya Anda ingin menghabiskan kekekalan?

Saudara laki-laki saya sering berkata kepada saya: “Di hari saya meninggal, saya akan pergi ke Neraka dan membiarkan para setan menyiksaku.” Tapi bersyukur dia telah bertobat dari kepercayaannya yang bodoh, karena penghakiman dari Tuhan telah menjamah dia. Sementara menuliskan pesan ini, dia sedang terbaring sakit, karena AIDS. Dia memohon Tuhan untuk kesempatan, dan dia akhirnya menyerahkan hatinya kepada Yesus. Dia tidak berpikir seperti dulu lagi, dan tidak mau pergi ke tempat penyiksaan itu. Syukurlah, saudaraku telah menerima Yesus sebagai juruslamatnya. Saudaraku beruntung; dia tahu waktunya tidak banyak lagi. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu kapan mereka akan meninggal.

Yesus dan saya terus berjalan sampai kami tiba pada sebuah grup orang yang menyebut diri mereka “Kristen Injili”. Yesus menjelaskan mengapa orang-orang ini berada di Neraka. Di lingkungan mereka tinggal, ada seorang pemabuk yang menjadi seorang Kristen. Suatu hari istrinya sakit parah. Dia mulai mengedor pintu demi pintu, mencari pertolongan untuk membawanya ke rumah sakit. Ketika dia tiba di rumah orang Kristen, dia mengatakan kepada mereka, “Istriku menjadi sakit parah. Saya butuh untuk meminjam sedikit uang untuk membawanya ke rumah sakit!” Ketika dia pergi ke rumah orang Kristen lainnya mereka juga menolak menolong dia. Pada akhirnya istri pria tersebut meninggal.

Salah satu dari sekelompok Kristen itu berkata, “Saya yakin telah mengajarkan pemabuk itu sebuah pelajaran, dia hanya ingin uang itu untuk mabuk-mabukan, tetapi dia dapat membodohi aku! Saya tidak memberikannya sepeser pun!” Sekarang di Neraka, mereka berada dalam api dan tersiksa, dan secara mendalam menyesali kejahatan mereka. ( Mat 23 : 31 – 46 ).

Orang-orang ini diikat dengan tali, dan terbakar. Kulit mereka jatuh dari tubuh mereka, dan tidak akhir dari penyiksaan tersebut. Mereka ingat segala yang jahat yang mereka lakukan.


SEORANG KRISTEN YANG SOMBONG


Tolong dengarkan saya dengan hati-hati. Saya juga seorang Kristen Injili. Saya berdoa untuk orang sakit dan Tuhan menyembuhkan mereka, saya berdoa untuk orang lumpuh dan Tuhan membangkitkan mereka. Saya mengusir setan dan berbicara dalam karunia lidah, tapi saya mempunyai roh kesombongan, yang membuatku melihat pendetaku secara spiritual lebih kecil dari saya.

Saya melihat banyak muzizat dalam pelayanan saya, lebih dari pendeta saya. Tapi saya mulai berpikir bahwa hal tersebut karena saya, bahwa yang melakukan muzizat adalah saya. Dalam kesombongan saya, saya berpikir bahwa saya mempunyai karunia super, seseorang yang spesial. Saya tidak mengerti bahwa karena belas kasihan Allah yang ada dalam hidupku. Ketika saya pergi ke Neraka, Tuhan memberitahuku, “Aku bukanlah Allah atas orang-orang yang sombong.”

Banyak dari kita berdiri di depan altar Tuhan dengan keangkuhan dan kesombongan. Banyak, yang menyanyikan pujian kepada Tuhan, mulai penuh dengan keangkuhan. Banyak dari pelayan Tuhan yang menyampaikan Firman, dan yang dipakai secara dahsyat oleh Tuhan, mulai berpikir bahwa mereka sangatlah penting? Banyak orang yang bekerja dalam pelepasan juga penuh dengan keangkuhan? Saya ingin memberitahu Anda bahwa Tuhan melihat semua, dan mengetahui hati Anda.

Jika Anda mempunyai kesombongan, keangkuhan, atau kebanggaan dalam hati Anda, jika Anda melihat saudara Anda atau pendeta dengan sepele, tolong bertobatlah dari dosa-dosa Anda secepatnya! Lebih baik dipermalukan di depan manusia, daripada dipermalukan di hadapan Tuhan. Saya harap Anda dapat melihat tempat ini, seperti saya. Saya harap Anda dapat mendengar tanggisan mereka yang terkutuk, merasakan kengerian yang saya rasakan, dan melihat penghakiman kekal mereka, maka Anda akan mengerti.

Kami terus berjalan sampai kami tiba di semacam ruang tunggu. Kami melihat setan yang berteriak, dan setan lainnya mempersembahkan diri mereka kepadanya. Dua dari mereka berada dalam wujud seorang wanita cantik. Tugas mereka adalah untuk menghancurkan pelayanan, dan memimpin pelayanan kepada dosa. Mereka yang melayani Tuhan, haruslah berhati-hati akan jebakan iblis. iblis ingin menghancurkan hidup Anda, dan dia bisa memakai orang-orang yang dekat dengan Anda, mereka yang tidak berjalan dekat dengan Yesus. Mereka bisa menjadi alatnya iblis.

Iblis juga mempunyai setan yang menyamar sebagai pria. Mereka pergi ke gereja untuk mencari wanita muda dan bahkan wanita yang sudah menikah, untuk menuntun mereka kepada dosa, menghancurkan pernikahan dan hidup.

Di Neraka, saya juga melihat seorang pria yang menghujat Roh Kudus ( Luk 12 : 10 ). Dia ada disana memohon belas kasihan, dan berteriak dalam kesakitan. Ada banyak cacing di seluruh wajah dan tubuhnya. Dia mencoba untuk memindahkan mereka, tapi ada lebih banyak lagi yang keluar ( Mark 9 : 44 ). Sakitnya sungguh tak tertahankan.

Pria ini kuatir anggota keluarganya akan tiba di sana. Jika Anda sungguh-sungguh mencintai keluarga Anda, sampaikan Kabar Baik Allah kepada mereka, sehingga mereka bisa menghindari Neraka ( Kis 16 : 31 ).

Alkitab berkata, “Janganlah takut kepada mereka yang sanggup membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada DIA yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam Neraka.” ( Mat 10 : 28 ).

Orang-orang Kristen haruslah ingat walaupun mereka bisa menyembunyikan kebenaran dari pendeta mereka, majelis, penatua, dan Jemaat, mereka TIDAK dapat menyembunyikannya dari hadirat Tuhan. Seperti ada tertulis,“Kemanakah aku dapat pergi dari RohMU? Kemanakah aku dapat lari dari hadiratMU? Jika aku pergi ke Surga, Engkau ada disana; jika aku menaruh tempat tidurku di kedalaman, Engkau ada di sana. Jika aku bangun di atas sayap fajar, jika aku menetap di ujung laut, bahkan disana pun tanganMU akan menuntunku, tangan kananMU akan memegangku kuat-kuat.” ( Mzm 139 : 7-10 ).


BERBOHONG KEPADA TUHAN

Mungkin terdengar gila, tapi banyak orang Kristen berakhir di Neraka karena berbohong. Orang-orang Kristen sering tidak acuh berbohong di Gereja, dan berpikir tidak apa-apa. Pendeta mungkin akan bertanya kepada mereka sebuah pertanyaan, dan seorang jemaat akan berbohong kepada mereka. Tapi kita harus ingat bahwa sebuah kebohongan yang sederhanalah yang menyebabkan Tuhan membunuh Ananias dan Saphira saat di Gereja ( Rm 5 : 3-10 ).

Banyak orang Kristen yang berada di Neraka karena berbohong kepada pendeta. Mereka tidak menyadari bahwa mereka berbohong kepada Tuhan. Dan alkitab memperingatkan kita, tidak ada pezinahan, tidak ada pezinah, tidak ada PEMBOHONG yang akan mewarisi Kerajaan Allah ( Why 21 : 8 ; 1 Kor 6 : 9-10 ).

Anda harus tahu walaupun Anda menyatakan diri Anda sebagai seorang Kristen, Anda masih bisa menjadi tidak kudus di hadapan Tuhan, jika Anda terus berdosa. Saya secara pribadi telah dipakai oleh Tuhan, tetapi tetap mempunyai kesombongan dalam hati saya ( Mat 7 : 21-23 ). Masih banyak waktu untuk bertobat dan memperbaharui hati dan pikiran Anda.

Jika Anda seorang Kristen yang suam-suam kuku, penggosip, atau menjalani kehidupan ganda, tundukkan kepala Anda saat ini di hadapan Tuhan, dan mohon untuk pengampunan, bersedia untuk berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Jika Anda tidak mengenal Yesus, berdoa sekarang, dan minta DIA untuk pengampunan, minta DIA untuk masuk ke dalam hati Anda, terima DIA sebagai Juruselamat Anda.

Manfaatkanlah kesempatan hidup di dunia ini
Bertobatlah dan Sucikan diri kita dengan DarahNya dan Kuasa Api Roh Kudus!