Tampilkan postingan dengan label Surga & Neraka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surga & Neraka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Penglihatan Surga dan Neraka oleh Park Young Gyu

Di tahun 1987, Pdt. Park telah meninggal karena tekanan darah tinggi. Tapi oleh anugrah Tuhan, hidupnya diperpanjang 20 tahun lagi. Tetapi, untuk 4 tahun pertama, dia tidak dapat berbicara karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Umurnya 50 tahun sewaktu dia kembali hidup. Selama dia meninggal, TUHAN memperlihatkan kepadanya Sorga dan Neraka.


Inilah penuturan Pendeta Park:
Saya ingin Anda tahu jika Anda sombong dan angkuh, Anda akan mendatangkan kutukan atas dirimu. Saya memiliki jemaat besar dengan 5000 anggota tapi Tuhan merendahkan saya karena kesombongan saya. Sekarang saya takut akan Allah. (Yakobus 4:6)

Saya memiliki harta kekayaan seharga 150 juta US$. Saya memiliki lima mobil mewah. Tapi setelah peristiwa kematian saya, saya memberikan semuanya. Tolonglah ingat, keselamatan tidak dapat diperoleh oleh banyaknya hartamu melainkan melalui iman. Sekarang saya memohon kepada para gembala, penatua, dan pemimpin lainnya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati.

Pada tanggal 19 Desember 1987, setelah saya selesai makan siang dan sementara saya sedang beristirahat, saya mulai merasakan sakit yang amat sangat. Hal itu sungguh tak tertahankan sehingga saya merasa bahwa saya akan mati. Kemudian saya kehilangan kesadaran saya. Saya terbangun empat bulan kemudian dalam kondisi yang setengah sadar, dan dokter saya mengatakan kepada saya bahwa saya sebetulnya akan mati. Seluruh bagian tubuh saya syarafnya robek sejak mengalami kelumpuhan. Dan keluarga saya belum pernah mengizinkan anggota Gereja untuk menengok saya karena kondisi saya yang mengerikan. Kemudian saya meninggal.

Ketika meninggal, saya melihat dua orang memasuki kamar saya. Tetapi orang-orang ini masuk ke kamar saya melalui dinding. Saya berteriak, “Siapa, siapa kalian?! Rumah saya akan hancur bila kalian begitu!!” Kemudian yang seorang berkata, “Kami adalah malaikat-malaikat yang turun dari Sorga. Kami datang dari Kerajaan Allah.” Sebuah cahaya yang terang bersinar melalui para malaikat itu.

Malaikat yang berada di sebelah kanan saya memperkenalkan dirinya, “Saya berkeliling bagi Yesus dalam Kerajaan-Nya. Yesus memanggilku dan memerintahkanku untuk turun ke bumi. Dia memerintahkanku untuk membawamu ke Sorga. Kamu sudah mati. Tapi karena keluargamu menangis dengan teramat sedih, DIA berkehendak untuk memberikanmu hidup lebih lama lagi. Tapi untuk sekarang, DIA ingin memperlihatkan kepadamu Sorga dan Neraka. DIA akan memperlihatkannya kepadamu dan kamu akan memberi kesaksian kepada orang-orang yang ada di bumi. Semoga jumlah orang yang berakhir di Neraka akan berkurang dan jumlah orang yang akan ke Sorga menjadi bertambah karena kesaksianmu. Ini akan menjadi tugasmu. Tuhan mengintruksikan kepada kami untuk menyampaikannya kepadamu supaya jangan menunda. Jika kamu menunda, kamu tidak akan sanggup untuk mengunjungi Sorga dan Neraka.”

Kemudian malaikat di sebelah kiri saya berkata, “Di saat kamu lahir dan sampai pada saat kamu meninggal, aku telah bersama-sama denganmu.” Pada saat itu, saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh malaikat itu. Sekarang saya tahu. Dia adalah malaikat penjaga saya. Jadi saya berkata, “Saya tidak dapat pergi! Saya tidak akan pergi! Saya seorang pendeta! Saya tidak dapat bertemu TUHAN dalam kondisi fisik seperti ini. Saya ingin melihat DIA dalam keadaan sehat. Saya mungkin akan menerima lebih banyak hukuman daripada pujian dari TUHAN. Saya angkuh dan sombong dan sekarang saya terkutuk dan sakit. Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke Sorga? Saya sangat takut. Saya mohon, kembalilah ke Sorga dan mintalah kepada TUHAN untuk menyembuhkan saya. Kemudian kembali dan bawa saya ke Sorga melalui mimpi saya. Saya mohon mintalah belas kasihan untuk saya.”

Tapi para malaikat tidak mendengarkan sanggahan saya. Mereka melepaskan pakaian saya dan berkata bahwa pakaian saya terlalu kotor untuk dikenakan di Sorga. Kemudian mereka memakaikan kepada saya pakaian putih bersih. (Zakharia 3:4)

Mereka memegang tangan saya dan kami terbang ke Sorga. Kami terbang melalui awan-awan dan saat saya melihat ke bawah, saya melihat bumi menjadi kecil. Mereka membawa saya mendekat pada Jalan Emas yang tak berujung. Saya melihat sebuah sinar yang terang, terlalu terang untuk ditatap secara langsung. Saya berkata, “Darimanakah cahaya ini berasal?” “Datangnya dari Sorga”, jawab malaikat.

Saya berpikir, “Wow! Besar sekali!” saya melihat sekelompok orang dalam pakaian putih terbang melaluinya. “Siapakah mereka?”, saya bertanya.

Malaikat menjawab, “Mereka adalah orang yang telah melayani Tuhan dengan setia dan percaya kepada Yesus dengan mematuhi dan mengikuti tuntunan Roh Kudus dengan segenap hati mereka. Tubuh mereka telah mati di bumi. Mereka sekarang adalah jiwa-jiwa yang menuju Sorga.”

Malaikat lain melanjutkan, “Ada 12 pintu gerbang di Sorga. Ketika satu jiwa datang ke Sorga, mereka harus masuk melalui salah satu gerbang itu.” Kami sedang berdiri di pintu Selatan tapi sudah tertutup. Sementara kami sedang menunggu, saya bertanya kepada malaikat, “Malaikat, kenapa gerbang ini tidak terbuka?”

Malaikat menjawab, “Hal itu karena kamu tidak bernyanyi lagu penyembahan Sorga.” (Mzm 100:4)
Saya bertanya, “Malaikat, saya sangatlah angkuh dan sombong dan sebagai hasilnya saya telah dikutuk dengan penyakit. Saya bukanlah seorang penyanyi lagu penyembahan bumi. Bagaimana saya sanggup bernyanyi lagu penyembahan Sorga ketika saya tidak pernah mendengar sebelumnya?”

Malaikat menjawab, “Kau benar. Tetapi kau tetap harus menyiapkan dirimu untuk menyembah. Kau adalah seorang yang angkuh tapi bersiaplah untuk bernyanyi.” Para malaikat mulai menyanyi. Saat mereka menyanyi, saya mulai turut bernyanyi bersama mereka. Hal itu kemudian menjadi sangat alamiah bagi saya, dan kami pun masuk.

Pemandangan di Sorga sungguh tak tergambarkan. Saya tidak dapat menggambarkan Sorga dengan bahasa bumi saya. Saya berkata, “Tuhan! Terima kasih banyak! Sekalipun, saya sangat angkuh dan sombong dan terkutuk dengan sebuah penyakit, Engkau tetap membawa saya ke Sorga untuk melihat-lihat.”

Saya kemudian mendengar suara Allah, “Pendeta Park Yong Gyu KU yang tercinta, AKU menyambutmu. Kau telah menempuh perjalanan panjang kemari.” Suara-NYA dipenuhi oleh kasih dan kelembutan.

Saya menjawab dengan menangis, “Tuhan...” Malaikat segera berkata, “Kamu telah menjadi pendeta selama 20 tahun. Tidakkah kamu baca Alkitabmu? Tidak ada airmata di Sorga. Jadi berhentilah!” Saya tidak dapat meneruskan tangis saya. (Wah 21:4).

Tuhan kemudian bertanya kepada saya lima pertanyaan.
1. Berapa banyak waktu yang kau luangkan untuk membaca Firman (Alkitab)?
2. Berapa banyak yang kau beri untuk persembahan?
3. Berapa kali kau menginjili orang?
4. Apakah kau telah memberi persepuluhan dengan benar?
5. Berapa banyak waktu yang kau habiskan di dalam doa?”

Saya tidak dapat menjawab kelima pertanyaan tersebut. Tuhan menghukum saya untuk kelima pertanyaan itu.

“Setelah kamu menjadi seorang pendeta yang besar, kamu telah menjadi malas untuk berdoa. Menjadi sibuk bukanlah alasan untuk-KU!” Saya harus bertobat untuk hal itu kemudian. “Malaikat akan memperlihatkan kepadamu banyak tempat di Sorga dan di Neraka. Lihatlah ke sekeliling sebanyak yang kamu harapkan. Kamu akan pergi setelah menyaksikan banyak bagian berbeda dari Sorga dan Neraka.” Tetapi Tuhan tidak mengizinkan saya untuk melihat wajah-NYA.

Para malaikat pertama membawa saya ke tiga tempat berbeda di Sorga:

1. Saya melihat anak kecil tinggal bersama.
2. Saya melihat tempat tinggal orang dewasa.
3. Saya melihat jiwa-jiwa yang berhasil mencapai sorga, walaupun mereka berhasil masuk Sorga, tetapi mereka masuk dengan perasaan malu.

Banyak orang telah bertanya kepada saya berapakah usia anak kecil tersebut. Mereka terlihat seperti anak-anak TK. Mereka bukanlah anak laki-laki kecil atau perempuan seperti yang kita ketahui berdasarkan jenis kelamin. Setiap anak memiliki malaikat bayi pelindung masing-masing.

Di Sorga, kebanyakan dari jiwa-jiwa tersebut memiliki rumah mereka sendiri (Yoh 14:2). Bagaimanapun, ada beberapa yang tidak memiliki rumah. Saya akan menjelaskan ini kemudian. Lebih lanjut, anak-anak tidak memiliki rumah mereka sendiri. Saya bertanya, “Anak-anak juga adalah jiwa, mengapa mereka tidak memiliki rumah mereka sendiri?”

Malaikat menjawab, “Sama seperti manusia di bumi membutuhkan bahan-bahan untuk membangun rumah mereka, kami yang ada di Sorga pun membutuhkan bahan untuk membangun. Ketika seseorang melayani Gereja dan orang lain dengan setia seperti untuk Tuhan, maka perbuatan-perbuatan baik itu akan menjadi bahan bagi pembangunan rumah orang tersebut di Sorga.

Ketika bahan-bahan disediakan, para malaikat yang ditugaskan untuk membangun rumah orang-orang kudus akan pergi mengerjakannya. Anak-anak yang masih sangat muda usianya tidak memiliki bahan-bahan untuk membangun rumah. Dengan kata lain, mereka tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk menghasilkan imbalan/bahan. Inilah mengapa mereka tidak memiliki rumah.”

Saya melanjutkan dengan pertanyaan saya, “Apa yang harus saya lakukan di bumi untuk menyediakan bahan-bahan bagi rumah saya?”

Malaikat menjawab, “Ada tujuh hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:

1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.
2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.
3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.
4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.
5. Persembahan seseorang kepada Allah.
6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.
7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

Inilah perbuatan atau pekerjaan karena ketaatan dimana seseorang mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah Sorgawi mereka. Jika seseorang kurang dalam area ini, mereka tidak akan memiliki bahan untuk membangun rumah mereka.”



TEMPAT ANAK-ANAK

Ada banyak orang di Sorga yang tidak memiliki rumah. Bahkan yang tidak memiliki rumah ternyata adalah para pendeta, penatua, majelis, pemimpin, dsb. Saya bertanya lagi karena penasaran, “Dimanakah anak-anak tinggal kemudian?”
Malaikat menjawab, “Mereka tinggal disini.” Saat saya melihat ke sekeliling, mereka berkumpul di seluruh area taman bunga. Taman bunga sangat indah dan wanginya melebihi wewangian yang ada di dunia. Pemandangannya melebihi apa yang dapat saya gambarkan.


TEMPAT ORANG DEWASA

Tempat kedua adalah tempat bagi orang dewasa yang setia. Ada perbedaan antara Keselamatan dan Upah. Di tempat ini ada banyak rumah (Yoh 14:2). Rumah-rumah tersebut dibangun dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Beberapa rumah sangat tinggi setinggi gedung pencakar langit di bumi. Mereka yang dengan setia telah melayani Tuhan saat hidup di bumi telah membangun rumah mereka dengan permata/mutiara dan batu-batu langka. Di tempat ini, semua orang terlihat berumur 20-30 tahun. Di sini tidak ada perbedaan kelamin pria dan wanita. Tidak ada orang sakit, tua, atau orang cacat.

Saya dulu pernah mengenal seseorang yang sudah tua, oh, Im Myung. Dia telah meninggal di umur yang ke 65 tahun. Dia seorang yang bertubuh pendek, setinggi anak SD kelas 2. Dia telah menderita akibat penyakit langka. Tetapi, bila sudah menyangkut Alkitab, dia ibarat seorang lulusan PhD. Dia telah menulis banyak komentar. Saya bertemu dia di Sorga, dan di sana tubuhnya tinggi dan tampan. Dia tidak lagi sakit tetapi sehat. Sorga sungguh adalah tempat yang sangat menyenangkan! Saya penuh dengan pengharapan! Saya mohon percayalah dengan apa yang saya katakan saudara-saudari terkasih!

ORANG-ORANG YANG DISELAMATKAN DENGAN PERASAAN MALU

Tempat ketiga adalah bagi mereka yang telah diselamatkan dengan perasaan malu (1 Kor 3:15). Desa ini sangatlah besar ukurannya, beberapa kali lebih luas dari tempat yang kedua, dimana rumah-rumahnya terbuat dari permata/mutiara dan batu-batu langka. Saya tiba di tempat ini dalam kecepatan tinggi, mengendarai kereta emas. Terletak sangat jauh dari tempat indah lainnya yang saya lihat di Sorga.

Saya bertanya kepada para malaikat, “Saya melihat banyak tanah lapang dan hutan belantara. Mengapa saya tidak melihat adanya rumah?” Malaikat menjawab, “Yang kamu lihat adalah rumah.”

Saya melihat rumah flat yang besar, yang mengingatkan saya akan kandang ayam raksasa atau sejenis rumah gudang. Rumah-rumah ini tidaklah gemerlap, tetapi kumuh. Desa ini dan rumah-rumahnya adalah untuk jiwa-jiwa yang telah diselamatkan dengan perasaan malu. Ada begitu banyak rumah-rumah berukuran besar yang suram. Desa ini beberapa kali lebih besar dari tempat dimana jiwa-jiwa yang diberi upah tinggal.
Malaikat berkata, “Apakah kamu melihat dua buah rumah yang besar itu, satu di sebelah kananmu dan satu di sebelah kirimu?” Saya menjawab, “Ya, saya melihatnya.”

Malaikat berkata bahwa dia ingin memperlihatkan kepada saya kedua rumah tersebut secara khusus. Dia berkata, “Rumah di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pendeta di bumi. Rumah yang di sebelah kanan adalah untuk mereka yang merupakan pemimpin di bumi.” Saat kami tiba di depan kedua rumah tersebut, saya menyadari bahwa rumah-rumah tersebut terlihat sama. Saya agak tercengang. Ketika kami membuka pintu dan masuk, kesan pertama saya adalah, “kandang ayam.” Dan bukannya 1000 ekor ayam tinggal di kandangnya, saya melihat jiwa-jiwa. Malaikat menyuruh saya untuk mengamati dengan teliti karena saya akan mengenali beberapa pendeta terkenal yang ada di dalam sejarah. Dan benar. Saya mengenali banyak pendeta yang ada di dalam sejarah. Saya secara khusus menyebut nama seorang pendeta dan bertanya kepada malaikat, “Saya kenal pendeta Korea itu! Saya tahu dia sangat terkenal dan banyak sekali pekerjaan yang telah dia lakukan untuk Tuhan. Mengapa dia ada disini? Saya tidak mengerti.”

Malaikat menjawab, “Dia tidak pernah menyediakan bahan-bahan untuk membangun rumahnya. Inilah mengapa dia tinggal di rumah susun.”

Saya bertanya kembali karena penasaran, “Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mengapa dia sama sekali tidak memiliki bahan-bahan?” Malaikat menjawab, “Sementara dia bekerja sebagai pendeta melakukan tanggungjawabnya sebagai seorang pendeta, dia menikmati pujian dari manusia. Dia senang akan penghormatan. Dia senang dilayani. Tidak ada pengorbanan dan hati hamba dalam dirinya.” Pendeta ini sangatlah dihormati di Korea dan telah menjadi sebuah icon dalam sejarah Kekristenan Korea. Tetapi dia tidak mendapat upah!

Para pendeta di luar sana, saya mohon dengarkanlah! Anda harus menuntun orang bukan hanya pada pelayanan hari Minggu. Anda harus mengunjungi mereka di rumah mereka. Kau harus memelihara yang miskin, yang cacat dan yang tua. Para pendeta yang telah melayani tanpa mengorbankan hidup mereka dan senang dihormati tidak memiliki upah di Sorga (Mat 23:5-12).

Setelah saya menyaksikan pemandangan ini di Sorga dan setelah saya kembali ke bumi, saya segera memberikan semua harta milik saya termasuk lima mobil mewah saya. Hidup kita adalah untuk sementara. Dalam Alkitab, rata-rata hidup ini adalah 70-80 tahun. Tetapi hanya Tuhan yang tahu kapankah seseorang akan meninggal. Setiap orang bisa meninggal sebelum berumur 70 atau 80 tahun. Saya telah memutuskan untuk memberikan semuanya, termasuk pakaian saya. Orang-orang yang telah saya lihat menerima keselamatan dengan rasa malu adalah pendeta, majelis, gembala, dan umat percaya. Ada sejumlah besar majelis dan gembala dalam rumah yang suram ini. Tentu saja, ini lebih baik daripada di Neraka. Tetapi, kenapa ada seorang pun yang ingin masuk ke Sorga dalam cara yang demikian? Saya tidak akan berakhir di tempat yang memalukan itu. Pakaian mereka bahkan tampak suram.


Apakah persyaratan bagi orang Kristen untuk memiliki rumah yang indah di Sorga?

Pertama, kita harus menginjili orang sebanyak mungkin. Bagaimana caranya kita harus menginjili? Malaikat memberitahuku, “Misalkan ada seorang yang tidak mengenal Tuhan. Pada saat kau memutuskan untuk menginjili orang tersebut, bahan-bahan untuk membangun rumah mu telah disediakan. Saat kau secara tidak jemu-jemu berdoa untuk keselamatan mereka, lebih banyak lagi bahan bangunan yang disediakan. Kau harus secara menerus memeriksa keadaan mereka, mengunjungi mereka dan meneruskan penginjilanmu. Hal ini akan menambah jumlah bahan-bahan untuk membangun rumahmu. Jika seseorang berkata mereka tidak memiliki baju yang pantas untuk pergi ke gereja, maka kau harus menyediakan bagi mereka. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki Alkitab, kau harus menyediakan satu baginya. Jika seseorang berkata dia tidak memiliki kacamata untuk membaca, kau harus menyediakan bagi mereka. Kau harus menyediakan apapun juga yang kau mampu sehingga orang ini pun bisa dituntun untuk mengenal Tuhan. Mereka yang tinggal di rumah yang terbaik adalah mereka yang telah menginjili terbanyak.

Para malaikat kemudian membawa saya ke tempat dimana para orang kudus tinggal dalam rumah yang bagus. Disini adalah tempat dimana para orang kudus yang telah banyak menginjili tinggal. Rasanya seperti pusat kota Surga.
Dalam sejarah Kekristenan, ada empat orang yang memiliki rumah terbesar dan paling indah. Para malaikat memperlihatkanku rumah seorang penginjil Amerika D.L Moody, Pendeta Inggris John Wesley, seorang penginjil Italia, dan penginjil Korea Pendeta Choi Gun Nung. Keempat orang ini memiliki rumah paling besar di Sorga. Keempat orang ini telah menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menginjili orang-orang bahkan sampai pada hari kematian mereka.

Di antara umat percaya Korea, ada seorang yang memiliki rumah yang besar. Orang ini telah membangun banyak gedung Gereja dengan seluruh hartanya. Dia telah memberikan 3000 karung beras kepada orang miskin. Dia secara rahasia telah membantu keuangan para pendeta dan pemimpin. Dia membantu membayar iuran sekolah para ahli teologia. Dia juga telah membawa pulang seorang pendeta berumur 65 tahun ke rumahnya dan merawatnya, dimana Gerejanya sendiri telah mengusirnya keluar.

Saya mendengar seorang malaikat berteriak, “Bahannya telah datang!” Saya bertanya kepada malaikat yang berada di sebelah kanan saya mengenai bahan tersebut dan dia mengatakan kepada saya, “Bahan ini untuk penatua dari sebuah gereja kecil di suatu negara. Malah, dia menerima bahan-bahan setiap hari. Walaupun dia miskin, dia datang melayani di Gereja setiap pagi. Dia berdoa untuk 87 jemaat Gereja setiap hari. Dan setelah dia selesai berdoa, dia membersihkan gereja.”

Saya mendengar malaikat lain berteriak, “Kiriman spesial! Anak perempuan si penatua telah memberikan satu-satunya uang yang ia miliki kepada ibunya. Tetapi, si penatua tidak memakai uang itu untuk kepentingannya sendiri. Dia membeli 5 butir telur dan 2 pasang kaos untuk pendeta Gereja. Walaupun sepertinya halnya sebuah persembahan yang kecil, dia telah memberikan semua yang dia miliki. Ini menjadi bahan spesial untuk rumahnya di Sorga.”

Kedua, mereka yang memiliki rumah besar adalah mereka yang telah membangun gedung gereja atau gedung lain untuk Kerajaan Allah dengan harta dan penghasilan mereka.

Di Sorga, saya juga bertemu dengan seorang penatua bernama Choi. Di antara penatua dan gembala yang ada di Sorga, dia memiliki rumah yang paling indah. Rumahnya lebih tinggi daripada gedung yang paling tinggi di Korea. Choi telah membangun banyak gedung Gereja di Korea dengan kekayaannya.

Saya bertanya kepada malaikat, “Bagaimana dengan rumah saya? Apakah dalam proses pembangunan?” Malaikat menjawab, “Tepat sekali!” saya memohon untuk melihat rumah saya. Tapi mereka mengatakan kepada saya bahwa hal tersebut tidak diizinkan. Saya terus saja memohon dan setelah tak henti-hentinya memohon, malaikat mengatakan bahwa sekarang saya telah diizinkan oleh Tuhan untuk melihatnya.

Kami memasuki kereta dan menuju ke suatu tempat yang sangat jauh. Saya penuh dengan pengharapan. Saya bertanya, “Dimanakah rumah saya?” Malaikat menjawab, “Ada di sana!” Tapi yang terlihat hanyalah sebuah fondasi, hanya siap untuk pembangunan. Saya menangis, “Mengapa kau melakukan hal ini pada saya? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin rumah saya berada dalam area pembangunan? Setelah selamat dari perang Korea, saya menjual rumah saya untuk membangun gedung Gereja. Gereja ini bertumbuh hingga 5000 jemaat. Saya menulis banyak buku yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Salah satu buku menjadi best seller. Dari hasil penjualan buku, saya membangun sekolah Kristen. Sekolah telah melahirkan 240 pendeta. Saat masih menjadi Dekan, saya telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Saya telah membangun rumah bagi janda-janda untuk tinggal. Semuanya ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi? Mengapa rumah saya berada dalam area pembangunan saja? Saya sangat frustrasi!”

Malaikat menjawab, “Kamu tidak pantas untuk tinggal dalam rumah yang indah di Sorga karena kamu telah menerima penghormatan dari manusia berulang kali. Setiap kali telah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, kamu dipuji oleh manusia. Kamu bahkan menerima pujian dari koran setempat. Karena itu, semua pekerjaanmu menjadi sia-sia.” (Mat 6:1).

Saya melihat kepada rumah saya di area pembangunan. Lokasinya terletak di tengah-tengah tiga rumah lainnya. Hanya ada 3 lantai. Rumah tersebut memiliki banyak kamar kecil di dua lantai pertama. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa saya memiliki kamar-kamar kecil?” Malaikat menjawab, “Kamar-kamar ini diperuntukkan bagi putra dan putrimu.”

“Saya hanya mempunyai empat orang anak,” Saya menjawab. Malaikat merespon, “Bukan, kamar-kamar tersebut bukan untuk anak-anak duniawimu, tetapi untuk mereka yang telah kamu injili dan selamat.” Saya suka itu! Saya bertanya, “Dimanakah kamar tidur saya?” Malaikat berkata bahwa kamar saya berada di atas atap. Hal itu menganggu saya. Kamar saya bahkan belum selesai. Dengan nada marah saya berkata, “Ruangannya sangat kecil! Mengapa begitu sulit untuk diselesaikan?!” Malaikat menjawab, “Kamu bahkan belum meninggal. Kami tidak bisa menyelesaikan rumah atau kamarmu karena kami tidak tahu bila ada bahan-bahan yang akan ditambahkan kemudian. Apakah kamu mengerti?”

Ketika kami memasuki kamar saya, saya melihat dua sertifikat di dinding, kemudian saya membacanya. Sertifikat pertama menggambarkan saya saat berumur 18 tahun tinggal di rumah yatim piatu. Pada hari Natal saat saya dalam perjalanan pulang ke ibadah pagi, saya melihat seorang laki-laki tua tiduran di jalanan. Saya melepaskan jaket saya dan memberikannya kepadanya. Tindakan itu telah memberi saya upah di Sorga. Sertifikat yang kedua menggambarkan kejadian yang sama tetapi untuk membelikan makanan kecil bagi seorang pria tua. Bukan masalah seberapa banyak uangnya. Tindakan tersebut harus disertai dengan hati yang tulus.

Kami meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke tempat semula. Dalam perjalanan, salah seorang dari malaikat bertanya, “Apakah kamu sedih? Saya akan memberitahu kamu bagaimana caranya untuk membangun rumah yang indah. Tuhan berkata saat kamu kembali ke bumi, kamu harus pergi memberitahukan orang-orang tentang Surga dan Neraka seperti yang telah kamu saksikan.

Kedua, Tuhan menginginkan kamu untuk membangun sebuah tempat bagi para pendeta tua wanita dan penginjil yang tidak memiliki tempat untuk bernaung. Jika kamu setia melakukan semuanya ini, kamu akan memiliki rumah yang indah.”



Neraka

Kedua malaikat tersebut mengawal saya ke Neraka. Mereka berkata, “Sekarang kamu akan mengunjungi Neraka.” Anda tidak bisa membayangkan betapa luasnya Neraka. Saya terus berteriak, “Sangat besar! Sangat besar!” Disini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang terkutuk dan menerima penghukuman kekal berada. Rasanya seperti Neraka 1000 kali lebih luas dari bumi. Setengah dari Neraka berwarna merah dan setengahnya lagi berwarna hitam gelap. Saya bertanya kepada malaikat, “Mengapa bagian ini berwarna merah?”

Malaikat menjawab, “Tidakkah kamu tahu? Itu adalah bara sulfur. Setengahnya lagi adalah kegelapan. Ketika manusia berdosa dan berakhir disini, mereka akan disiksa dari kedua sisi..... Ada beragam jenis Gereja di Bumi dan banyak Gereja yang ibadahnya dihadiri banyak orang. Tetapi, kebanyakan dari mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka hanyalah pengunjung. Gereja yang benar akan percaya adanya Sorga dan Neraka. Hidup banyak orang Kristen berada dalam bahaya karena mereka tidak percaya adanya Sorga dan Neraka. Ketika seorang jiwa masuk ke Sorga, 1000 jiwa terkutuk masuk ke Neraka. Perbandingan jumlah Surga dan Neraka adalah 1:1000.” (Mat 7:14).

Saya seorang pendeta Presbyterian dan seorang pembicara terkenal. Saya lulusan sekolah teologi terbesar di Korea. Saya tidak pernah percaya kisah Sorga dan Neraka. Tetapi sekarang, saya salah seorang yang menulis pengalaman serupa untuk bersaksi kepada yang lain. Walaupun Anda yakin telah menjadi seorang Kristen, jika Anda menjalani kehidupan Anda mengikuti kehendak setan, Anda akan berakhir di Neraka!

Tempat pertama yang saya lihat adalah bara sulfur. Anda bahkan tak bisa bayangkan betapa panasnya api Neraka itu. Tidak ada seorang pun yang dapat menahan panasnya itu.

Orang-orang di Neraka mengungkapkan tiga pernyataan:

1. Terlalu panas dan mereka merasa sekarat. (Luk 16:24)
2. Mereka merasa haus dan merasa sekarat.
3. Mereka minta air. (Zakh 9:11)

Sampai kekekalan! Banyak orang berkata kita bebas di dalam Kristus dan mereka menjalani hidup mereka seperti yang mereka inginkan. Saya bertanya kepada malaikat, “Mereka yang berada di sini, apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Grup pertama adalah orang-orang yang tidak percaya.” Mereka yang tidak menginjili anggota keluarganya harus bertobat!

Malaikat kemudian meneruskan, “Grup kedua adalah mereka yang percaya kepada Yesus, tetapi tidak bertobat dari dosa mereka.” Kita harus bertobat dari dosa kita dan mengakuinya di hadapan Tuhan. Kita tidak boleh berdosa. Hanyalah ucapan mulut bukanlah sebuah pertobatan. Dengan hati yang hancur dan tulus, kita harus bertobat!


ORANG KRISTEN DI NERAKA

Saya kemudian melihat banyak pendeta, penatua, dan majelis di Neraka. Saya bertanya kepada malaikat, “Saya mengenal mereka. Mereka telah melayani Tuhan dengan setia saat di bumi. Mereka telah meninggal beberapa waktu yang lalu. Kami semua telah berpikir bahwa mereka ada di Sorga bersama Tuhan. Tetapi sekarang, saya melihat mereka di Neraka dan mereka menangis kepanasan! Mengapa mereka ada disini?” Ada begitu banyak pendeta, penatua, majelis dan umat percaya.

Malaikat menjawab, “Pendeta Park Yong Gyu, seseorang bisa terlihat sebagai seorang pengikut Kristus yang sejati tetapi Tuhanlah yang tahu hati seseorang. Mereka di sini karena mereka tidak menjaga hari Minggu tetap kudus. Kenyataannya, mereka suka menghasilkan uang pada hari Minggu. (Yer 17:27). Banyak majelis dan penatua yang mengkritik khotbah pendeta mereka. (Mzm 105:5 ; Bil 12: 8-9). Mereka tidak memberi perpuluhan dengan benar. (Mal 3:9) Mereka tidak berdoa. Banyak dari para penatua dan majelis ini telah menyerang pendeta mereka dan melanggar otoritas mereka. Mereka telah mencampuri tugas dan urusan pendeta mereka. (Bil 16) Mereka tidak menginjili orang sama sekali.(Yeh 33:6). Saat mereka sedang sekarat, mereka pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang baik sehingga mereka tidak bertobat. Inilah mengapa mereka dilempar ke dalam api Neraka.”

Saya kemudian melihat seorang Raja dan seorang Pangeran yang pertama kali menganiaya orang-orang Kristen di Korea. Mereka ditempatkan di tengah, yang merupakan tempat terpanas. Saya juga melihat Hitler, Stalin, Mao Zhe Dong, dan seorang pendeta terkenal dari Korea Utara bernama Pendeta Kang, dan seorang pahlawan Jepang yang terkenal, dan banyak lagi.

Kemudian kami tiba pada bagian yang paling gelap, terlalu gelap untuk melihat langkah-langkah kami sekalipun. Saya berteriak, “Malaikat! Malaikat! Sangatlah gelap! Bagaimana saya dapat melihat?” Malaikat menepuk pundak saya dan berkata, “Tunggulah sejenak.”

Dalam beberapa saat, saya dapat melihat sejumlah besar orang yang telanjang. Di seluruh tubuh mereka ada begitu banyak serangga yang merayap. Tak 1 inchi pun yang bebas karena serangga itu memenuhi tubuh mereka. Orang yang telanjang itu berusaha mengibaskan serangga-serangga hingga mengertakan gigi mereka. “Apa yang telah mereka lakukan saat mereka hidup di bumi?”

“Mereka adalah orang-orang yang telah mengkritik dan menggosipkan orang lain di belakang mereka. Mereka tidak berhati-hati dengan apa yang mereka ucapkan mengenai orang lain.” (Mat 5:22).

Saya melihat para setan menusuk dan menikam perut orang-orang dengan tombak. Teriakan mereka sungguh memilukan. Saya bertanya kepada pengawal saya, “Malaikat, apa yang telah orang ini lakukan selama mereka hidup di bumi?”

“Orang-orang ini memiliki pekerjaan, rumah, dan keluarga tetapi mereka tidak memberi kepada Tuhan. Mereka tidak membantu orang-orang miskin, Gereja mereka, atau tujuan ilahi lainnya. Mereka sangatlah pelit dan rakus. Walaupun mereka bertemu dengan orang miskin, mereka mengabaikan orang miskin tersebut dan tidak perduli. Mereka hanya perduli pada diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Mereka berpakaian sangat bagus, berkecukupan dan memiliki kehidupan yang nyaman. Inilah mengapa perut mereka ditusuk karena perut mereka penuh dengan keserakahan.” (Ams 28:27).

Hal itu adalah pemandangan yang menakutkan. Setelah menyaksikan pemandangan demikian, ketika saya kembali ke bumi, saya memberikan semua uang dan harta kepada yang lain. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan uang atau harta, tetapi dengan iman. Neraka adalah tempat yang tidak tertahankan dan menyengsarakan. Hal itu adalah penyiksaan kekal!

Saya juga melihat orang yang kepalanya dipenggal dengan kapak yang sangat tajam. Saya bertanya kepada malaikat, “Apakah yang telah dilakukan orang-orang ini hingga mereka mendapat siksaan yang mengerikan?” Malaikat menjawab, “Otak mereka telah diberikan Tuhan untuk memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Tetapi orang-orang ini telah memikirkan hal-hal yang kotor. Mereka memikirkan hal-hal yang penuh nafsu.” (Mat 5:28).

Berikutnya saya melihat orang-orang ditikam dan dipotong hingga beberapa bagian. Pemandangan itu sangat mengerikan. Saya bertanya, “Bagaimana dengan orang-orang ini? Apakah yang telah mereka lakukan hingga mereka disiksa seperti demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah penatua dan majelis yang tidak melayani Gereja mereka. Bahkan, mereka tidak mau bekerja atau melayani! Satu-satunya hal yang mereka sukai adalah untuk menerima dan menerima dari para anggota jemaat.” (Zakh 11:17; Hos 6:5).

Saya melihat para penatua, majelis, dan juga umat percaya lainnya disiksa oleh para setan. Para setan membuat lubang di lidah tiap-tiap orang dan menaruh kawat panjang kemudian menarik mereka dengan kawat yang saling terhubung itu. Saya bertanya lagi, “Apa yang telah mereka lakukan di bumi?”

Malaikat menjawab, “Mereka telah melakukan empat jenis dosa yang berbeda:

1. Mereka telah mengkritik pendeta mereka. Mereka akan mengatakan hal-hal yang negatif mengenai pendeta mereka. Mereka bergosip dan menertawakan pendeta mereka.” (Yak 3:6 ; Mat 12:37).

Saya memohon kepada mereka yang telah melakukan dosa yang demikian, BERTOBAT! BERTOBAT!!

Malaikat melanjutkan,

2. Mereka menghina Gereja dengan ucapan mereka.

3. Mereka telah melukai orang-orang Kristen lainnya sampai pada titik bahkan mereka yang setia pun terluka dan mereka berhenti mengunjungi Gereja dan bahkan menyebabkan beberapa dari mereka berhenti percaya. Mereka melakukan semua hal yang mereka bisa untuk menghentikan orang-orang Kristen yang setia dari melakukan pekerjaan Allah. Orang-orang jahat ini menyebabkan banyak orang setia tersandung.

4. Mereka adalah suami istri yang minum alkohol dan bertindak kejam kepada anggota keluarga mereka.

Saya melihat para setan menusuk pria dan wanita di perut mereka dengan paku yang sangat tajam dan besar. Saya bertanya, “Apa yang telah mereka lakukan?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa komitmen pernikahan. Mereka bersalah karena aborsi ketika mereka menjadi hamil. Mereka tidak pernah bertobat!”

Saya melihat grup orang lainnya. Para setan mengiris bibir mereka seperti mengiris tipis daging atau sayuran. Saya bertanya, “Mengapa orang-orang ini disiksa dengan cara demikian?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah putra, putri, menantu pria dan menantu wanita yang telah membantah orangtua mereka. Apa yang seharusnya mereka lakukan hanyalah mengatakan “Saya minta maaf” bukannya membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Banyak dari mereka telah menggunakan kata-kata yang kasar. Mereka telah menyerang orangtua mereka dengan kata-kata yang keras. Mereka memberontak, itulah mengapa bibir mereka diiris.”

Saudara, kita suatu hari akan meninggal, tapi kita tidak tahu kapankah hal itu akan terjadi. Saya mohon, bersiap-siaplah! Menjadi siap untuk pergi ke Sorga. Kapankah kita pergi tidaklah penting. Tolong ampunilah setiap orang sebanyak mungkin sebanyak yang diperlukan. Bertobat dan bertobat dan lakukanlah hal tersebut sepanjang hari bila memang perlu.

Saudaraku yang terkasih, saya biasanya mengabaikan kesaksian yang demikian. Saya seorang pendeta Presbyterian kuno yang mengabaikan hal-hal yang demikian. Tetapi sekarang, saya harus menyaksikan dan bersaksi kepadamu apa yang telah saya lihat. Tolong janganlah ragu untuk hidup kudus. Tolong hindari siksaan dan penghakiman yang menyengsarakan ini. Jadilah selamat! Janganlah hidup secara duniawi tetapi serahkanlah dirimu bagi Kerajaan Allah. Tolong berdoalah bagi mereka yang belum mengenal Yesus. Menginjili dan berbuahlah. Tolong berdoalah di subuh hari dan jagalah hari Minggu tetap kudus. Tolong berilah kepada Tuhan persepuluhan dengan benar. Kumpulkan upahmu di Sorga dan bukan di bumi ini. Saya berdoa dan memberkatimu dalam nama Tuhan Yesus yang berkuasa!

Selasa, 01 Desember 2009

Mengapa Kita Bisa Berjalan di Jalan Emas?

Mengapa kita nanti diperbolehkan Allah untuk berjalan di jalan emas yang berada di surga ??? karena di mata-Nya ... kita adalah anak-anak Allah yang nilainya jauh lebih berharga bila dibandingkan dengan nilai emas murni itu.

Siapakah anak-anak Allah itu?


  1. Kita yang percaya kepada nama Yesus,
  2. yang dipimpin oleh Roh Kudus,
  3. yang menerima didikan dari Tuhan agar kita membuang semua sifat-sifat dosa kita .. menjadi benar dan kudus di hadapan Allah,
  4. Pewaris janji-janji/kekayaan Allah
(Wahyu 21:21, Yoh 1:12,13, Roma 8:14, Ibrani 12:5-11, Roma 8:17-21)

Jumat, 14 November 2008

5 Hari di Surga dan Neraka - Bernarda Fernandez

INILAH KESAKSIAN KUNJUNGAN PERTAMA

Karena sakit saya pagi itu, suamiku menolak meninggalkan saya sendirian dan pergi bekerja. Saya berkata saya tidak sendirian. Setelah kepergiannya, saya merasa sekarat. Sehingga kuputuskan menelepon teman, dan ibu mertua saya. ibu mertua menjawab: "Bernarda, Allah akan memberkatimu di hari ini, jangan takut". Jawaban yang sama diberikan oleh seorang saudara dalam Kristus yang kutelepon, tetapi ia menambahkan: "Bernarda bangun dari tempat tidurmu dan pujilah Tuhan, menangislah kepadaNya dan muliakanlah DIA".

Sehingga, dalam kelemahan kekuatan aku menangis pada Tuhan dan berkata: "Tuhan Engkaulah kekuatanku, datang dan tolonglah saya". saya mencoba berdiri, tetapi saya tidak berdaya. Suara-ku tidak terdengar lagi namun jiwa-ku menangis kepada Tuhan untuk menolong-ku yang sekarat. Tiba-tiba kamar diliputi oleh cahaya seperti nyala api. Segera rasa takutku hilang dan aku melihat malaikat turun dan masuk di kamarku; sangat jelas mereka berbicara seorang kepada yang lain, dan tiba-tiba suatu bentuk yang luar biasa muncul, sangat luar biasa daripada malaikat. 

Dia berpakaian putih dengan stola emas. Di dadaNya tertulis: "SETIA DAN BENAR". Di wajahNya terpancar Kasih dan kelemah-lembutan. Yesus yang adalah Kristus hadapanku, Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Diberkatilah NamaNya !

Yesus menghampiri, menjamah kepalaku dan berkata: "Aku Yesus yang mati bagimu. Lihatlah bekas luka ditanganKu, masih ada bagimu. Aku turun dari Tahta KemuliaanKu untuk berbicara padamu; kehidupanmu perlu diperbaiki. Kau pemalas dan cepat marah. lagi, Aku tidak suka 25% kekristenan atau 95%, tetapi 100%. Jika mau ke surga, kau harus kudus karena Aku sendiri adalah Kudus; Aku datang membawamu untuk suatu perjalanan".

Saya bertanya: "Tuhan apakah suatu misi perjalanan?" Dia menjawab "Tidak". Kemudian Ia memegang tanganku dan mengangkatku, dan berkata kepadaku dengan mesra dan penuh kasih. Dia membawaku sejauh jendelaku, Dia memandang kota New-York dan saya melihat kesedihan di wajahNya. 

Dia menangis dan berkata: "Firman-Ku sangat baik dikhotbahkan, tetapi orang-orang tidak mendengarkan. Dosa kota ini telah sampai kepada Bapa-Ku".

Kota ini penuh homoseksual; diantaranya orang-orang politik. Tuhan berkata: "Inilah suatu Sodom, tetapi Aku hidup dan pengadilan Bapa-Ku akan jatuh pada kota ini". Saya berlutut dan menangis tetapi Ia berkata:"Jangan takut. Saat pengadilan itu dijatuhkan pada kota ini, Gereja-Ku tidak berada di Dunia lagi.".

 Ia membawaku ke tempat tidur memintaku menelepon seorang saudara dari jemaatku. Dia memberikan nama saudara itu, dan memintaku mengatakan padanya bahwa rohku akan keluar dari tubuhku, dan jangan mereka membawa tubuhku ke rumah sakit atau ke pemakaman; sebaliknya, beritahukan suamiku agar percaya kepada Dia yang adalah Kebangkitan dan Hidup (Yohanes 11: 25).

 Ia katakan: "Aku-lah yang memberikan Hidup, Aku membawah rohmu tetapi engkau akan kembali dan beritakan pada semua orang agar percaya sepenuhnya kepada-Ku; bagi yang percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati" (Yohanes 11:26). Tuhan mengulurkan tanganNya dan suatu tubuh yang lain keluar dari diriku. pakaianku putih dan bercahaya seperti Tuhan, Dia katakan: "Lihat! Ini-lah tubuh yang segera dimiliki oleh orang Kristen yang taat pada Firman-Ku".

Saya sadar bahwa saya dapat menembus dinding. Tuhan memegang tangan saya dan berkata: "Lihat"! Saya berpaling dan melihat tubuh saya yang tanpa roh. Dia menjelaskan bahwa tubuh jasmaniku tidak berarti, melainkan hanya debu tanah, dan saat mati akan kembali menjadi debu tanah, sebagaimana tubuh jasmani lainnya. Dia menambahkan bahwa tubuh yang baru adalah sangat mulia yaitu roh yang diberikan untuk manusia. Saya mengira Ia akan membawa saya langsung ke Surga, namun itu bukan permasalahannya. 

Kami turun melalui suatu terowongan di bawah bumi, saat masuk tempat tersebut Saya tak dapat menahan bau busuk. Saya katakan: "Tuhan saya tidak mau pergi ketempat itu". tetapi kami tetap saja masuk; Sewaktu mendekati ujung terowongan, kami duduk diatas batu dan Tuhan berkata: "Lihatlah"! Saya mendengar suara penderitaan, tangisan dan teriakan. Di neraka, waktunya dihabiskan dengan menangis, tidak seorang pun peduli kepada mereka.
Saudara/i terkasih, Saya menyadari NERAKA ITU NYATA. Saya menangis, dan menatap wajah Tuhan, Dia berkata: "Peganglah apa yang engkau lihat, dan janganlah melupakannya".

Saya melihat ke Neraka, banyak orang-orang berteriak "Aduh! aduh! selamanya! selamanya! kesakitan dan penderitaan selamanya-lamanya."
Saya berpaling dan bertanya pada Tuhan: "Apakah keluarga saya ada dineraka?" Dia menjawab "Aku tidak mengijinkan engkau melihat anggota keluargamu". Saya memintaNya lagi: "Tuhan apakah ada orang yang kukenal disini?" "ya", Kata-Nya Aku akan mengijinkan engkau melihatnya. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam neraka: itu Alexander.

Aku kenal dia waktu kebaktian kebangunan Rohani yang kuhadiri bersama suamiku di Republik Dominika. Saat itu, aku mendengar suara, "Berdiri, pergi dan temukan Alexander yang lewat. Katakan padanya jangan menolak berita ini, sebab Aku beri kesempatan terakhir padanya". ini suara Tuhan walau tidak melihatNya. Aku katakan pada Alexander apa yang Tuhan sampaikan; dia membalas: "Kamu orang Kristen bodoh. Kamu menyesatkan orang dengan mengatakan Yesus datang segera, Saya, Alexander, tidak percaya kenyataan itu". 

Saya katakan: "Alexander, Allah memberi hidup dan mengambilnya kapan saja Ia mau; Alexander, kau akan mati segera. Dia menjawab: "Saya terlalu muda untuk mati,masih banyak tahun kesenangan saya didunia ini."

Kesempatan itu benar dan baik bagi Alexander. Pembaca terkasih, Apakah yang engkau ketahui tentang dirimu sendiri ?

Tiga minggu kemudian, Alexander meninggal dalam keadaan mabuk. Tujuan hidupnya adalah tempat yang penuh penderitaan (neraka). Alkitab mengatakan dengan jelas pemabuk tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah (Galatia 5: 21).

Ketika melihat orang di neraka, Saya dapat melihat Alexander diserang oleh dua cacing besar. Dia berteriak "Aduh! Aduh! Aduh!" dia menderita. dia mengenalku dan berkata: "saya menolak kesempatan terakhir. Saya berada disini sekarang, menderita. Tolonglah saya, saat engkau kembali kedunia, pergilah ke rumahku dan beritahukan keluargaku agar percaya pada Yesus dan taat pada FirmanNya, supaya mereka tidak datang di tempat yang penuh sengsara ini."

Kemudian Tuhan menunjukan ribuan orang yang menderita di neraka, dan berkata:"Kau lihat, beberapa orang ini mengenal-Ku saat di dunia. Masih banyak orang di dunia yang berada dipinggir jalan tidak tahu kemana tujuannya. Ketahuilah jalan ke surga sangat sempit, dan akan dipersempit lagi. Akan ada kesulitan di bumi, supaya kamu dimurnikan seperti emas, namun jangan takut karena Aku mendahuluimu seperti seorang Prajurit Gagah perkasa".

Saya bertanya: "ADAKAH ORANG KRISTEN DI NERAKA?", Ia menjawab: "Ya, kau tahu mengapa? Mereka percaya pada-Ku namun tidak berjalan menurut Firman-Ku; sangat banyak, umat Kristen hanya berlaku benar dalam bait-Ku, di depan pendeta, dan keluarga mereka. Namun mereka penipu besar bagi dirinya. Mata Bapa-Ku melihat segala sesuatu dan mengerti setiap perkataan di manapun engkau. Katakan pada umat-Ku bahwa inilah waktu hidup suci dan kudus di hadapan Bapa-Ku, di hadapan iblis dan di hadapan dunia. Biarlah iblis tidak berkuasa mempersalahkan umat-Ku; dan biarlah dunia tidak menunjuk pada umat-Ku. Inilah saat dasyat untuk melihat kekudusan dan kesucian "(1 Petrus 1: 14-16)

Kemudian kami pergi kesuatu tempat seperti lautan api. Saat kami mendekatinya, saya mencium bau busuk yang sangat dan Tuhan berkata: "Apa yang kau lihat adalah danau perapian, yang sudah disediakan untuk iblis, Nabi Palsu, dan Anti-Kristus. Aku tidak menyiapkan tempat ini bagi manusia, tetapi mereka yang tidak percaya kepada-Ku sebagai Juruselamatnya dan tidak hidup menurut Firman-Ku akan berada disana. (Wahyu 20:14)"

Pada saat itu saya melihat Tuhan menangis dan berkata: "Ada banyak sekali mereka yang hilang daripada mereka yang masuk ke Surga". Kemudian Tuhan menunjukan bilangan orang yang mati seketika dan berkata: "Lihat! Berapa banyak yang hilang! Gereja-Ku tertidur mereka mengaku menerima Kuasa-Ku; mempunyai Firman-Ku dan Roh Kudus, tetapi mereka tertidur. Di dunia ada yang berkhotbah bahwa tidak ada Neraka. Pergi dan katakan bahwa tempat ini adalah nyata".

Saya berada jauh dari api, namun dapat merasakan panas. Kami tinggalkan itu dan terus ke Surga. kami masuk Surga kedua. Di Surga ini Tuhan menunjukan matahari dan bintang dan berkata: "Lihat bintang-bintang ini, Aku menyebut mereka menurut namanya. Apakah kau melihat matahari, Karena Kuasa-Ku-lah ia dapat bersinar bagi orang benar dan orang jahat. Namun akan datang harinya bahwa matahari tidak bersinar lagi, segalanya menjadi gelap".

Kami berlanjut dan berada ditempat dimana Allah ada . Disana, rumah-rumah sangat indah. Tembok rumah-rumah itu sangat tinggi, dari emas tulen dan batu pualam. Ada dua belas gerbang mutiara, dengan dua belas malaikat di setiap gerbang. Saya mengira tidak dapat masuk, namun Tuhan melihat saya dan berkata: "engkau mau masuk?" "O, ya Tuhan! Saya sungguh mau." "kalau demikian masuklah, sebab Aku sendiri-lah pintu itu" (Yohanes 10:9).

Saya melewati gerbang dan melihat taman penuh bunga-bunga indah. "mau ke taman? Jika begitu pergilah sebab Aku menyiapkannya bagimu dan umat-Ku ". Saat saya masuk, saya memetik bunga dan mengaturnya seperti hiasan. Saya berlari di taman seperti seorang anak kecil. Banyak warna bunga saya petik dan sangat harum. Lalu, Tuhan memanggil seseorang, seorang malaikat yang kuat dan gagah tak bisa dilukiskan. 

Tuhan berkata: "Kau lihat yang ini, dialah pemimpin malaikat, Michael, dialah pemimpin laskar-Ku. Lihat-lah!" aku melihat laskar yang kuat menunggang kuda-kuda dan Tuhan berkata: "Mereka bukan laskar manusiawi, namun kepunyaan Bapa-Ku. Laskar ini bersiap–siap bagi orang yang SUNGGUH-SUNGGUH dilahirkan kembali ; jangan takut, sebab mereka lebih kuat daripada yang ada di bumi".

Kemudian Ia menunjukan malaikat lain." yang ini malaikat pemberita bagi umat-Ku yang taat Firman-Ku". Saya bahagia mendengarnya. Yesus katakan: "Dengarlah baik-baik! Aku-lah Allah Abraham, Aku tidak berubah. Aku akan menunjukan padamu keadaan umat-Ku pada hari-hari yang tersisa bagi mereka". Ia katakan: "Berhati-hatilah pada apa yang hendak Ku-tunjukan padamu". Saya melihat orang Kristen yang lemah dan letih. Tuhan bertanya: "Percayaka kau bahwa Aku dapat membawa Gereja-Ku kapan saja?"

 Ia katakan, "Umat-Ku yang Ku-jemput akan penuh kemuliaan, penuh puji-pujian, tak bernoda, dan bercela. Ada penipuan diantara umat-Ku, kehilangan Kasih, umat-Ku tercerai-berai. Telah Ku-tunjukan keadaan umat-Ku pada Zaman akhir; Sekarang Aku menunjukan padamu bagaimana Gereja mula-mula. saudara/I ini dipenuhi dengan Kemuliaan Allah. Mereka tidak henti-hentinya berpuasa dan berdoa; Firman-ku disampaikan tanpa rasa takut. Sekarang umat-Ku mengira Aku berubah, Mereka juga mengira bahwa Roh-Kudus berubah. Kesalahan terbesar umat-Ku saat ini bahwa mereka hidup dalam rutinitas kehidupan mereka, direncanakan oleh manusia.

Bagaimanapun mereka telah melupakan berita dari Roh-Kudus dan dari Atas. Beritahukanlah Hamba-hamba-Ku, Pendeta-pendeta, waktunya telah tiba, belakangi-lah segala rutinitas dan segala program-program mu. Jika mereka melakukannya, mereka akan melihat Kuasa Allah ditengah-tengah mereka, Roh-Kudus yang diturunkan pada Gereja mula-mula. Akan mengadakan tanda-tanda, keajaiban-keajaiban dan mujizat-mujizat dasyat, bahkan yang mati-pun dibangkitkan. Roh-Kudus tetap sama, kamu-lah yang berubah".

Orang-orang Kristen, inilah saatnya untuk kembali pada Gereja mula-mula.
Saya tinggalkan taman dan pergi kejalan yang terbuat dari emas, Tuhan katakan: "Jamahlah! Benar ini emas tulen. Pergi dan beritakan-lah pada anak-anak-Ku SEGERA, mereka akan berjalan di jalan yang dibuat oleh-Nya yang memberi hidup ini (Wahyu 21:10-15)"

Oh! indahnya berjalan di jalan emas! kemudian saya melihat suatu Tahta yang dikelilingi malaikat-malaikat, Pemimpin malaikat dan Serafim. Terus menerus Mereka memuji Allah yang berada di Tahta, sambil berkata: "Kudus, Kudus, Kudus-lah Tuhan Allah Maha Kuasa; Surga dan Bumi penuh kemuliaan-Nya. Amin!" Telah tiba saatnya angkat-lah tanganmu yang kudus dan puji-lah Aku". 

Pada saat yang sama aku melihat mata air kehidupan yang mengalir dari Tahta. Dan ada pohon kehidupan disisi lain aku melihat pelangi dan mata air bening. lalu, saya bertanya pada Tuhan: "Siapakah yang di-Tahta?" Dia menjawab: "Bapa-Ku, Tuhan yang tak terlihat". Saya berkata: "Dapatkah saya melihat Bapa", jawab Tuhan: "Belum, belum saatnya ",.

Walaupun tidak melihat Bapa, namun yang di atas Tahta itu Maha Besar dan Berkuasa. Ada guntur dan kilat memancar keluar dari Tahta dan aku mendengar puji-pujian. Yesus berkata: " Dengarkah engkau akan puji-pujian? Itu terdengar dari mereka yang telah diselamatkan".

Saya melihat tujuh malaikat, masing-masing memegang Cawan; dan tujuh (malaikat) lainnya, masing-masing memegang sangkakala. "Tuhan, Siapakah malaikat-malaikat ini?" Tuhan menjawab: "Tujuh cawan yang dipegang oleh malaikat-malaikat berisi murka Allah, Akan tertuang pada saat sangkakala dibunyikan, Gereja-Ku ( Orang Kristen yang hidup menurut kehendak Bapa-Ku) akan terangkat. Mereka tidak lama didunia lagi pada masa kesusahan yang besar. Sebelum muncul anti Kristus itu, yang penuh dosa, Gereja-Ku akan mendengar sangkakala terakhir berbunyi, dan mereka akan bertemu Aku di udara (1 Tesalonika 4:16).

Saya berada disana, Sahabatku, dihadapan Tahta Maha Besar, dan tak tahu jam pada saat itu. Lalu Yesus menunjukan Gereja-Nya (Umat percaya yang benar) terangkat! pada penglihatan ini Saya melihat, ribuan orang menghilang. Kejadian ini di seluruh dunia, TV dan radio memberitakannya. Koran-koran (berwarna merah pada pokok berita), juga menulis berita itu. Tuhan berkata: "Berita-berita ini segera terjadi ". Jika pengadilan Bapa-Ku belum dijatuhkan pada dunia, itu disebabkan oleh karena orang-orang Kristen yang setia dan yang sungguh-sungguh mengasihi-Ku.

Lalu, kulihat muncul seorang pendosa. ia berkata pada semua yang dibumi: "Aku membawa damai dan selamat" Segera dilupakan apa yang baru saja terjadi. Yesus berkata: " Awas perhatikanlah!". Aku lihat tujuh malaikat memegang tujuh cawan. Sahabatku, yang terjadi sulit digambarkan; kulihat malaikat menuang tujuh cawan berisi murka Allah ke bumi. Sangkakala dibunyikan. Allah menuang pengadilan-Nya pada seisi bumi, hilang seluruh negara. Tuhan berkata: "Lihat! Orang-orang ini adalah bagian Gereja-Ku diantaranya pendeta-pendeta”. 

Tidak paham, aku bertanya: "Bagaimana mungkin banyak umat-Mu tertinggal pada masa itu? Bagaimana mungkin diantaranya pendeta-pendeta, mereka yang menyampaikan Firman-Mu?" Yesus menjawab: "Ya, mereka berkhotbah Firman-Ku, namun tidak hidup menurut Firman-Ku.

Lalu Tuhan ijinkan aku melihat ribuan pendeta, dan berkata: "Merekalah pendeta-pendeta yang tidak memberitakan Firman-Ku seperti yang tertulis. Mereka pikir Firman-Ku tidak beradaptasi dengan era dunia mereka. Mereka banyak menjaga keberadaan orang yang memberikan banyak persembahan dan perpuluhan, sebab mereka lebih tertarik pada materi. 

Pergi dan beritahukan pada hamba-hamba-Ku bahwa Aku-lah yang memanggil mereka, emas dan perak kepunyaan-Ku, Aku memberikannya sesuai kebesaran-ku dan Kemuliaan-Ku. 

Katakanlah bahwa Firman-Ku harus disampaikan seperti yang tertulis. Ada banyak, mereka yang memberitakan maksud lain mengenai Firman-Ku. Firman-Ku adalah Firman-Ku, dan tidak seorangpun merubah-Nya. Harus diberitakan seperti yang tertulis. Banyak diantara Umat-Ku yang menghalangi kebenaran Firman-Ku menurut keuntungan mereka ".

Setelah itu, kami masuk di pelataran Yerusalem baru dan Tuhan berkata: "Apa yang engkau lihat adalah Firdaus! Di Firdaus saya melihat Rasul-Rasul dan saya bertanya, Tuhan dimana Abraham? aku berharap melihat seorang tua, namun tiba-tiba Saya melihat seorang muda sekitar 25 tahun berjalan kearahku dan Tuhan berkata, inilah Abraham, bapa segala orang beriman.

Tuhan memanggil seorang wanita yang tak terkatakan kecantikannya, seperti yang lain disana, Tuhan berkata: "Inilah Maria! Pergi dan beritakanlah bahwa Maria bukan Ratu Surga. Raja Surga adalah Aku, Raja di atas segala raja, dan Tuhan di atas segala tuhan; yang berkata: "AKU-LAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. (Yohanes 14:6-7). 

Pergi dan beritakanlah PADA YANG TELAH DIBUTAKAN bahwa tidak ada PURGATORY (baca: tempat api penyucian dosa sebelum masuk surga), jika ada, Aku pasti menunjukannya. Sebaliknya, ada neraka, lautan api, Yerusalem yang indah, dan Firdaus yang telah Ku-perlihatkan. Tetapi beritahukanlah bahwa tidak ada purgatory; katakan pada mereka bahwa ITU ADALAH TIPUAN SETAN, TIDAK ADA PURGATORY".

Kemudian Tuhan membimbing aku ke ruangan penuh Mahkota. "Inilah Mahkota Kehidupan". Tuhan bertanya: "Apakah yang kau lihat?" Aku melihat Gereja ku, orang-orang percaya di sekitar lingkunganku, bernyanyi dan memuji, lalu aku bertanya: "Mengapa nama orang-orang percaya ditempatku tidak tertulis pada buku ini?" Ia berkata: "Karena perbuatan salah mereka di bumi". Setelah semuanya ini Tuhan mengijinkanku kembali ke dunia.

SEKARANG, KESAKSIAN KEDUA PERJALANAN KU
Suatu hari kami ada di perkumpulan Doa, kami sebanyak dua puluh orang. Sebagaimana biasanya, kami memulai dengan puji-pujian dan penyembahan pada Tuhan.
Tiba-tiba kami merasakan hadirat Tuhan. Sangat kuat seperti kami berada pada hari pentakosta. Saya teringat ibu mertuaku, yang telah lanjut usia ia terlibat banyak dalam pekerjaan Tuhan, ia datang kepadaku dan berkata: "Bernarda, jaga agar jangan terlalu ribut selama puji-pujian sebab kami terdengar seperti ribut". Dia benar, puji-pujian seperti bunyi sebuah air terjun. 

Sewaktu saya hendak menyampaikan pada saudara/i seiman untuk menurunkan suara, Saya mendengar suara Tuhan berkata: "Jangan katakan apapun! Di dunia, ketika orang-orang berbuat keributan, tak ada yang perduli, mengapa engkau harus menghentikan puji-pujian?" Lalu kami tetap lanjutkan pujian dan penyembahan, saya rasakan akan terjadi sesuatu. Tiba-tiba saya teringat yang dikatakan Tuhan padaku dalam kunjungan awal: "Aku akan kembali padamu".

Tiba-tiba saya melihat cahaya masuk ke rumahku. Saudara/i kupun melihatnya, dan mereka berlutut di hadapan Dia yang Setia dan Adil. Saya tak tahu harus bagaimana, hanya berdiri terpaku. Cahaya itu menjadi semakin terang, dan mulai membentuk suatu tubuh. Di hadapanku Tuhan Yesus Kristus yang terlihat Agung dan penuh Cinta. Di bumi, tidak pernah kulihat wajah ini pada seorang lelaki. Dia mendekati setiap saudara/i. saya mau sampaikan pada saudara/i itu bahwa Tuhan datang pada saya dan saya mulai berbicara dalam bahasa roh. (1 Korintus 14:39-40)

Tuhan mendekatiku. Hanya menatap, dan rohku keluar meninggalkan tubuhku. Aku di udara lalu kulihat apa yang terjadi di rumahku. Dua orang datang kerumah, ada dua orang Polisi, saat suamiku membuka pintu. Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang wanita yang mati disini; sebab itulah kami datang". Suamiku katakan tidak, di sini kami berhimpun untuk Memuji dan Menyembah Tuhan. Polisi tidak percaya, namun tak dapat masuk, katanya:"baiklah, lanjutkanlah tapi jangan terlalu ribut". Saya berada di udara bersama Tuhan saat melihat semua ini.

Yesus pegang tanganku lalu kami menuju Republik Dominika. Saat kami mendekati kota itu, Tuhan katakan: "Ada dua dosa terbesar kota ini yang dilakukan dihadapan Bapa-Ku, dukun dan percabulan". Saya melihat orang-orang di kota itu berlari ke dewa-dewa dan kuasa gelap...

Lalu Tuhan membawaku ke Venezuela dan Mexico. Di Venezuela, aku di udara bersama Yesus, namun aku lihat orang-orang berlari ke kuasa gelap, dewa-dewa, dan dukun-dukun. Di Meksiko ada orang berkumpul menyembah iblis-iblis. Tuhan berkata: "Kebobrokan dosa ini telah sampai pada Bapa-Ku. Tanda awal yang Ku-beri adalah peringatan, akan ada gempa bumi di Mexico jika semua yang hidup di permukaan kota ini tidak bertobat dan berbalik pada-Ku". Saat kembali kebumi, aku ke Meksiko dan menyampaikannya. Mereka tak mau mendengar dan baru-baru ini terjadi gempa bumi dasyat di Meksiko.

Kami masih di udara, Tuhan mengatakan bahwa tangan Bapa-Nya telah terulur pada seisi muka bumi. aku melihat gelombang-gelombang besar, seperti monster. aku juga melihat angin tofan di bumi. aku bertanya: "Tuhan apa yang terjadi pada orang Kristen sewaktu semua ini terjadi?" Dia menjawab: "Pergi dan beritakan, bagi mereka yang setia pada-Ku, tidak sehelai rambutnya pun terjamah"

Setelah itu Tuhan membawahku ke tempat lain, saya melihat tempat-tempat di bumi terbagi. Tuhan berkata: "Banyak negara-negara akan dihapus". kemudian kami pergi ketempat dimana air-air bergerak. Kami melalui air-air ini dan masuk ke suatu terowongan dan mendapati pusat bumi ini. Saya melihat pintu-pintu besar. Pintu-pintu ini tidak sama seperti yang kulihat pada kunjungan pertama. Pada pintu-pintu ini ada rantai-rantai besar. Tuhan berjalan kearah pintu, setelah memindahkan rantai, Dia menyilahkanku masuk terowongan.

Saudara/I kekasih, aku melihat ribuan orang, dengan kepala tertunduk, baju tersobek. terbelenggu, dengan rantai-rantai yang berdentang menulikan pendengaran. Aku katakan: "Tuhan, apa maksud ini?" Dia menjawab: "Semua orang laki-laki dan perempuan-perempuan ini sedang dalam perjalanannya ke neraka". Diantaranya, aku melihat kakak suamiku , Adolfo. Dia orang yang sulit, pernah menikah dan bercerai kapan saja ia mau, ia pernah mengutuk Allah. 

Lalu aku mohon Tuhan biarkanlah aku kembali ke bumi dan peringatkan Adolfo bahwa ia sedang menuju neraka, namun Tuhan tidak menjawab. Adolfo dan isterinya berjalan ke arah terowongan. Mereka berada diujung jurang Neraka. Aku memohon lagi Tuhan biarkanlah saya kembali ke bumi dan mengatakan pada orang apa yang telahku lihat.Tuhan mengangkat tangan-Nya dan berkata: "Pergi dan beritakanlah bahwa waktunya hampir habis". Ia juga berkata: "Ribu-ribuan orang akan pergi ke neraka, waktu Adolfo telah habis, dia akan mati".

Ketika saya kembali ke bumi, ipar saya, Adolfo tidak mau merubah hidupnya. Suatu hari, dia cepat pulang dan memberitahu isterinya: "Saya tak bisa bekerja lebih lama, sesuatu mengatakan bahwa saya akan mati". Isterinya menjawab: " karena kau mabuk seperti biasanya sebab itu kau katakan hal ini ". lalu keduanya tidur. Beberapa menit kemudian, isterinya melihat penglihatan. dia melihat suaminya dan dia berada dalam terowongan, berpakaian rombeng, dan menuju neraka. dia mendengar Tuhan berkata: "Waktu untuk kalian berdua telah habis".

Sewaktu saya diudara Tuhan mengatakan: "Tahukah engkau mengapa Aku membawamu ke sini untuk kedua kalinya? Untuk menunjukan bahwa pada kunjungan pertama, bilangan yang terhilang berkurang dari pada kali ini".

Tiba-tiba, Yesus dan aku meninggalkan tempat tersebut dan menuju surga pertama, dan kemudian surga kedua. Saat mencapai surga ketiga, Saya melihat malaikat bergerak dari satu sisi kesisi lain;kemudian saya bertanya: "Mengapa malaikat-malaikat ini bergerak?" Yesus menjawab: "Benar bahwa malaikat sedang bergerak, tetapi Aku akan menunjukan padamu bagaimana bumipun sedang bergerak. Berhati-hatilah sebab banyak iblis telah berada dibumi. iblis-iblis sedang menganggu orang Kristen karena waktunya tinggal sedikit".

Tuhan ijinkan aku melihat iblis-iblis yang marah, Tuhan berkata: "iblis-iblis yang kau lihat adalah iblis percabulan. Mereka akan menyerang ribuan hamba-hamba-Ku dan banyak yang akan jatuh dalam dosa itu. Kau tahu mengapa iblis sukses menjatuhkan hamba-hamba-Ku? sebab hamba-hamba-Ku tidak memberikan seluruh kemuliaan bagi-Ku. Mereka mencuri Kemuliaan-ku dan menjadi bangga. lagi, isteri-isterinya hidup dalam kehidupan rohani yang tak teratur. Rumah tangganya tidak dibangun dengan Hikmat." (1 Timotius 2:11-14)

Aku melihat ribuan malaikat tak terhitung, banyak diantaranya siap bertempur. Yesus berkata: "Sekarang Aku sedang mengirim malaikat-Ku kedunia agar melindungi umat-Ku. Pada hari-hari terakhir ini, Aku akan melipat gandakan perlindungan. Setanpun akan menggandakan penyerangannya, namun seharusnya engkau jangan lupakan bahwa Allahmu Besar dan Berkuasa. Jika engkau berpaut pada-Nya maka tidak akan terjadi apapun padamu".

Lalu Tuhan membawaku ketempat lain. Disana, Aku lihat meja yang sangat besar dan kursi-kursi. Di setiap kursi, tertulis nama, dan jubah linen terbagus ditempatkan. Diatas meja tiap-tiap kursi, aku melihat mahkota-mahkota. Dan aku lihat ada kursi Terbesar dari yang lain. Dihadapan Kursi Maha besar ada Cawan emas terbesar. Yesus memintaku melihat ke dalam cawan itu. Cawan ini berisi anggur, yang siap dituang. Yesus berkata: "Kau tahu mengapa anggur ini siap dituang? Pergi dan beritakanlah bahwa Aku berada dipintu, Aku datang segera".

Tuhan memberiku jubah dan sebuah Mahkota. kupakai jubah itu dan mahkota, dan Tuhan membawaku ke tempat lain kulihat seperti dicermin. Ia Katakan: "Tak ada noda dan bekas pada jubahmu, bukan? Tidak seorangpun melalui pintu atau duduk pada meja ini, jika ia sudah dipakaikan jubah ini. Beberapa orang di bumi telah mengotorkan jubahnya. 

Yang lain telah lesut, yang lain menaruhnya ke samping, dan telah melupakannya. Beritakanlah pada umat-Ku kini waktunya untuk mencuci jubahnya, menyeterika dan membawanya kembali. Orang Kristen harus meminta Roh Kudus menolong menjaga jubahnya dalam keadaan baik, karena Raja akan segera merayakan perjamuan perkawinan dalam Kerajaan Bapa-Nya".

Saya berasal dari keluarga yang bercerai dan hidup bersama ayahku. Ibuku sangat fanatik. Sebaliknya, bapaku tidak percaya apapun. Saya mempunyai seorang saudari kandung tinggal di asrama katolik, tetapi saya percaya Yesus akan membawanya keluar dan memberitakan Injil bersamaku. Saya banyak berdoa untuknya. Saat berdoa bagi hidup ibuku dalam mistik agama itu, selama kunjungan pertama, Saya memohon pada Tuhan: "Tuhan ibu saya tersesat, namun saya telah beritakan injil-Mu padanya tetapi ia tidak mau mendengar.

Malah dia bertahan pada agama itu". Tuhan menjawab: "Aku akan menyelamatkan ibumu, tetapi Aku akan membawa dia pulang segera jika tidak dia akan jatuh kedalam dosa lagi dan ke neraka. Untuk alasan ini, segera setelah diubah, dia akan mati dan datang kesini, di Firdaus".

Sewaktu saya kembali kebumi, Saya berdoa, menangis, berharap, mengingatkan Tuhan akan apa yang dijanjikan-Nya pada saya, namun saya melihat ibuku malah jatuh dalam percabulan keagamaannya. Suatu hari Allah memakai anak ku mengubah ibuku. Tiga hari setelah itu, dia meninggal; puji Tuhan!

Sewaktu kunjungan kedua saya di Surga Tuhan berkata: "Lihat, apa yang keluar dari mulut-Ku, tangan-Ku menggenapinya". Saya melihat ibuku di Surga; berada diantara wanita-wanita lain. Lalu Tuhan membawaku pada suatu tempat di Surga. Di sana saya melihat banyak anak-anak berpakaian putih memuji dan memuliakan Tuhan. Yesus berkata: "inilah anak-anak yang telah di Diaborsi oleh orang tua dan dokter-dokter kriminal. Bayi-bayi yang dibunuh sejak dikandung, dan ditemukan di tempat sampah dan sungai, ada disini di Surga."

Saudara/I terkasih, sebaliknya apakah yang kau pikir, bahwa Tuhan memelihara manusia itu sejak dalam kandungan, mulai dari hari pertama kehamilan.
Yesus katakan: "Bernarda, bekerjalah sebab Aku-lah Kekuatan-Mu. Pesan ini harus disampaikan ke seluruh dunia. Pesan ini untuk semua orang Kristen, pendeta-pendeta, dan segala yang hidup dipermukaan bumi, termasuk kau. Biarlah ia yang kudus tetaplah menjadi kudus."

Pada saat itu Gerbang surgawi terbuka. Ada tangga indah yang bergerak. Yesus memanggil ribuan malaikat datang, dan kemudian Tuhan menemaniku pulang ke rumahku.
Saat tiba dirumah, suamiku dan saudara/I kristen lain menunggu rohku kembali. Aku lihat pada tubuh jasmaniku, Tuhan berkata bahwa saya tak akan lama tinggal dalam tubuh itu. 

Tuhan berkata: "Engkau tak dapat kembali ke Surga bersama-Ku karena saatmu belum tiba. Pertama kau harus memberitakan umat-Ku apa yang telah kau lihat agar mereka pun bersiap". Dengan suara dahsyat, Dia berkata: "Masuk dan terimalah kehidupan, Aku-lah Kebangkitan dan Hidup, dia yang percaya kepada-Ku, walaupun mati, akan hidup (Yohanes 11:25-26).

Selasa, 24 Juni 2008

DAHSYAT !!! RAHASIA SURGA Mulai Terungkap (Referensi: Penglihatan Rev Dr Jaerock Lee)

Rahasia-rahasia Surga:
1. Taman Eden

Taman Eden berada di langit kedua (ingat, bukan kerajaan surga tingkat kedua!), berada di dunia roh, tetapi berbeda dengan dunia roh yang ada di langit ketiga.


Langit tingkat kedua bukan merupakan dunia roh sepenuhnya karena ia hidup berdampingan dengan dunia fisik. Taman Eden adalah suatu bagian dari daerah yang bernama Eden.

Dengan kata lain, Taman Eden berada di antara dunia fisik dan dunia roh. Adam, manusia pertama adalah roh yang hidup tetapi ia masih memiliki tubuh fisik yang terbuat dari debu tanah (Kej 1:28; 3:19). Bahkan setelah Adam keluar dari Taman Eden karena ketidaktaatannya kepada Firman Allah yang melarang untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, anak-anak dari Adam yang tinggal di Taman Eden masih hidup sampai sekarang sebagai roh yang hidup dan tidak mengalami kematian.

Taman Eden adalah tempat yang kekal dan penuh kedamaian, di mana tidak ada kematian. Taman Eden ini dikelola oleh kuasa Allah dan dikendalikan oleh aturan dan tata tertib yang sudah ditetapkan Allah, walaupun di sana tidak ada matahari, bulan atau bintang, keturunan Adam secara alami mengetahui waktu untuk bergerak, beristirahat, dsb.

Keadaan Taman Eden sangat mirip dengan bumi, dipenuhi dengan berbagai tanaman, hewan dan serangga. Taman Eden juga memiliki alam yang indah dan tidak terbatas, namun di sana tidak ada gunung yang tinggi, hanya bukit-bukit yang rendah. Di sana terdapat padang yang penuh dengan pohon dan bunga juga terasa terpaan cahaya yang lembut, langit yang biru, awan yang putih bersih dengan beragam bentuk. Bunga-bunga di sana juga mengeluarkan keharuman yang lembut, laut dan danau dan pasir yang bercahaya, ikan berwarna-warni, buah-buah yang besar dan lezat, hewan-hewan melakukan hal-hal yang lucu, bermain di dataran yang luas dengan penuh kedamaian.

Orang orang di Taman Eden tidak mengalami kuasa penebusan dari Yesus Kristus karena memang tidak berdosa, namun menikmati kehidupan yang kekal, bisa makan dan bersenang-senang semau mereka, tidak perlu bekerja untuk mendapatkan sesuatu, tidak ada kecemasan, ketakutan dan kekuatiran, yang ada hanyalah sukacita, kesenangan dan dan damai sejahtera.

Pada umumnya orang-orang di Taman Eden tidak berpakaian, kecuali para pemimpin mereka. Orang-orang yang telanjang di sana tidak merasa malu ataupun pikiran cabul karena mereka tidak memiliki sifat dosa dan tidak ada sifat jahat di dalam hati mereka. Sifat yang mereka miliki adalah seperti bayi yang baru dilahirkan yang suka bermain-main dengan bebasnya dalam keadaan telanjang. Para pemimpin mereka yang mengenakan pakaian itu hanyalah untuk menunjukkan posisinya, bukan untuk menutupi, melindungi atau mendandani mereka.

Taman Eden adalah suatu tempat yang sangat luas dan besar sehingga anda tidak dapat membayangkan berapa besarnya, yang pasti jauh lebih besar bumi. Namun, seindah-indahnya Taman Eden masih lebih indah tempat yang bernama Firdaus.

2. Firdaus

Mulai dari Firdaus sampai dengan Kota Yerusalem Baru, semuanya berada di langit ketiga.

Firdaus memiliki letak paling jauh dari Tahta Allah, memiliki cahaya kemuliaan Allah yang paling sedikit, dan merupakan tempat yang paling rendah di surga. Tempat bagi mereka yang memiliki ukuran iman yang paling kecil yakni bagaikan "rumput kering atau jerami" (I Kor 3:12-15). Tempat bagi orang-orang yang menerima keselamatan walaupun tanpa pahala, karena belum sempat melakukan apa-apa bagi Tuhan atau sudah melakukan sesuatu bagi Tuhan tetapi pekerjaannya "terbakar", tidak tahan uji. 


Sekalipun demikian, Firdaus masih jauh lebih indah dibandingkan bumi ini, bahkan lebih indah dibandingkan Taman Eden.
Firdaus adalah suatu dataran yang luas, banyak padang rumput yang tertata rapi dan taman-taman yang indah. Banyak malaikat yang memelihara dan menjaga tempat ini. 

Ada kicauan burung-burung yang sangat jelas dan bergema ke seluruh Firdaus. Burung-burung di sana mirip dengan dengan yang di bumi, hanya sedikit lebih besar dan memiliki bulu-bulu yang indah, mereka berkicau seperti nyanyian dengan suara yang sangat menyenangkan. Demikian juga dengan pohon-pohon dan bunga-bunga di taman begitu segar dan indah.

Kehidupan di Firdaus penuh dengan kebahagiaan dan sukacita di dalam kebenaran, karena di sana tidak ada kejahatan dan setiap orang selalu mengutamakan kepentingan orang lain dan saling melayani dengan kasih. Betapa menyenangkan. 

Di sana tidak ada kecemburuan atau iri hati atau sakit hati atau benci jika seseorang diberi sesuatu oleh Allah lebih baik baik dibandingkan yang lain, sebaliknya mereka merasa bahagia dan gembira melihat orang lain menerima sesuatu yang lebih baik dibandingkan dirinya, karena Allah "membalas" seseorang menurut iman dan perbuatannya.

Orang-orang di Firdaus adalah orang-orang yang sudah mengalami kuasa penebusan dari Yesus dan dapat memanggil Allah sebagai "Bapa" karena mereka sudah menerima Yesus Kristus dan merasakan tuntunan Roh Kudus, jadi mereka merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan Taman Eden, apalagi dengan kebahagiaan di dunia ini.

Orang-orang yang ada di Firdaus mengenakan jubah putih, namun tidak ada variasinya dan tidak mengenakan mahkota. Mereka juga tidak menerima upah pribadi (kekayaan atau rumah), karena mereka tidak melakukan sesuatu apapun bagi Kerajaan Allah selama mereka hidup di bumi ini.


Di Firdaus ini mengalir Sungai Air Kehidupan yang sumbernya berasal dari Kota Yerusalem Baru, dari Takhta Allah, yang mengalir dan menyegarkan segala sesuatu. Sungai Air Kehidupan ini menggambarkan hati Allah yang jernih dan indah cemerlang, tanpa kegelapan, tanpa cacat, yang lengkap dan sempurna dalam segala hal.

Orang-orang yang seperti apa yang masuk ke Firdaus?
  1. Orang yang bertobat sebelum kematiannya dan dengan iman menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
    Contoh: Salah satu penjahat yang berada di sebelah Yesus waktu mereka tersalib (Lukas 23:39-42). Tetapi anda jangan berpikir, kalau begitu saya seperti dia saja, sebelum meninggal baru bertobat, ini adalah gagasan yang keliru, sebab tidak setiap orang dapat menerima Yesus tepat sebelum mati, dan juga karena iman tidak dapat diberikan dengan segera. Karena itu, anda harus menyadari bahwa kasus penjahat yang di sebelah Yesus adalah sangat jarang. 
  2. Orang yang imannya tidak bertumbuh.Meskipun ada seseorang menerima Yesus Kristus dan memiliki iman, mereka akan menerima keselamatan tanpa upah dan masuk ke Firdaus, jika tidak ada pertumbuhan dalam iman mereka. Bukan hanya Kristen yang masih baru, tetapi juga termasuk Kristen yang sudah lama, karena mereka tetap berada tingkatan iman yang paling bawah.
  3. Orang yang mundur dalam imannya karena menghadapi ujian
    Orang yang tadinya setia namun imannya berangsur-angsur menurun dan menjadi suam rohani karena berbagai alasan dan hampir-hampir tidak menerima keselamatan. Jikalau bukan Tuhan yang berkemurahan dan memberikan iman kepada orang tersebut, maka orang itu tentunya akan binasa.
Jadi, Firdaus adalah tempat bagi mereka yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi, namun tidak atau belum melakukan apapun dengan iman mereka bagi Kerajaan Allah.
3. Kerajaan Surga Tingkat Pertama

Ini adalah tempat yang lebih indah dan lebih dekat ke Tahta Allah dibandingkan dengan Firdaus.
Ini Adalah tempat bagi mereka yang sudah menerima Yesus Kristus dan berusaha untuk hidup sesuai Firman Allah, namun tidak dapat dilakukan dengan segera. Seperti halnya seorang bayi yang pertama-pertama belajar jalan namun mengalami jatuh bangun. 

Namun demikian, setiap orang yang berada di Kerajaan Surga yang pertama, diberi sebuah mahkota karena mereka sudah berusaha untuk hidup sesuai Firman Allah walaupun perbuatan mereka tidak memadai. Ini adalah tempat untuk orang yang mempunyai ukuran iman yang kedua, "kayu", diselamatkan oleh Tuhan walaupun tanpa pahala, karena pekerjaannya "terbakar", tidak tahan uji.

Jika orang –orang di Firdaus tidak memperoleh upah pribadi dari Allah, maka di Kerajaan Surga yang pertama, Allah memberikan kepada masing-masing orang, rumah dan mahkota sebagai upah pribadi. Namun tempat tinggal mereka bukan rumah- rumah terpisah, melainkan berbentuk bangunan bertingkat seperti apartemen di dunia serta berbagai sarana yang menyenangkan; sarana-sarana ini tidak pernah menjadi usang atau rusak karena malaikat-malaikat selalu memeliharanya supaya kondisinya tetap dalam keadaan yang terbaik.
Memiliki rumah di surga adalah merupakan kemuliaan tersendiri, jadi setiap orang di kerajaan surga pertama, merasakan kebahagiaan dan keindahan yang melebihi Firdaus.

Jika di Firdaus tidak ada malaikat-malaikat yang melayani, maka di kerajaan surga yang pertama ini terdapat malaikat-malaikat yang membantu anak-anak Allah walaupun bukan pelayanan khusus kepada orang-orang tertentu. Dan Di dekat sungai air kehidupan terdapat bangku-bangku yang terbuat dari emas.
4. Kerajaan Surga Tingkat Kedua

Mereka yang masuk ke dalam kerajaan Surga yang kedua adalah mereka yang memiliki jenis iman yang telah berhasil lulus dari pencobaan atau ujian yang berat dan menerima upah yang jauh melebihi yang ada di Firdaus ataupun di Kerajaan Surga Pertama.

Karena itu jika dibandingkan, maka kebahagiaan seseorang yang masuk ke Kerajaan Surga Pertama itu seperti ikan mas dalam aquarium, dan orang yang masuk Kerajaan Surga Kedua itu bagaikan seekor ikan paus yang berada di lautan pasifik yang luas.

Jika rumah-rumah di Kerajaan Surga Pertama itu seperti bangunan bertingkat yang sekaligus buat banyak orang, maka setiap orang yang masuk di Kerajaan Surga Kedua menerima rumah bertingkat satu yang sepenuhnya milik sendiri dan terpisah dari rumah yang lain, bukan milik rame-rame. 

Dan anda bukan saja diberikan rumah, tetapi juga beserta satu perlengkapan yang anda pilih sendiri, yang paling menyenangkan hati anda; misalnya sebuah danau, atau sebuah kolam renang yang dihiasi dengan emas dan batu permata, atau jika anda suka berjalan-jalan, anda akan diberikan sebuah jalur untuk berjalan kaki yang melewati taman bunga dan tanaman-tanaman yang sangat indah dan menakjubkan. Karena itu jika orang yang berada di Kerajaan Surga Kedua ingin menikmati fasilitas yang lain, maka mereka dapat mengunjungi tetangga-tetangga di sebelah mereka.

Kerajaan Surga Kedua memiliki keadaan yang jauh lebih baik dibandingkan Kerajaan Surga Pertama dalam semua aspek, namun tentu saja masih kalah jauh bila dibandingkan Yerusalem Baru.

Jadi Kerajaan Surga Kedua adalah tempat bagi mereka yang hidup menurut Firman Allah dan sudah melakukan tugas kewajiban mereka, tetapi hati mereka belum sepenuhnya disucikan / dikuduskan.

Jadi maksudnya di sini adalah mereka bisa melakukan Firman Allah dan tugas kewajiban mereka, namun belum sampai melakukannya dengan hati yang penuh kasih, sukacita, dan ucapan syukur karena mereka belum sampai ke tingkat kasih yang seperti demikian. Mereka yang memiliki ukuran iman ketiga ini sudah membuang semua perbuatan dosa yang kelihatan dari luar, tetapi masih saja ada keinginan dosa dalam hati mereka.

Karena itu untuk bertumbuh dari ukuran iman ketiga menjadi ukuran iman keempat adalah sangat penting memiliki usaha untuk membuang dosa sampai setuntas-tuntasnya, bahkan kalau perlu sampai mencucurkan darah.

Rumah di kerajaan Surga kedua memiliki pelat pintu yang tertulis sebuah nama, sangat indah dan bersinar cemerlang, ditulis dalam aksara surgawi yang kelihatannya seperti huruf Ibrani atau Arab. Selain memiliki rumah sendiri, mereka juga menerima mahkota kemuliaan (I Petrus 5:2-4, mahkota diberikan karena memberikan teladan menuruti Firman Allah).
5. Kerajaan Surga Tingkat Ketiga

Adalah tempat bagi mereka yang menjadi Mempelai Wanita Tuhan dan anak-anak Allah yang sejati yang akan berbagi kasih sejati dengan Allah, selama-lamanya; yakni mereka yang mencerminkan hati Allah yang kudus dan menguduskan diri mereka sendiri sepenuhnya dengan membuang segala jenis kejahatan.

Ini adalah tempat yang jauh lebih dibandingkan kerajaan Surga yang kedua. Rumah-rumah yang berada di kerajaan Surga yang ketiga ini jauh lebih bagus dan cemerlang daripada rumah-rumah yang ada di kerajaan Surga yang kedua.
Dan mulai dari kerajaan Surga yang ketiga inilah malaikat-malaikat akan diberi tugas oleh Tuhan untuk melayani setiap orang yang tinggal di tempat ini. 

Di Firdaus, kerajaan Surga pertama, dan kerajaan Surga kedua ada malaikat-malaikat yang kadang-kadang membantu anak-anak Allah, tetapi tidak ada malaikat yang melayani secara pribadi sebagai tuan mereka. Nah, di tempat inilah malaikat-malaikat akan melayani anak-anak Allah yang sejati karena mereka sudah sangat mengasihi Allah dan menyenangkan hati-Nya.

Jika anda masuk ke dalam kerajaan Surga yang ketiga ini, anda tidak hanya mempunyai malaikat yang melayani anda secara pribadi, tetapi juga ada malaikat yang memelihara rumah anda, yang mengantarkan dan membantu orang-orang yang mengunjungi rumah anda.

Bila para penghuni kerajaan Surga yang kedua memperoleh rumah bertingkat satu dan satu barang/fasilitas yang diingini dan mahkota kemuliaan, maka para penghuni di kerajaan Surga yang ketiga memperoleh rumah yang bertingkat banyak dan segala barang/fasilitas yang mereka ingini dan malaikat-malaikat pribadi dan mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).


Rumah-rumah di tempat ini adalah bangunan yang bertingkat banyak, begitu anggun dan sangat besar ukurannya, dihiasi dengan sangat indah sehingga tidak ada konglomerat manapun di dunia ini mampu menirunya.

Di kerajaan surga yang ketiga terdapat banyak permata, juga diberikan hewan-hewan atau burung-burung yang jauh lebih indah, lebih cerdas, lebih menyenangkan dibandingkan dengan hewan-hewan yang ada di Firdaus / kerajaan surga yang pertama / kerajaan yang kedua.

Ketika anda membuka hati anda dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi anda, maka Roh Kudus dating dan mengajar anda tentang dosa, kebenaran, dan penghukuman, dan membuat anda menyadari kebenaran. Bilamana anda menaati Firman Allah, membuang segala jenis kejahatan dan dikuduskan, maka ukuran iman anda meningkat ke ukuran iman yang keempat.

Ini adalah tempat bagi mereka yang sudah sepenuhnya disucikan / dikuduskan, tapi tidak setia dalam segenap rumah Allah.

Selain orang-orang yang sangat mengasihi Allah dan menguduskan dirinya bisa masuk ke kerajaan surga yang ketiga, anda juga bisa masuk ke tempat ini jika anda memiliki iman untuk menjadi martir, yakni berani mengorbankan segala sesuatu termasuk nyawa sekalipun.

Jadi, orang-orang di kerajaan surga yang ketiga ini adalah bagaikan raja-raja yang memerintah selamanya dengan pelayanan malaikat-malaikat.

6. Kota Yerusalem Baru

Adalah tempat yang paling indah di surga, penuh dengan kemuliaan Tuhan, tempat di mana terdapat Tahta Allah, istana Tuhan dan Roh Kudus, serta rumah-rumah dari orang-orang yang sangat menyenangkan hati Allah dan memiliki ukuran iman yang paling tinggi, yakni iman yang bagaikan "emas".

Anda tidak saja harus mencerminkan hati Allah tetapi juga melakukan tugas kewajiban anda sepenuhnya seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

Yerusalem Baru adalah tempat bagi mereka yang memiliki ukuran iman yang kelima (emas) dan bukan saja menguduskan hati mereka sepenuhnya tetapi juga setia dalam segenap rumah Allah. Setia dalam segenap rumah Allah artinya melakukan tugas-tugas lebih dari apa yang diharapkan, seperti iman Kristus sendiri yang mentaati kehendak Bapa sampai mati tanpa mempedulikan nyawa sendiri; karena itu mereka yang setia dalam segenap rumah Allah tidak melakukan pelayanan dengan pikiran dan pendapat mereka sendiri, melainkan dengan hati Tuhan, hati yang rohani. 

Jadi sebagaimana yang Yesus lakukan, anda pun harus mampu menuruti kehendak Allah tanpa syarat, itulah iman yang membawa anda masuk ke Yerusalem Baru. Tuhan memurnikan anak-anakNya supaya mereka mereka memiliki iman yang seperti emas. Iman yang menyenangkan hati Allah adalah jenis iman, yang benar-benar memuaskan hati Allah, sehingga Allah ingin menggenapi permintaan dan keinginan anak-anakNya sebelum mereka memintanya.

Yerusalem Baru juga disebut Kota Surgawi yang kudus, sangat indah, seperti seorang perempuan telah mempersiapkan dirinya untuk suaminya.

Orang-orang yang ada di Kota Yerusalem Baru mempunyai hak istimewa untuk bertemu Tuhan berhadapan muka, karena Tahta-Nya ada di sana.

Yerusalem Baru juga disebut "Kota Mulia" karena jika anda tinggal di sana, anda akan menerima kemuliaan dari Tuhan untuk selama-lamanya. Temboknya terbuat dari batu permata yaspis, dan istana-Nya terbuat dari emas murni yang transparan. Ada 3 pintu gerbang pada setiap sisi temboknya, sisi utara, selatan, timur, dan barat. Ada seorang malaikat yang menjaga setiap pintu gerbang. 12 batu dasar dari istana dibuat dari 12 batu permata yang berlainan.

Yerusalem Baru adalah tempat yang memiliki tingkat kebahagiaan, keindahan, dan kemuliaan yang tertinggi dibandingkan tempat-tempat lain.

Di Yerusalem Baru, Anda dapat melihat Allah berhadapan muka dan hidup bersama Allah, serta orang-orang yang anda kasihi untuk selama-lamanya.

Bila anda berhasil masuk Yerusalem Baru, maka anda akan dihormati oleh malaikat-malaikat surgawi, bahkan semua orang di surga. Lagipula, malaikat pribadi anda akan melayani seperti seorang raja, memenuhi semua kebutuhan dan keinginan anda dengan sempurna. Anda akan diperlakukan seperti seorang pangeran atau seorang puteri bagaikan cerita-cerita dongeng.

Di Yerusalem Baru selalu ada Perjamuan. Kadangkala Bapa yang mengadakan perjamuan atau kadangkala Yesus atau Roh Kudus yang melakukannya. Anda akan sangat menikmati sukacita kehidupan surgawi melalui perjamuan ini. Anda dapat merasakan kelimpahan, kemerdekaan, keindahan, dan sukacita dalam sekejap mata melalui perjamuan-perjamuan ini.

Bilamana anda ikut serta dalam perjamuan yang diadakan oleh Bapa, maka anda akan dikenakan pakaian terbaik dan perhiasan yang terbaik, dan menikmati makanan dan minuman yang terbaik juga. Anda akan menikmati musik, pujian, dan tarian yang indah mempesona. Anda dapat melihat malaikat-malaikat menari atau kadangkala anda sendiri dapat menari untuk menyenangkan Allah. Teknik-teknik dari para malaikat lebih indah dan sempurna, namun Allah lebih senang dengan bau harum yang keluar dari hati anal-anakNya yang mengenal isi hati-Nya dan kasih-Nya.

Keadaan alam di sini juga sangat indah, ada laut yang sangat jernih dan bening bagaikan kristal. Ada berbagai jenis ikan, jika orang-orang mendekatinya, mereka menyambutnya dengan menggerak-gerakkan sirip mereka dan menyatakan kasih mereka. Juga terdapat batu-batu karang yang beraneka warna yang mengelompok dan mengayun, setiap kali mereka bergerak, mereka mengeluarkan cahaya warna-warni yang sangat indah. Anda dapat berkeliling dengan menggunakan kapal untuk menyaksikan alam surgawi yang sangat menakjubkan.

Rumah-rumah yang ada di Yerusalem Baru itu seperti istana-istana baik dalam ukuran dan keindahannya. Semuanya dibuat menurut selera dari pemiliknya; sangat beraneka ragam dan unik; juga dihiasi dengan berbagai macam permata, berbagai macam warna dan cahaya yang dipancarkan dari permata-permata membuat anda merasakan keindahan dan kemuliaan yang tak terlukiskan. Juga mengalir sungai air kehidupan; terdapat juga taman yang sangat indah dengan berbagai bunga, pohon, dan rumput. Juga terdapat air terjun.

Permata-permata yang terdapat di Yerusalem Baru: Yaspis / Jasper, Nilam / Sapphire, Mirah / Chalcedony / White Agate, Zamrud / Emerald, Unam / Onyx, Sardis / Sardius, Ratna Cempaka / Topaz, Beril / Berryl, Krisolit / Chrysolite, Krisopras / Chrysoprase, Lazuardi / Jacinth, Kecubung / Amethyst. (Wahyu 21:19-20)

Jadi orang-orang yang masuk ke Yerusalem Baru adalah:
  1. Orang-orang yang dengan iman menyenangkan Hati Tuhan
  2. Orang-orang yang memiliki roh yang sempurna seperti Hati Tuhan
  3. Orang-orang yang menggenapi tugasnya dengan sukacita sebagai Martir
  4. Orang-orang yang menyatu dengan Allah dengan segenap hidup mereka
Orang-orang ini sangat mengasihi Tuhan dan Bapa, sekalipun tidak ada surga, mereka tidak merasa rugi atau menyesal. Ada kebahagiaan dan sukacita di dalam hati mereka untuk berbuat sesuai dengan firman Allah dan bekerja bagi Tuhan; orang-orang ini juga telah mengatasi berbagai ujian / cobaan dengan iman, pengharapan, dan kasih; telah memimpin banyak orang kepada jalan keselamatan dengan firman Allah yang hidup dan dengan kuasa Allah, mengasihi Allah itu yang pertama dan yang utama.

Bila anda masuk Yerusalem Baru, anda juga akan menerima mahkota yang paling mulia dan paling indah di surga, yakni Mahkota Emas / Mahkota Kebenaran (Wahyu 4:4, II Tim 4:8)


7. Takhta Allah dan Takhta Anak Domba


Takhta Allah Bapa adalah Tempat yang paling dahsyat dan mengagumkan, paling berkilauan dan cemerlang, terletak di pusat surga dan seluruh alam semesta / jagad raya.

 
(Takhta Allah ini berbeda dengan takhta Allah yang ada di Yerusalem Baru; takhta Allah yang ada di Yerusalem Baru adalah tempat Allah sendiri turun saat anak-anakNya menyembah atau mengadakan pesta)
Takhta Allah Bapa ini (Wahyu 4:2-11) dilingkupi oleh suatu pelangi yang sangat cemerlang bagaikan zamrud rupanya dan Allah yang berada di TakhtaNya itu bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dari Takhta itu keluar kilat dan bunyi gemuruh yang menderu, terdapat 7 obor (Roh Allah) yang menyala-nyala di hadapan Takhta itu. Di hadapan Takhta juga terbentang seperti laut kaca dan sejernih kristal.

Di dekat dan sekeliling Takhta itu terdapat 4 mahluk yang masing-masing bersayap enam dan penuh dengan mata, juga terdapat 24 takhta dari tua-tua (12 Rasul “Hujan Awal” dan 12 Rasul “Hujan Akhir”) dan jutaan malaikat.
Takhta Allah / tempat tinggal Allah ini merupakan suatu tempat tersendiri, berada pada dimensi yang lain dari Yerusalem Baru. Takhta tersebut sedemikian indah, menakjubkan, megah, anggun dan besar, sehingga jauh melampaui pemahaman dan pengertian akal manusia.

Di sebelah kanan Takhta Allah yang gilang-gemilang juga terdapat Takhta Anak Domba yang sangat bercahaya dengan Terang Kemuliaan. Anak Domba itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Takhta Anak Domba jelas berbeda dengan Takhta Allah Bapa, namun Allah Tritunggal (Bapa – Anak - Roh Kudus) memiliki Hati, Sifat, dan Kuasa yang sama.

Oleh Karena Takhta Allah dan Takhta Anak Domba bercahaya sedemikian terangnya, jauh lebih terang daripada matahari, maka surga tidak memerlukan matahari atau bulan atau bintang atau cahaya dari sumber-sumber lain untuk meneranginya.

Jadi, semua mahluk yang ada di surga, di bumi, di bawah bumi (alam maut) dan yang di laut, semuanya menyembah dan tunduk kepada Allah Trinitas yang Maha Kudus (Bapa- Anak - Roh Kudus)