Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2016

Mengungkap Akhir Zaman, lewat Kitab Henokh


Siapakah Henokh ?

Kita pertama-tama mengenal nama Henokh dalam kitab Kejadian pasal 5. Namun bagian itu meninggalkan bagi kita banyak pertanyaan. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Henokh hidup bergaul dengan Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah.


Kejadian 5:22-24   Dalam kitab Ibrani 11 kita mendapatkan penjelasan tentang siapakah Henokh. Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Ibrani 11:5   Dalam surat Yudas, ada kutipan yang secara langsung diambil dari Kitab Henokh.

Ini adalah nubuatan tertua yang tertulis dalam Kitab Suci, dan itu diambil dari Kitab Henokh, yaitu nubuat mengenai kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya: Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya, “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu (Yunani: murias = myriads: puluhan ribu) orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Yudas 1:14-15   Bagian ini sama dengan yang tertulis di dalam Kitab Henokh: Lihat! Dia datang dengan beribu-ribu (myriads) orang kudus-Nya untuk menjalankan penghakiman atas semua, untuk menghancurkan semua orang-orang berdosa.

 Dan menghukum semua makhluk karena perbuatan-perbuatan fasik yang telah dilakukan mereka, dan semua kata-kata nista yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu kepada Dia. Henokh 1:9 (Greek)   Dari manakah Yudas mengetahui tentang kata-kata nubuat dari Henokh? Bukankah kata-kata itu tidak ada dalam Kitab Suci? Jawabnya adalah, “Ya, itu tertulis di Kitab Henokh.” Buku yang dikutip oleh Yudas, Petrus, Yakobus, dan bahkan Tuhan Yesus Kristus sendiri.

Tuhan Yesus memberi penegasan mengenai Kitab Henokh dan secara tidak langsung menyebutnya Kitab Suci, bahkan mengutip dari padanya. Ada sebuah ungkapan dalam kitab Matius yang mirip dengan kutipan dari Kitab Henokh. Yesus menjawab mereka (orang-orang Saduki), "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” Matius 22:29-30  

Dalam Kitab Henokh ada tertulis: Tuhan berfirman kepada para malaikat yang jatuh, “Kamu tadinya roh, menjalani hidup yang kekal tanpa kematian sepanjang seluruh generasi dunia. Oleh karena itulah Aku tidak menetapkan bagimu istri-istri, karena makhluk rohani bertempat kediaman di surga." Henokh 15:6-7   Tuhan Yesus mengajarkan prinsip bahwa malaikat di sorga tidak menikah. Prinsip ini tidak ditemukan di manapun di dalam Perjanjian Lama. Hal ini hanya ditemukan dalam Kitab Henokh. Kitab Henokh ditemukan bersamaan dengan tulisan-tulisan Qumran dalam Gulungan Kitab di Laut Mati.

Dari situ kita tahu bahwa kitab-kitab itu telah ada pada masa Yesus Kristus. Salinan-salinan Kitab-kitab Suci di Qumran ditulis oleh kaum Yahudi Eseni sekitar tahun 200 SM.   Kitab Henokh dianggap sebagai kitab suci oleh kaum mesianis pada awal gereja. Tulisan-tulisan mereka banyak berisi referensi dari Kitab Henokh. Bapak-bapak gereja pada abad ke-2 dan ke-3 seperti Justin Martyr, Irenaeus, Origen dan Clement dari Alexandria, semuanya menggunakan referensi dari Kitab Henokh. Bahkan Tertullian (160-230 M) menyebut Kitab Henokh sebagai bagian dari “Kitab Suci.”

Dalam bukunya, Pembelaan Iman yang Kedua, Justin Martyr menuliskan : “Namun para malaikat melanggar ketetapan ini, dan terpikat cinta kepada wanita, dan melahirkan anak-anak yang disebut roh-roh jahat, selanjutnya mereka menaklukkan umat manusia bagi diri mereka sendiri, sebagian melalui tulisan-tulisan sihir, dan sebagian melalui teror yang menakutkan dan hukuman-hukuman, dan sebagian melalui ajaran mempersembahkan korban, dan kemenyan, dan persembahan curahan kepada dewa-dewa,  pada saat mereka sangat membutuhkan setelah mereka diperbudak oleh gairah hawa nafsu, dan diantara manusia, mereka menyebarkan pembunuhan, peperangan, perzinahan, perbuatan-perbuatan yang penuh hawa nafsu, dan semua kejahatan.

Demikian juga para penyair dan orang-orang yang mempelajari mitologi, tanpa mengetahui bahwa itu adalah para malaikat dan roh-roh jahat yang telah dilahirkan para malaikat itu, yang melakukan hal-hal ini kepada para laki-laki dan wanita, dan kota-kota dan bangsa-bangsa, yang melakukan hubungan dengan mereka, menyatakan diri mereka sebagai allah (dewa-dewa/gods), dan bagi mereka yang terhitung sebagai keturunannya langsung (nephilim), dan bagi keturunan dari saudara-saudaranya, Neptunus dan Pluto, dan kepada anak-anak keturunannya  lagi.

Sebab sebagaimana nama yang diberikan para malaikat itu kepada dirinya sendiri atau kepada anak-anaknya, demikianlah dengan nama itu mereka dipanggil.”   Gereja Kristen Orthodox di Ethiopia bahkan memasukkan Kitab Henokh ke dalam kanon resminya. Jika Anda pergi ke gereja Kristen Orthodox di Ethiopia, Anda akan mendapati Kitab Henokh dan Kitab Yobel ada didalam Alkitab mereka. Lihat perbandingan "kanon" Alkitab (link) dari berbagai golongan Kristen di seluruh dunia.

Jika dibandingkan dengan aliran Kristen yang lain di seluruh dunia (Kristen Othodox Timur, Kristen Orthodox Oriental, Kristen Orthodox Nestorian), maka Kristen Protestan Barat (Western Catholic Tradition), termasuk di Indonesia, memiliki Alkitab yang "paling tipis", karena banyak kitab-kitab yang tidak dimasukkan kedalam "kanon."  Mengapa? Anda perlu mencari jawabannya.   Kitab Suci yang digunakan pada zaman Tuhan Yesus Kristus adalah Septuaginta (LXX), yaitu Kitab Suci (Perjanjian Lama) dalam Bahasa Yunani. Septuaginta diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani oleh 70 ahli Taurat yang diselesaikan tahun 132 SM di Alexandria, Mesir.

Di dalam Septuaginta terdapat Kitab-kitab Deuterokanonika. Kitab Suci Perjanjian Lama versi Septuaginta inilah yang digunakan oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru (para rasul) dan orang-orang Kristen pada masa abad pertama.   Kitab-kitab yang "dibuang"   Kitab-kitab Deuterokanonika pada mulanya ada di dalam Kitab Suci. Alkitab Terjemahan Vulgata (Latin) dan Septuaginta (Yunani) memuat kitab-kitab ini. Alkitab King James edisi pertama tahun 1611 memuat kitab-kitab ini. Tapi karena pengaruh "otoritas gereja" pada masa itu, kitab-kitab ini "dibuang." Alkitab King James cetakan tahun 1684 sudah tidak lagi memuatnya.

Berikut kitab-kitab tersebut: 1 Esdras 2 Esdras Tobit Yudit Tambahan Ester Kebijaksanaan Salomo Ben Sira, juga disebut Sirakh atau Ecclesiasticus Barukh Surat Yeremia (Tambahan Yeremia) Kisah Susana dan Daniel Dewa Bel dan Naga Babel Doa Azarya dan Nyanyian Tiga Pemuda Doa Manasye 1 Makabe 2 Makabe   Kitab Henokh sangat dikenal dan banyak dibaca pada tiga abad pertama setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

Namun setelah Konsili Laodikia pada tahun 363 Masehi, Kitab Henokh dan banyak buku-buku lainnya didiskreditkan oleh otoritas gereja. Dan akhirnya dilarang, dinyatakan sesat dan dimusnahkan, dan secara bertahap hilang dari peredaran.   Asal Usul Kitab Henokh   Henokh adalah keturunan ketujuh dari Adam : Adam (artinya: manusia) Set (artinya: ditetapkan) Enos (artinya: kematian, sengsara, lemah) Kenan (artinya: dukacita, ratapan) Mahalaleel (artinya: Tuhan yang memberkati) Yared (artinya: akan turun).

Pada zaman Yared, 200 malaikat penjaga yang memberontak turun ke bumi. Henokh (artinya: mengajar, atau permulaan). Henokh adalah pengajar dan pemberita kebenaran yang pertama dari 4 generasi selanjutnya. Dan sejak zamannya, Henokh mengajarkan kebenaran kepada anak-anak keturunannya. Nubuatan tertua yang tercatat dalam Alkitab adalah dari Henokh, dan itu menubuatkan tentang kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya (Yudas 1:14-15; Henokh 1:9).

Metusalah (artinya: kematiannya akan membawa). Banjir besar pada zaman Nuh, sudah dinubuatkan dalam 4 generasi, sejak zaman Henokh. Dalam tahun matinya Metusalah, banjir besar itu datang. Lamekh (artinya: ratapan, putus asa, hilang harapan) Nuh (artinya: kelegaan, penghiburan, kelepasan) Jika arti nama bapak-bapak leluhur manusia itu dibaca dari atas ke bawah, bisa diartikan sebagai berikut : Manusia ditetapkan mati, sengsara, dukacita. Tuhan yang memberkati akan turun dan mengajar.

Kematian-Nya akan membawa yang putus asa dan hilang harapan mendapatkan kelepasan, kelegaan dan penghiburan. Ini adalah ringkasan dari rencana penebusan manusia oleh Tuhan, yang tersembunyi dalam silsilah nama-nama bapak leluhur manusia.

 Dalam salah satu bagian Kitab Henokh, diceritakan bagaimana Henokh memberikan sebuah kitab kepada Nuh, yang disebut Buku Perumpamaan. Dan setelah itu kakekku Henokh memberi aku penjelasan tentang semua rahasia dalam sebuah buku, dan perumpamaan-perumpamaan yang telah diberikan kepadanya, dan dia menjadikannya satu bagiku, yaitu kata-kata dari Buku Perumpamaan. Henokh 68:1   Kitab Henokh dibagi dalam 5 bagian: Bagian I – Malaikat Penjaga (The Watchers – sebutan untuk para malaikat pengawas.

Sebutan ini hanya muncul dalam Alkitab di Kitab Daniel pasal 4 ayat 13,17,23) Bagian II – Perumpamaan Bagian III – Benda-benda Penerang Langit Bagian IV – Kitab Penglihatan Mimpi Bagian V – Surat Henokh   Namun bagian yang paling menarik adalah Kitab Perumpamaan (pasal 37-71), karena munculnya sebutan mengenai "Dia Yang Lanjut Usianya" (Ancient of Days). Ini merujuk kepada Allah Bapa, dan sebutan ini di Alkitab hanya muncul dalam Kitab Daniel (pasal 7).

Kemudian sosok “Mesias”, “Dia Yang Benar”, “Dia Yang Dipilih” dan “Anak Manusia" (merujuk kepada Tuhan Yesus Kristus): Dan aku melihat Dia Yang Lanjut Usianya (Ancient of Days), rambut-Nya putih bagaikan bulu domba; dan bersama-Nya ada seseorang yang wajah-Nya seperti penampakan seorang manusia, dan wajahnya penuh keagungan, seperti salah satu malaikat-malaikat kudus.

Dan aku bertanya kepada salah satu malaikat, yang pergi bersamaku, yang menunjukkan semua rahasia, mengenai Anak Manusia ini, siapakah Dia dan dari mana Dia berasal, dan mengapa Dia pergi dengan Dia Yang Lanjut Usianya (Ancient of Days)? Dan dia menjawab dan berkata kepadaku, “Ini adalah Anak Manusia, yang memiliki keadilan, dan keadilan berdiam di dalam-Nya, dan segala harta kerahasiaan Dia singkapkan, karena TUHAN segala Roh telah memilih Dia, dan bagian-Nya melebihi segala sesuatu di hadapan TUHAN segala Roh, di dalam kebenaran sampai kepada kekekalan.

Henokh 46:1-3   Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya (Ancient of Days) itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

 Daniel 7:13-14   Isi Kitab Henokh sangat "Mesianik," bahkan melebihi Kitab-kitab Perjanjian Lama, karena memberikan kesaksian mengenai TUHAN Allah dan Yesus Kristus, dan menceritakan tentang Kerajaan Seribu Tahun Kristus di bumi. Perlu diingat, Kitab Henokh ditulis sebelum kelahiran Yesus Kristus maupun penulisan Kitab Injil dan Surat-surat para rasul, namun memberikan kesaksian yang sangat jelas mengenai Mesias, sebutan "Anak Manusia" yang digenapi oleh Yesus Kristus ketika ada di bumi. Dalam Wahyu 19:10 malaikat berkata kepada Rasul Yohanes, "Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

Kesaksian Kitab Henokh tentang Mesias   Di tempat itu mataku melihat Dia Yang Dipilih Benar dan Setia, dan aku melihat tempat kediaman-Nya dibawah sayap TUHAN segala Roh. Dan kebenaran akan menang dalam hari-hari-Nya, dan orang-orang yang benar dan terpilih tidak akan terhitung dihadapan-Nya untuk selama-lamanya. Henokh 39:6a-6b   Dan aku mendengar suara-suara dari empat wajah selagi mereka memberkati di hadapan Tuhan Yang Mulia.

Suara yang pertama, memberkati TUHAN segala Roh untuk selama-lamanya. Dan aku mendengar suara kedua, memuji Dia Yang Dipilih dan orang-orang pilihan, yang bergantung kepada TUHAN segala Roh. Henokh 40:3-5   Pada hari itu Dia Yang Dipilih akan duduk di atas takhta kemuliaan, dan akan menguji perbuatan anak-anak manusia dan tempat-tempat kediaman mereka akan tidak terhitung banyaknya, dan roh mereka akan menjadi kuat ketika mereka melihat Dia Yang Kupilih dan mereka yang telah dipanggil kepada nama-Ku yang kudus dan mulia.

Dan pada hari itu Aku akan membuat Dia Yang Kupilih untuk tinggal di antara mereka, dan akan mengubahkan surga dan menjadikannya berkat dan terang yang kekal. Dan aku akan mengubahkan bumi dan membuatnya menjadi berkat, dan akan membuat orang-orang pilihan-Ku untuk tinggal di atasnya; dan mereka yang hidup dalam dosa dan yang melakukan kejahatan tidak akan berjalan di atasnya. Henokh 45:3-5   Dan aku melihat Dia Yang Lanjut Usianya , rambut-Nya putih bagaikan bulu domba; dan bersama-Nya ada seseorang yang wajah-Nya seperti penampakan seorang manusia, dan wajahnya penuh keagungan, seperti salah satu malaikat-malaikat kudus.

Dan aku bertanya kepada salah satu malaikat, yang pergi bersamaku, yang menunjukkan semua rahasia, mengenai Anak Manusia ini, siapakah Dia dan dari mana Dia berasal, dan mengapa Dia pergi dengan Dia Yang Lanjut Usianya? Dan dia menjawab dan berkata kepadaku, “Ini adalah Anak Manusia, yang memiliki keadilan, dan keadilan berdiam di dalam-Nya, dan segala harta kerahasiaan Dia singkapkan, karena TUHAN segala Roh telah memilih Dia, dan bagian-Nya melebihi segala sesuatu di hadapan TUHAN segala Roh, di dalam kebenaran sampai kepada kekekalan.

Dan Anak Manusia ini, yang telah engkau lihat, akan menyingkirkan raja-raja dan orang-orang perkasa dari tempat mereka berbaring, dan orang-orang kuat dari takhtanya, dan akan melepaskan ikatan orang-orang kuat, dan akan menghancurkan gigi orang-orang berdosa. Dan Dia akan mengusir raja-raja dari takhtanya dan dari kerajaan mereka, karena mereka tidak mengagungkan diri-Nya dan memuji-Nya, dan tidak mengakui dengan rendah hati kerajaan yang diberikan kepada mereka. Henokh 46:1-5   Dan pada waktu itu Anak Manusia disebutkan di dekat TUHAN segala Roh, dan nama-Nya di hadapan Dia Yang Lanjut Usianya.

Dan sebelum matahari dan tanda-tanda diciptakan, sebelum bintang di langit dibuat, nama-Nya dipanggil di hadapan TUHAN segala Roh. Dia akan menjadi tongkat bagi orang-orang yang benar dan yang kudus, yang dengan-Nya mereka dapat menopang diri mereka sendiri sehingga tidak jatuh, dan Dia akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa, dan Dia akan menjadi harapan bagi orang-orang yang sakit di dalam hati mereka. Semua yang hidup di atas bumi akan tersungkur di hadapan-Nya dan bertekuk lutut kepada-Nya, dan akan memberkati dan memuji Dia dan akan menyanyikan mazmur bagi nama TUHAN segala Roh.

Untuk tujuan ini Dia telah dipilih dan disembunyikan di hadapan-Nya sebelum dunia diciptakan, dan Dia akan berada di hadapan-Nya sepanjang kekekalan. Dan kebijaksanaan TUHAN segala Roh telah menyatakan Dia kepada orang-orang yang kudus dan yang benar, karena Dia menyimpan bagian orang-orang benar, karena mereka telah membenci dan memandang hina dunia yang penuh ketidakadilan ini, dan telah membenci semua perbuatan dan cara-caranya di dalam nama TUHAN segala Roh; karena dalam nama-Nya mereka akan diselamatkan, dan Dia akan menjadi pembalas bagi hidup mereka. Henokh 48:2-7   Karena kebijaksanaan dicurahkan seperti air, dan kemuliaan tidak akan lenyap dari hadapan-Nya selama-lamanya.

 Karena Dia sangat kuat di dalam semua rahasia keadilan; dan ketidakadilan akan berakhir seperti bayangan dan tidak akan teguh, karena Dia Yang Dipilih telah muncul di hadapan TUHAN segala Roh dan kemuliaan-Nya sepanjang kekekalan, dan kekuasaan-Nya sepanjang semua generasi. Dalam Dia berdiam roh kebijaksanaan, dan Roh Dia yang menanamkan pengertian, dan roh pengajaran dan kuasa, dan roh mereka yang mati di dalam keadilan.

Dan Dia akan menghakimi yang tersembunyi, dan tidak ada yang dapat berbicara kata-kata sia-sia di hadapan-Nya, karena Dia adalah Yang Terpilih di hadapan TUHAN segala Roh, menurut kehendak-Nya. Henokh 49:1-4   Dan pada hari-hari itu bumi akan mengembalikan apa yang dipercayakan kepadanya, dan dunia orang mati akan mengembalikan apa yang dipercayakan kepadanya, yang telah diterimanya, dan neraka akan mengembalikan apa yang menjadi hutangnya.

Dan Dia akan memilih orang benar dan orang kudus dari antara mereka, karena harinya telah tiba bagi mereka untuk diselamatkan. Dan Dia Yang Terpilih, di hari-hari itu akan duduk di atas takhta-Nya, dan segala rahasia kebijaksanaan akan keluar dari pikiran perkataan-Nya, karena TUHAN segala Roh telah memberikannya kepada-Nya dan telah menghormati-Nya. Henokh 51:1-3   Dan Tuhan memerintahkan raja-raja dan orang-orang kuat dan orang-orang mulia dan mereka yang diam di bumi, dan berkata, “Bukalah matamu, dan angkatlah tandukmu, jika kamu mampu untuk mengenali Dia Yang Terpilih.”

 Dan TUHAN segala Roh duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan roh keadilan dicurahkan keluar dari pada-Nya, dan perkataan mulut-Nya membunuh semua orang berdosa dan semua orang fasik, dan mereka dihancurkan di hadapan wajah-Nya. Kemudian akan berdiri pada hari itu semua raja-raja dan orang kuat dan orang mulia dan mereka yang menguasai bumi, dan akan melihat Dia dan akan tahu bahwa Dia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan bahwa orang benar dihakimi dalam keadilan di hadapan-Nya, dan tidak ada kata-kata sia-sia yang dapat diucapkan di hadapan-Nya.

Dan rasa sakit akan datang atas mereka, seperti wanita yang sakit bersalin, suatu kelahiran yang sulit, ketika bayi keluar dari rahim ibunya, dan dia kesakitan melahirkan. Dan sebagian dari mereka akan memandang yang lain, dan mereka akan gemetar dan akan tertunduk, dan rasa sakit akan menguasai mereka, ketika mereka melihat Anak Manusia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya. Dan raja-raja yang berkuasa, dan semua orang yang menguasai bumi, akan menghormati, dan memberkati, dan meninggikan Dia yang memerintah atas segala sesuatu, Dia yang disembunyikan.

Karena sebelumnya Anak Manusia tersembunyi, dan Yang Maha Tinggi menjaga-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan telah menyatakan Dia kepada orang pilihan. Dan jemaat orang kudus dan orang pilihan akan ditaburkan, dan semua orang pilihan akan berdiri di hadapan-Nya pada hari itu. Dan semua raja-raja yang kuat dan orang mulia dan mereka yang memerintah atas bumi akan tersungkur, dan akan menyembah dan akan berharap kepada Anak Manusia, dan akan memohon kepada-Nya dan meminta belas kasihan-Nya.

Dan TUHAN segala Roh akan menindas mereka, supaya mereka segera pergi dari hadapan-Nya dan wajah mereka akan penuh dengan malu, dan kegelapan akan semakin dalam atas wajah mereka. Dan malaikat penghukuman akan melakukan pembalasan kepada mereka, karena mereka telah menindas anak-anak-Nya dan orang pilihan-Nya. Dan mereka akan menjadi tontonan bagi orang-orang benar dan orang-orang pilihan-Nya; dan akan bersukacita karena mereka, sebab murka TUHAN segala Roh tinggal atas mereka, dan pedang TUHAN segala Roh mabuk dengan darah mereka.

Dan orang-orang benar dan terpilih akan diselamatkan pada hari itu, dan tidak akan lagi melihat wajah orang-orang berdosa dan orang-orang yang tidak benar. Dan TUHAN segala Roh akan tinggal bersama mereka, dan mereka akan tinggal bersama Anak Manusia, dan akan makan dan berbaring dan bangkit kembali dengan Dia untuk selamanya. Henokh 62:1-14   Dan ada sukacita besar diantara mereka, dan mereka memberkati dan menghormati dan meninggikan, karena nama Anak Manusia telah dinyatakan kepada mereka.

 Dan Dia duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan semua penghakiman telah diberikan kepada-Nya, Anak Manusia, dan Dia menyebabkan orang-orang berdosa hilang dan dihancurkan dari muka bumi, dan juga orang-orang yang telah menyesatkan bumi. Mereka akan diikat dengan rantai dan akan dipenjarakan di tempat penghancuran mereka, dan semua pekerjaan mereka akan hilang dari muka bumi.

Dan mulai dari saat itu tidak akan ada apa-apa lagi yang akan dihancurkan, karena Dia, Anak Manusia, telah muncul, dan duduk di atas takhta kemuliaan-Nya, dan semua kejahatan akan menghilang dari hadapan wajah-Nya dan hilang lenyap; tapi firman Anak Manusia akan menjadi kuat di hadapan TUHAN segala Roh. Henokh 69:26-29   Penemuan Kembali Kitab Henokh   Kira-kira pada masa Reformasi Protestan, muncul kembali ketertarikan kepada Kitab Henokh yang telah hilang selama ratusan tahun.

Tahun 1400-an banyak muncul rumor bahwa beberapa salinan Kitab Henokh diperkirakan masih ada. Dalam masa-masa ini, banyak buku-buku yang muncul yang diakui sebagai Kitab Henokh, tetapi yang ternyata palsu.   Kembalinya Kitab Henokh kepada peradaban modern berkat usaha seorang penjelajah terkenal, James Bruce, yang pada tahun 1773 kembali setelah 6 tahun pergi ke Abyssinia, Ethiopia dengan membawa 3 salinan versi Ethiopia dari kitab yang hilang ini. Tahun 1821, Richard Laurence mempublikasikan terjemahan Inggris yang pertama.

 Edisi terkenal dari R.H. Charles dipublikasikan tahun 1912. Dalam tahun-tahun sesudahnya, beberapa bagian dari salinan asli dalam bahasa Yunani muncul. Penemuan paling penting yang mendukung keotentikan Kitab Henokh adalah ditemukannya 7 bagian salinan dari kitab ini di dalam Gua Qumran nomor 4, di antara Gulungan-gulungan Kitab Suci di Laut Mati, yang tertulis dalam bahasa Aram.   Para Malaikat yang Jatuh - Nephilim   Kitab Henokh memberikan penjelasan penting mengenai pemberontakan para malaikat (the Watchers) seperti yang terdapat dalam Kitab Kejadian 6.

Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Pada waktu itu orang-orang raksasa (Ibrani : nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Kejadian 6:1-4   Perbandingan dengan Kitab Henokh : Dan terjadilah, setelah anak-anak manusia bertambah banyak pada hari-hari itu, anak-anak perempuan yang cantik dan rupawan telah lahir bagi mereka.

Dan para malaikat, anak-anak surgawi, memandangi dan bernafsu kepada mereka, dan berkata satu sama lain, “Lihatlah, kita akan memilih bagi diri kita sendiri istri dari antara anak-anak manusia, dan akan melahirkan anak-anak bagi kita.” Henokh 6:1-2   Kemudian mereka semua bersumpah bersama-sama, dan mengikatkan diri satu sama lain dengan kutukan; mereka semuanya ada dua ratus malaikat.

 Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan. Henokh 6:5-6   Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan.



Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells. Henokh 7:1-2   Para malaikat penjaga itu mengajarkan cara membuat persenjataan perang, baju zirah, cara mengolah dan melakukan pekerjaan logam, cara mempercantik diri, zat-zat pewarna, batu-batu berharga, ilmu pemikat, ilmu sihir, astrologi, membaca tanda-tanda bintang, ramalan, mantera, dan sebagainya. Mereka menciptakan pengorbanan manusia, minum darah, kanibal, dan mengajarkan aborsi.

Dan (malaikat) yang kelima bernama Kasdejâ, dia telah mengajarkan anak-anak  manusia semua pukulan jahat oleh roh dan setan-setan, pukulan terhadap janin di dalam rahim, sehingga keguguran, dan pukulan  untuk menyerang jiwa... Henokh 69:12a   Mereka berdosa terhadap binatang-binatang, burung-burung, ikan-ikan, binatang-binatang melata, dan mengajarkan cara mencampur antara satu jenis binatang dengan jenis binatang lainnya.

Mereka bermain-main dengan genetika manusia dan binatang, dengan maksud untuk menghalang-halangi rencana penebusan Tuhan melalui garis darah keturunan manusia. Akibatnya seluruh makhluk hidup di bumi menjadi tercemar, manusia dan binatang.   Ini menjadi alasan yang jelas mengapa Tuhan harus menghancurkan dunia dan menghapuskan segala sesuatu yang hidup dari muka bumi dengan banjir besar.

Tuhan memerintahkan penghulu malaikat, Michael, untuk memenjarakan para malaikat penjaga yang memberontak ini. “… ikat mereka di bawah bukit bumi untuk tujuh puluh generasi, sampai hari penghakiman mereka dan akhir kesudahan mereka, sampai penghakiman yang terakhir telah dilaksanakan untuk selama-lamanya. Dan pada hari-hari itu mereka akan dibawa ke dalam jurang api, dalam siksaan dan penjara, mereka akan terkunci selama-lamanya.”

 Henokh 10:12b-13   Kitab Yudas menyebutkan hal yang sama: Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar.

Yudas 1:6   Rasul Petrus menyebutkan hal yang sama dalam suratnya: Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka (Yunani : tartarus) dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 2 Petrus 2:4-5   Tartarus adalah tempat yang paling dalam (dasar) di jurang neraka.

 Kata ini hanya muncul 1 kali saja dalam Alkitab, yaitu didalam Surat Petrus ini. Menurut mitologi Yunani, tartarus adalah penjara di bawah bumi tempat penyiksaan dan penderitaan bagi mereka yang berbuat jahat dan tempat penjara bagi para Titan (raksasa). Rasul Petrus bahkan menghubungkan antara kejadian pemberontakan para malaikat tersebut dengan penghakiman air bah pada zaman Nuh.

Kitab Henokh mencatat, nephilim dan keturunannya telah dihapuskan Tuhan dari muka bumi, namun roh-roh mereka masih ada di atas bumi. Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat.

Henokh 15:8-9   Para malaikat yang jatuh dan keturunannya itu sangat mempengaruhi jalannya sejarah manusia sampai hari ini. Setiap kebudayaan memiliki mitologi tentang pendatang dari surga atau bintang-bintang, yang pada kenyataannya adalah para malaikat yang jatuh, dewa-dewa yang turun dari langit dan kawin dengan anak-anak manusia dan melahirkan para raksasa, manusia setengah dewa. Ada yang digambarkan sebagai makhluk setengah manusia dan setengah binatang.

Mereka adalah para pahlawan yang gagah perkasa pada zaman purbakala, orang-orang  yang kenamaan (Kejadian 6:4), yang diceritakan dalam mitologi. Orang-orang Sumeria, Babilonia, Mesir, Yunani, Romawi, dan semua kebudayaan kuno, mencatat adanya ras yang digambarkan sangat cerdas, berbadan raksasa, dan sangat kuat. Kaisar Jepang, raja-raja Aztec dan Maya, disebutkan sebagai keturunan dari dewa-dewa langit.

Gunung Hermon, tempat turunnya 200 malaikat pengawas untuk melakukan intervensi dengan manusia dan menghasilkan keturunan Nephilim   Kitab Yobel mencatat bahwa Yared atau Yeh'-red, leluhur Perjanjian Lama, dinamai demikian karena pada zamannya malaikat penjaga turun ke bumi - Yeh'-red artinya "turun." Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Sungai "Yordan" berasal dari akar kata yang sama, yang berarti "turun, turun ke bawah atau jatuh". Yar-dane' artinya "tempat turun".

Sumber air dari Sungai Yordan adalah Gunung Hermon – yang merupakan lokasi dimana para malaikat penjaga turun dari surga dan mendarat di puncak Gunung Hermon (dikisahkan dalam Kitab Henokh pasal 6).   Buku untuk Generasi Akhir Zaman   Pembukaan dari Kitab Henokh memberitahukan kepada kita bahwa pernyataan-pernyataan dalam kitab ini tidak diperuntukkan bagi generasi zaman Henokh, tapi bagi generasi yang terkemudian.

Dan tentu saja Kitab Henokh ini menjadi penting pada masa-masa setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga. Kita tahu bahwa pada awalnya, gereja mula-mula menggunakan Kitab Henokh, namun kemudian buku ini hilang, hingga akhirnya muncul kembali baru-baru ini saja. Mungkin kitab ini diperuntukkan bagi generasi kita, karena sekarang telah tersedia secara luas, setelah tersembunyi selama berabad-abad.   Kata-kata berkat Henokh dengan mana dia memberkati orang-orang pilihan dan orang-orang benar, yang akan ada pada hari kesusahan ketika semua orang jahat dan orang fasik akan disingkirkan.

Dan kemudian Henokh menjawab dan berbicara, seorang yang benar, yang matanya dibukakan oleh Tuhan sehingga dia memandang penglihatan kudus di surga, yang ditunjukkan para malaikat, dan dari mereka aku mendengar segala sesuatu, dan aku tahu apa yang aku lihat, tetapi bukan bagi generasi ini, tapi bagi generasi yang terkemudian yang akan datang. Henokh 1:1-2   Kembalinya Para Nephilim   Kita membaca dalam Kitab Suci, setelah banjir besar, para nephilim ini muncul kembali.

Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa (Ibrani : nephilim), orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa (nephilim), dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami. Bilangan 13:33   Para arkeolog banyak menemukan sisa-sisa peninggalan peradaban tinggi yang ada sebelum banjir besar, tulang-belulang para raksasa di seluruh dunia, bangunan-bangunan raksasa dengan batu-batu yang beratnya mencapai ribuan ton dengan ketepatan yang sangat presisi, yang bahkan teknologi zaman modern sekarang ini tidak bisa menduplikasinya (Baca 100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi).

Keturunan para malaikat dalam berbagai bentuk secara terus-menerus melakukan perlawanan terhadap Tuhan, dan ingin menguasai seluruh bumi yang akan mencapai klimaksnya dengan munculnya seorang Anti-Kristus yang akan melakukan peperangan melawan Tuhan dan anak-anak-Nya.   Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia. Lukas 17:26   Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Pengkhotbah 1:9

Rabu, 10 Februari 2016

BERITA KEDATANGAN TUHAN: MELIHATLAH DARI SISI YANG DIKEHENDAKI INJIL


Saudara-saudariku di dalam Yesus Tuhan,

Hari-hari ini, kita semakin terbiasa membaca artikel-artikel di internet tentang kedatangan Tuhan Yesus yang semakin dekat, berisi nubuat-nubuat, penglihatan-pengihatan, pesan demi pesan.

Dari semua pernyataan itu, ditambah lagi fakta-fakta geopolitik dunia yang memang selaras, kita menjadi percaya, bahwa memang waktunya semakin dekat. YESUS AKAN SEGERA DATANG.

Beberapa hal yang paling sering disampaikan artikel-artikel rohani itu antara lain:
- Mikrochip akan dipaksakan kepada semua orang, dan hanya yang mau menerimanya yang akan bisa membeli atau menjual. Mereka yang menolak akan dikejar-kejar dan dianiaya. Adapun mereka yang menerima, dipastikan akan berakhir di neraka.
- Segera akan terjadi peperangan besar, di seluruh dunia, lebih lagi di Timur Tengah.
-Kelaparan, bencana alam, wabah penyakit menular
-Seruan pertobatan dan hidup kudus
-Bahwa Tuhan hanya mengangkat mereka yang hidup kudus
-Dan lain sebagainya.

Ketika anda membaca salah satu atau beberapa artikel itu, apa yang anda rasakan? Kebanyakan ialah perasaan teror. Kita ketakutan. Dan kita mencoba mengikuti semua pesan-pesan penulis itu untuk bertobat dan konsentrasi penuh hidup kudus. Sebentar-sebentar kita bertobat di hadapan Tuhan, meminta dengan sangat supaya Ia jangan meninggalkan kita. Batin kita gemetar ketakutan.

Kita menjadi sibuk untuk diri kita sendiri. Tak ada lagi gairah sukacita untuk mengabarkan Injil pada orang lain --karena batin kita sendiri sibuk dalam rintihan: O Tuhan, tolong aku, mampukan aku untuk layak terangkat..o Tuhan Yesus...-- tak ada waktu lagi untuk merenungkan kasih seperti "orang Samaria yang baik hati". Saat kita bicara tentang Tuhan pada orang lain, yang kita transferkan pun teror rohani yang sama, yang keluar dari roh kita yang "menggigil" .

Tetapi saya kembali merenungkan semua "hasil" itu dan merasakan ada yang salah. Ada yang hilang disini: damai sejahtera, senyuman sukacita, iman akan kepastian keselamatan. Mengapa seperti ini hasilnya...?

(Baca selengkapnya di  BERITA KEDATANGAN TUHAN: MELIHATLAH DARI SISI YANG DIKEHENDAKI INJIL

Minggu, 24 Januari 2016

Rapture adalah Sebuah Kebohongan ?


Rapture is The Greatest Lie of Lucifer

Akhir-akhir ini makin marak sekali pengajaran yang mengatakan bahwa Rapture atau Pengangkatan adalah Kebohongan terbesar yang dibuat Iblis.


Hal ini tentu sangat Memprihatinkan sekali, sebab Rapture bukanlah sebuah Doktrin biasa-biasa, yang mungkin masih bisa diperdebatkan seperti Doktrin-doktrin yang lain. Tidak.

Rapture adalah Doktrin yang sangat Fundamental sekali, yang merupakan Fondasi Iman orang Kristen, terutama Kristen Terbarukan (Kristen yang LEBIH mengetahui Kebenaran).

Mengapa saya katakan 'Kristen Terbarukan', bukan langsung pada yang spesifik saja "Kristen Karismatik", 'Pentakosta', atau 'Aliran Baptis' ?

Tidak, sebab ini akan menjadi bahan pijakan bagi Kristen Tradisi, seperti Katolik & Protestan, ataupun Ortodox, untuk melempar Karismatik  "itulah.. kan terbukti Pentakosta atau Karismatik itu salah, hanya dikarismatik diajarkan itu".  Tidak, kita tidak inginkan itu. Sebab ini bukan hanya Doktrin Karismatik atau Pentakosta.. tapi ini adalah Doktrin Dasar Kekristenan.  Hanya saja jika tidak semua mengerti mengenai hal ini, itu masalah lain dan bisa dimaklumi.  Tapi sekali lagi, ini bukan Doktrin Karismatik.. tapi Doktrin Dasar Gereja.

Ada ribuan Doktrin dalam Gereja, dan jumlahnya terus bertambah. Namun Doktrin Dasar, itu hanya beberapa saja, misalnya:

- Hari Akhir
- Tuhan Tritunggal

Doktrin Hari Akhir atau Akhir Zaman, alias "Kedatangan Tuhan Yesus Kedua kali", terbagi atas 2.

1. Kedatangan Yesus diawan-awan (Mengangkat orang Percaya/Rapture)
2. Kedatangan Yesus di Bumi (Kiamat)

Ini adalah Doktrin Dasar Gereja, yang tidak bisa diperdebatkan seperti Doktrin-doktrin lain.

Karena itulah ketika akhir-akhir ini marak Pengajaran bahwa Rapture adalah Kebohongan terbesar yang pernah diciptakan Iblis, menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan.

Masalahnya mereka bukanlah orang-orang bodoh yang tidak mengerti Alkitab.  Mereka adalah orang-orang Cerdas yang Pemahaman dan Kredibilitasnya dalam Dunia Kekristanan sangat diakui, dan mereka menyampaikan hal itu bukan tanpa dasar.  Mereka mempunyai banyak Dalil-dalil pendukung dari Alkitab, maupun Penemuaan-penemuan ataupun Discovery-discovery yang mencengangkan.

Hal ini menjadi Antitesa bagi orang-orang Pentakosta & Karismatik, yang khususnya para Penganut Apocalyps  (Orang yang Iman dan Padangannya selalu berbau-bau Akhir zaman dan Rapture).

Saya juga tidak terlalu suka dengan para Penganut Apocalyps, sebab mereka cenderung menciptakan Teror yang menakutkan kemungkinan-kemungkinan kita akan tertinggal. Tentu itu Teror yang menakutkan.  Bukan saya menyebut mereka Salah, tetapi hanya saja Intensitas claim mereka yang terlalu tinggi.  Mereka menyangkut pautkan segala sesuatu dengan Akhir Zaman & Rapture.  Tentu lama-lama hal seperti ini bisa membuat sebagian orang menjadi muak dan menantang..

"Ahh dari dulu sudah banyak nabi-nabi yang menubuatkan Pengangkatan, Ada yang Mangapin Sibuea, ada yang dari Barat, tapi tidak ada satupun yang terbukti".




Tentu kita tidak menginginkan hal itu. Sebab Firman melarang kita untuk menjadi Pengejek-pengejek seperti yang disebutkan kitab Wahyu. kemudian melarang kita untuk merendahkan Nubuatan.  Hanya saja dalam hal ini perlu kiranya Kebijaksanaan dan Kedewasaan dalam Memandang dan Berpendapat.

Dan yang terparah bukan hanya menjadi Pengejek, tetapi sekarang yang timbul adalah Antitesa, yaitu yang menyebutkan bahwa Isu Rapture adalah Kebohongan Ciptaan Iblis.  Wooww.....!!

Menyedihkan sekali bukan...!!

Karena itu sekalipun saya tidak terlalu suka dengan Penganut Apocalyps, saya ingin menghimbau anda para Penganut Antitesa Rapture, Bertobatlah dari Keyakinan anda, sebab Rapture itu memang Benar, sekalipun kita belum melihatnya.  Sebagaimana benarnya akan datangnya Kiamat, sekalipun kita belum pernah melihatnya.

Pengangkatan: Senjata Rahasia Setan

Jumat, 22 Januari 2016

MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH



Sudahkan anda memahami kasih karunia Allah? Betapa pentingnya anda memahaminya, karena keselamatan kita adalah semata-mata karena kasih karunia Allah oleh iman. Tanpa pemahaman yang benar akan kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, iman anda tidak kokoh dan mudah digoyahkan oleh rupa-rupa pengajaran dari dunia ini. Ringkasnya, anda mudah untuk disesatkan. Tapi setelah anda memahami benar kasih karunia Allah, mata rohani anda akan terbuka, iman anda akan dikuatkan, dan anda akan dapat menikmati hubungan yang intim dengan Kristus Yesus.

Untuk itu, dapatkan buku saya berjudul "MEMAHAMI KASIH KARUNIA ALLAH" selengkapnya, gratis,
di blog saya. Buku ini telah dibaca ribuan orang berbahasa Indonesia dari seluruh dunia dan telah mewarnai gairah umat Allah akan pemahaman kasih karunia Tuhan Yesus di tahun-tahun terakhir ini, sejak diterbitkan pada tahun 2012 silam, bagi kemuliaan Tuhan kita. Jangan ketinggalan untuk membacanya dan sesudahnya anda akan menyaksikan bahwa roh anda menyala-nyala. Anda tidak akan sama lagi. Anda akan tergerak oleh kasih yang berkobar dan dorongan Roh Kudus untuk menjadi pengerja di ladang Injil.

Silakan klik:

Memahami Kasih Karunia Allah

MENGIKIS ROH AGAMAWI DARI GEREJA TUHAN



Dapatkan buku saya berjudul "MENGIKIS ROH AGAMAWI DARI GEREJA TUHAN" selengkapnya, gratis, dalam bentuk pdf dan anda akan diberkati dengan pewahyuan-pewahyuan untuk pemulihan gereja Kristus, dalam persiapan kita menyongsong Tuhan Yesus yang akan segera datang. Buku ini akan menyingkapkan hal-hal keliru yang umum terjadi di dalam gereja-gereja kita selama ini, meluruskannya kembali ke dalam Injil, dan pada akhirnya menguatkan iman kita akan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Buku ini sangat perlu dibaca oleh para pengerja di ladang Tuhan.


Karena itu, sangat diharapkan agar saudara pembaca bersedia membagikan buku ini, baik secara online maupun dalam bentuk copy fisik (print) sebanyak-banyaknya, lebih lagi kepada para pendeta, penginjil-penginjil dan pengajar firman Tuhan, yang saudara kenal, untuk mendorong kebangunan rohani di akhir zaman ini di Indonesia maupun seluruh dunia. Tuhan Yesus segera datang. Ia mengasihi kita. Amin.

Untuk mendapatkan buku dimaksud, silakan klik:

Mengikis roh Agamawi dari Gereja Tuhan

Sabtu, 02 Januari 2016

Ketika Tuhan Kita Dihina

Well guys, belakangan ini banyak dari kita yang menemukan tulisan-tulisan yang menjurus ke arah penghinaan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, khususnya di media sosial entah itu facebook, twitter, path dan lain-lain, baik dalam bentuk postingan, meme, atau status-status yang buat kita panas waktu ngeliat dan ngebacanya.

Apa sih tujuannya?

Tujuan mereka sebenernya simple, mau bikin kita anak-anak Tuhan marah. Parahnya lagi banyak dari kita yang kalo udah marah suka kelewat batas sampe-sampe balas hinaan mereka dengan kata-kata yang lebih kotor dan jahat dan pada akhirnya kita masuk ke perangkap si iblis yang mau menjerumuskan kita ke dalam dosa, yaitu dosa kebencian.

Memang terkadang sangat menjengkelkan dan bener-bener bikin emosi kalo lihat atau baca penghinaan mereka terhadap Tuhan Yesus, tapi sebagai anak-anak Tuhan apa boleh kita kembali menghina dan membalas mereka?
Jelas tidak. Karena Tuhan Yesus sendiri pun tidak pernah menghina orang yang menghina Nya
So, apakah kita harus diam saja dikala Tuhan kita dihina?
Tentu juga tidak

Jadi kita harus gimana menghadapi orang-orang semacam ini?

Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 6:27-28
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu
Dalam Lukas 6:27-28 Tuhan Yesus memberitahukan bagaimana kita harus hidup bersama dengan orang lain.
Mengasihi musuh kita bukan berarti mengasihi secara emosional, melainkan menunjukan perhatian dan keprihatinan yang tulus terhadap kebaikan dan keselamatan kekal mereka. Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib mereka yg melawan Allah di hari penghakiman nanti, kita sebagai anak-anak terang harus mendoakan mereka dan berupaya membalas kejahatan dengan kebaikan untuk membawa mereka kepada Yesus.

Guys, Tuhan adalah kasih, hampir di seluruh Injil Tuhan Yesus menunjukan kasih-Nya bukan hanya bagi mereka yang begitu mengasihi Dia melainkan juga bagi mereka yang membeci dan berusaha menyalibkan-Nya.
Dia tahu bahwa hukum yang terutama yang mencakup seluruh Kitab Taurat dan Kitab Nabi-Nabi adalah kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan Dia berhasil melakukan firman itu.
Masih ingatkah kita dengan kisah Yesus menyebuhkan telinga hamba imam besar yang diserang oleh Petrus hingga putus ketika mereka ingin menangkap Yesus?
Bahkan di saat2 terakhir pun Yesus masih menunjukan kasihnya dengan minta kepada Bapa untuk mengampuni mereka yg menyalibkan Dia
Lukas 23:34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Sudah seharusnya kita sebagai pengikut Tuhan Yesus melakukan juga apa yang dilakukan oleh-Nya karena itulah yang menjadi pembeda kita dengan manusia-manusia dunia.
Bukankah kita garam dan terang dunia?

So, kali lain kali ketemu sama hal-hal seperti itu lagi jangan dibalas tapi berdoalah buat mereka yang menghina Tuhan kita, siapa tau dari benci malah jadi cinta ^_^.
Gbu

Senin, 06 April 2015

Cara Gereja Setan Menarik Pengikut

Mongol yang sekarang telah menjadi Komedian di Standup Comedy adalah mantan Pimpinan Gereja Setan di Indonesia Timur.  Kali ini kita bukan ingin membahasa tentang mongol yang telah menjadi komedian, tetapi kisah hidupnya saat masih aktiv di Gereja Setan. Dan berikut ini adalah beberapa cara-caranya.


Salah satu cara adalah dengan mengajak anak-anak muda untuk makan di restoran yang mahal. Kalau anak-anak muda itu biasa makan di Warteg, diajak makan di restoran sekelas The Dome, misalnya, membuat mereka terperangah. Ketika bon atau 'bill' disodorkan, para pemimpin GS yang mentraktirnya sengaja mengekspos mahalnya atau besarnya 'bill' itu.

Anak-anak muda yang sudah ditraktir demikian mahalnya, mana mungkin akan menolak ketika setelah makan mereka diajak, "Yuk, kita ibadah Sabtu malam besok?" Begitu mereka datang untuk pertama kali di dalam ibadah GS, mereka akan disambut dengan hangat, dan pada acara perkenalan, mereka yang baru pertama kali hadir dalam ibadah di GS akan diminta maju dan harus bersedia mengeluarkan darah untuk dicampur dalam 'air suci' sebagai ritual penyambutan mereka. Darah yang bercampur air suci itu kemudian harus diminum setelah diberi mantera-mantera. Sejak saat itu anak muda yang bersangkutan sudah masuk dalam perjanjian darah dengan Lucifer.

Cara kedua adalah melalui jabat tangan dengan pemimpin GS yang di jarinya dipasang cincin pentagram menghadap ke dalam kepalan tangan dan ketika jabat tangan itu diusahkan dengan sengaja agar ujung cincin melukai anak muda yang menjadi target mereka. Dengan aksi menyesal, orang yang melukai itu akan meminta maaf dan mengelap tetesan darah. Selanjutnya darah itu akan diberi mantera agar terjadi ikatan darah antara orang itu dengan Lucifer. Sejak saat itu, para pemimpin GS tinggal memanggil nama anak muda itu, maka dia bagai kerbau dicocok hidung akan menjadi pengikut GS.

Cara lain adalah melalui penyusupan para pengikut GS di dalam kebaktian-kebaktian gereja. Mereka berani mengikuti ibadah di gereja-gereja tradisi dari awal sampai akhir dan dalam kesempatan itu mereka akan menyerang jemaat yang ditargetkan dengan kuasa-kuasa jahat. Jika di kebaktian karismatik, mereka tidak akan berani datang dalam acara Praise & Worship, karena setan tidak tahan tinggal dan berhadapan dalam hadirat Tuhan. Namun kini banyak ibadah karismatik juga tidak ada hadirat Tuhan, sehingga mereka berani 'ngobok-ngobok' ibadah raya sejak awal.

Nah, jika dalam kebaktian karismatik yang kuat hadirat Tuhannya, mereka biasanya berani menyerang pada waktu altar call. Mereka yang diserang bisa rebah ke lantai, dan biasanya orang yang rebah ke lantai tidak diperhatikan oleh pendeta yang melayani, karena pendeta itu biasanya konsentrasi kepada jemaat yang belum rebah. Orang-orang Kristen yang diserang kuasa kegelapan sehingga rebah ke lantai ini akan menjadi target yang empuk untuk menjadi pengikut GS.

Jumat, 03 April 2015

Atheis: Kalau Memang Tuhan Itu Ada Coba Tunjukkan

Disebuah sekolah dinegara komunis, sang guru berkata kepada murid-muridnya 'Sekarang kita akan buktikan, apakah Tuhan itu ada atau Tidak.  Silahkan tutup mata kalian, dan berdoalah dengan sungguh-sungguh. Mintalah kepada Tuhan agar memberikan kalian Pensil diatas meja.  Jika pensil itu ada, berarti Tuhan itu ada.  Tapi jika pensil itu tidak ada, berarti Tuhan itu hanyalah dongeng'.
Kemudian murid-muridnya berdoa dengan sunggu-sungguh agar Tuhan memberikan pensil diatas meja.  Namun ketika mereka mengucapkan Amin, ternyata mereka tidak melihat apa-apa diatas meja.

Kemudian sang guru berkata, 'kalian lihat, kalian sudah bersusah-payah meminta kepadanya, tapi pensil itu tidak kunjung diberikan. Mengapa ?  Sebab sesungguhnya Tuhan itu tidak ada.'

Lalu guru itupun melanjutkan, 'Sekarang kalian minta pensil pada saya'.
Lalu murid-murid itupun meminta pensil kepada sang guru.
Kemudian sang gurupun memberikan pensil kepada semua murid itu, diatas meja mereka masing-masing.

Kemudian sang guru berkata "kalian lihat, kalian meminta kepada saya, dan saya memberikannya.  berarti sayalah Tuhan. Kitalah Tuhan. atau lebih tepatnya, sebenarnya Tuhan itu tidak ada".

Demikianlah permulaan para Atheis & Komunis menyangkal keberadaan Tuhan.

Sebagai orang-orang yang telah mengenal Tuhan, tentu kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, atau lebih tepatnya tantangan para Liberal ini.

Para Liberal sering meniadakan Tuhan, Setan, Roh, Neraka.  Mereka menganggap semua itu hanyalah lelucon semata.  Mereka sering menyebut orang-orang percaya, sebagai orang-orang bodoh & buta.

Orang-orang Liberal, adalah orang-orang yang sangat mengagungkan Logika.  Karna itu kita juga harus bisa menjawab mereka secara cerdas, agar bisa diterima oleh logika mereka.  Baik dengan Analogi, maupun dengan Fakta.

Dan bagi anda para Liberal, jika anda sangat mengagungkan Perenungan, Logika, ataupun Pencerahan, renungkanlah ini..

"Bukan karena anda tidak bisa melihat angin, lantas angin itu tidak ada".

Dan jika anda berkata lagi 'Angin bisa dirasakan oleh kulit saya, tapi Tuhan ? Setan ?

Jawabannya 'Untuk mengetahui keberadaan sesuatu, tidak mesti melulu dengan Pancaindera, tapi juga Kesadaran'.


Kamis, 26 Maret 2015

Penganut Agama New Age Bertemu Yesus


Mike Shreve adalah seorang guru Yoga Kundalini yang telah mengajar di empat universitas di Florida, Amerika. Hingga sampai suatu pengalaman Kenyataan Hakiki atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality)[1] akhirnya itu merubah pola pikirnya secara radikal.


Tulisan kesaksian ini adalah ringkasan dari buku tulisan Mike Shreve sendiri: Encountering GOD. Kesaksian serupa juga di dapat pada buku In Search of the True Light pada Bab 3-Monumental Moments. Material asli adalah Copyright (2011). Dipakai dan diterjemahkan sesuai persyaratan dari pemilik, yakni tidak untuk diperdagangkan.

Kesaksian Mike Shreve juga terdapat di buku Truth Seekers, Sid Roth & Mike Shreve,  di dalamnya terdapat 9 kesaksian orang lain yang telah menemukan Kebenaran Sejati yang mereka cari.
Catatan dari penterjemah: Semua catatan kaki berasal dari penterjemah, kecuali itu ditulis. Artikel ini dapat dipakai dengan bebas, namun catatan kaki harus disertakan. Penjala Baja.
Mike Shreve on It’s Supernatural with Sid Roth – Truth Seekers
[Perubahan dari hidup duniawi ke agama New Age, dunia roh]
Itu sekarang mudah melihat kebelakang dan melihat titik-titik balik utama: lagu-lagu, buku-buku, pengertian-pengertian, pengalamaan-pengalaman, hubungan-hubungan dan ide-ide yang membangkitkan perubahan-perubahan fundamental di dalam sistem keyakinanku. Saat-saat monumental adalah titik balik yang bernilai dalam kehidupan kita.

Menurut tradisi Buddha, Siddhartha Gautama ditemui seperti ‘saat monumental’ sekitar usia dua puluh sembilan. Para Pemikir modern bahkan dapat mengistilahkan hal itu ’pergeseran paradigma yang bersifat pribadi’ (transformasi pribadi dalam gaya hidup dan keyakinan yang mengakibatkan adanya sebuah perubahan sosial).

Meskipun terlindung sepanjang hidupnya dalam batas-batas sebuah istana kerajaan, ia berani untuk menjelajah kedalam ‘dunia luar.’ Menurutu tradisi, itulah saat Siddhartha melihat apa yang disebut “Empat Pemandangan” – orang sakit, pria tua, mayat dan petapa.

Setelah menyaksikan penderitaan yang berlimpah di dunia ini, ia terguncang, tersentak dari mentalitas melayani diri sendiri. Keputusasaan yang dihasilkan untuk menemukan jawaban menjadi, penulis William Burrough katakan sebagai, “bahan baku perubahan drastis.”

Kemudian setelah beberapa tahun, sementara bermeditasi di bawah pohon Bodhi, ia mengklaim menerima sebuah pengalaman Kenyataan Hakiki (Ultimate Reality). Pada saat itu, menurut mereka yang mempraktekkan filosofinya [filosofi si Siddhartha Gautama], ia (Siddartha) menjadi “Buddha,”  (artinya) “Yang Tercerahkan,” “Enlightened One.”[2]

Pengalaman menjelang kematian di tahun pertama kuliahku terbukti menjadi ‘titik penting’ bagi saya.
Pada malam hampir-tragis itu, saya memiliki kesan bahwa jiwa saya benar-benar meninggalkan tubuh saya dan masuk ke dalam kekosongan yang sangat menakutkan dan gelap. Saya merasa benar-benar tidak siap. Saya telah mendengar bahwa mereka yang ingin mati dengan baik, terlebih dahulu harus belajar untuk hidup dengan baik. Saya jelas belum hidup dengan baik, jadi saya belum siap untuk mati dengan baik tentunya.

Mendapatkan gelar sarjana? Mengejar karir? Menjadi aman secara finansial? Untuk apa-jika akhirnya kuburan menunggu di suatu tempat di masa depan saya? Itu suara dari dalam terus menyelidik dan mendorong dengan peringatan serupa dengan yang diberikan kepada Horatio, dalam drama Shakespeare, “Hamlet“: “Ada banyak hal di sorga dan bumi … daripada yang diimpikan dalam filsafat Anda”
Seperti orang buta aku tersandung dalam kegelapan, menggenggam sesuatu benda. Saya sangat ingin melampaui batas-batas yang dikenakan pada diriku dan putus asa untuk jawaban abadi. Sekali lagi, rasa putus asa ini telah menjadi “bahan baku perubahan drastis.”

Agama[3] telah mengambil kepentingan yang diperbaharui. Saya telah dibesarkan sebagai seorang Roma Katolik. Sampai awal remajaku, saya sangat setia, tetapi gagasan bahwa Kristianiti adalah satunya jalan kepada Elohim, dengan mengesampingkan semua agama lain, hanya tampak terlalu sempit, terlalu tidak masuk akal. Selain itu, saya memutuskan untuk tidak bisa lagi menerima sesuatu hanya karena itu adalah bagian dari budaya saya atau ’sistem keyakinan’ keluarga.

Socrates berkata, “Kehidupan yang tak teruji tidak layak dijalani.” Saya memutuskan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang belum diuji tidak juga banyak berarti … setidaknya, bagi saya pribadi. Bermaksud untuk mengeksplorasi berbagai agama dunia dengan pikiran terbuka, aku berangkat pada sebuah pencarian demi “Terang Yang Sesungguhnya.” (True Light).[4] Meskipun saya sedang belajar wahyu, teori dan pendapat orang lain saat itu, dengan tujuan utamaku adalah untuk mengalami Elohim untuk diriku sendiri. Saya beriman bahwa sesuatu di suatu tempat akan terbukti menjadi koneksi saya dengan Kenyataan Terakhir.



Sebuah Encounter Dengan Agama New Age atau agama Asia Timur  (Far East)[5]
Saya mulai membaca banyak literatur tentang agama-agama Asia Timur dan mata pelajaran terkait. Fraseologi (Phraseology) baru mengisi pikiran saya: yoga, proyeksi astral, mantra, cakra, mata ketiga, Nirvana, kesadaran-Ilah – semua hal ini terdengar sangat menantang dan menarik. [Bagi orang sekuler dan atheis, banyak orang Barat saat mereka sadari bahwa hal-hal yang bersifat kebendaan (materialsm) tidak dapat memuaskan jiwa mereka, umumnya akan jatuh pada titik ektrim yang sebaliknya, yaitu alam roh, spritualism]

Kemudian pada musim gugur tahun 1969 saya pergi untuk mendengar Yogi Bhajan: seorang guru dari India yang mengaku dia datang ke Amerika Utara untuk membantu ‘anak bunga’, ‘generasi perdamaian’ menemukan jalan yang bersifar roh. Dia mengajarkan kami tentang yoga[6] (secara harfiah yoga berarti ‘untuk dibebani’).

Mengemasi barang-barangku, saya meninggalkan kampus Universitas Florida State di Tallahassee, Florida, untuk membantu memulai sebuah pondok meditasi (ashram) di Pantai Daytona. [Disini Make dan yang lainnya berjam-jam dan setiap hari belajar dan praktek meditasi Hindu, mantera[7] yoga, dan pengendalian nafas dan pikiran untuk mendapatkan pencerahan jiwa, dengan tujuan menjadi serupa Elohim] Kami bertekad secara penuh pada proses tersebut.

Hal-hal aneh mulai terjadi padaku: rasa damai dan keterpisahan dari dunia, jiwa terkadang keluar dari tubuh berkunjung ke beberapa jenis alam yang lebih tinggi, mimpi rohani. Saya, dalam hal seperti-Adam, rindu suatu hari terbangun dari mimpi rohani menemukan diri saya sendiri mengamati wajah Penciptaku. Adakah yang lebih baik dari itu?

[Menjadi guru Yoga di empat universitas, surat Larry]
Saya tidak dapat lagi mengabaikan penderitaan ras manusia yang tertutup oleh kebodohan rohani. Setelah berunding dengan para pemimpin, saya meninggalkan pondok meditasi pergi ke kota lainnya dan memulai kelas-kelas pengajaran untuk saya sendiri.

Dengan dorongan yang kuat, saya pindah ke kota berkembang Tampa, Florida. Empat universitas di wilayah ini (the University of South Florida, the University of Tampa, Florida Presbyterian and New College) membuka pintu mereka, Beberapa ratus mahasiswa mulai hadir. Rindu untuk menabdikan diri mereka lebih lagi, sejumlah murid-muridku miminta saya untuk menyewa tempat dan menjadikan itu pondok meditasi kecil. Degan senang hati saya menuruti.

Suatu malam, selama waktu itu, saya mengalami apa orang lain sebut sebagai ’cahaya putih.’ Saya mendapat kesan yang berbeda jiwaku keluar dari tubuhku dan ditarik ke dalam cahaya yang sangat kuat dan abadi.[8] Meskipun sekarang saya memiliki interpretasi yang berbeda dari apa yang sebenarnya telah terjadi pada diriku, pada saat itu, aku merasa aku melewati suatu kondisi tertinggi dari meditasi. Lebih jakin dari sebelumnya bahwa saya benar-benar pada ‘jalan’ saya, saya diintensifkan usaha saya.

Lalu hal itu terjadi! Sangat tiba-tiba … sangat tak terduga … suatu perjanjian ilahi telah mengganggu apa yang telah menjadi pola kehidupan yang dapat diduga. Saya bahkan tidak mencari arah baru, tapi Elohim tahu hati saya. Dia tahu kasih saya kepada Dia dan ketulusanku dari tujuan. Jadi Dia turun tangan bagi saya melalui pembuatan beberapa peristiwa yang sangat bernilai yang membawa …

Sebuah Perubahan Dramatis [Surat Larry yang menantang, Di doa syafaati dan dipuasai oleh orang-orang Kristen, menguji ke-elohim-an Yeshua, ujian diterima Elohim]
Beberapa kejadian kunci telah terjadi dalam beberapa minggu yang menyebabkan ’titik balik’ terpenting dalam hidupku.

Pertama, koran Tribune Tampa menerbitkan sebuah wawancara dengan saya setengah halaman. Reporter itu menanyai saya tentang keyakinan saya sebagai guru Yoga Kundalini dan melaporkan semua yang saya lakukan di daerah Tampa. Saya bersyukur untuk pemaparan itu, yakin bahwa publisitas gratis ini akan meningkatkan kehadiran di kelas-kelasku.
Sedikit yang saya tahu bahwa hal itu juga akan menyadarkan kelompok doa Kristen setempat mulai mendoakan saya.

Seorang anggota kelompok doa memotong artikel dari koran tersebut, menempelkan nya ke papan doa mereka dan meminta orang-orang untuk berpuasa dan berdoa bagi saya setiap hari sampai pertobatanku terjadi. Selama periode yang sama ini, saya menerima surat dari teman kuliahku yang meninggalkan sekolah pada saat yang sama saya tinggalkan, karena alasan yang sama. Isi dari surat Larry cukup mengejutkan. Ini menggambarkan perubahan mendadak yang baru saja terjadi dalam hidupnya.

 Meskipun ia telah mengkhususkan diri untuk agama-agama Asia Timur dan disiplin-disiplin yoga tertentu, sesuatu telah berubah secara radikal seluruh pendekatannya pada hal-hal tentang Elohim. Larry menjelaskan bagaimana ia menerima berkat, pengalaman supranatural dengan Yeshua, yang disebut sebagai “dilahirkan kembali.”

Larry juga mengklaim pengalaman ini berbeda daripada pengalaman yang diperoleh melalui yoga dan itu meneguhkan klaim Yeshua sebagai satu-satunya cara untuk keselamatan. Kata-kata Larry adalah tegas, “Mike, kamu tidak akan pernah menemukan kedamaian yang sesungguhnya melalui yoga dan meditasi. Kamu harus melalui salib. Kamu harus dilahirkan kembali. Yeshua adalah jalan kepada kehidupan kekal.”

Saya balas menulis kawan kuliah saya, menjelaskan bagaimana senangnya saya  bahwa ia telah menemukan ‘jalan Kristianiti’ tepat baginya. Namun, saya menyatakan dengan tegas bahwa klaim Kristianiti terlalu eksklusif bagi saya. Keyakinan saya dahulu mencakup semua agama di dunia. Semua ‘jalan’ berbeda-beda untuk (menuju) Elohim yang sama: ini adalah keyakinan saya dahulu. Anehnya, meskipun, saya tidak bisa mengluarkan surat Larry dari pikiran saya. Kata-katanya terus bergema dalam diri saya, meskipun logika dari kata-kata Larry itu tidak saya terima.


Setelah beberapa minggu, saya memutuskan bahwa saya harus menangani masalah ini. Mengabaikan Kristianiti tanpa sepenuhnya mengeksplorasi klaim-klaimnya akanlah menjadi tidak adil – tidak adil bagi saya dan tidak adil bagi Dia yang telah mengklaim sebagai Juruselamat dunia. Aku sadar bahwa aku belum pernah benar-benar telah memberikan Yeshua kesempatan untuk membuktikan dirinya sendiri. Jadi saya menyimpulkan, “Jika dia benar-benar ialah siapa dia telah mengklaim, dan jika saya tidak menguji ajaran-ajarannya, saya mungkin akan kehilangan hal yang saya telah cari selama ini … Selain itu, jika Yeshua membiarkan dirinya untuk disalibkan bagi keselamatan umat manusia, saya berutang kepadanya untuk setidaknya membuka hati saya untuk kemungkinan klaimnya yang benar.”

 Jadi suatu pagi, meskipun melibatkan perjuangan batin, sebagai ganti mengikuti rutinitas yoga kebiasaanku, saya memutuskan untuk Mendedikasikan Satu Hari Untuk Adonai[9] Yeshua Ha Mashiah!
Aku bangun, seperti biasa, sekitar 3:15  pagi. Itu adalah waktu normal kami bangun di pondok meditasi. Dimulai pada pukul 3:30, kami akan menghabiskan sekitar satu jam melakukan berbagai latihan badan dan pernapasan. Lalu 4:30-6:30 kami akan duduk bersila dan tanpa bergerak, dalam apa yang disebut ‘posisi teratai,’ melakukan berbagai macam meditasi. Biasanya kami mempraktekkan Yoga Mantra. Pada pagi  yang penting itu, bagaimanapun, saya memutuskan untuk melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.

Dengan sengaja, saya masuk ke sebuah ruangan sendirian dan duduk. Meskipun tampaknya salah secara rohani, saya mendedikasikan sepanjang hari itu berdoa sungguh-sungguh kepada Pribadi yang Larry klaim sebagai satu-satunya “pengantara antara Elohim dan manusia” ini. (1 Timotius 2:5). Beberapa kali saya mengaku, “Adonai Yeshua, saya menyerahkan hari ini kepada Engkau. Saya percaya, jika Engkau nyata dan jika Engkau adalah Juruselamat dunia, Engkau akan tunjukkan itu pada hari ini.”
Lalu saya mulai membaca Alkitab, menghabiskan sebagian besar waktu saya tenggelam dalam Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Aku sangat tergugah pada kitab terakhir (kitab Wahyu), dengan kuasanya, gambaran nubuatannya, terutama ayat-ayatnya yang meramalkan bahwa konflik terakhir antara kekuatan baik dan jahat di medan pertempuran di Israel disebut Armageddon (Lembah Megido).

Saat saya membaca, saya terus berdoa. Meskipun saya sepenuhnya mengharapkan semacam kunjungan yang bersifat kuat, gaib (penglihatan, suara yang terdengar) pada awalnya, hal itu tidak terjadi seperti itu. Selama sekitar sepuluh jam hari itu saya telah bertahan, membaca Alkitab dan mencari Adonai Yeshua. Kemudian, tepat ketika saya akan menyerah dan menolak klaim Mashiah (Kristus atau Masih),[10] Elohim campur tangan … dan saya tiba pada…
My Momen Of Destiny!

Kent Sullivan adalah seorang senior di University of South Florida. Dia adalah seorang mahasiswa berprestasi, tetapi pengejaran pendidikannya tidak membawanya pada jawaban-jawaban atas kehidupan atau ketenangan pikiran yang dia harapkan. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah mempelajari ajaran mistik (hal-hal yang bersifat roh) Asia Timur. Secara khusus, ia telah mengikuti ajaran Yogananda, seorang guru terkenal India yang menulis sebuah buku populer disebut, The Autobiography of a Yogi (Catatan Pribadi seorang Yogi). Tiba-tiba, bagaimanapun, Kent telah beralih dari Kriya Yoga ke Kristianiti.

Meskipun saya belum pernah bertemu Kent secara pribadi, saya sangat menyadari perpindahan tak terduganya. Itu adalah telah menjadi ‘percakapan sekota’ di antara mereka yang terlibat dalam yoga dan meditasi. Kami semua bertanya-tanya, “Bagaimana dia dapat melakukannya? Ia telah dikenal sebagai salah satu siswa paling maju tentang yoga di daerah Tampa? Bagaimana dia bisa terlibat dengan orang yang mengajarkan bahwa Yeshua adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan?” Bukan saja kami tertegun atas ‘murtadnya’ Kent, penilaian kami adalah bahwa ia telah memilih jalan yang lebih rendah. Saya merenung, “Bagaimana mungkin orang yang mengerti konsep ‘semua agama menjadi satu’[11] bahkan murtad dari itu? Apa yang telah merubah pikirannya?” Tentu saja, saat saya merenungkan hal-hal ini, saya tidak tahu bahwa ….

Kent ternyata anggota dari kelompok doa yang sedang berdoa untuk saya.
Hari yang ditetapkan secara ilahi tersebut Kent memutuskan untuk mencuci pakaian-pakaian kotornya. Dia memiliki jam kosong antara kelas-kelas. Itu adalah waktu yang tepat untuk mengurus tugas yang membosankan, tapi perlu. Dengan setumpuk pakaian hingga dagunya, sekitar pertengahan jalan melalui pintu cuci pakaian, Roh Elohim menghentikannya. Dia mendengar suara yang lembut dalam rohnya mengatakan, “Jangan masuk ke sana saya memiliki sesuatu yang lain untuk kamu lakukan..

 Kembali di dalam (mobil) van dan nyetir kemana Saya pimpin kamu.” Semuanya tampak tidak praktis dan tidak logis. Selain itu, sebagai seorang Kristen baru, Kent belum terbiasa rencananya terganggu oleh Roh Kudus. Dia menyerah kepada rencana Elohim, meskipun, berpikir itu cukup aneh bahwa untuk beberapa alasan Elohim tidak ingin dia mencuci pakaian kotornya. Tentu saja, dia tidak tahu bahwa sekitar dua mil jauhnya …

Guru yoga yang menjadi objek doa-doanya selama beberapa minggu itu mencari tumpangan, berusaha mendapatkan tumpangan ke University of South Florida.
Meskipun saya telah menghabiskan hari itu berfokus pada klaim Kristianiti, saya sedang dalam perjalanan sore itu untuk melakukan salah satu kelas yoga saya. (Karena saya telah meninggalkan semua harta benda yang tidak perlu, jadi saya biasa berjalan atau menumpang di mana-mana.) Sementara berdiri di sisi jalan, saya tetap berdoa bahwa jika Yeshua adalah “Jalan,” ia tentunya entah bagaimana menyatakan dirinya sendiri.


Sebagai Kent mengemudi, Roh Elohim membuat dia kagum untuk melakukan beberapa belokan-belokang yang tertentu, akhirnya menuntun dia menyusuri jalan tepat di belakang Busch Gardens. Dia masih bertanya-tanya mengapa ia melakukan semua ini ketika ia melihat suatu yang tampak unik, anak muda ‘memberi tanda jempol’ untuk numpang. Dengan rambut panjang, keriting, coklat, jenggot panjang dan pakaian longgar gaya-India, saya tampak secara jelas bagian dari Orang Barat pemuja agama-agama Asia Timur. Kent tidak pernah mengambil para penumpang jalanan, tapi merasa aneh ‘dipimpin’ untuk menepi. Saat aku membuka pintu dan melangkah ke dalam van, hati saya mulai memacu keras di dada saya, karena …
Tempelan di langit-langit mobil Kent adalah sebuah foto besar bergambar Yeshua.
Saya tahu ini bukan kebetulan, saya tahu ini adalah jawaban untuk saya. Pikiran dan hati saya merasa dibebankan dengan antisipasi. Setelah beberapa menit sunyi, Kent berbicara, “Teman, dapatkah saya mengajukan sebuah pertanyaan?” Tanpa ragu, saya menjawab, “Ya!” Dia segera bertanya, “Apakah Anda pernah mengalami Yeshua datang ke dalam hati Anda?” Aku segera menjawab, “Tidak, tetapi kapan saya bisa dapat? Saya telah berdoa tentang pengalaman tersebut sepanjang hari.”
Wajah Kent berubah menjadi ekspresi terkejut.

Dia tentu tidak mengharapkan saya merespon begitu cepat. Dia menawarkan, “Kamu bisa datang ke pertemuan doa kami malam ini.” Saya menjawab, “Saya tidak ingin menunggu untuk pertemuan doa saya telah berdoa sepanjang hari. Jika ini adalah pendekatan yang valid untuk Elohim, saya ingin mengalami Yeshua sekarang.” Tertarik atas kesungguhanku, Kent keluar dari jalur jalan menuju tempat parkir pertama yang bisa dia temukan. Setelah mematikan mesin, ia mengundang saya untuk duduk bersamanya di lantai mobil van tersebut. Menarik tirai di belakang kursi depan sehingga kami memiliki kesendirian, ia mulai hati-hati menjelaskan jalan keselamatan. Kemudian, tepat ketika saya masih di ambang menjangkau pendekatan Kristen untuk keselamatan, kecerdasan saya sendiri menjadi ….
Sebuah Batu sandungan yang Sangat Susah!

Sebuah pikiran mendorong kuat mencengkeram pikiran saya. Jika saya akan tulus selama waktu doa, saya harus pertama-tama berurusan dengan masalah-masalah doktrinal yang mengganggu. Satu per satu, saya mengeluarkan konsep-konsep alkitabiah tradisional yang sangat membingungkan saya. Setiap pertanyaan atau komentar Kent dengan tenang meyakinkan saya dengan kata-kata, “Jangan khawatir tentang itu HANYA COBALAH  (JUST TRY) YESHUA!.” Saat aku menunjuk kepercayaan Asia Timur tertentu yang saya merasa saya tidak pernah bisa lepaskan, Kent terus menekankan, “Jangan khawatirkan diri Anda dengan hal-hal tersebut, HANYA COBALAH YESHUA!”[12]

Menjadi seorang mantan mahasiswa yoga sendiri, Kent mengerti ketakutanku. Dia bisa mengkaitkan kepada perlindungan yang saya rasakan terhadap sistem kepercayaan saya. Dia menunjukkan kebijaksanaan yang luar biasa. Dia tahu bahwa jika kami terlibat dalam beberapa diskusi mendalam atas doktrin, saya bisa mengubah hati saya jauh dari pengalaman Yeshua sama sekali. Jadi ia terus menekankan hal yang penting. Mengulangi kata-kata Yeshua, ia menjelaskan, “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3 KJV)

Kent telah memahami sesuatu yang saya sangat yakin sekarang. Dibutuhkan kelahiran kembali rohaniah sebelum siapapun dapat melihat atau memahami rahasia kerajaan Elohim. Karena Yeshua adalah “kebenaran,” begitu Dia datang ke dalam hati seseorang, ’Dia menggerakan proses memimpin orang tersebut, oleh Roh Kudus, ke dalam seluruh kebenaran. (Lihat Yohanes 14:6). Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua. Kemudian mereka dapat lebih jauh dengan mudah mencari-cari semua kebenaran terkait yang mengelilingi ini tema sentral dari Kekristenan sejati. Itu bukanlah AGAMA, itu adalah HUBUNGAN – sebuah perbedaan yang besar!
Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua.
Kent akhirnya menyakinkan saya. Logikanya cukup kuat untuk menyenggol saya ke yang tidak diketahui. Selain itu, saya sangat lapar untuk mengenal Elohim; menyingkirkan kecerdasanku untuk sementara ternyata tidaklah terlalu susah. Kami menundukkan kepala kami dan teman baru-ketemu ini menuntun saya kedalam doa untuk keselamatan:

“Adonai Yeshua, datang ke dalam hatiku. Bersihkanlah saya dalam darah-Mu. Maafkan saya atas dosa-dosaku. Berikan saya hidup yang kekal. Penuhilah saya dengan kehadiran-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati bagi dosa-dosa dunia dan bahwa Engkau telah bangkit dari kematian. Saya menerima Engkau sekarang sebagai Adonai (Tuhan, artinya: Pemilik, Raja, Tuan) atas hidupku.”

Saya merasakan sensasi hangat di bagian terdalam dari hatiku. Sesuatu yang berbeda itu telah terjadi, jauh berbeda dari apa yang pernah saya alami. Sebagai seorang anak saya menghadiri misa secara teratur di berbagai gereja-gereja Katolik. Saya melayani selama bertahun-tahun sebagai putra altar dan menghadiri sekolah paroki. Para biarawati dan pendeta yang mempengaruhi saya selama tahap pembentukan hidupku telah mengilhamiku dengan kerendahan hati, ketulusan dan komitmen mereka. Tetapi tetap saja, dalam tahun-tahun tersebut – diisi dengan tradisi-tradisi dan upacara-upacara yang berarti – Saya belum pernah menerima sejenis perjumpaan nyata dengan Elohim.

Rasul Paulus, menyebut pengalaman ini “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:5). Meskipun saya masih banyak pertanyaan bercampur aduk di hatiku, batin ‘mengetahui’ bahwa saya akhirnya telah dikembalikan ke hubungan yang benar dengan Elohim telah mengisi diriku. Saya yakin bahwa jika saya mati, saya akan menghabiskan kekekalan di surga. Ketenangan yang tak terlukiskan dari Elohim menetap seperti embun segar di jiwaku. Saya telah berubah … dan aku tahu itu.
Kenyataan Hidup

Seorang Vietnam Buddha, Thich Nhat Hanh, menulis, “Jika kita menyentuh Roh Kudus, kita menyentuh Elohim, bukan sebagai sebuah konsep, melainkan sebagai realitas hidup.”[13]  Ini adalah pola pikirku secara pasti sebagai seorang (bekas) guru yoga dan saya masih yakini saat ini. Namun, saya sekarang mengerti bahwa mengalami sesuatu yang ‘supranatural’ dapat dan tidak dapat menunjukkan sebuah pengalaman sebenarnya tentang Elohim. Saya berpikir dengan jujur (seperti Thich Nhat Hanh harus pasti) bahwa saya mengalami “realitas hidup” Roh Kudus selama masa disiplin yogaku, tapi setelah dilahirkan kembali, saya melihat pengetahuan pengalaman ini dari perspektif baru sepenuhnya. [sepertinya sama namun sangat berbeda, Iblis juga dapat menyamar menjadi malaikat terang, namun kedamaian sejati hanya datang dari Elohim].

Selama beberapa hari mengikuti pengalaman yang mengubah kehidupan ini, saya mengumumkan kepada semua siswa saya bahwa saya akhirnya menemukan “realitas hidup” ini. Saya mengakui bahwa saya telah salah dalam penilaianku sebelumnya tentang Kenyataan Hakiki, bahwa saya sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Roh Elohim yang sejati sampai saya pergi melalui Yeshua, dan akibatnya, semua kelas yoga saya akanlah dibatalkan. Meskipun perubahan tiba-tiba sedemikian mengejutkan para muridku, banyak dari mereka telah percaya pada wawasan-wawasan penemuan baruku dan secara antusias menerima Yeshua sebagai Adonai dari kehidupan mereka.

Seperti biasa, kegairahan saya adalah berbagi pengalamanku dengan orang lain, yang saya lakukan sangat penuh semangat. Setelah berjuang begitu keras untuk menemukan Pencipta saya, begitu saya menemukan Dia, sangatlah penting untuk menyatakan wahyu penting ini kepada setiap orang yang terbuka hatinya yang saya temukan. Saya menutup pondok meditasi dan pindah ke lokasi yang berbeda. Belajar Alkitab berjam-jam dan berdoa.

 Itu merupakan salah satu titik penting bagi saya pribadi, musim transisi radikal, waktu yang sangat penting dari belajar untuk melihat perbedaan antara doktrin yang salah dan benar. Seperti Plato pernah berkata, “Elohim adalah kebenaran dan cahaya bayangan-Nya.” Karena Elohim yang di sorga akhirnya membayangi saya dengan pribadi dan pengaruh pengasihan-Nya, terang kebenaran mulai bersinar semakin banyak dari hari ke hari.

[Perbandingan-perbandingan yang menjadi perhatian]
Polytheism or Monotheism?
Semua guruku dan para pelatih New Age meninggikan kehadiran dan penyembahan banyak dewa dan dewi. Sering ada gambar-gambar atau patung-patung tersebut di berbagai studio dan pondok meditasi yoga yang saya pernah kunjungi. sebagai seorang yang buta rohani, saya dahulu tidak pernah mempertanyakan keberadaan mereka.

Saya terkejut Yeshua (lambang tokoh yang tidak bercacat!) menerangkan beribadah kepada dewa-dewa sebagai kesalahan rohani yang serius. Ketika ditanya oleh seorang ahli kitab perintah apa yang terbesar di seluruh Perjanjian Lama, Dia menjawab:
Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH itu esa! (Markus 12:29, Ulangan 6:4)

Megutip ayat pada Perjanjian Lama ini, Yeshua berpegang pada konsep Yahudi yang kukuh tentang monotheism – persepsi bahwa hanya ada satu Elohim yang benar. Dia adalah personal, tidak terbatas, mahahadir (omnypresent), mahatahu (omnyscient), mahakuasa (omnipotent), dan sempurna dalam segala jalan-Nya. Dengan mengutip Ulangan 6:4 Yeshua juga meneguhkan seluruh bagian dari Kitab Suci yang juga dengan kuat memerintahkan umat Elohim: Janganlah kamu mengikuti elohim (gods/ ilah-ilah) lain, …(Ulangan 6:14).

 Hal ini telah dikatakan sebelumnya, ketika Elohim, dengan jari-Nya yang menakutkan menulis Sepuluh Perintah pada dua loh batu:  Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (Keluaran 20:3-4). Kita tahu bahwa Yeshau setuju dengan pernyataan ini, Dia berkata: Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Elohim.” (Matius 19:17)

Sebagai seorang guru yoga, saya telah mencoba untuk mencampur agama Budha, Hindu, Jain, Sikh dan agama-agama lainnya kedalam satu pola pikir, namun saya sadar bahwa melakukan hal itu adalah seperti mencoba mencampurkan minyak dengan air. Semuanya agama tersebut tidak sejalan dengan Kristianiti.
Ketika orang Hindu berkata, ”Hanya ada satu Elohe (bentuk tunggal),” ia merefer kepada sebuah kekuatan cosmik yang tidak berpribadi, dipanggil Brahman. Pada sisi lainnya, ketika Yeshua atau pengikut-Nya yang sejati berkata, ”Hanya ada satu Elohim (tunggal namun bisa berarti jamak),” pernyataan ini berarti satu Elohim yang diluar dari lainnya. Dia adalah Elohim yang personal, bukan sebuah kekuatan yang tidak berkepribadian. Dia adalah tiga di dalam satu secara alami: menggabungkan Bapa, Putra dan Roh Kudus.


Satu Jalan atau Banyak Jalan?

Guruku juga telah mengajar banyak jalan menuju Elohim, tetapi Yeshua mengklaim hanya ada satu jalan, satu jalan kecil[14] yang memimpin ke kehidupan kekal: Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat… (John 10:9)

Yeshua bahkan menyegaskan: Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. (Yoh.  10:8). Itu termasuk: Lao Tzu, Krishna, Buddha, Zoroaster atau pribadi-pribadi lainnya (nyata atau mistik) yang telah mengklaim sebagai guru besar yang memimpin orang kepada kenyataan yang tertinggi. Umumnya, mereka jujur di dalam menerangkan kehidupan dan kerohanian sebagaimana mereka telah lihat. (Hanya Yeshua yang mengklaim) : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Pada ayat yang sama Ia menegaskan: Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Pentingnya Penyaliban Yeshua 
Guruku berkata bahwa kematian Yeshua di salib tidak dapat menebus dosa siapapun, hanya memberikan contoh keteladanan. Namun, pada Perjamuan Suci terakhir,  Dia memberikan cawan berisi air anggur kepada murid-murid-Nya . Kemudian Dia memberi sebuah nubuatan penting yang ekstrim:
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:28)

Karma atau Pengampunan dari Elohim?

Bhajan Yogi mengajar bahwa tidak ada yang kebetulan. Segala sesuatu yang datang pada kita – positive atau negative – kita tarik karena hal-hal yang telah kita lakukan pada kehidupan sebelumnya.
Yeshua mengajar sama sekali berbeda, melalui pertobatan dan iman mereka yang datang kepada Elohim akan dilepaskan dari dosa-dosa lampau mereka. Dia bahkan mengajar berdoa:  Bapa kami yang di sorga, … ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius 6:9, 12)
Kalimat yang sering dikutip dari doa (Bapa Kami) mengingatkan secara terus-menerus pewahyuan bahwa Elohim adalah Elohim yang personal (sebagaimana Yeshua mengajar), bukan sebuah kekuatan tidak-berkepribadian [benda mati] (sebagaimana semua guru-guru New Age saya telah mengajar).
Kekuatan tidak mengampuni, pribadi dapat (1 Yohanes 1:9).

Mengucapkan mantra-mantra atau Berdoa dengan perasaan hati
Bhajan Yogi mengajar kami untuk mengucapkan berulang-ulang mantra-mantra agar supaya ’membakar’ karma dan menerima kesatuan dengan Elohim. Semua guru yoga yang pernah saya ikuti menegaskan bahwa Yeshua menghabiskan tahun-tahun persembunyiannya, dari usia 12 sampai 30, di Asia Timur, belajar mentera-mantera. Jika itu benar, kenapa kemudian Dia kembali ke negara-Nya, Israel, hanya untuk melawan praktek-praktek agama Asia Timur ini? Pada korbah utama pertama-Nya Dia bahkan melarang:  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele  (pengulangan yang sia-sia/ vain repetitions; KJV) seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7)
Meskipun Mahatma Gandhi seorang Hindu, sangat terbiasa dengan Mantra Yoga, dia mengaungkan penulis Kristen, John Bunyan, yang berkata: Di dalam doa, adalah lebih biak memiliki hati daripada kata-kata namun tanpa hati[15]

Pantheism atau Theism?
Satu dari hal-hal yang sangat terpenting dalam daftar perbandingan adalah Pantheism lawan Theism.
Kebanyakan dari para penganut New Age dan murid-murid  agama Asia Timur percaya dalam pantheism (kepercayaan “Semua benda adalah Elohim/ Allah”). Dalam kebanyakan pola pikir mereka kenyataan yang tertinggi adalah Itu (It; benda) bukan “Dia” (pribadi). Jagat alam adalah kenyataan Deity yang menyelimuti dirinya sendiri dalam ‘perwujudan’ benda nyata. Namun pada kenyataannya (pantheism mengajar), dunia nyata adalah sebuah illusi, orang Hindu menyebutnya maya.

Sebaliknya, theism percaya bahwa Elohim telah menciptakan jagat raya dan dunia yang bersifat benda adalah nyata. (Dalam) pantheism tidak hanya pepohonan, bunga-bunga dan binatang ekpresi dari keilahian – semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius. (Dengan kata lain) “Dia” menjadi sumber baik dan jahat, kegelapan dan terang (tepat seperti arti symbol dari yin-yang.[16]
(Dalam) pantheism … semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius.
Kitab Suci menyatakan:
”Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (1 Yoh. 1:5)
bahwa YAHWEH itu benar, … dan tidak ada kecurangan pada-Nya. (Mazmur 92:16)
Reincarnation atau Resurrection?
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. (Yoh. 5:28-29)
Ketika saya masih sebagai guru yoga, saya berpikir itu lebih masuk kalau bahwa kita akan berinkarnasi (berubah bentuk) menjadi mahluk roh tanpa bentuk tubuh [atau jadi monyet atau binatang lainnya jika hidup sebelumnya jahat]. Agama Buddha mengajar tujuan akhir manusia adalah menjadi kosong (nirvana – akhir dari keberadaan pribadi). Agama Hindu mengajar kita menjadi segala sesuatu (bersatu dengan Brahman). Tetapi Kristianiti adalah berbeda sama sekali. Kita akan selalu ada bersama dengan Elohim dan memiliki semua di sorga dan di bumi.

Berubahlah secara rohani!
Berdoalah doa ini dengan seluruh jiwamu:
”Adonai YESHUA. Saya menerima Engkau kedalam hatiku sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Saya dengan tulus bertobat dari semua dosaku dan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Ampuni saya sesuai janji-Mu. Basuhlah saya di dalam darah-Mu yang telah tercurah di Kalvari.
Oleh iman, saya menerima karunia kehidupan kekal-Mu. Saya berdoa kiranya Engkau memenuhi saya dengan Roh Kudus, kebaikkan-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati untuk dosa-dosa dunia ini dan Engkau telah bangkit dari kematian untuk memerintah selamanya. Saya terima Engkau sekarang sebagai Adonai hidupku dan saya percaya saya akan berada dalam kekekalan dalam hadirat-Mu.”

Yakinlah bahwa kami perduli secara tulus akan kamu dan akan pertumbuhan rohani kamu. Kami mendorong kamu untuk menghubungi kami dan biarkan kami tahu bahwa kamu telah memberikan hatimu dan kehidupanmu kepada Adonai Yeshua. Kami ingin menolong kamu dalam perjalanan (rohani) kamu.
“In Search of the True Light” ©2002 copyright by Mike Shreve.
All articles unless otherwise noted are copyright by Mike Shreve.
Personal Stories are the work of the individuals.
All Rights Reserved.
[1] Kenyataan yang Hakiki  atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality) adalah suatu istilah yang memiliki banyak arti.  Dalam ilmu philosophy, itu produk tertinggi dari kesimpulan  (berdasar pengalaman dan atau penemuan) pribadi masing-masing, ilmu pengetahuan bagi para Scientist, atau sebuah ”pencerahan kehidupan manusia” yang didapat oleh seorang guru (seperti Sidartha Gautama atau Kong Fucie).  Bagi penganut Anisme itu adalah suatu kesadaran bahwa benda-benda (an impersonal being) bernyawa dan itulah target mereka untuk ada sebagai.

Bagi orang Kristen itu adalah suatu pengertian bahwa Elohimlah pencipta semua benda-benda di langit dan di bumi dan Dia berkuasa atas semua yang ada baik dunia nyata maupun roh (tidak nyata) dan kita, manusia, diciptakan sempurna pada awalnya, namun kemudian terjatuh kedalam dosa. Melalui Putra Elohim saja, kita bisa kembali bersama-sama dengan Pencipta semesta alam tersebut.

[2]  Sejarah Budhisim pada awalnya adalah sebuah philosophy (ajaran yang bersumber dari pengalaman hidup Siddhartha Gautama), dan berkembang menjadi agama – patung Buddha yang pada awalnya objek dari fokus tujuan mereka (ingin serupa seperti) telah menjadi sebuah ilah (god), dikenal sebagai ”berhala.” Penyembahan/ pemujaan pada berhala dan juga  ajaran manusia tidak akan pernah meraih Elohim (God/ Allah). Sebab Elohim adalah Pribadi yang bersifat roh dan maha kudus.

[3] Agama adalah ciptaan manusia, ”cara-cara manusia untuk mencapai kepada Elohim (Allah) melalui perbuatan-perbuatan baik, meditasi, mempersembahkan korban. Menyenangkan agar mendapat pembenaran adalah inti dari semua agama.” Kristianiti sama sekali berbeda, Elohim, Pencipta manusia, menjelma menjadi manusia daging, Yeshua Ha Mashiah, berusaha mencapai manusia, ciptaan-Nya, yang telah terhilang (terputus hubungan karena dosa)  untuk mengembalikan mereka pada tujuan yang semula – hidup kekal bersama dengan Dia.

[4] Alkitab berkata Terang Yang Sesungguhnya adalah Yeshua (Yesus) Ha Mashiah. Titel itu disandang dan diklaim oleh Yeshua sendiri: ”Akulah terang dunia,” (Lihat Yohanes 8:12 & 9:5 & 12:46. Baca seluruh Injil Yohanes bab 1 dan Matius 4:12-17.

[5] Far East diartikan sebagai negara-negara Asia Timur [Afganistan, Pakistan, India, Nepal], termasuk Cina, Jepang, Korea dan Indonesia; Cambridge Dictionaries

[6] Inti dari ajaran Yoga adalah mengontrol pikiran sendiri  dengan cara mengosongkannya, lalu membiarkan alam roh masuk memimpin pikiran tersebut. Mike Shreve juga mengakui bahwa praktek ini membuka   dan meninggikan praktek penyembahan berhala

[7] Mantra adalah praktek umum di dalam kebanyakkan agama-agama Asia Timur, mengucapkan kalimat tertentu berulang-ulang untuk mendapatkan ‘iman.’ Sesungguh mantra keagamaan tidaklah berbeda dengan mantra sekule, dikenal dengan nama “berpikir positif” yang dipraktekkan di dalam dunia sekuler yang dibawa oleh Dr.  Norman Vincent Peale pada pertengahan abad 20.

[8] Inilah pengalaman tertinggi bagi penganut agama-agama Asia Timur yang serius atau sekarang disebut agama New Age, yakni roh keluar dari  tubuh mereka berhubungan dengan dunia alam roh. Alkitab menyatakan hal ini sebagai ‘berkomunikasi dengan roh-roh jahat.’ Suatu hal yang dilarang oleh YAHWEH. Baca Imamat 20:6-8, 27 dan Ulangan 18:10-14. Hanyalah  perkataan Yeshua Ha Mashiah yang harus umat –Nya dengarkan sungguh-sungguh (Ul. 18:15-22).

[9] Adonai adalah kata Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” atau “the Lord.” Di Perjanjian Lama umunya menunjuk kepada nama Elohim Israel, Elohim semesta alam, yaitu YAHWEH (diterjemahkan degan kata ”TUHAN”). Di Perjanjian Baru itu adalah titel Yeshua, yang menunjukkan sifat ke-Elohim-an diri-Nya dan juga panggilan hormat sama seperti ”Tuan/ Master.”

[10]  Ha Mashiah bahasa Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan menjadi ”The  Christ”  oleh orang Eropa atau ”Al-Masih” dalam Islam. Artinya literalnya ”yang diurapi.” raja dan nabi di Perjanjian Lama dinobatkan dengan pencurahan urapan minyak minyak di kepala mereka. Namun pada semua agama Monotheism itu adalah TITEL atau JABATAN yang dimiliki oleh Yeshua (Yesus atau Isa).

[11] ”Semua agama menjadi satu” adalah gerakan baru yang maju pesat di negara-negara Barat yang dikenal dengan nama agama ”New Age.” Mike Shreve, mengutip suatu data statistik, berkata di Amerika Serikat itu pernah mencapai peningkatan 240% hanya dalam priode 1990-2000, menjadikan itu sebagai perkembangan agama tercepat di Amerika.

[12]  Sikap keras Mike Shreve untuk tidak mau mencoba mengalami ”bertemu Yeshua” adalah hal yang umum, oleh sebab salah pengertian dan salah pengajaran tentang siapakah sebenarnya Yeshua Ha Mashiah, hal ini digambarkan secara baik oleh seorang Kristen pada artikelnya ”Tiga botol racun.” Diperlukan keberanian untuk ”JUST TRY JESUS.”

[13] Thich Nhat Hanh, Living Buddha, Living Christ (New York, New York: Riverhead Books, 1995) p. xvi. Dari sumber aslinya

[14]  Yeshua menggambarkan ”Jalan menuju Surga” adalah jalan yang sempit, sebaliknya jalan yang lebar (mudah dan bebas hambatan) sesungguhnya menuju kepada kebinasaan, lihat Matius 7:13-18.

[15] Mahatma Ghandi and John Bunyan, www.quotesdaddy.com/quote/1020048/
Mahatma+Gandhi/in-prayer-it-is-better-to-have-aheart-without-words. Dari sumber aslinya.

[16]  Jin Yang adalah filosophi Korea atau agama Buddha Korea yang percaya kebaikan dan kejahatan tidak bisa dipisahkan, ajaran ini berasumsi bahwa pada setiap yang baik (putih) terdapat bagian yang jahat (hitam), dan pada setiap yang jahat (hitam) terdapat bagian yang baik. Konsep ini juga dianut oleh agama Hindu. Alkitab menyatakan bahwa kedua hal itu tidak dapat terjadi, HARUS dipisahkan. Lihat Matius 7:15-23 tentang nabi palsu dan 1 Yohanes 8-11 tentang kebaikan dan kejahatan.