Pelanggaran HAM, pertempuran terus-menerus, dan kemiskinan yang memaksa puluhan ribu orang melarikan diri dari negara Asia Burma, yang juga dikenal sebagai Myanmar.
Banyak dari mereka yang mencari perlindungan di negara tetangga Thailand, yang menjadi tuan rumah pengungsi lebih dari dua dekade. Sebagian besar adalah imigran ilegal yang hidup dalam ketidakpastian, tetapi banyak yang telah menemukan tempat perlindungan dan kedamaian abadi. Sai Myint berusia 15 tahun ketika ia bergabung dengan kelompok pemberontak di Burma.
"Keluarga kami menjadi sangat miskin setelah ayah saya yang seorang tentara, kehilangan kakinya saat berperang dan akhirnya ia juga kehilangan pekerjaan," kata Myint. "Kami tidak punya uang untuk membeli makanan, bahkan saya mengecap pendidikan hanya sampai kelas dua SD.. Beranjak remaja, saya tidak memiliki arah dalam hidup saya dan bergabung dengan teman-teman saya untuk pergi ke gunung dan bergabung dengan kelompok pemberontak.."
Setelah tiga tahun, Myint lelah bertempur. Dia menyeberangi perbatasan ke Thailand untuk mencari pekerjaan, tapi seperti imigran ilegal lainnya, ia segera dijual ke perbudakan. Seorang nelayan membayar $ 300 kepada seorang pemilik budak untuk membebaskan Myint. Sebagai gantinya, pemuda tersebut harus bekerja dua kali lebih berat dari kehidupannya sebagai budak dahulu.
"Ini sangat sulit tetapi di sini saya punya kesempatan untuk mencari pekerjaan dan memiliki kehidupan yang lebih baik," kata Myint.
Myint adalah penganut Budha, tetapi pada tahun 2007 ia menemukan kehidupan baru ketika seorang teman membawanya ke Majelis Kristiani Myanmar, di mana pengungsi Burma seperti ia belajar tentang kasih Yesus.
Seperti mantan pengikut Budha lainnya, Myint memberikan diri dibaptis dalam iman Kristiani setelah belajar tentang kasih Tuhan bagi mereka.
"Sementara kami berdoa, saya melihat sebuah visi, patung Buddha runtuh dan Yesus berdiri di depan saya," kata Mynth. "Dia berkata," Akulah TUHAN di atas segala allah dan berhala. " Saya dulu menjadi pengikut Budha, tapi sekarang saya menyembah Yesus Kristus dalam hidup saya."
"Di Thailand, orang-orang Burma terbuka untuk Injil," kata Pendeta Zaw Min, yang memimpin Majelis Kristiani Myanmar. "Alasannya adalah mereka ingin meraih sesuatu yang nyata Itu. Pertama-tama mereka harus mengakui bahwa Yesus hidup dan mereka harus menerima-Nya sebagai Juruselamat mereka."
Pastor Min mengatakan gereja mereka adalah pelatihan para anggotanya untuk menjadi penginjil dan misionaris sehingga suatu hari orang-orang yang mereka latih bisa kembali ke negara asalnya dan mengabarkan Injil.
"Suatu hari, ketika Burma terbuka terhadap berbagai ajaran agama, mereka akan kembali dan menjadi misionaris ke rumah mereka sendiri dan desa-desa dimana mereka berada," kata Min.
"Saya ingin berbagi dengan keluarga saya bagaimana Yesus telah mengubah saya," kata Myint. "Sebelumnya, saya hidup hanya untuk minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang, tapi sekarang setelah berhenti dan menyerahkan hidup kepada Yesus saya sangat bahagia. Saya ingin keluarga saya bahagia juga."
Hanya Tuhan Yesus Sumber Damai Sejahtera dan Sukacita yang dibutuhkan manusia. Kasih-Nya sungguh nyata dan ketika ada orang meresponi kasih-Nya itu maka hidupnya akan dipenuhi kebahagiaan yang sejati. Percayalah !
Kesaksian Rohani Kristen, Renungan, Kesaksian, Inspirasi, Saat Teduh, Firman Tuhan, Bahan Kotbah, Humor, dll.
Minggu, 21 Juni 2015
Disembuhkan Dari Kanker Kandung Empedu
Nama saya Jenny Marliana, saya mau menyaksikan kuasa dan mujizat Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya dari sakit Kanker pada kandung empedu saya.
Pada tanggal 25 Agustus 2010, saya mengalami mual dan muntah, badan saya lemah, tidak selera makan, kemudian saya jatuh di tempat pekerjaan saya. Kemudian saya langsung di rumah sakit oleh teman saya masuk ke IGD untuk pemeriksaan.
Nama saya Jenny Marliana, saya mau menyaksikan kuasa dan mujizat Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya dari sakit Kanker pada kandung empedu saya.
Pada tanggal 25 Agustus 2010, saya mengalami mual dan muntah, badan saya lemah, tidak selera makan, kemudian saya jatuh di tempat pekerjaan saya. Kemudian saya langsung di rumah sakit oleh teman saya masuk ke IGD untuk pemeriksaan.
Kemudian saya pulang ke rumah. Namun besoknya saya tidak tahan merasakan sakit, kemudian dibawa lagi ke rumah sakit oleh suami saya dan diopname 1 malam.
Kemudian dokter yang merawat saya menganjurkan dilakukan pemeriksaan USG. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada batu pada empedu saya. Selanjutnya saya dioperasi selama 4 jam. Setelah sadar, dokter menyampaikan bahwa empedu saya sudah bernanah sebesar mangkok bakso. Kemudian dilakukan operasi untuk mengangkat empedu saya.
Lima hari kemudian, dari hasil pemeriksaan patologi oleh dokter dinyatakan ada kanker ganas pada jaringan kandungan empedu saya. Setelah 2 minggu diopname, maka saya kembali ke rumah.
Setelah 2 hari di rumah, badan saya menjadi berwarna kuning seperti kunyit, kemudian saya dibawa ke klinik terdekat. Selanjutnya saya dirujuk ke rumah sakit di daerah Medan Timur. Setelah masuk rumah sakit selama 2 hari, ternyata ada kebocoran bekas operasi empedu saya. Dokter menyatakan sulit disembuhkan, kalau bisa bertahan dalam seminggu, itu adalah mujizat kata dokter.
Jadi saya dirawat di rumah sakit selama 4 bulan. Pada bulan Oktobernya kondisi saya koma, nafas hanya satu-satu, dokter sudah angkat tangan, tidak bisa diobati lagi.
Menghadapi hal tersebut saya menangis kepada Tuhan. Selama ini saya belum percaya penuh kepada Tuhan, maka saya berdoa “Tuhan saya mau percaya 100% kepada Engkau”. Saya teringat kepada Firman Tuhan, mintalah maka akan diberi. Demikian juga saya teringat akan wanita pendarahan 12 tahun, yang menyatakan asal kujamah saja jubah Tuhan Yesus, maka aku sembuh.
Saya membayangkan Tuhan Yesus turun dari langit, saya pegang jubahNya, saya bilang aku percaya sembuh.
Besoknya saya langsung di bawa ke ruangan ICU. Selama 5 hari saya tidak sadar, bahkan saya sudah dianggap sudah meninggal, tidak ada harapan lagi bagi saya. Namun saya terus percaya, saya tulis di kertas saya masih bernafas dan saya tunjukkan kepada keluarga saya.
Kemudian pada tanggal 20 November 2010, ada seorang hamba Tuhan dari Gereja CWS Medan mengunjungi rumah saya untuk mendoakan saya dan bertemu suami saya. Kemudian hamba Tuhan tersebut mengundang suami saya dan saya untuk hadir di Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi di Gereja CWS Medan pada tanggal 22 November 2010.
Pada tanggal 22 November 2011 tersebut, suami saya membawa saya dalam keadaan tidak bisa bangun.Kemudian saat puji-pujian berlangsung, saya merasakan kekuatan pada tubuh saya dan saya dapat berdiri memuji Tuhan.
Selanjutnya saat doa kesembuhan, saya didoakan, dan saya merasakan kesembuhan mengalir pada tubuh saya. Puji Tuhan! Haleluya!! Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya.
Sungguh tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus!!
Pada tanggal 25 Agustus 2010, saya mengalami mual dan muntah, badan saya lemah, tidak selera makan, kemudian saya jatuh di tempat pekerjaan saya. Kemudian saya langsung di rumah sakit oleh teman saya masuk ke IGD untuk pemeriksaan.
Nama saya Jenny Marliana, saya mau menyaksikan kuasa dan mujizat Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya dari sakit Kanker pada kandung empedu saya.
Pada tanggal 25 Agustus 2010, saya mengalami mual dan muntah, badan saya lemah, tidak selera makan, kemudian saya jatuh di tempat pekerjaan saya. Kemudian saya langsung di rumah sakit oleh teman saya masuk ke IGD untuk pemeriksaan.
Kemudian saya pulang ke rumah. Namun besoknya saya tidak tahan merasakan sakit, kemudian dibawa lagi ke rumah sakit oleh suami saya dan diopname 1 malam.
Kemudian dokter yang merawat saya menganjurkan dilakukan pemeriksaan USG. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada batu pada empedu saya. Selanjutnya saya dioperasi selama 4 jam. Setelah sadar, dokter menyampaikan bahwa empedu saya sudah bernanah sebesar mangkok bakso. Kemudian dilakukan operasi untuk mengangkat empedu saya.
Lima hari kemudian, dari hasil pemeriksaan patologi oleh dokter dinyatakan ada kanker ganas pada jaringan kandungan empedu saya. Setelah 2 minggu diopname, maka saya kembali ke rumah.
Setelah 2 hari di rumah, badan saya menjadi berwarna kuning seperti kunyit, kemudian saya dibawa ke klinik terdekat. Selanjutnya saya dirujuk ke rumah sakit di daerah Medan Timur. Setelah masuk rumah sakit selama 2 hari, ternyata ada kebocoran bekas operasi empedu saya. Dokter menyatakan sulit disembuhkan, kalau bisa bertahan dalam seminggu, itu adalah mujizat kata dokter.
Jadi saya dirawat di rumah sakit selama 4 bulan. Pada bulan Oktobernya kondisi saya koma, nafas hanya satu-satu, dokter sudah angkat tangan, tidak bisa diobati lagi.
Menghadapi hal tersebut saya menangis kepada Tuhan. Selama ini saya belum percaya penuh kepada Tuhan, maka saya berdoa “Tuhan saya mau percaya 100% kepada Engkau”. Saya teringat kepada Firman Tuhan, mintalah maka akan diberi. Demikian juga saya teringat akan wanita pendarahan 12 tahun, yang menyatakan asal kujamah saja jubah Tuhan Yesus, maka aku sembuh.
Saya membayangkan Tuhan Yesus turun dari langit, saya pegang jubahNya, saya bilang aku percaya sembuh.
Besoknya saya langsung di bawa ke ruangan ICU. Selama 5 hari saya tidak sadar, bahkan saya sudah dianggap sudah meninggal, tidak ada harapan lagi bagi saya. Namun saya terus percaya, saya tulis di kertas saya masih bernafas dan saya tunjukkan kepada keluarga saya.
Kemudian pada tanggal 20 November 2010, ada seorang hamba Tuhan dari Gereja CWS Medan mengunjungi rumah saya untuk mendoakan saya dan bertemu suami saya. Kemudian hamba Tuhan tersebut mengundang suami saya dan saya untuk hadir di Kebaktian Pujian dan Penyembuhan Ilahi di Gereja CWS Medan pada tanggal 22 November 2010.
Pada tanggal 22 November 2011 tersebut, suami saya membawa saya dalam keadaan tidak bisa bangun.Kemudian saat puji-pujian berlangsung, saya merasakan kekuatan pada tubuh saya dan saya dapat berdiri memuji Tuhan.
Selanjutnya saat doa kesembuhan, saya didoakan, dan saya merasakan kesembuhan mengalir pada tubuh saya. Puji Tuhan! Haleluya!! Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan saya.
Sungguh tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus!!
Wajah Muhammad Asli - Penasaran ?
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, umat islam sangat tidak ingin jika wajah nabi mereka terekspos. Mereka lebih suka Muhammad ini hanya menjadi tulisan Khaligrafi, seolah-olah Muhammad ini bukan manusia, tapi Tuhan. Akibat wajahnya yang terlalu Agung.
Sponsor:
Tapi sebagai manusia yang memiliki Logic, bukankan hal ini terlalu berlebihan ?
Sebagian lagi beralasan, "waktu itu belum ada kamera, jadi tidak mungkin Muhammad bisa digambar." Ow, jadi anda kira Manusia tidak punya imajinasi ? Yang bisa membayangkan wajah berdasarkan clue-clue? Apakah anda pikir manusia belum mampu melukis dengan baik, sebelum tahun 600 Masehi ?
Lukisan Nabi Muhammad s.a.w semasa kecil ini adalah Lukisan menurut versi pendeta Buhaira atau kalangan Alkitab yang pertamakali ditemukan di Tunisia, dan pernah dicetak dan jual di Iran, Lukisan ini diperbolehkan dikarenakan saat itu Nabi Muhammad masih kecil dan belum dilantik menjadi Nabi, sehingga tidak menimbulkan bahaya laten atas fitnah kebohongan data yang tidak mengandung kebenaran....sebagian kalangan belum berani memastikan 100% apakah Lukisan ini benar atau hanya rekayasa, akan tetapi menurut penilaian para ahli lukisan ini sangat menarik dan memberikan aura gembira saat dipandang, dan tidak jenuh untuk terus dipandang.....Waallahu Alam.
Lukisan inikah yang membenarkan ayat Alqur'an ini..? Waallahu Alam...
( Al Baqarah:146 ﴿
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
Wajah inikah yang dimaksud dalam Alkitab
Song of song chapter 5 ( 10 )
'My beloved is white and ruddy, pre-eminent above ten thousand.
"Menurut data sejarah Nabi Isa.as tidak memiliki pasukan sejumlah 10.000 dan hanya Nabi Muhammad.s.a.w yang memiliki jumlah 10.000 ini saat penaklukan kota mekah ( Fathu Mekah) untuk pertamakalinya...dan ciri ciri fisik warna kulit Nabi Muhammad s.a.w adalah putih kemerah- merahan"
Song of song chapter 5 ( 16 )
His mouth is most sweet; yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem..
"Menurut data sejarah hanya Muhammad s.a.w yang disambut dengan nyayian atau sholawat disaat beliau sampai di madinah ketika Hijrah"
Etimologi:
Buhaira (Arabبحير, Buheira, Bahira) adalah seorang mantan Yahudi yang menjadi rahib Kristen Nestorian yang melihat tanda-tanda kenabian Muhammad. Ia tinggal di kota Bushra, Selatan Syam (sekarang Syria) Beberapa sumber memberikan nama Dscherdschis, George, Sergius, Sarjisan, Bu airah, Bohaà ¯ ra, Behîra, dalam bahasa Aram berarti "Unggul".
Ramalan Tentang Nabi Terakhir:
Salah satu daerah yang menerima kabar itu adalah Yastrib. Disana ada dua kabilah, Aus dan Khazraj, yang hidup berdampingan dengan pemeluk Yahudi. Sudah lama mereka mendengar para rahib meramalkan tentang munculnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu. Tentu saja kabar munculnya agama baru di Mekkah membuat mereka penasaran.
Para pembesar Quraisy pun telah mendengar bahwa akan ada seseorang dari kalangan mereka yang akan menjadi nabi dan akan menerima wahyu dari langit. Ramalan itu mereka dengar dari para peramal, rahib Yahudi dan pendeta Nasrani. Diam-diam mereka berharap bahwa orang yang ditakdirkan menjadi nabi adalah dirinya sendiri. Dengan status kenabian tentu mereka akan memperoleh kekuasaan atas Mekkah dan sekitarnya.
Ketika Muhammad membawa dagangan Khadijah bersama Maysarah. Sesampainya di sana, ia kemudian bersandar di bawah sebatang pohon dekat gereja, kemudian seorang pendeta yang bernama Nestor (Nestorius). Kemudian pendeta itu bertanya kepada Maysarah, Siapa orang yang berteduh di bawah pohon tersebut kemudian Maysarah menjawab bahwa dia adalah seorang laki-laki dari suku Quraisy, keluarga pengurus ‘al-Haram’ (Kaabah). Lalu Nestorius pun berkata kembali bahwa tidak ada seorang pun yang datang berteduh di bawah pohon tersebut, kecuali dia seorang nabi.
Pesan Isa.as atau yesus didalam Injil
Yonahes 16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
Yohanes 16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
Yohanes 16:4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, r bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
Yohanes 16:5
tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
Yohanes 16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
Yohanes 16:7
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Yohanes 16:8
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman
Yohanes 16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
Yohanes 16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
Yohanes 16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Yohanes 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Yohanes 16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku .
Yohanes 16:15
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Pesan Nabi Isa. as didalam Alqur'an :
﴾ Ash Shaff:6 ﴿
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata"
Ekspedisi Ke Negeri Syam:
Suatu hari ketika Abu Thalib hendak melakukan ekspedisi dagang ke Syam bersama kafilah Quraisy, Muhammad yang ketika itu masih berumur 12 tahun berkata, "Pamanku, kepada siapa engkau akan menitipkanku? Mengapa tidak kau ajak aku? Sementara aku tidak memiliki pelindung selain mu."
Perkataan Muhammad itu menjadikan Abu Thalib terharu. Maka diangkatnya tubuh Muhammad dan didudukkannya si atas hewan yang ditungganginya. Keduanya pun bersama-sama menempuh perjalanan ke negeri Syam. Setelah melakukan perjalanan yang teramat jauh, suatu hari mereka sampai di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz. Disana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Ketika melihat Muhammad kecil selalu dipayungi oleh awan, Buhaira segera memperhatikan dengan seksama dan menghampirinya, lalu diperiksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu. Ia menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu
Biara Buhaira di Bushra, Suriah
Buhaira juga berpesan kepada Abu Thalib agar ia berhati-hati terhadap rencana jahat orang Yahudi. Allah telah mentakdirkan nabi terakhir berasal dari bangsa Arab dan nabi itu adalah Muhammad. Sementara orang-orang Yahudi menginginkan agar status kenabian itu selamanya milik bani Israel. Itulah sebabnya mereka akan selalu berusaha untuk membunuh Muhammad jika mereka mendapat kesempatan.
Ramalan Buhaira itu kemudian terbukti benar, Muhammad memperoleh wahyu pada usia empat puluh tahun. Malaikat Jibril mendatangi dan memberitahunya bahwa Allah mengutusnya sebagai nabi yang menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan kepada umat manusia. Muhammad kemudian menyeru manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa
Sponsor:
Astaga, Laptop Acer Hybrid One 10 Mengerikan Menyesal Beli
Mistery Quran - Islam Takut Mengetahui Ini
Kalau ditanya kepada teman Muslim apa itu Al-Quran? O, itu sudah dijelaskan sangat banyak dan luas oleh setiap Muslim kepada sesamanya atau kepada non-Muslim (walau jawabnya bisa macam-macam).
Tetapi kalau ditanya DIMANAKAH Al-Quran ASLI itu berada atau tersimpan? Maka setiap Muslim akan garuk-garuk kepala, karena menyangkut keberadaannya didunia maupun diakhirat, yang kedua-duanya tidak diketahui dengan jelas ada dimana persisnya saat ini!
QURAN DIDUNIA
Kita semua kini tahu bahwa sejumlah salinan Mushaf Utsmani asli telah terkumpul dan terdistribusi semasa kekhalifahannya ditahun 22-34 AH (644-656 M). Dan mushaf ini dianggap sama persis dengan Quran yang kita pegang sekarang ini. Namun tidak satupun dari salinan asli tersebut dapat ditemukan dimanapun saat ini.
Dimanakah salinan-salinan yang telah dikumpulkan dan diselaraskan oleh khalifah Uthman itu?
Para Muslim lazimnya merujuk kepada dua buah ‘mushaf lama', satu di Topkapi, Istanbul dan satu lagi di Tashkent Uzbekistan. Namun untuk kedua mushaf ini telah ditarikhkan oleh para ilmuwan dan ahli sejarawan bahwa dokumen-dokumen ini tidak lebih awal daripada 900 tahun Masehi. Sebaliknya, ahli-ahli sejarawan Barat malah sudah menganalisis bahwa naskah Quran yang exist paling awal justru yang naskahnya berhuruf al-Ma'il dan itu tersimpan di British Museum- London, bertarikh 150 AH atau 770 M.Jadi bagaimana kejadiannya sampai “Quran-Asli” yang dipercayai sangat terjaga oleh Allah disiNya dalam Lauh Mahfuz itu bisa “ditempatkan” didunia ini sebegitu rancu dan tidak diketahui dimana rimbanya?
QURAN DISORGA
Pertanyaan besar lainnya adalah lebih membingungkan:
Apakah Quran itu Qadim dan Kekal seperti Allah sendiri, ataukah ditulis oleh Allah belakangan dan ditempatkan disisiNya, yang Dia sebut sebagai “Lauh Mahfuzh”?
Bagaimana keberadaannya sesungguhnya? Ini sebenarnya adalah pertanyaan maha-besar yang harus dijawab oleh Allah sendiri, dan bukan oleh manusia atau mahkluk (siapapun dia). Artinya hanya Quran sendiri yang punya otoritas untuk menerangkan siapa dan bagaimana KEBERADAAN DIRINYA dan PENEMPATANNYA. Muhammad bahkan juga Jibril sekalipun tak akan qualified untuk menjawabnya. Para Ulama tentu menyadari hal ini namun mereka sendiri – sama seperti Muhammad-- juga tidak tahu selain mengatakan bahwa Quran itu ditulis dan ditempatkan dalam Lauh Mahfuz disisi Allah!
Jadi, kembali kerancuan yang berganda: Apa itu Lauh Mahfuhz menurut Quran dan Muhammad?
Dari belasan ayat Quran yang menerangkan tentang Lauh Mahfuz, para ulama harus sependapat untuk menempatkan Lauh Mahfuzh ( Arab: لَوْحٍمَحْفُوظٍ ) sebagai kitab tempat Allah menuliskan seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak 13 kali diantaranya adalah dalam surah Az-Zukhruf 43: 4, Qaf 50: 4, An-Naml 27: 75, dll. (Wikipedia Indonesia).
Kata lauh berarti papan atau lempengan atau juga sebuah tablet untuk menuliskan. Sedangkan mahfuzh berarti yang terpelihara. Perlu dikoreksi bahwa ekspresi lauh mahfuzh sebenarnya TIDAK disebutkan sebanyak 13 kali dalam Quran (re: Wikipedia), dan juga bukan 16 kali seperti yang ditafsirkan dalam Quran versi terjemahan Mohsin Khan , melainkan SATU dan hanya satu kali saja disebut per-se dalam Quran, yaitu “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh” (QS.85:21-22).
Namun belasan ayat lain-lain yang memang mengimplikasikan Lauh Mahfuzh segera dipakai oleh para pakar Islam untuk memperlihat bahwa Lauh Mahfuzh itu diartikan sebagai Kitab dalam tiga dimensi yang mencakup universalitasnya dalam totalitas, keutuhan yang terjaga, dan kesempurnaan yang nyata dan kekal:
1. Yaitu Induk Alkitab atau Ummul Kitab disisi Allah berasarkan Qs.43:4, yang adalah justru tempat dimana Quran menjadi bagian dari keseluruhan Kitab-kitab tertulis dari para nabi yang pernah ada. Dengan demikian Quran (Islam) dengan ketipisan 6.240 ayat, bersama-sama Alkitab (Yahudi-Nasrani) dengan ketebalan 41.173 ayatnya – dan entah Kitab mana yang lain-lain—semuanya akan tercatat didalam cakupan Induk Alkitab Lauh Mahfuzh.
2. Dan ini diartikan sebagai Kitab Yang Terpelihara atau Kitabbim Maknun disisi Allah berdasarkan QS. 50:4, 6:38, dan 56:78. Dan ini sekaligus mengimplikasikan bahwa semua wahyu Allah tidak ada yang lolos, keropos, terkorupsi, atau hilang dari padanya. Tak ada yang dialpakan!
3. Sekaligus pula ia disebut sebagai Kitab Yang Nyata atau Kitabim Mubiin menurut QS.27:75, dan 10:61, dimana tak ada event apapun -- yang ghaib atau non-ghaib, dimasa lalu atau mendatang-- semuanya tak mungkin tersembunyi, biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit , melainkan isinya dicatatkan kedalam Lauh Mahfuzh!
QURAN TERJAGA, KITABULLAH LAIN DITERLANTARKAN?
Nah, jikalau begitu adanya, maka masalah seriuspun datang sebegitu Muhammad (dalam Quran) selesai menggambarkan apa itu Lauh Mahfuzh. Orang segera akan mempertanyakan dimana bersembunyinya Taurat dan Injil Asali, ketika Muslim dimana-mana selalu menuduh Alkitab itu sudah terpalsu atau hilang yang aslinya! Bukankah telah di-ayatkan oleh yang Empunya ayat bahwa “tidak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimatNya”? (18:27). Apakah sesuatu yang SELALU berada disisi Allah dalam Lauh Mahfuzh bisa dicuri, dirobah, diusik atau dinajisi oleh Paulus, pendeta2 tengik, bahkan syaitan dan Iblis? Ataukah bagian-bagian khusus dari Kitab-Tuhan (Taurat, Zabur, Injil asli) memang bisa di pilah-pilih oleh Syaitan untuk dicuri karena Allah MENGIZINKANNYA? Bukankah justru karena Tuhan tidak mengizinkan sedikitpun kalimatNya untuk diubah manusia dan setan, maka FirmanNya bisa dipercayai oleh manusia?! Jikalau Lauh Mahfuzh adalah tempat Induk Alkitab yang telah dinyatakan Allah sebagai Maknun dan Mubin, maka bagaimana kok kini ada bagaian-bagian rekamannya yang tidak maknun dan tidak mubin, alias kecolongan?
Lauh Mahfuzh, yaitu yang merekam segala qadha dan takdir Allah, segala sesuatu yang sudah, sedang, atau yang akan terjadi di alam semesta ini, masihkah ia Lauh Mahfuzh? Dan Allah swt., masihkah Dia Allah yang tetap berkata, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS 15:9)?
Para pakar Islam berkata bahwa Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi, sekalipun Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri rahasia yang tertulis di dalamnya demi untuk menipu manusia. Namun bukankah penipuan “dengar-dengaran” begini tidak akan menghilangkan sebagian atau seluruh wahyuNya? Dan bukankah malahan setan akan mendapatkan balasan semburan apiNya (?),
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS.15:16 - 18).
Tampak sekali bahwa konsep Lauh Mahfuzh --dalam kaitannya dengan kitab-kitab Allah—bukan hanya tidak terjelaskan dalam teologi Islam, melainkan sudah mendiskreditkan Islam dan Quran sendiri . Bagaimanapun, tetaplah Taurat dan Injil yang sama ditempatkan “satu-wadah disisi Allah” mustahil bisa di-pilah-pilih dan dicuri oleh syaitan sehingga hilang sebagiannya dari bumi ini, bahkan juga hilang dari Lauh Mahfuzh yang Nyata, Terpelihara, dalam Induk Alkitab! Lauh Mahfuzh ala Muhammad ini tidak pernah disebutkan oleh Tuhan Elohim kepada Musa, Daud, Yesus dll dalam AlkitabNya. Ia tampaknya tidak lain tidak bukan hanyalah sebuah Papan/ Lempengan/ Tablet -- Made by Muhammad sendiri dalam mimpinya belaka!
TUNDUK PADA KRONOLOGI?
Tetapi pertanyaan awal kita belum juga terjawab oleh Islam, yaitu:
Apakah Quran itu pre-existent (qadîma azaliyya) dan kekal seperti Allah sendiri, ataukah ditulis oleh Allah belakangan dan baru kemudian ditempatkan disisiNya, yang Dia sebut sebagai “Lauh Mahfuzh”?
Ini adalah perdebatan yang panjang sejak dulu dikalangan pakar-pakar Islam sendiri. Mu’tazila dan Shi’ah misalnya menolak Quran itu qadim (tanpa awal). Namun kalangan Sunni menganut Quran itu sebagai qadim dan tidak dicipta. Dan kembali teologi Islam kacau tanpa-guna dan tidak berdaya memberi solusi final, walau Muslim pada umumnya lebih memilih orthodoxy Islam bahwa Quran itu bersifat kekal ke-kekal. Itu adalah urusan dilemmatis Islam sendiri.
Namun orang-orang Kristiani justru merasa berkepentingan untuk mempertanyakan bagaimana kaitannya Lauh Mahfuz dengan Alkitab mereka – khususnya dengan kitab Zabur -- dalam urutan KRONOLOGI existensinya sejak awal semesta ? Wahyu Quran dalam Lauh Mahfuzh sungguh tak bisa dipahami:
"Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh,
bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh" (QS.21: 105).
Yang mana memperlihatkan bahwa firman Allah untuk Daud (Zabur) yang baru dihadirkanNya diabad 10 SM, namun ternyata telah dihadirkan pula (dicipta dalam tulisanNya) lama sebelumnya disaat pasca urutan kronologis kehadiran Lauh Mahfuzh yang tentunya adalah di-awal-kekekalan. Akhirnya, hal ini tentu akan memicu persoalan yang lebih konyol lagi, yaitu bahwa semua Arasy Allah, Lauh Mahfuzh, Pena Allah, Firman dan Qadar dll KECUALI ALLAH, semuanya itu tidaklah qadim karena harus tunduk kepada kronologi waktu yang nota-bene adalah UNSUR CIPTAAN!
Tetapi bukankah segala sesuatu tetah tercipta karena Firman Allah yang berkata :
"KUN", dan terjadilah? (QS.3:47, 6:73, 16:40 dll) sehingga Firman Allah jelas tidak termasuk "zat" yang diciptakan?
Dan bila Firman Allah bukan ciptaan,
Tapi Quran adalah FirmanNya,
Maka Quran pastilah bukan ciptaan!
Dan kontradiksi-kontradiksi dalam tubuh Lauh Mahfuzh -- sebagai kitab tempat Allah menuliskan seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta—itupun tak terselesaikan oleh Allah sendiri!
KESIMPULAN AKHIR
Didunia ini tidak ada satu orangpun yang berotoritas untuk berbicara tentang Sorga, kecuali Dia yang dating dari sana. Namun Muhammad telah terlalu berani berbicara akan dunia yang tak dikenalnya. Padahal, jangankan sorga, tanah Israelpun tidak Muhammad ketahui secuilpun! Maka Quran tidak memuat sebuahpun nama tempat dan kota Israel. Muhammad tidak tahu Betlehem, kota Daud, yang sekaligus merupakan kota kelahiran Yesus sebagaimana yang telah dinubuatkan dan disebutkan berkali-kali dalam Alkitab (Kitab Nabi Mikha 5:1, Matius 2:5,6,8,16, Lukas 2:4, 11, 15).
Muhammad tidak tahu kemana Maryam harus minggat ke “suatu tempat disebelah timur”, padahal Maryam mestinya baik-baik saja tatkala itu dan tak perlu minggat (QS.19:16, yaitu masa baik-baik sebelum hamil “anak-haram”). Kelak sesudah Maryam hamil tua, Muhammad juga tidak tahu dimana tempatnya Yesus dilahirkan, sehingga hanya dikatakannya bahwa Maryam melahirkan Yesus “di suatu tempat yang jauh” (QS.19:22 ff). Bahkan Muhammad tidak tahu dan tidak sekalipun menyebut kota Yerusalem dalam Quran! Ia tak tahu geografi dunia, lalu bagaimana bisa tahu “geografi surga” yang didongengkannya secara amat konyol?
Lihatlah, untuk menutup ketidak-tahuannya tentang surga, Muhammad nekad berspekulasi bahwa surga-Islamik adalah juga tempat para preman-Muslim bercokol, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Seseorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: Sesunguhnya, barangsiapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga.” Aku (Abu Dzar) bertanya, “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?”
Jawab Nabi, Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri.” (Shahih Bukhari, no.647).
[Versi lain dalam Shahih Muslim malahan bertumbukan keras dengan Shahih Bukhari. Disitu bukan Abu Dzar yang bertanya kepada Muhammad, melainkan Muhammad-lah yang bertanya-jawab kepada Jibril:
Saya (Muhammad) berkata lagi, sekalipun ia mencuri dan berzinah?
Jibril berkata: YA, bahkan sekalipun ia minum minuman keras. (HS.Muslim 5.2175)].
Lihat pula betapa surga Islam juga digambarkan Muhammad sebagai tempat kehidupan orgy sex bagi setiap Muslim dan dimana syuhada disuguhi 72 bidadari yang selalu jadi perawan kembali? Surga mana justru tidak menjelaskan dimana syuhada wanita dan istri-istri pria ploligamis itu harus ditempatkan. Atau lebih blak-blak-an lagi, bagaimana nasib belasan ummul mukminin (istri-istri Muhammad) harus didekatkan kepada Muhammad dan dimuliakan ditengah-tengah para bidadari yang jauh lebih menggairahkan? Ingat, “isteri-isteri Muhammad adalah ibu-ibunya semua orang mukmin”, termasuk para syuhada! (al-Ahzab: 6). Dan ingat,Saudah binti Zam’ah sudah lama tidak seranjang dengan Muhammad sejak ia menyerahkan giliran-ranjangnya kepada Aisyah!!
Inilah semua omong-kosong sesat tentang Surga Islamik yang DIOBRALKAN Muhammad sampai menjadi semacam Sentra Sex dan Dunia Preman bagi pezina dan pencuri dan pemabok!
Tetapi Yesus mendamprat semua omong-kosong yang sudah menggila ini: “Kamu SESAT, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat disorga” (Matius 22:29-30).
Yesus berkata bahwa hanya Dia-lah yang berotoritas untuk berkata-kata tentang sorga:
“… Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak seorangpun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yesus)” (Yoh.3:12-13).
Maka belasan ayat tentang essensi ‘LAUH MAHFUZ’ dan keseluruhan 114 Surat Quran didalam Lauh Mahfuz disis Allah itu sungguh merupakan produk imaginasi Muhammad yang paling kacau-balau, tak bertanggung jawab, dan menyesatkan! Jangan lupa bahwa Allah swt mengakui diriNya Khairul Makirin (QS.3:54) dan menyesatkan siapa saja yang mau Ia sesatkan (QS. 16:93, 13:27, 14:4, 35:8 dst).
Sponsor:
Tetapi kalau ditanya DIMANAKAH Al-Quran ASLI itu berada atau tersimpan? Maka setiap Muslim akan garuk-garuk kepala, karena menyangkut keberadaannya didunia maupun diakhirat, yang kedua-duanya tidak diketahui dengan jelas ada dimana persisnya saat ini!
QURAN DIDUNIA
Kita semua kini tahu bahwa sejumlah salinan Mushaf Utsmani asli telah terkumpul dan terdistribusi semasa kekhalifahannya ditahun 22-34 AH (644-656 M). Dan mushaf ini dianggap sama persis dengan Quran yang kita pegang sekarang ini. Namun tidak satupun dari salinan asli tersebut dapat ditemukan dimanapun saat ini.
Dimanakah salinan-salinan yang telah dikumpulkan dan diselaraskan oleh khalifah Uthman itu?
Para Muslim lazimnya merujuk kepada dua buah ‘mushaf lama', satu di Topkapi, Istanbul dan satu lagi di Tashkent Uzbekistan. Namun untuk kedua mushaf ini telah ditarikhkan oleh para ilmuwan dan ahli sejarawan bahwa dokumen-dokumen ini tidak lebih awal daripada 900 tahun Masehi. Sebaliknya, ahli-ahli sejarawan Barat malah sudah menganalisis bahwa naskah Quran yang exist paling awal justru yang naskahnya berhuruf al-Ma'il dan itu tersimpan di British Museum- London, bertarikh 150 AH atau 770 M.Jadi bagaimana kejadiannya sampai “Quran-Asli” yang dipercayai sangat terjaga oleh Allah disiNya dalam Lauh Mahfuz itu bisa “ditempatkan” didunia ini sebegitu rancu dan tidak diketahui dimana rimbanya?
QURAN DISORGA
Pertanyaan besar lainnya adalah lebih membingungkan:
Apakah Quran itu Qadim dan Kekal seperti Allah sendiri, ataukah ditulis oleh Allah belakangan dan ditempatkan disisiNya, yang Dia sebut sebagai “Lauh Mahfuzh”?
Bagaimana keberadaannya sesungguhnya? Ini sebenarnya adalah pertanyaan maha-besar yang harus dijawab oleh Allah sendiri, dan bukan oleh manusia atau mahkluk (siapapun dia). Artinya hanya Quran sendiri yang punya otoritas untuk menerangkan siapa dan bagaimana KEBERADAAN DIRINYA dan PENEMPATANNYA. Muhammad bahkan juga Jibril sekalipun tak akan qualified untuk menjawabnya. Para Ulama tentu menyadari hal ini namun mereka sendiri – sama seperti Muhammad-- juga tidak tahu selain mengatakan bahwa Quran itu ditulis dan ditempatkan dalam Lauh Mahfuz disisi Allah!
Jadi, kembali kerancuan yang berganda: Apa itu Lauh Mahfuhz menurut Quran dan Muhammad?
Dari belasan ayat Quran yang menerangkan tentang Lauh Mahfuz, para ulama harus sependapat untuk menempatkan Lauh Mahfuzh ( Arab: لَوْحٍمَحْفُوظٍ ) sebagai kitab tempat Allah menuliskan seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak 13 kali diantaranya adalah dalam surah Az-Zukhruf 43: 4, Qaf 50: 4, An-Naml 27: 75, dll. (Wikipedia Indonesia).
Kata lauh berarti papan atau lempengan atau juga sebuah tablet untuk menuliskan. Sedangkan mahfuzh berarti yang terpelihara. Perlu dikoreksi bahwa ekspresi lauh mahfuzh sebenarnya TIDAK disebutkan sebanyak 13 kali dalam Quran (re: Wikipedia), dan juga bukan 16 kali seperti yang ditafsirkan dalam Quran versi terjemahan Mohsin Khan , melainkan SATU dan hanya satu kali saja disebut per-se dalam Quran, yaitu “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh” (QS.85:21-22).
Namun belasan ayat lain-lain yang memang mengimplikasikan Lauh Mahfuzh segera dipakai oleh para pakar Islam untuk memperlihat bahwa Lauh Mahfuzh itu diartikan sebagai Kitab dalam tiga dimensi yang mencakup universalitasnya dalam totalitas, keutuhan yang terjaga, dan kesempurnaan yang nyata dan kekal:
1. Yaitu Induk Alkitab atau Ummul Kitab disisi Allah berasarkan Qs.43:4, yang adalah justru tempat dimana Quran menjadi bagian dari keseluruhan Kitab-kitab tertulis dari para nabi yang pernah ada. Dengan demikian Quran (Islam) dengan ketipisan 6.240 ayat, bersama-sama Alkitab (Yahudi-Nasrani) dengan ketebalan 41.173 ayatnya – dan entah Kitab mana yang lain-lain—semuanya akan tercatat didalam cakupan Induk Alkitab Lauh Mahfuzh.
2. Dan ini diartikan sebagai Kitab Yang Terpelihara atau Kitabbim Maknun disisi Allah berdasarkan QS. 50:4, 6:38, dan 56:78. Dan ini sekaligus mengimplikasikan bahwa semua wahyu Allah tidak ada yang lolos, keropos, terkorupsi, atau hilang dari padanya. Tak ada yang dialpakan!
3. Sekaligus pula ia disebut sebagai Kitab Yang Nyata atau Kitabim Mubiin menurut QS.27:75, dan 10:61, dimana tak ada event apapun -- yang ghaib atau non-ghaib, dimasa lalu atau mendatang-- semuanya tak mungkin tersembunyi, biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit , melainkan isinya dicatatkan kedalam Lauh Mahfuzh!
QURAN TERJAGA, KITABULLAH LAIN DITERLANTARKAN?
Nah, jikalau begitu adanya, maka masalah seriuspun datang sebegitu Muhammad (dalam Quran) selesai menggambarkan apa itu Lauh Mahfuzh. Orang segera akan mempertanyakan dimana bersembunyinya Taurat dan Injil Asali, ketika Muslim dimana-mana selalu menuduh Alkitab itu sudah terpalsu atau hilang yang aslinya! Bukankah telah di-ayatkan oleh yang Empunya ayat bahwa “tidak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimatNya”? (18:27). Apakah sesuatu yang SELALU berada disisi Allah dalam Lauh Mahfuzh bisa dicuri, dirobah, diusik atau dinajisi oleh Paulus, pendeta2 tengik, bahkan syaitan dan Iblis? Ataukah bagian-bagian khusus dari Kitab-Tuhan (Taurat, Zabur, Injil asli) memang bisa di pilah-pilih oleh Syaitan untuk dicuri karena Allah MENGIZINKANNYA? Bukankah justru karena Tuhan tidak mengizinkan sedikitpun kalimatNya untuk diubah manusia dan setan, maka FirmanNya bisa dipercayai oleh manusia?! Jikalau Lauh Mahfuzh adalah tempat Induk Alkitab yang telah dinyatakan Allah sebagai Maknun dan Mubin, maka bagaimana kok kini ada bagaian-bagian rekamannya yang tidak maknun dan tidak mubin, alias kecolongan?
Lauh Mahfuzh, yaitu yang merekam segala qadha dan takdir Allah, segala sesuatu yang sudah, sedang, atau yang akan terjadi di alam semesta ini, masihkah ia Lauh Mahfuzh? Dan Allah swt., masihkah Dia Allah yang tetap berkata, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS 15:9)?
Para pakar Islam berkata bahwa Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi, sekalipun Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri rahasia yang tertulis di dalamnya demi untuk menipu manusia. Namun bukankah penipuan “dengar-dengaran” begini tidak akan menghilangkan sebagian atau seluruh wahyuNya? Dan bukankah malahan setan akan mendapatkan balasan semburan apiNya (?),
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS.15:16 - 18).
Tampak sekali bahwa konsep Lauh Mahfuzh --dalam kaitannya dengan kitab-kitab Allah—bukan hanya tidak terjelaskan dalam teologi Islam, melainkan sudah mendiskreditkan Islam dan Quran sendiri . Bagaimanapun, tetaplah Taurat dan Injil yang sama ditempatkan “satu-wadah disisi Allah” mustahil bisa di-pilah-pilih dan dicuri oleh syaitan sehingga hilang sebagiannya dari bumi ini, bahkan juga hilang dari Lauh Mahfuzh yang Nyata, Terpelihara, dalam Induk Alkitab! Lauh Mahfuzh ala Muhammad ini tidak pernah disebutkan oleh Tuhan Elohim kepada Musa, Daud, Yesus dll dalam AlkitabNya. Ia tampaknya tidak lain tidak bukan hanyalah sebuah Papan/ Lempengan/ Tablet -- Made by Muhammad sendiri dalam mimpinya belaka!
TUNDUK PADA KRONOLOGI?
Tetapi pertanyaan awal kita belum juga terjawab oleh Islam, yaitu:
Apakah Quran itu pre-existent (qadîma azaliyya) dan kekal seperti Allah sendiri, ataukah ditulis oleh Allah belakangan dan baru kemudian ditempatkan disisiNya, yang Dia sebut sebagai “Lauh Mahfuzh”?
Ini adalah perdebatan yang panjang sejak dulu dikalangan pakar-pakar Islam sendiri. Mu’tazila dan Shi’ah misalnya menolak Quran itu qadim (tanpa awal). Namun kalangan Sunni menganut Quran itu sebagai qadim dan tidak dicipta. Dan kembali teologi Islam kacau tanpa-guna dan tidak berdaya memberi solusi final, walau Muslim pada umumnya lebih memilih orthodoxy Islam bahwa Quran itu bersifat kekal ke-kekal. Itu adalah urusan dilemmatis Islam sendiri.
Namun orang-orang Kristiani justru merasa berkepentingan untuk mempertanyakan bagaimana kaitannya Lauh Mahfuz dengan Alkitab mereka – khususnya dengan kitab Zabur -- dalam urutan KRONOLOGI existensinya sejak awal semesta ? Wahyu Quran dalam Lauh Mahfuzh sungguh tak bisa dipahami:
"Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh,
bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh" (QS.21: 105).
Yang mana memperlihatkan bahwa firman Allah untuk Daud (Zabur) yang baru dihadirkanNya diabad 10 SM, namun ternyata telah dihadirkan pula (dicipta dalam tulisanNya) lama sebelumnya disaat pasca urutan kronologis kehadiran Lauh Mahfuzh yang tentunya adalah di-awal-kekekalan. Akhirnya, hal ini tentu akan memicu persoalan yang lebih konyol lagi, yaitu bahwa semua Arasy Allah, Lauh Mahfuzh, Pena Allah, Firman dan Qadar dll KECUALI ALLAH, semuanya itu tidaklah qadim karena harus tunduk kepada kronologi waktu yang nota-bene adalah UNSUR CIPTAAN!
Tetapi bukankah segala sesuatu tetah tercipta karena Firman Allah yang berkata :
"KUN", dan terjadilah? (QS.3:47, 6:73, 16:40 dll) sehingga Firman Allah jelas tidak termasuk "zat" yang diciptakan?
Dan bila Firman Allah bukan ciptaan,
Tapi Quran adalah FirmanNya,
Maka Quran pastilah bukan ciptaan!
Dan kontradiksi-kontradiksi dalam tubuh Lauh Mahfuzh -- sebagai kitab tempat Allah menuliskan seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta—itupun tak terselesaikan oleh Allah sendiri!
KESIMPULAN AKHIR
Didunia ini tidak ada satu orangpun yang berotoritas untuk berbicara tentang Sorga, kecuali Dia yang dating dari sana. Namun Muhammad telah terlalu berani berbicara akan dunia yang tak dikenalnya. Padahal, jangankan sorga, tanah Israelpun tidak Muhammad ketahui secuilpun! Maka Quran tidak memuat sebuahpun nama tempat dan kota Israel. Muhammad tidak tahu Betlehem, kota Daud, yang sekaligus merupakan kota kelahiran Yesus sebagaimana yang telah dinubuatkan dan disebutkan berkali-kali dalam Alkitab (Kitab Nabi Mikha 5:1, Matius 2:5,6,8,16, Lukas 2:4, 11, 15).
Muhammad tidak tahu kemana Maryam harus minggat ke “suatu tempat disebelah timur”, padahal Maryam mestinya baik-baik saja tatkala itu dan tak perlu minggat (QS.19:16, yaitu masa baik-baik sebelum hamil “anak-haram”). Kelak sesudah Maryam hamil tua, Muhammad juga tidak tahu dimana tempatnya Yesus dilahirkan, sehingga hanya dikatakannya bahwa Maryam melahirkan Yesus “di suatu tempat yang jauh” (QS.19:22 ff). Bahkan Muhammad tidak tahu dan tidak sekalipun menyebut kota Yerusalem dalam Quran! Ia tak tahu geografi dunia, lalu bagaimana bisa tahu “geografi surga” yang didongengkannya secara amat konyol?
Lihatlah, untuk menutup ketidak-tahuannya tentang surga, Muhammad nekad berspekulasi bahwa surga-Islamik adalah juga tempat para preman-Muslim bercokol, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Seseorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: Sesunguhnya, barangsiapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga.” Aku (Abu Dzar) bertanya, “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?”
Jawab Nabi, Ya, sekalipun dia berzina dan mencuri.” (Shahih Bukhari, no.647).
[Versi lain dalam Shahih Muslim malahan bertumbukan keras dengan Shahih Bukhari. Disitu bukan Abu Dzar yang bertanya kepada Muhammad, melainkan Muhammad-lah yang bertanya-jawab kepada Jibril:
Saya (Muhammad) berkata lagi, sekalipun ia mencuri dan berzinah?
Jibril berkata: YA, bahkan sekalipun ia minum minuman keras. (HS.Muslim 5.2175)].
Lihat pula betapa surga Islam juga digambarkan Muhammad sebagai tempat kehidupan orgy sex bagi setiap Muslim dan dimana syuhada disuguhi 72 bidadari yang selalu jadi perawan kembali? Surga mana justru tidak menjelaskan dimana syuhada wanita dan istri-istri pria ploligamis itu harus ditempatkan. Atau lebih blak-blak-an lagi, bagaimana nasib belasan ummul mukminin (istri-istri Muhammad) harus didekatkan kepada Muhammad dan dimuliakan ditengah-tengah para bidadari yang jauh lebih menggairahkan? Ingat, “isteri-isteri Muhammad adalah ibu-ibunya semua orang mukmin”, termasuk para syuhada! (al-Ahzab: 6). Dan ingat,Saudah binti Zam’ah sudah lama tidak seranjang dengan Muhammad sejak ia menyerahkan giliran-ranjangnya kepada Aisyah!!
Inilah semua omong-kosong sesat tentang Surga Islamik yang DIOBRALKAN Muhammad sampai menjadi semacam Sentra Sex dan Dunia Preman bagi pezina dan pencuri dan pemabok!
Tetapi Yesus mendamprat semua omong-kosong yang sudah menggila ini: “Kamu SESAT, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat disorga” (Matius 22:29-30).
Yesus berkata bahwa hanya Dia-lah yang berotoritas untuk berkata-kata tentang sorga:
“… Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak seorangpun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yesus)” (Yoh.3:12-13).
Maka belasan ayat tentang essensi ‘LAUH MAHFUZ’ dan keseluruhan 114 Surat Quran didalam Lauh Mahfuz disis Allah itu sungguh merupakan produk imaginasi Muhammad yang paling kacau-balau, tak bertanggung jawab, dan menyesatkan! Jangan lupa bahwa Allah swt mengakui diriNya Khairul Makirin (QS.3:54) dan menyesatkan siapa saja yang mau Ia sesatkan (QS. 16:93, 13:27, 14:4, 35:8 dst).
Sponsor:
Astaga, Laptop Acer Hybrid One 10 Mengerikan Menyesal Beli
Sabtu, 20 Juni 2015
Kecewa Pada Kebrutalan Islam, Kurdi Kembali Peluk Zoroaster
Warga Irak Yazidi merayakan tahun baru di Lembah Lalish
2 Juni 2015, Oleh Budhiana kartawijaya
SEKELOMPOK Suku Kurdi Irak kembali memeluk agama Zoroaster (Zoroastrianisme), agama kuno yang menggeliat kembali di Irak belahan utara. Para pemeluknya menyerukan agar penduduk lokal kembali ke Zoroaster karena agama itu merupakan ajaran sejati suku Kurdi. Yang lain mengatakan munculnya agama itu akibat semakin mengerasnya ekstrimisme Islam di Irak.
Zoroaster adalah salah satu agama tertua dengan jumlah pemeluk tersedikit. Agama ini bangkit kembali di wilayah semi otonom Kurdistan Irak. Suku Kurdi menempati tanah Kurdistan. Mereka tidak mempunyai negara sendiri karena wilayah Kurdistan terbagi-bagi menjadi wilayah Irak, Iran, Turki dan Suriah. Pendiri agama ini adalah Zoroaster yang juga dikenal dengan nama Zarathustra, yang lahir di wilayah Kurdistan Iran.
Peta Wilayah Kurdistan
Jelas, Zoroaster memiliki akar yang merasuk suku Kurdi. Kitab suci mereka, Avesta, ditulis dalam bahasa kuno yang menjadi akar bahasa Kurdi. Selain di Kurdistan Irak, Zoroaster juga muncul di Kurdistan Iran, Suriah dan Turki. Dia juga mulai terlihat di Tajikistan Asia Tengah. Pada abad ini diperkirakan pemeluknya berjumlah 190.000 orang di seluruh dunia. Abad ke-7, ketika Islam menjadi agama dominan di wilayah itu, agama Zoroaster dianggap punah.
Kini, untuk pertama kalinya setelah lebih dari 1000 tahun, para penduduk lokal Provinsi Sulaemaniah pada 1 Mei lalu melakukan upacara kuno, di mana para pemeluk Zoroaster mengenakan ikat pinggang yang menyimbolkan bahwa mereka siap menegakkan dan mengamalkan ajarannya. Upacara itu semacam pembaptisan bagi pemeluk Kristen.
Para pemeluk baru yang sudah bersaksi itu (semacam syahadat kalau dalam Islam) bertekad akan melaksanakan upacara-upacara ibadah di Kurdistan Irak, dan sudah memohon izin kepada empat negara yang menguasai wilayah Kurdistan itu untuk membangun 12 kuil. Perwakilan Zoroastrian juga sudah mendatangi pemerintah lokal Kurdistan Irak dan memohon agar negara mengakui Zoroaster secara formal sebagai agama. Bahkan mereka sudah memiliki lagu kebangsaan sendiri. Para penduduk lokal banyak yang menyaksikan event-event mereka. Pemeluk Zoroaster membentuk organisasi resmi dan mengelola media sosial.
Meski belum ada angka resmi berapa jumlah warga Kurdi yang kembali ke agama Zoroaster, diskusi soal ini menghangat. Mereka yang sudah memeluk Zoroaster yakin bahwa jika warga Kurdi mempelajari Zoroaster, jumlah pemeluknya akan meningkat. Mereka juga menebar paham bahwa Zoroastrianisme “lebih Kurdi” dari pada agama lain – dan hal ini cukup menarik perhatian warga di wilayah di mana rasa kesamaan etnik lebih kuat dari pada ikatan agama.
Salah seorang pemeluk, Dara Aziz kepada media Niqash mengatakan: ”Saya sungguh berharap bahwa kuil-kuil segera dibangun sehingga kami bisa segera kembali kepada agama asli kami.”
“Agama ini akan mengembalikan budaya dan agama nyata kaum Kurdi,” ujar Luqman al-Haj Karim, seorang perwakilan senior Zoroaster dan kepala Zand (sebuah organisasi Zoroaster) yang meyakini bahwa sistem kepercayaan mereka “sangat Kurdi” dibanding agama lain. “Kebangkitan ini merupakan revolusi budaya, yang memberikan rakyat sebuah jalan baru untuk mencari ketenangan pikiran, harmoni dan cinta,” ujarnya.
Kaum Zoroastrians percaya bahwa di dunia ini kekuatan baik dan kekuatan jahat bertarung. Pandangan ini juga yang mendasari warga lokal itu bahwa kebangkitan ini merupakan perlawanan terhadap krisis keamanan yang ditimbulkan oleh kelompok ISIS, maupun karena semakin tajamnya konflik etnik dan sektarian yang melanda Irak.
“Rakyat Kurdistan tidak mengenal lagi gerakan Islam mana, doktrin mana atau fatwa siapa yang harus diikuti,” ujar Mariwan Naqshbandi, juru bicara Kementerian Agama Kurdistan Irak, kepada Niqash. Dia mengatakan, ketertarikan mereka kepada agama Zoroaster merupakan simptom ketidaksepakatan dalam Islam dan instabilitas keagamaan di Kurdistan Irak pada khususnya, dan di seluruh Irak pada umumnya.
“Bagi kaum Kurdi nasionalis dan liberal, motto Zoroaster dipandang moderat dan realistik,” kata Naqshbandi. “Orang-orang di sini sangat marah kepada ISIS dan kekejamannya itu.”
Naqshbandi juga membenarkan bahwa Kementerian Agama berjanji membantu untuk mewujudkan kehendak umat Zoroaster. Hak kebebasan beragama dan menjalankan kepercayaan dijamin oleh hukum di wilayah itu. Kementerian agama sudah menyetujui untuk menempatkan perwakilan agama Zoroaster di kantor-kantor kementerian itu.
Namun ada juga yang membantah kebangkitan Zoroaster sebagai reaksi atas ekstrimisme agama dan ISIS. “Rakyat Kurdi menjadi korban runtuhnya kebudayaan mereka sehingga mereka tidak mampu berubah,” kata pemimpin lain Zoroaster, al-Karim. “Tidaklah logis menghubungkan Zoroaster dengan ISIS. Kami semata-mata mendorong mereka ke arah cara berpikir baru tentang bagaimana hidup yang lebih baik, seperti yang diajarkan Zoroaster kepada kami.
Di media sosial lokal diskusi soal ini menghangat. Topik yang paling mencuat adalah pertanyaan: Apakah Suku Kurdi akan meninggalkan Islam dan beralih ke ajaran lain?
“Kami tidak ingin menjadi pengganti agama apapun,” jawab al-Karim. “Kami hanya ingin merespons kebutuhan masyarakat.”
Meski al-Karim tidak mengakuinya, orang sudah mahfum bahwa kembali ke ajaran Zoroaster berarti menanggalkan Islam. Namun kebanyakan mereka yang bertekad memakai “sabuk” Zoroaster, tetap menghindari kesan merendahkan agama lain. Ini sebabnya ulama dan politisi Islam tidak mengritik kaum Zoroastrians secara terbuka.
Salah seorang politisi lokal, Haji Karwan (anggota parlemen dari Persatuan Islam Kurdistan Irak), kepada Niqash mengatakan dia tidak yakin bahwa begitu banyak yang memeluk Zoroaster. "Mereka yang mempromosikan agama ini sangatlah sedikit," katanya.
Karwan tidak sependapat bila dikatakan bahwa agama -apalagi Zoroaster- bersifat khusus “Kurdi”. “Agama itu turun untuk semua manusia, bukan untuk kelompok etnis tertentu,” ujarnya.
Kamis, 18 Juni 2015
Feast of Saints Peter and Paul, Apostles ~ 29 June 2015 (Solemnity)
The feast commemorates a solemn celebration in honour of Saints Peter and Paul, two of the great apostles and the principal Patrons of the Church of Rome. Peter, was one of the earliest of twelve apostles chosen by Jesus, and he also was our first pope. Saint Paul never met Jesus prior to Jesus� death and resurrection, but had a conversion experience with the risen Christ while on the road to Damascus which converted him from a persecutor of Christians to become �Apostle to the Gentiles.� Peter, preached of the Gospel among the Jewish people and Paul, the mission among the Gentiles. We celebrate this day made holy for us by the apostles� blood. Let us embrace what they believed, their life, their labors, their sufferings, their preaching, and their confession of faith.
Peter, prior to Jesus calling was known as Simon, a fisherman by trade. Jesus called Peter, along with his brother Andrew, James, and John, to leave everything behind to become His followers, �Come after me, and I will make you fishers of men�(Matthew 4:19). Paul, prior to Jesus calling was known as Saul, an educated Jew and a member of the Pharisee, as well as being a Roman citizen. Saul persecuted the Christians savagely, but was converted by the risen Christ the one that he had been persecuting after seeing Jesus in a vision on the road to Damascus (Acts 9:4). Peter being martyred in 64 AD, by crucifixion upside down because he said he was not worthy to be sacrificed in the same manner as Christ. Peter was martyred in 67 AD, he was beheaded. Like St.Paul, we must always be on fire for the Lord, and proclaim Him to everyone and in every situation, no matter how difficult it can sometimes be to do so. St. Peter demonstrates to us how difficult discipleship can truly be, but is also an example of the Lord choosing the weak and making them strong in bearing witness to Him.
Faith in Christ is the light of our life as Christians and as ministers in the Church. Let yourselves be consumed by love for Christ and his Gospel, to become all things to everyone. It is your task to hold nothing back, to go outside of yourselves in the service of the faithful and holy people of God.
The words in the passage from the Gospel of Matthew 16:13-23 below, shows us the confirmation of faith made by Peter in Christ, and the words from the reading from 2 Timothy 4:6-8, 17-18, reveals to us Paul's confirmation of love in Christ.
Matthew 16:13-23
Peter�s Declaration about Jesus
Now when Jesus came into the district of Caesare'a Philippi, he asked his disciples, �Who do men say that the Son of man is?� And they said, �Some say John the Baptist, others say Eli'jah, and others Jeremiah or one of the prophets.� He said to them, �But who do you say that I am?� Simon Peter replied, �You are the Christ, the Son of the living God.� And Jesus answered him, �Blessed are you, Simon Bar-Jona! For flesh and blood has not revealed this to you, but my Father who is in heaven. And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it. I will give you the keys of the kingdom of heaven, and whatever you bind on earth shall be bound in heaven, and whatever you loose on earth shall be loosed in heaven.� Then he strictly charged the disciples to tell no one that he was the Christ.
Jesus Foretells His Death and Resurrection
From that time Jesus began to show his disciples that he must go to Jerusalem and suffer many things from the elders and chief priests and scribes, and be killed, and on the third day be raised. And Peter took him and began to rebuke him, saying, �God forbid, Lord! This shall never happen to you.� But he turned and said to Peter, �Get behind me, Satan! You are a hindrance to me; for you are not on the side of God, but of men.�
Grant, we pray, O Lord our God, that we may be sustained by the intercession of the blessed Apostles Peter and Paul, that, as through them you gave your Church the foundations of her heavenly office, so through them you may help her to eternal salvation. Through our Lord Jesus Christ, your Son, who lives and reigns with you in the unity of the Holy Spirit, one God, for ever and ever. Amen.
Reading 1
Acts 12:1-11
In those days, King Herod laid hands upon some members of the Church to harm them.
He had James, the brother of John, killed by the sword,
and when he saw that this was pleasing to the Jews
he proceeded to arrest Peter also.
�It was the feast of Unleavened Bread.�
He had him taken into custody and put in prison
under the guard of four squads of four soldiers each.
He intended to bring him before the people after Passover.
Peter thus was being kept in prison,
but prayer by the Church was fervently being made
to God on his behalf.
On the very night before Herod was to bring him to trial,
Peter, secured by double chains,
was sleeping between two soldiers,
while outside the door guards kept watch on the prison.
Suddenly the angel of the Lord stood by him
and a light shone in the cell.
He tapped Peter on the side and awakened him, saying,
�Get up quickly.�
The chains fell from his wrists.
The angel said to him, �Put on your belt and your sandals.�
He did so.
Then he said to him, �Put on your cloak and follow me.�
So he followed him out,
not realizing that what was happening through the angel was real;
he thought he was seeing a vision.
They passed the first guard, then the second,
and came to the iron gate leading out to the city,
which opened for them by itself.
They emerged and made their way down an alley,
and suddenly the angel left him.
Then Peter recovered his senses and said,
�Now I know for certain
that the Lord sent his angel
and rescued me from the hand of Herod
and from all that the Jewish people had been expecting.�
Reading 2
2 Timothy 4:6-8, 17-18
I, Paul, am already being poured out like a libation,
and the time of my departure is at hand.
I have competed well; I have finished the race;
I have kept the faith.
From now on the crown of righteousness awaits me,
which the Lord, the just judge,
will award to me on that day, and not only to me,
but to all who have longed for his appearance.
The Lord stood by me and gave me strength,
so that through me the proclamation might be completed
and all the Gentiles might hear it.
And I was rescued from the lion�s mouth.
The Lord will rescue me from every evil threat
and will bring me safe to his heavenly Kingdom.
To him be glory forever and ever. Amen.
Gospel
Matthew 16:13-19
When Jesus went into the region of Caesarea Philippi
he asked his disciples,
�Who do people say that the Son of Man is?�
They replied, �Some say John the Baptist, others Elijah,
still others Jeremiah or one of the prophets.�
He said to them, �But who do you say that I am?�
Simon Peter said in reply,
�You are the Christ, the Son of the living God.�
Jesus said to him in reply, �Blessed are you, Simon son of Jonah.
For flesh and blood has not revealed this to you, but my heavenly Father.
And so I say to you, you are Peter,
and upon this rock I will build my Church,
and the gates of the netherworld shall not prevail against it.
I will give you the keys to the Kingdom of heaven.
Whatever you bind on earth shall be bound in heaven;
and whatever you loose on earth shall be loosed in heaven.�
Label:
29 June 2015,
Apostles,
Feast,
Saints Peter and Paul,
Solemnity
Rabu, 17 Juni 2015
From all their distress God rescues the just
Psalm 34:1-6
I will bless the Lord at all times;
his praise shall continually be in my mouth.
My soul makes its boast in the Lord;
let the afflicted hear and be glad.
O magnify the Lord with me,
and let us exalt his name together!
I sought the Lord, and he answered me,
and delivered me from all my fears.
Look to him, and be radiant;
so your faces shall never be ashamed.
This poor man cried, and the Lord heard him,
and saved him out of all his troubles.
Label:
Distress,
God,
Psalm 34:1-6,
rescues,
the just
Langganan:
Postingan (Atom)











