Senin, 03 Maret 2014

JANGAN MEMBENCI SIAPAPUN


KESAKSIAN ROHANI

Kesaksian Rohani -   I Yohanes 4:20
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Mengapa orang membenci orang lain? Ada banyak alasan:

 
1. Orang itu bersalah kepadaku
2. Orang itu melawan pada otoritasku
3. Orang itu jahat
4. Orang itu jatuh dalam dosa yang sangat kotor
5. Orang itu mengundang kecemburuanku

Tidak ada seorang pun yang membenci orang lain tanpa sebab, kecuali karena sakit kejiwaan atau menganut ideologi kebencian.

Akan tetapi apapun alasannya, anda dan saya dilarang oleh Tuhan Yesus untuk membenci siapapun.

Apa itu membenci?
Membenci adalah memiliki perasaan tidak senang, perasaan muak, perasaan kemarahan, pada orang itu. Di hati kita, yang ada adalah perkataan ketus tentang dia, perkataan sinis, dan segala macam penilain negatif.

Betapa ingin kita dia hancur, dia dipermalukan di depan umum, dia ditertawakan orang banyak. Puas rasanya bila itu terjadi. Itulah perasaan kebencian.

Orang yang meletup-letup amarahnya, mudah ketahuan membenci seseorang atau tidak. dari mulutnya akan keluar serangan-serangan, tuduhan-tuduhan, terhadap orang yang dibencinya. Sedikit perkataan yang salah dari orang yang dibencinya itu, akan menjadi senjata yang ia pakai untuk menyerang orang itu di hadapan umum. Sering kali ia sengaja memelintir suatu perkataan orang yang dibencinya itu dengan sengaja, hanya untuk menyerang orang itu di hadapan ramai orang. Sering kali cerita yang masih meragukan tentang seseorang dapat berubah menjadi fakta terang benderang di lidah si pembenci. Sering kali firnah meluncur dari bibirnya.

Orang yang pintar menahan dirinya, mungkin tidak akan bicara banyak. Tetapi seperti seorang bos mafia yang tenang, ia sedang mempersiapkan suatu rancangan untuk menghancurkan orang yang dibencinya itu.

Tetapi orang-orang yang baik hati, tidak mengekspresikan kebenciannya itu dengan tindakan apapun kecuali menanggung kepahitan di dasar hati.

Itulah membenci. Itulah kebencian.

Apapun alasannya, dan seperti apapun tipenya, membenci orang lain adalah jahat di mata TUHAN.

I Yohanes 3:15
Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Saat berkhotbah di atas bukit, Tuhan Yesus telah menjelaskan hal ini juga:

Matius 5 : 21-22
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala

Itu artinya, tidak boleh ada kebencian sedikitpun di hatimu pada siapapun. Apapun alasannya. Jangan katakan: "Tapi dia terbukti bersalah! Ini buktinya, ini, ini, ini!"

Jika orang itu benar-benar bersalah, berdoalah untuknya di dalam kasih. Sebab Tuhanlah yang akan menjadi hakimnya. Orang itu benar bersalah, adalah satu kasus. Membenci dia adalah kasus yang lain. Tetapi engkau dan saya, harus senantiasa berakar di dalam kasih.

Tidak ada Injil tanpa kasih.
Tidak ada pekabaran firman Tuhan dilumuri kebencian.
Setiap orang yang menyimpan kebencian di dasar hatinya pada orang lain, seribu kali pun dia bisa membuktikan bahwa dia adalah hamba Tuhan besar di gereja, akan mewarisi kebinasaan kekal di dalam api neraka.

Teman, berhentilah membenci. Tetapi seperti kata Tuhan, berkatilah orang yang memusuhimu. Sebab hanya dengan itulah terbukti bahwa anda dan saya benar-benar hidup di dalam Kristus Yesus.

Diberkatilah orang yang membawa damai, orang yang penuh kasih dan belas kasihan, termasuk kepada orang-orang berdosa, apalagi kepada orang-orang yang hanya menjadi korban fitnahan belaka. Marilah tidak saling menyerang atau membenci, akan tetapi rela menundukkan diri pada hati Bapa kita yang penuh kasih akan kita semua.

Tuhan Yesus mengasihi kita.
Amen.

Pesan Bagi Mereka Yang Merasa Gagah

Percayalah, tidak seorang pun yang terlalu keren untuk sanggup berdiri gagah di hadapan pengadilan Allah Yang Maha Tinggi di dalam Yesus Kristus kelak. Semua nama besar, semua tokoh yang kita namai gembala sidang, semua hamba Tuhan yang kita kagumi, juga semua sosok kultus di dalam gereja yang pernah anda takuti, semua profesor teologi, semua pendeta, dan semua pengajar besar atau kecil –termasuk saya si kecil ini- tidak akan luput dari pemeriksaan itu kelak. Semua orang harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah dilakukan maupun yang diajarkannya. Dan jika dia kedapatan seorang penyesat, dia akan dicampakkan ke dalam neraka kekal.

Maka, berhubunganlah langsung dengan Yesus saja, tanpa menempatkan satu sosok manusia di tengah-tengah sebagai imam atau gantungan iman anda. Dan mari hanya berfokus memandang Yesus Kristus saja, Dia yang telah merelakan nyawa-Nya demi keselamatan kita.

Pesan Bagi Saudaraku Yang Tersandung Dosa

Apapun kesalahan yang telah anda lakukan kemarin, percayai satu hal: Yesus tetap mengasihi anda. Jadi kita tahu apa yang harus kita lakukan, yaitu mengakui kesalahan itu di hadapan-Nya, dengan dasar iman yang teguh bahwa Yesus adalah sumber pengampunan bagi kita, bukan sumber penuduhan atau pendakwaan.

Teman, Yesus tidak mendakwamu: "Kemarin kamu berbuat dosa lagi. Kamu mencuri lagi! Kamu menggosip lagi! Kamu benar-benar tidak layak bagi-Ku. Aku muak kepadamu!"

Tapi Yesus berkata dengan lembut kepadamu: "Anak-Ku, Aku sudah mati untuk menjadi tumbal seluruh dosamu. Tinggalkan dan sesalilah dosamu itu dari dasar hatimu di hadapan-Ku, dan mari peluk Aku. Aku ini mengampunimu dan tidak pernah sedetik pun berniat meninggalkanmu. Aku ini Bapamu sendiri yang sangat mengasihi engkau."

Selamat berdoa dan menikmati hadirat-Nya yang penuh damai.

Segala Pujian Hanya Bagi Dia

Yesus menyerahkan diri-Nya mati di kayu salib untuk segala dosa kita. Jika demikian, pantaskah kita menerima pemuliaan dari manusia karena pelayanan kita atau karena sesuatu yang ada pada kita? Tahukah anda? Kita semua adalah orang-orang malang yang mestinya binasa karena dosa dan berbagai kelemahan daging kita. Akan tetapi kita telah beroleh belas kasihan dan pengampunan melalui kematian Yesus di kayu salib, supaya ketika kita percaya kepada-Nya, kita beroleh kasih karunia itu.

Mari menyerahkan segala hormat, pujian dan pemuliaan kepada Dia, yang menanggung siksaan hebat itu demi menyelamatkan kita si berdosa ini. Sedangkan kita, ketika selesai melakukan suatu pelayanan penuh kuasa di dalam nama-Nya, hendaklah kita selalu berlutut di kamar doa kita dan berkata kepada-Nya:

"Yesusku, aku hanyalah hamba-Mu yang tidak berguna. Bagi-Mu lah segala pujian dan rasa kagum mereka, sedangkan aku si kecil ini, Engkau ijinkan melayani-Mu saja sudah menjadi karunia yang begitu besar bagiku..."

Amen.

BERHATI-HATILAH PADA RAGI FARISI DAN SADUKI


KESAKSIAN ROHANI
Kesaksian Rohani -   Pada tahun-tahun terakhir ini, ada begitu banyak pendeta telah berubah menjadi pengajar ragi Farisi, maupun ragi Saduki. Anda harus benar-benar berakar dan berdiri teguh di dalam kebenaran firman Tuhan, bukan di dalam kemutlakan bimbingan manusia. Anda harus membangun hubungan komunikasi mengenai kebenaran, langsung kepada Tuhan, bukan lagi melalui manusia. Jangan berkiblat pada seorangpun hamba Tuhan, sekalipun anda mengaguminya.
Bergurulah langsung kepada Tuan kita yang penuh kasih, Yesus Kristus. Ketika anda bertanya kepada-Nya dengan penyangkalan diri dan keberserahan, Ia pasti memberikan anda hikmat dari Roh-Nya sebagai jawaban dari pertanyaan itu.

Kita berakar di gereja, iya. Tapi kita tidak boleh meletakkan iman kita sepenuhnya di dalam khotbah pendeta-pendeta. Jangan menjadi murid manusia. Jadilah murid Yesus langsung. Kita mendengarkan khotbah para pendeta dan mengamininya, ketika kita tahu bahwa ia berkata benar. Tetapi manakala ia berkata tidak benar, anda akan kesulitan untuk mengetahui letak kesalahan itu, bila anda tidak menjadi murid Yesus langsung. Hasilnya, anda bisa mengikuti kesesatan manusia karena kebutaan anda sendiri akan kebenaran, serta karena kekaguman yang berlebihan akan seorang pendeta terkenal yang anda idolakan.

Ragi Farisi adalah ini: KITA SELAMAT KARENA PERBUATAN.
Ragi Saduki adalah ini: KITA TIDAK MUNGKIN KEHILANGAN KESELAMATAN ITU.

Aroma ragi Farisi bertolak belakang dari aroma ragi Saduki. Aroma ragi Farisi adalah keras dan menimbulkan rasa takut, aroma ragi Saduki ialah nyaman dan menina-bobokkan, serta kompromi dengan dunia dan filsafat-filsafat di dalamnya.

Kecenderungan para chef (baca: pengajar) dari kelompok ragi Farisi ialah terus menerus menuntutkan kepada anda perbuatan begini begitu, supaya anda selamat. Lakukan itu atau kamu mati di neraka!

Kecenderungan chef ragi Saduki ialah terus menerus mengajarkan berkat-berkat-berkat, kekayaan-kekayaan-kekayaan. (Sebab tinggal itu yang anda butuhkan, karena anda sudah selamat dan tidak mungkin lagi kehilangannya).

Ragi Farisi MENYANGKAL YESUS!
Menyangkal penebusan sempurna di dalam Dia.
Ragi Saduki menarik kaki jemaat dari Jalan Kristus yang sempit dan sesak kepada jalan keinginan sendiri.

Keduanya saling mengejek satu sama lain, tapi keduanya berasal dai satu roh yang sama: akar kesombongan. Dan setiap akar kesombongan, dari siapakah itu berasal?

Ragi Farisi secara roh berkata kepada Allah: "Bukan kasih karunia-Mu, tapi kesempurnaankulah yang menyelamatkan aku!"
Ragi Saduki secara roh berkata kepada Allah: "Terimakasih karena Engkau mau menjadi pelayanku. Maka layanilah aku dengan sempurna."

Kenalilah kedua aroma ragi ini, dalam setiap pengajaran atau khotbah yang anda dengar. Sebab ragi ini bercampur dengan kebenaran-kebenaran. Jika sebuah khotbah adalah sebuah adonan kue, maka ragi hanya salah satu dari unsur yang ada di dalamnya. Lain-lainnya adalah unsur kebenaran (tepung sebagai bahan baku), joke atau humor (garam atau segala bumbu penyedap), dan kesaksian-kesaksian nyata pengkhotbah atau orang lain yang menguatkan (telor sebagai pengembang adonan). Adonan yang baik ini, bila bercampur dengan ragi, maka cemarlah semuanya.

Seorang jemaat yang terbiasa menjadi murid Tuhan Yesus, tidak akan mudah tersesat sekali pun ia berada di dalam gereja yang bercampur dengan salah satu ragi. Ia dapat memilah mana yang harus ia aminkan dari khotbah pendeta, dan mana yang harus ditolaknya -yaitu ragi. Seseorang yang tidak terbiasa menjadi murid Tuhan, akan menjadi domba santapan yang empuk bagi roh srigala.

tetapi bagi si penyesat, alangkah lebih baik ia tidak pernah lahir. Sebab barangsiapa menyesatkan salah seorang dari domba Tuhan yang paling lemah sekali pun, betapa mengerikan hukuman yang menanti dia.

Berpeganglah teguh kepada kebenaran Kristus Yesus. Penebusan-Nya atas segala dosa kita adalah sempurna, sehingga ketika kita berseru atau berbalik kepada-Nya, kita telah diperdamaikan dengan Elohim, Yahweh. Kita sudah selamat. Selanjutnya, marilah kita tinggal setia di dalam Dia, dengan bertekun dan taat, apapun harga yang harus kita relakan, sambil menanti-nantikan kedatangan-Nya atau Ia menjemput kita secara pribadi.

Kita menolak hawa ketidakpastian keselamatan dari ragi Farisi, sekaligus menolak hawa kenyamanan dari ragi Saduki yang penuh filsafat itu. Kekristenan yang kita temukan di dalam Injil ialah keyakinan yang teguh di dalam Kristus Yesus, yang memberikan damai sejahtera di hati kita oleh kepastian keselamatan di dalam Dia, serta panggilan untuk mempermuliakan Dia dengan segenap hidup kita, apapun harga yang harus kita tanggung.

Kiranya memberkati. Tuhan Yesus mengasihi kita semua.

ANDA MILIK YESUS SEPENUHNYA

Ketika anda suatu waktu memutuskan menyerahkan hidup kepada Yesus, sejak saat itu juga Yesus telah membeli anda menjadi milik-Nya.
Sejak anda telah menjadi milik Yesus, ingat-ingatlah, bahwa seluruh yang ada padamu juga telah menjadi milik Yesus.

Apa yang ada padamu? Mungkin beberapa dari daftar ini:
Eksternal: Pekerjaan, toko, keluarga, rumah, mobil, TV, handphone, komputer, sepeda motor, uang, tanah, simpanan di bank, dan lain sebagainya.
Internal: Pikiran, hati, tenaga, waktu, tubuh.

Itu semua juga telah menjadi milik Yesus. Anda tak berhak lagi memakainya seenak hatimu sendiri. Anda harus mengetahui apakah Tuhan berkenan atau tidak berkenan dengan cara anda memakainya. Bandingannya seperti ini: Semua yang ada di rumahmu adalah milikmu, tetapi anda mengizinkan seorang hambamu, atau pembantumu, untuk memakai beberapa benda tersebut, misalnya rice cooker, sapu, mesin cuci, dan lain sebagainya. Ia tidak perlu selalu minta izin pada anda untuk memakainya bukan? Tapi jika dia memakai rice cooker untuk memasak nasi para tetangga, sapu untuk kayu bakar, atau mesin cuci untuk gendang tetabuhan, apa reaksi anda? Tentu saja anda tidak berkenan.

Demikianlah Tuhan tidak berkenan ketika anda mempergunakan segala yang ada padamu sesuka hatimu saja, untuk hal-hal yang sia-sia, atau bahkan untuk hal yang membangkitkan cemburu-Nya. Mengapa demikian? Karena anda telah menyerahkan hidupmu pada Yesus.

Pilihan cuma ada dua:
1. Jangan serahkan kebebasan dirimu pada Yesus, dengan resiko anda tidak memiliki keselamatan kekal.
2. Tegaslah kepada diri anda sendiri, ketika anda telah memutuskan menyerahkan hidup kepada-Nya.

Amen.

JADILAH TEGUH PERCAYA

Teguhkan hatimu pada Yesus. Dia mengasihimu dan tidak pernah membencimu. Dari alam roh, Ia akan menuntunmu ke dalam segala kebaikan dan rencana-Nya. Melangkahlah dalam damai sejahtera serta tetap memelihara iman dan api kasih akan Dia. Mungkin dalam perjalanan, engkau berjumpa dengan hal-hal yang terlihat menyulitkan. Tetapi Ia mengijinkannya terjadi sebab Ia sudah tahu kekuatanmu, bahwa engkau mampu menghadapi semua itu di dalam iman. Tak usah mengeluh atau menyalahkan Dia di hati kecilmu. Tetaplah berpikir positif akan Yesus (saya katakan akan Yesus, bukan akan gerak-gerik dunia), sebab di dalam Yesus itu tidak terdapat niat buruk atasmu. Ia mengasihimu dengan sangat. Bahkan sekalipun engkau mengalami sesuatu yang menurutmu engkau tidak kuat untuk menghadapi, Ia tetap ada di tempat-Nya yang selalu mengawasimu.

Percayai satu hal, Yesus benar-benar memperhatikan segala sesuatu yang terjadi padamu dengan penuh perhatian. Bahkan rambutmu jatuh pun, Ia memperhatikan dan menghitungnya. Hal-hal yang bahkan engkau anggap sepele, Yesus tetap memperhatikannya dengan serius.

Jangan takut atau cemas bahwa Yesus akan meninggalkanmu. Yang harus engkau cemaskan ialah bertumbuhnya kembali kedaginganmu sehingga engkau tergoda bermesraan lagi dengan kecemaran dunia. Maksudnya, kendalikanlah tetap seluruh hidupmu di dalam persekutuan dengan Dia.

Perhatikanlah dengan sungguh-sungguh, Yesus tidak lama lagi akan datang menjemputmu dan semua orang yang bertekun di dalam iman akan Dia. Dunia ini akan segera jatuh ke dalam kegelapan raya. Tutup telingamu akan segala filsafat agamawi yang menyesatkan dan begitu banyak berseliweran di internet ini. Fokuslah kepada hubunganmu dengan Yesus, Dia mengasihimu, Dia telah mengampunimu, dan Dia berharap benar bahwa engkau setia dalam kasihmu yang semula kepada-Nya. Sebab orang-orang yang tidak setia di dalam hubungan kasih akan Dia, harus dimuntahkan-Nya, sebab janji-Nya akan hal itu telah Ia nyatakan dan tidak mungkin Ia ingkari.

Bersukacitalah tetap di dalam Yesus yang mengasihimu, sekalipun badai dari segala penjuru di dunia ini datang menerpa hidupmu. Penyelamatmu ada dan tidak akan membiarkan engkau seorang diri menghadapinya.

Amen.