
I know that my posts have become sporadic as of late and it my stay that way for a while I have been ill for quite a while. Monday we found out why.
Since last December, I have just come up with all kinds of complaints. Doctors could not find out what was going on. I get ill whenever I eat. Although I do not lose weight from this because I retain water so bad. Last week we thought I had been bitten by a spider, but turned out not to be so.
Then last Saturday, I had a flare up of Fibromyalgia. I had to go to bed and just wait it out. By, Monday, still sick my husband took me to the doctor. The doctor looked at the spider bite and told us both that I had a staph infection. Looks like I have had it a long time. It has gotten into my lymph nodes and is spreading from lymph node to lymph node, showing up on my skin as a boil.
This needs to be taken care of this week, because my husband is on strike and our insurance only lasts till Friday. So, the doctor is attacking the staph aggressively and I am on multiple medicine's.
To celebrate, still no lupus. I remain free of the disease that God healed me from and yet fall prey to other things.
I looked to the Lord for my assurance of healing and no damage from the staph. I look forward to my healing and to no longer feeling bad. God's timing is wonderful, because one more week and I would have not been able to seek medical help. Although, my husband would have forced me to go, I would not have wanted to because of the loss of insurance. But, God is taking care of me and I will, finally, be back on my feet.
So, my friends, my posts, still may be sporadic for a while. With illness and a husband under foot my schedule fulls under chaos and I just go with the flow. I pray for all my readers and ask for your prayers as i recover.


"Mulanya kami hanya sering bercerita saja, dia sangat mengerti apa yang saya perlu. Untuk pekerjaan yang kecil, untuk hal-hal yang saya lakukan, dia rajin memuji saya, dia selalu menyempatkan mengucapkan terima kasih. Dan itu tidak pernah dilakukan suami saya. Suami saya selalu anggap jika saya mengerjakan pekerjaan rumah, itu kewajiban saya sebagai seorang istri."
"Pada awalnya kehidupan pernikahan kami baik-baik saja. Makin bertambah usia pernikahan kami, saya harus akui bahwa saya banyak kecewa terhadap suami saya. Ada banyak kebutuhan-kebutuhan saya, sebagai seorang istri, sebagai seorang wanita yang tidak dipenuhinya."
Setelah enam bulan menjalani perselingkuhan, Iecha mengikuti camp Wanita Bijak. "Disana saya banyak ditegur tentang dosa ini. Saya sadar bahwa sebenarnya diri saya ini berharga di hadapan Tuhan. Dan saya memiliki fungsi yang unik, yang telah Tuhan taruh dalam hidup saya sebagai seorang wanita, sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri. Dan saya harus bisa jadi contoh, jadi teladan, minimal bagi anak-anak saya. Saya harus berhenti, saya harus memutuskan hubungan dengan pria ini "
"Aku dikhianati oleh istriku sendiri. Aku dikhianati oleh orang yang sangat aku percaya. Saya ngga kuat Tuhan." 


Pergi ke gereja.
Mendengar suara Tuhan.
Jatuh bangun lagi.
Kemudian saya mulai pelayanan lagi. Saya melayani di Sekolah Minggu. Tahun 2004 saya mulai pelayanan sekolah minggu ke daerah-daerah di timur Indonesia seperti di Kupang - NTT. Tahun 2005 saya pelayanan di Waingapu dan Waikabubak. Di sana kami mengadakan KKR anak. Juni 2006, saya juga pelayanan ke Papua.
Setahun kemudian, aku nekad pergi ke Jakarta dengan keinginan kuat untuk melupakan semua pengalaman pahit hidup ini dan memulai hidup yang baru.
Suatu hari aku dan beberapa teman pergi ke Pub "Nagoya". Pengaruh minuman keras membuatku lupa diri. Ternyata teman-temanku telah meninggalkanku sendirian dengan tagihan yang besar yang tidak bisa kubayar.
Ketidaktahuan sang ibu membuat Steven semakin berani. Perilakunya semakin tidak terkontrol. Steven mulai berkhayal dengan fantasi-fantasi liarnya akibat mengkonsumsi narkoba. Fantasi porno pun kerap kali menguasai pikiran Steven. Dan nafsu itu dilampiaskannya dengan cara onani ataupun berhubungan seks dengan anjing piaraannya.
Jiwanya telah rusak. Akal sehatnya telah hilang akibat narkoba. Anjing piaraanya pun menjadi tempat pelampiasan nafsu birahinya selama 4 bulan. Tak seorang pun yang mengetahui perbuatannya yang sangat kotor dan hina itu.
Dalam keheningan malam, di saat Steven sedang tertidur pulas, peristiwa yang sangat menakutkan terjadi padanya. Steven bermimpi aneh. Ia sedang memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu Steven melihat ibu dan adiknya sedang menangisi seseorang yang terbaring di tempat tidur. Ketika Steven mendekati tempat tidur itu, ia melihat sosok dirinya sendiri yang terbaring tak berdaya akibat over dosis. Mimpi aneh itu menimbulkan pertanyaan yang besar bagi Steven. Ketakutan yang sangat menguasai diri Steven. Dalam ketakutan itu, Steven pun teringat untuk berteriak, "Tuhan Yesus, tolong saya!!" Kemudian Steven pun terbangun. Steven mulai berpikir kembali tentang hidupnya. Steven benar-benar ingin lepas dari segala keterikatannya tapi ia tidak memiliki kekuatan untuk lepas dari hal itu. Sejak saat itu Steven betekad untuk mulai berhenti total dari segala kebiasaan buruk yang telah mengikatnya selama ini.
Saat mencoba berhenti dari narkoba, Steven harus merasakan seluruh badannya yang sakit, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Steven merasakan tulang-tulangnya yang seperti ditarik-tarik, luar biasa sakitnya. Dengan tekad yang kuat, Steven berjuang untuk lepas dari kebiasaannya itu. Hampir tiga bulan lamanya Steven mengambil puasa secara rutin. Setiap jam 3 pagi Steven terbangun tapi sakit yang dirasakannya tetap terasa. Dengan tekad yang kuat, Steven tetap bertahan untuk menahan rasa sakit yang dialaminya itu. Steven pun hanya bisa pasrah. Kalaupun memang dia harus mati, itu tidak menjadi masalah lagi. Bagi Steven, saat itu adalah saat dimana ia harus menuai apa yang telah ditaburnya selama ini.
Steven baru menyadari kalau selama ini Henny selalu berdoa bagi dirinya. Steven tidak pernah tahu selama empat tahun ini, Henny tidak pernah berhenti mendoakan Steven. Hari itu menjadi hari yang merubah sejarah hidup Steven.
Saat ini Steven tergabung dalam organisasi anak muda yang memerangi kecanduan narkoba dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan di sekolah-sekolah. 



